200 บรรทัดแรก
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
BERITA PRADESH
Kau mungkin tak percaya, tapi India suka sepak bola, serius.
Di pusat India, perbatasan Rajasthan-MP, ada kota kecil bernama Neemuch.
Mayoritas pesepak bola India dari tengah berasal dari kota kecil ini.
Itu sebabnya dijuluki "Tiang Gol MP".
Bukan hanya pesepak bola India.
Ada orang di sini percaya
leluhur Maradona berasal dari Neemuch.
Kisah cinta antara sepak bola dan Neemuch
berawal dari final Asian Games, 1951.
Iran vs India berakhir imbang.
India mendapat tendangan penalti di akhir.
Tendangannya dilakukan
oleh pesulap dari Neemuch, Shrikant Dhabolkar.
Katanya, tendangan membara Dhalbokar mencengangkan penjaga gawang.
Bolanya masuk sebelum dia bergerak.
Untuk mengenang Shrikant Dhabolkar,
Neemuch mengadakan turnamen sepak bola tahunan antarwarga
Tapi tetap saja,
bisakah kota kecil nan unik Neemuch punya Dhabolkar lagi?
SENI PERTUNJUKAN SULAP OLEH PESULAP CHHABRA
Meenu!
Ujianku sudah dekat. Kita harus bertemu hari ini?
Kau lupa, 'kan?
Iccha, kekasihmu tampil hari ini. Tak mau lihat?
Tunggu. Di akhir,
penonton akan bersorak untukku.
Meenu, itu pesta ulang tahun
anak kelas empat SD.
Aku tak perlu selalu datang.
Aku tak suka kalau kau tak ada Iccha.
Dan kata Pesulap Chhabra,
"Pesulap itu di mana-mana."
"Tapi hanya pecinta bisa mukjizat."
Dan saat ada kau,
ada cinta tulus.
Dan kapan pun,
di mana pun…
ada cinta tulus…
mukjizat mudah dilakukan.
Ayolah, kumohon.
Kumohon, ayo…
Maaf, Kak. Anginnya kencang.
Kami sedang latihan ciuman bebas… Tendangan bebas.
Maaf, Nona.
Kembalikan bolanya, Non.
Meenu!
Kuajar kau.
Kuajari sepakan bebas.
Kak, kami dua pemain U-17 dan tiga pemain U-15.
Kau siapa?
Aku? Seorang guru.
Ayo kita mulai.
Kalian akan belajar bola dan kesopanan.
Kutendang ke sana.
Kenapa? Tak percaya?
Buat pagar betis.
Ayo, kalian 16 dan 17 tahun.
Meenu, kenapa? Mereka anak-anak!
Lantas?
Anak-anak nakal adalah santapan singa.
Bodoh! Siapa dia? Pemain negara bagian?
Mungkin anggota timnas.
Aku Meenu, Magic Meenu, pecinta lepas, pesulap tulen.
Tapi pesepak bola? Tidak. Mustahil.
Meenu, berdiri!
Sudah kubilang mereka bocah! Memalukan.
Kenapa kau sok jadi pahlawan, padahal tak bisa main? Ayo.
Hei, Ronaldo! Ini sandalmu!
Pria harus jadi wira saat ada pacarnya, 'kan?
Ya, aku suka kelewatan,
tapi setidaknya demi Iccha, ya?
Iccha dan aku pasangan sejiwa.
Kami mengerti tanpa berujar.
Rasanya ini cinta yang kutunggu sejak aku anak-anak.
Cinta pertamaku.
Bukan si gadis, kulfi.
Aku selalu butuh kulfi, tidur, mandi.
Kadang aku butuh kulfi selagi makan kulfi.
Aku mau kesukaanku ini jadi profesiku.
CITA-CITAKU… PENJUAL KULFI
Tapi masyarakat kejam tak menerima impianku.
Putraku sayang!
Kalau kau jadi penjual kulfi,
tak ada yang mau menikahimu.
Kau paham?
Aku belum mau cepat menikah.
Tapi saat Paman Montu menikah, aku menemukan cinta keduaku,
sherwani.
Dan aku harus memakainya.
PENGANTIN PRIA
Tapi impian masa mudaku dihancurkan.
Nak, sebelum menikah, jadilah orang sukses dulu.
Dan ayah tahu caranya.
PESEPAK BOLA
Ayo, Meenu!
Aku bahkan tak masuk tim sepak bola keluargaku.
Tapi ayahku…
dia dulu bintang.
Dia dijuluki "Raja Perak" turnamen
sebab tujuh musim dapat Pemain Terbaik,
tapi dia tak meraih Piala Dhabolkar.
Musim kedelapan dia punya kans,
tapi dia pensiun dini.
Dia ikut liga persahabatan di Gwalior.
Dia pasti menepis ribuan gol.
Tapi dia dan Ibu gagal selamat dari laju truk.
Orang bilang itu kecelakaan.
Tapi aku tahu wajah si pelaku.
PESEPAK BOLA
Tapi aku tak menyangka kabur dari Iblis akan membawaku ke rumah Dewa.
PESULAP CCHABRA DAN AKSI HEBATNYA
Abrakadabra, aku Pesulap Chhabra!
Cintaku ada di sana.
Tak hanya aku. Dia memikat semua orang.
Saat itulah aku tahu nama yang memikatmu.
Pesulap.
Selamat datang di laga
Johnny Cable memberikan Piala Dhabolkar!
Aku Dr. Doshi.
Dan aku pasiennya.
Tidak, bercanda.
Aku komentator favorit kalian, Naughty Nema!
Hari ini dalam laga Grup B,
Bank Colony United berhadapan dengan Adarsh Nagar Panther.
Rasakan itu!
Tim mereka kuat.
Bagaimana, Tn. Doshi?
Jelas Bank Colony akan menginjak Panthers.
Jadi, berapa gol akan diderita Panthers?
Kau terlalu terburu-buru, Tn. Nema.
Kami, tim Adarsh Nagar, memercayai Pelatih Pradeep Narang.
Dia akan memakai taktik kejutan.
Tapi sayangnya, Tn. Doshi,
taktik dari manajer dan pelatih tak menentukan, pemain penentunya.
Dan Anutosh Kanoriya, yang sudah punya tujuh gol dalam empat laga,
akan merumput untuk Bank Colony.
Dia terampil!
Hebat.
Sangat hebat.
Dia sangat hebat.
Tak seberapa.
Kakak Iparku pernah bawa bola ke pasar dengan leher
naik sepeda motor.
Benar, Kakak Ipar?
Permisi.
Permisi.
Permisi.
Meenu!
Meenu!
Meenu!
Ya, ada apa?
Suruh mereka ke garis tepi.
Kau bisa sendiri…
Boleh aku pergi setelahnya?
Hanya kau cadangan kita. Bagaimana kalau ada yang mengacau…
Paman, ini bukan Piala Dunia! Hanya turnamen antarwarga.
Apa?
Ini impian ayahmu, Meenu!
Jangan pergi, demi ayahmu jika bukan pamanmu.
Maaf! Aku belum menceritakan dia, ya?
Keluargaku tak hanya hasilkan kiper.
Ada juga bek tengah.
Karan Arjun dari Adarsh Nagar.
Tapi dalam film ini, satu saudara mati.
Setelah ayahku tiada, pekerjaan, putra,
dan impiannya
ditanggung kakaknya.
Dia merasa Panthers bisa juara dan mewujudkan impian ayah.
Lalli! Ini sepak bola, bukan voli!
- Kakak Ipar! - Tapi nyatanya berbeda.
Kau tahu alasan kelinci kalah lomba dari kura-kura?
Karena Panthers tak ikut serta.
Kemarin, aku kirim pesan di grup kita.
Aku minta kalian memakai kaus merah atau pakaian olahraga merah.
Ya, 'kan?
Jadi, Ramswa…
Ramswaroop!
Itu bukan merah dan pakaian olahraga
Istriku menjadikan celana merahku lap. Sebentar. Agen musikku.
Halo?
Ya, albumku murni musik rakyat Rajasthan.
Jika didengar dengan headphone, serasa makan ghevar.
Itu ditulis di atas unta. Liriknya sangat terpuji.
Baik. Kita gunakan formasi lalu, dan menyerang.
Ayo! Cepat. Berbaris. Ayo.
Serius?
Lihat setelah aku dapat bola.
Asuransi jiwamu. Sudah kuisi namaku.
Tanda tangani.
Kau jual asuransi di sini?
Kau pasti mabuk sampai mati setelah Iccha kawin.
Iccha kawin?
Bantu sebelum mati.
Buang permen itu.
Aku melihatnya.
Iccha dan Dharmesh berdoa di kuil dengan keluarga.
Lalu mereka pergi ke stasiun.
Hanya ada kereta menuju Jodhpur saat ini.
No comments yet. Be the first to leave one.