200 บรรทัดแรก
"Pemiliknya menyiapkan tiga jenis saus"
"Dia bekerja keras untuk berhenti memakai saus yang dibeli di toko"
"Akankah itu bisa mengalahkan saus yang dibeli di toko?"
"Itu mengalahkan saus yang dibeli di toko"
"Tapi rasanya terlalu biasa"
"Siapa yang tiba-tiba dia hubungi untuk dimintai pertolongan?"
"Saus toowoomba bertemu saus dakgalbi"
"Pelajari rahasia dari pembuatan saus rose"
"Aku tidak yakin dia akan mengajarimu"
Halo? - Halo.
Aku Kwak Min Cheol, yang mengelola restoran dakgalbi di Hanam.
Halo.
Halo. Aku mencoba sausmu hari ini, dan rasanya sangat enak.
Terima kasih.
Aku ingin bertemu dan bicara denganmu.
Ya. - Kapan kamu senggang?
"Dia tidak bicara"
Aku... - Ya?
Aku harus memeriksa jadwalku.
Baik.
Aku terus bekerja di toko.
Baik. - Ya. Aku harus memeriksa jadwalku.
Baiklah. - Baiklah.
Di mana kamu biasanya? Hanam dan di mana lagi?
Aku bolak-balik Hanam, Chungmuro, dan Hongdae.
Baik. - Baik.
Baiklah. - Baiklah.
Aku akan segera mengunjungimu. - Baiklah.
Terima kasih untuk sausnya.
Terima kasih. - Terima kasih.
"Dia menyelesaikan panggilan tanpa bisa mengatakan banyak hal"
Halo? - Maaf mengganggumu lagi.
Halo. - Halo.
Pak Baek memberiku ide
membuat dakgalbi
dengan saus Toowoomba-mu.
Baiklah. - Kucampur dengan milikku,
dan itu sangat enak. - Baiklah.
Aku ingin tahu apakah aku bisa datang dan...
"Bisakah aku mempelajari resepnya?"
Begini. Ini...
Kami melalui banyak uji coba
untuk waktu yang lama guna menciptakan saus ini.
Kami mencoba menggunakan bahan-bahan berbeda dan mengubah rasionya.
Kami terus melakukan tes kualitas
dan menguji perubahan rasa saat sausnya didiamkan.
Baik.
Ini...
Aku... - Baik.
Bisakah aku memikirkan tentang ini selama satu hari?
Tentu saja boleh. - Aku akan memikirkannya.
Aku malu untuk meminta. - Aku...
Kuharap kamu akan mengerti perasaanku.
Tentu saja. - Baik.
Bisa kuhubungi lagi nanti?
Aku akan merasa terhormat jika kamu melakukannya.
Jangan bilang begitu.
Terima kasih. - Baiklah.
"Wajar jika dia ragu-ragu untuk memberikan resepnya"
"Hari berikutnya"
"Aku membeli krim di internet"
"Aku selalu membeli yang bertuliskan 'krim kocok'"
"Di toko kelontong, tapi sebenarnya ada banyak merek berbeda"
"Aku tidak sabar membuat saus krim sendiri, jadi, aku ke tokonya"
"Saat aku mencobanya, itu tidak selezat saus yang dibuat"
"Oleh pemilik restoran Pil-dong"
"Apa aku melewatkan sesuatu?"
"Pasti ada banyak cara. Aku benci karena tidak tahu banyak"
"Aku cemas bahwa aku mungkin tidak bisa meraih tujuanku"
"Dia mencoba, tapi terus gagal. Itu salah satu dari malam-malam itu"
Halo? - Halo.
Halo, Pak. - Halo.
Aku sudah memikirkannya.
Sausnya...
"Dia akhirnya membuat keputusan"
Saat ini...
"Hari berikutnya di Hongdae"
Aku akan pergi ke Hongdae untuk menemui pemilik restoran Pil-dong.
"Hari berikutnya di Hongdae"
Terima kasih. Kamu pasti lelah. - Tidak.
Aku akan mengajarimu cara membuat saus krim.
Aku akan mengajarimu kenapa kami mencampur berbagai merek krim kocok.
Aku akan mengajarimu alasan kami
menggunakan saus yang kami pakai.
Ini krim berbahan dasar hewan.
Ketiga saus ini berbahan dasar sayuran.
Ini campuran krim berbahan dasar hewan dan sayuran.
"Begitu rupanya"
"Itu pasti keputusan yang sulit"
Ini kali pertamaku memintaku kepada seseorang
untuk mengajariku sesuatu yang penting baginya.
Itu hal yang sangat sulit dilakukan, dan dia mengajariku dengan baik.
"Rahasia yang perlu waktu lama untuk dikuasai dipakai ke dakgalbi-nya"
Itu membuatku sadar bahwa ada orang seperti dia di dunia ini.
Aku juga merasakan semangatnya.
"Sekarang dia harus belajar sendiri"
Aku belajar banyak hal.
"Teman-teman melihatku di TV dan menghubungiku"
"Karena sudah sangat lelah, aku tahu harus merespons siapa"
"Kini aku tahu kenapa orang tuaku benci tiap kali aku bertemu orang"
"Apa dia berhasil membuat saus rose-nya?"
Ini restoran dakgalbi gaya Chuncheon.
Ini hari terakhir, dan kita akan menemui pemiliknya.
Kita melalui banyak hal dengannya. - Benar.
Untuk berbagai alasan, dia menerima banyak perhatian dari pemirsa.
Ada banyak kesalahpahaman juga.
Restoran dakgalbi. - Ya.
Buatannya harus dicicipi hari ini. - Benar.
Kita harus menguji hidangan dengan saus krimnya.
Tapi kurasa akan lebih baik jika orang yang lebih muda mencicipinya
alih-alih aku. Dia yang muda di antara kita.
Ini alasannya.
Agar lorong ini menjadi ramai, perlu lebih banyak anak muda yang datang.
Kami akan bersyukur jika orang yang lebih tua juga datang,
tapi anak muda mau bepergian jauh.
Jadi, makanan harus disesuaikan dengan generasi muda.
Itu yang ingin kami lakukan.
Pertama, mari kita lihat seberapa baiknya dia dalam menyesuaikannya
dengan selera anak muda. - Baiklah.
"Makanannya harus enak"
Aku akan kembali. - Kami akan kembali.
Dakgalbi rose.
"Seong Ju, yang memiliki selera anak kecil ikut bersamanya"
"Sementara itu, di restoran dakgalbi"
"Dia sedang bersih-bersih"
"Dengan harapan tinggi, ekspedisi dakgalbi itu mendekati restoran"
Itu sangat menonjol.
Mencolok, bukan? - Sangat kuning.
"Mereka pelanggan pertama yang akan mencicipi dakgalbi rose"
Apa dia sedang bersih-bersih? - Ini bagus dan mencolok.
Di sini? - Di sini juga.
Ada pelanggan.
Halo.
Halo.
Halo. - Halo.
Halo. - Halo.
Halo. - Kami datang untuk makan dakgalbi.
Astaga. - Astaga.
Duduklah.
Pak, ini... - Ya?
Kemarilah.
Ini hadiah untukmu. - Hadiah.
Ini alat sterilisasi pisau.
Kamu selalu memotong ayam untuk dakgalbi,
dan ini akan menjaga pisaumu selalu bersih.
Ini hadiah untukmu. - Terima kasih.
Ini hari terakhir.
Akan kugunakan dengan baik. - Benar.
Kami bisa mencicipi dakgalbi-nya? - Ya.
Kami mungkin tidak akan bisa memakannya lagi.
Di mana kami harus duduk? - Aku tidak sabar mencicipinya.
Di mana kami harus duduk? Kurasa di sini.
Di sini? - Ya.
Apa ini tempat ember es krimnya?
"Di sinilah ember es krim sebelumnya"
Ini kali pertamaku berada di sini.
Benar.
Kali terakhir, kamu mengubah - Ya?
sausnya. - Ya.
Apa namanya?
"Apa nama hidangan baru yang mengandung saus krim?"
Kamu sudah menemukan nama?
Kami terus memikirkannya. - Benar.
Dan kami tidak bisa memikirkan nama yang bagus.
Jadi, kami menyebutnya dakgalbi rose.
Seperti pasta rose. - Ya.
Dakgalbi rose. - Dakgalbi rose.
Sebaiknya cocok dengan selera kami.
Ya. - Kamu yakin tentang itu?
Aku yakin tentang itu.
Semangat!
Semangat! - Baiklah.
Ini sulit bagimu, bukan, Bu?
Ya.
Ini sulit. - Tapi perubahan
tidak pernah terjadi tanpa perjuangan.
Kamu tahu? - Ya.
Bukankah begitu?
"Kami berharap perjuangan ini akan menjadi fondasi dari perubahan"
Dia akan menjadi lebih dewasa, bukan?
Ya. - Kami melalui banyak hal.
Kalian sudah melalui banyak hal. - Ya.
Saat waktu berlalu...
Kamu mungkin akan lebih kesulitan sampai semuanya beres.
Benar. - Ya.
Mungkin saja. - Kamu harus melewati itu.
Terima kasih.
Nak.
"Aku akan bekerja dengan baik"
Astaga.
Lauk. - Ya.
Terima kasih.
"Sang putra mulai membuat dakgalbi"
Sepertinya berat badannya turun sedikit.
"Dia menumpuk berbagai jenis sayuran"
"Dan dia menaruh paha ayam di atasnya
"Yang sudah ditimbang sebelumnya"
"Dia melengkapinya dengan saus yang dia buat"
"Dan segera menyajikannya ke meja"
Sudah datang.
No comments yet. Be the first to leave one.