200 บรรทัดแรก
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Baiklah.
Ibu sedang apa?
Bokong Ibu kenapa?
Tidak apa-apa.
Mungkin ada sesuatu,
tapi Ibu kira kita sudah sepakat soal mengetuk pintu, Adam.
Pintunya terbuka, Ibu.
Baiklah, benar.
- Ada yang datang, tapi aku... - Tak buka karena Ibu larang.
Bagus sekali.
- Hei. - Apa kabar?
Ya, baik. Terima kasih.
Terlambat, pastinya,
- tapi sebaliknya... - Apa kabar, A?
- Kau bisa... - Ya.
Terima kasih.
Katanya kau pergi dengan teman?
Benar. Kenapa?
Tak apa-apa. Kau tampak cantik.
Apa? Apa ini berlebihan?
Tidak, hanya tidak santai
sama sekali.
Tergantung teman apa itu.
Teman wanita, segelas anggur, sedikit gosip.
Aku jarang keluar, jadi, apa ini berlebihan?
Lou, kau tampak hebat.
Ibu tampak cantik.
Seperti putri.
Baik, hubungi aku jika kau perlu...
Aku mungkin akan pulang cepat...
Bersenang-senanglah. Kami akan aman.
- Selamat menikmati. - Sampai nanti.
Tolong satu lagi.
MAAF, LOU, ADA URUSAN MENDADAK, TAK BISA KE SANA.
SEMOGA TAK MASALAH?
TAK MASALAH
SEMOGA SEMUA BAIK-BAIK SAJA
BERI TAHU AKU JIKA BUTUH BANTUAN
Sial.
Aku minta maaf. Aku tak melihat jalan.
Aku akan belikan gantinya.
Jangan khawatir.
Permisi.
Hei, kau tak perlu menggantinya.
Perlu.
Terutama karena kau tak marah.
Mau pesan apa?
Macallan.
Dan air putih.
- Itu saja? - Ya.
Maaf.
Ya.
Itu 12 pound.
- Ini dia. - Bersulang.
- Sekali lagi maaf. - Tak apa-apa.
- Senang bertemu... - Kau sering kemari?
Aku bilang itu?
- Benar. - Ya.
Sungguh.
Omong-omong, aku baru pindah ke sini
dan aku ingin minum.
Maksudku, bodoh sekali.
Seolah di film, di mana seseorang datang ke bar sendirian
dan mengobrol dengan orang asing.
Beberapa orang begitu, bukan?
Dalam lima menit mereka akan jadi pusat perhatian.
Kau begitu?
- Tidak. - Aku juga tidak.
Jadi, apa alasanmu?
Kemari sendirian.
Temanku, Sophie, tak jadi datang.
Jadi, kau menumpahkan minumanku agar ada yang bisa diajak bicara.
Teknisnya, aku baru mau pergi.
Benar juga.
Atau mungkin kau melihatku...
dan merekayasa ini.
Aku ketahuan.
Jika itu benar, kau berutang 12 pound.
Macallan?
Belum pernah kudengar.
Wiski dari Skotlandia.
Seperti kau.
Aku suka aksenmu.
Sebaiknya aku pergi.
Tambah sekali lagi?
Kau mau membuatku mabuk?
Kau bisa minum air.
Atau keripik.
Aku ingin kau tetap di sini.
Kenapa?
Aku suka kau temani.
Aku tak mau ke rumahmu.
Kau sangat jujur.
Aku tak mau memberi sinyal yang salah.
Misi berhasil.
Jadi...
mau minum lagi?
Bagus.
Jadi...
Terima kasih untuk malam ini.
Kau juga.
Ya.
Kini kita pulang bukan sebagai orang kesepian.
Aku ke arah sini.
Aku tak boleh begini.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maaf.
Pagi.
Kau melewatkannya.
- Siapa? - Atasan barumu.
- Seperti apa dia? - Muda.
Tak tampak tua bagiku, tapi mungkin karena aku tua.
Meski dia tampak cukup baik.
Lebih menarik daripada Si Plummer tua menurutku.
Dia tak lama di sini.
- Mereka bersama Dokter Sharma. - Mereka?
Istrinya juga datang. Dia cantik.
Selamat pagi, Sharma, Jones, dan Drumgoole, bisa dibantu?
Kau akan terkejut betapa sulitnya menyewa psikiater bagus belakangan ini.
Sangat diminati.
Kehidupan modern bagus untuk bisnis.
Kita beruntung, kurasa.
Ya, benar.
Kami sangat senang David bergabung.
Aku tak yakin bisa menghindarinya.
Dia terus bicara soal mulai bekerja sejak kau tawarkan.
Benar. Aku sering mendengar soal praktiknya.
Boleh lihat kantor David?
Sial.
Agar tahu di mana keajaiban terjadi.
- Ya, tentu. - Sial.
- Akan kuajak berkeliling. - Sial.
Louise akan segera datang.
Senang jika bisa bertemu.
Dia hebat.
Sial.
Sial.
Berapa lama kau berada di toilet?
Dua puluh menit.
Sharma memberinya tur penuh.
Andai aku melihat wajahmu.
Ya...
Aku tak sabar melihat wajahnya saat dia melihat wajahku besok.
Kau memang tak berpengalaman dengan pria,
tapi apa kau tak curiga dia sudah menikah?
Tidak.
Dia hanya tampak sedih.
Dia tak membohongiku, bukan, Sophie?
Juga tak bilang namanya.
Aku tak bilang namaku.
Sebagian dari itu rasanya...
Entahlah.
Menyenangkan?
Kurasa?
Seperti apa dia?
Istrinya?
Cantik.
Kau tak bisa tahu semua soal seseorang.
Kau bisa gila mencobanya.
Semuanya akan baik-baik saja, Lou.
Dengar,
jangan cemaskan hari esok.
Biar dia saja yang cemas.
Ibu.
Adam?
- Adam? - Ibu!
Adam!
Tolong!
Sial!
Silakan.
Terima kasih.
Kau gugup?
Soal apa?
Hari pertamamu.
Ini bukan kali pertama hari pertamaku, Adele.
Aku suka kantornya.
Kurasa cocok untukmu.
Mereka tampak baik,
Dr. Sharma dan yang lain.
Ya.
Semoga aku tak mengecewakan mereka.
Tidak akan.
Kau psikiater yang sangat bagus.
Mereka beruntung memilikimu.
Seperti aku.
Aku harus pergi.
Baiklah.
Bersulang.
Akan kutelepon...
pukul 11.30.
Aku akan di sini.
David?
Semoga harimu menyenangkan.
Aku mencintaimu.
Aku tahu.
- Kita akan terlambat, Bu! - Salah siapa itu?
Mungkin jika sepatumu tak hilang pagi ini.
Mungkin jika Ibu tak memakai yang itu.
No comments yet. Be the first to leave one.