135 บรรทัดแรก
Bukankah kau terlalu santai?
Ya, kau tahu soal ketegangan akhir-akhir ini mengenai insiden Desa Suna, 'kan?
Namun, itu juga teratasi.
Aku merasa sangat lelah.
Meski begitu, kita tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dengan siap siaga, kita bisa hindari hal tak diinginkan.
Jika terus siaga, saat dibutuhkan nanti malah bisa teler.
Ayolah, santai saja. Santai!
Tak baik menjaili yang lemah.
Aku mengatur alarm sebelum tidur semalam,
tapi justru bangun lebih dahulu daripada alarm.
Entah kenapa aku jadi malas mematikannya.
Akan tetapi kalau tidak, bunyinya akan terus mengganggu.
Memikirkannya saja sangat merepotkan.
Tambah!
Apa itu?
Minggir, minggir, minggir!
Lari cepat terakhir. Gol!
Yang pertama!
Aku yang kedua!
- Balapan apa? - Entah...
Hei, Lee, kau harus berlatih lebih keras.
Baik. Aku akan berusaha untuk jadi yang pertama selanjutnya!
Namun, ada berita yang disesalkan.
Apa itu?
Lee, kau bukanlah yang kedua.
Kau yang ketiga!
Eh?!
Yang kedua adalah Kakashi yang kugendong!
Kau sangat beruntung, Kakashi. Tak perlu berterima kasih kepadaku.
Aku belajar hal yang berharga lagi darimu.
Seperti biasa, aku tak bisa mengikuti kegilaan mereka.
Meski kita lari untuk mengejar mereka.
Bodoh sekali!
Baiklah. Semuanya sudah berkumpul, 'kan?
Kalau begitu, ayo segera melapor kepada Nyonya Tsunade.
Maaf, Guru Guy.
Ada apa?
Guru Kakashi...
Apa?
Sepertinya ke rumah sakit lebih dahulu daripada melapor, ya?
Dia bangun!
Jadi, aku kembali ke sini.
Kerja bagus, Kakashi.
Guru...
Nyonya Tsunade.
Jangan memaksakan diri dulu, Guru Kakashi.
Aku memeriksamu tadi, tapi kau harus opname selama seminggu.
Beberapa hari lagi sampai bisa kembali bertugas.
Ternyata memang begitu, ya.
Sepertinya masih lama sampai kau bisa menguasai Sharingan baru.
Begitulah.
Istirahat saja. Jangan memaksakan dirimu.
Tim Guy juga istirahatlah hari ini. Laporannya bisa menunggu nanti.
Baik!
Ayo pergi, Shizune.
Baik.
Guru!
Apa tentang hal itu?
Ya.
Apa kau mengatakannya kepada Kakashi?
Karena Guru Kakashi dalam keadaan seperti itu, jadi, masih belum.
Lalu, pada Naruto?
Kupikir harus berkonsultasi padamu.
Jelaskan mendetail padaku.
Ini yang kudengar dari anggota Akatsuki, Sasori.
Dia bilang itu hadiah karena mengalahkannya.
Sekitar 10 hari dari sekarang, pergilah ke Jembatan Tenchi.
Lokasinya di Kusagakure tepat siang hari.
Aku punya mata-mata yang bekerja di bawah Orochimaru.
Aku harusnya akan bertemu di sana...
Sepuluh hari di Jembatan Tenchi, ya?
Sudah lewat empat hari, jadi, tersisa enam hari lagi.
Apa kau bisa memercayainya?
Dilihat dari situasi, aku bisa memercayainya.
Bagaimana kalau itu hanya jebakan?
Mungkin saja Orochimaru hanya umpan,
dan Akatsuki menunggu di sana.
Jika itu jebakan, aku akan bertarung sekuat tenaga!
Bertarung? Kakashi akan opname lebih dari seminggu.
Namun, kita hanya punya waktu seminggu.
Terlebih,
sejak Sasuke pergi, Tim Kakashi sudah kekurangan orang.
Ya.
Kita hanya bisa menambah anggota dan membuat tim baru.
Nyonya Tsunade!
Ada apa?
Kalau begitu, kau harus mengirim unit lain untuk menyelidiki situasinya.
Meskipun harus mengirimkan Sakura, Naruto jangan ikut.
Shizune...
Ya.
Seperti dirimu, Sakura adalah salah satu shinobi
yang bisa kupercaya dari dalam hatiku.
Kubiarkan Tim Kakashi pergi karena ada Sakura di sana.
Kalau begitu, sama saja dengan timku, 'kan?
Tidak sama!
Sakura dan Naruto tetap berkeras hati
untuk mencari Sasuke, mantan rekan tim mereka.
Mereka ingin menyelamatkannya lebih daripada siapa pun.
Keinginan kuat itu akan membuat misi berhasil.
Kau dan Sakura itu berbeda.
Aku mengerti, tapi untuk misi ini, Naruto...
Jika dia mendengar hal ini, bagaimana respons Naruto?
Mari langsung cari anggota baru!
Sampai nanti!
Dasar anak tidak sabaran. Aku masih belum selesai bicara.
Dia memiliki kekuatan misterius.
Semuanya ingin memulai bertaruh kepadanya.
Cita-citaku adalah menjadi Hokage!
Anak yang dipercaya mengenakan kalung Hokage Pertama.
Mungkin Naruto memanglah bukan anak sembarangan.
Sasuke.
Siapa yang cocok, ya?
Harus kupikirkan dengan baik.
Jangan sampai memilih orang yang hanya akan jadi beban.
Meskipun orang itu berbakat, kalau sikapnya bermasalah,
itu akan merusak kerja sama tim.
Terlebih lagi, Sakura mudah teperdaya pria tampan,
jadi, akan bahaya kalau orang itu tampan.
Sepertinya sulit.
Lama tak jumpa, Naruto.
Eh?
Siapa kau?
Ini aku.
Eh?
Meskipun kita sudah lama tak berjumpa,
kau harus tetap mengingat wajah temanmu.
Karena orang yang berbicara denganmu akan sedih.
Cara bicara yang merepotkan itu, jangan-jangan...
Shino!
Akhirnya kau mengingatnya, ya?
Jika wajahnya ditutup seperti itu, banyak yang tak akan kenal...
Shino, cepat sekali kau sudah di sini.
Kiba, ya?
Oh!
No comments yet. Be the first to leave one.