169 บรรทัดแรก
Tembok-tembok itu sudah berikan kedamaian pada umat manusia selama 100 tahun.
Teror akan ketakutan pada makhluk itu pun
terlepas dari ingatan para manusia.
Tapi...
Di saat tembok itu dihancurkan oleh Raksasa,
pertempuran umat manusia untuk bertahan hidup pun dimulai.
Dan setelah kehilangan para prajurit dan penduduk yang tak terhitung banyaknya,
umat manusia menyadari bahwa para Raksasa juga bersembunyi di antara umat manusia.
Dan pada akhirnya, umat manusia berhasil tangkap salah satu Raksasa penyusup yaitu Annie Leonhart
setelah lima tahun sejak tembok mereka dihancurkan.
Tapi,
ancaman lain pada umat manusia ternyata sudah mendekat.
Hoi!
Itu...
Raksasa?
Apa-apaan ini?
Berada di dalam tembok?
Tak mungkin!
Ketua Regu, apa perintah Anda?
Apa itu?
Tunggu sebentar!
Apa secara kebetulan saja makhluk itu ada di sana?
Atau jangan-jangan...
Pendeta Nick?
Jangan sampai...
Raksasa itu jangan sampai terkena cahaya!
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
dengan ini kita ingin percaya bahwa tak ada neraka yang lebih buruk lagi
kore ijou no jigoku ha nai darou to shinjitakatta
namun malapetaka bagi umat manusia selalu datang secara tiba-tiba
saredo jinrui saiaku no hi ha itsumo toutotsu ni
ketukan pada gerbang kita datang tanpa terduga
tobira wo tataku oto ha taezu hidoku busahou de
hari yang datang itu benar-benar mimpi buruk bagi kita
manukarezaru saiyaku no hi ha akumu no you ni
wahai kau yang selalu berperang
sugishi hi wo aragau mono
apa pun yang terjadi, mereka harus dimusnahkan
yatsura ha kuchiku subeki teki da
seperti apa ekspresi wajah kita waktu itu
ano hi donna kao de hitomi de
di saat temukan tujuan hidup
oretachi wo mitsumeteita
apa yang harus kita lakukan 'tuk lampaui kekuatan iblis
nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru
kita takkan bisa lebih kuat selama masih pikirkan nyawa kita
inochi sae tamashii sae kesshite oshiku ha koenai
persembahkan, persembahkan, mari persembahkan jantung kita
sasageyo, sasageyo, shinzou wo sasageyo
segala pengorbanan yang kita lakukan demi datangnya hari ini
subete no gisei ha ima kono toki no tame ni
persembahkan, persembahkan, mari persembahkan jantung kita
sasageyo, sasageyo, shinzou wo sasageyo
dengan tangan kalian, ciptakanlah masa depan sesungguhnya
susumu beki mirai wo sono te de kirihirake
Raksasa Hewan Buas
Untuk saat ini, kita sudah tutupi Raksasa di dalam tembok dengan lembaran kain.
Setelah matahari tenggelam, kita akan lakukan perbaikan tembok.
Begitu.
Maaf, dalam hal ini kita harus simpulkan bagaimana?
Aku tak pernah sangka ada Raksasa di dalam tembok.
Tak ada seorang pun yang menyangkanya.
Hanya saja ada orang yang mengetahuinya, dan ada yang tak mengetahuinya.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Padahal barusan kita bertempur melawan Raksasa di sini.
Kenapa tak ada penjelasan apa pun?
Ya, begitulah.
Tapi, yang paling menyedihkan adalah...
...tak adanya penjelasan resmi kenapa mereka semua mati.
Baiklah,
waktunya kau menjelaskan.
Raksasa ini apa?
Kenapa di dalam tembok ada Raksasa?
Dan kenapa kalian sembunyikan selama ini?
Aku sedang sibuk!
Gereja dan para pengikutku jadi kacau balau.
Ini semua salah kalian!
Nanti aku akan ajukan ganti rugi!
Baiklah, cepat turunkan aku!
Baiklah.
Turun dari sini tak masalah, 'kan?
Ketua Regu!
Menjauhlah.
Jangan bercanda!
Apa kalian tahu untuk apa kami, Pasukan Pengintai, tumpahkan darah?
Untuk rebut kembali kebebasan dari tangan Raksasa!
Aku rela korbankan nyawaku hanya untuk itu!
Dengar, aku tak memintamu, tapi aku memerintahkanmu!
Apa sudah jelas?
Dan kalau kau tak bicara, akan kuinterogasi teman-temanmu.
Nyawamu yang tak berharga ini takkan berikan perbedaan apa pun!
Lepaskan aku!
Apa kau yakin mau kulepas sekarang?
Lepaskan sekarang!
Baiklah, mati saja.
Ketua Hanji!
Bunuh saja aku dan selidikilah!
Kami pasti akan selesaikan tugas kami!
Karena itulah...
Sekarang, lepaskan saja aku!
Wahai Tuhan...
Aku bercanda, tenang saja.
Eh, Pendeta Nick.
Apa semua tembok dibuat dari Raksasa?
Ketua Regu.
Ah, aku sudah lupa bagaimana rasanya.
Perasaan ini pernah kurasakan saat pertama kali aku keluar dari tembok.
Rasa takut.
Cepat, sampaikan pada Komandan Erwin!
Cepat!
Ada Raksasa di dalam Tembok Rose!
12 Jam Sebelumnya
Bagian Selatan Tembok Sina
Desaku berada di dekat bagian selatan tempat ini, lo.
Kampung halamanku juga dekat.
Sial, kenapa aku tak boleh mampir?
Nanti malam menyelinap keluar saja, lah.
Mereka bilang kalau aku tak boleh kembali sebelum jadi manusia normal.
Mereka bilang padaku kalau aku terlalu kecil untuk jadi prajurit.
Tapi, aku ini adalah anak genius dan karena itulah aku jadi kadet terbaik 10 besar.
Jadi, aku akan buat mereka makan kembali perkataan mereka.
Connie, kalau kau serius, aku akan membantumu.
Ah, kenapa?
Apa menurutmu ini tak aneh?
Kenapa kita harus bersiaga tanpa peralatan,
tak diperbolehkan berlatih atau pakai seragam.
Dan yang lebih mencurigakan adalah
prajurit selain kita pakai perlengkapan penuh.
Kita tak berada di dalam tembok, tapi berada di garis depan.
Siapa sebenarnya yang akan kita lawan?
Ya, di sekitar sini ada banyak beruang berkeliaran.
Ya, beruang.
Kalau hanya beruang, senjata api saja sudah cukup, 'kan?
Aku dengar suara, seperti suara langkah kaki!
Apa maksudmu, Sasha?
Kalau kau merasa ada Raksasa di sini,
itu berarti Tembok Rose sudah runtuh.
Mike?
Thomas, segera pacu kudamu dan cepat laporkan kepada komandan!
Beri tahu seluruh distrik!
Sepertinya tak ada Raksasa di antara kadet angkatan ke-104!
Ada sekumpulan Raksasa datang dari arah selatan!
Tembok Rose sudah ditembus!
Itu benar, aku dengar langkah kaki!
Apa semuanya ada di sini?
Kak Nanaba?
Ada sekumpulan Raksasa yang datang sekitar 500 meter dari arah selatan.
Mereka sedang menuju ke sini.
Tak ada waktu bagi kalian untuk persiapkan senjata.
Segera ambil kuda kalian dan evakuasi semua warga yang ada di sekitar sini.
Kalian mengerti?
Dari arah selatan?
Apa temboknya sudah ditembus?
Baiklah, cepat!
Sepertinya kalian harus tunda makan siang kalian!
Mike.
Ada sembilan Raksasa di depan sana.
Mereka sudah hancurkan Tembok Rose.
Kita tak pernah berhasil bongkar rahasia para Raksasa atau tahu siapa mereka sebenarnya.
Dan akhirnya hari itu tiba.
Umat manusia...
...sudah kalah.
Tidak, masih belum.
Kita akan kalah hanya kalau umat manusia sudah lelah dan berhenti berjuang.
Selama kita masih bisa bertarung, kita takkan kalah!
Kalau para Raksasa itu sudah sampai di hutan,
No comments yet. Be the first to leave one.