177 บรรทัดแรก
Kerja bagus untuk ujiannya!
Dan kau menang lagi akhirnya! Anos memang hebat!
Seperti biasa, ungkapan kasih sayangnya sangat luar biasa.
Melihat mereka akrab begitu tak apa, 'kan?
Anu...
Meski ini acara untuk Tim Anos, tapi apa aku boleh ikut gabung begini?
Tak masalah. Kau kan sudah jadi bawahanku sekarang.
Eh, tapi kami kan kalah?
Kau punya potensi.
Sihir yang kau gunakan saat pertandingan, itu adalah ciri khas Lignon.
Lignon?
Itu Spirit Agung Air.
Kau mungkin terikat dengannya dalam beberapa hal.
Kalau bisa dikembangkan, mungkin akan lebih menarik.
Terima kasih banyak!
Kau sangat berprestasi di akademik, dan bisa dapatkan banyak teman!
Di masa depan, kau pasti bisa jadi Raja Iblis yang hebat, ya?
Aku?
Itu mimpimu, 'kan, Anos?
Itu sebabnya, kau berjuang keras dan belajar di Akademi Raja Iblis, 'kan?
Anu...
Benar! Karena ibu ingin belajar juga,
jadi, ibu mengunjungi kastel Raja Iblis Ellio Ludowell di Midhaze!
Ludowell? Sepertinya tak asing.
Ayahnya Bu Guru Emilia.
Ah?
Ibu, agar bisa mewujudkan mimpi Anos, akan mendukung sekuat tenaga!
Ayah juga akan 100% mendukungmu!
Neng Misha dan Neng Sasha juga, aku akan dukung kalian, ya?
Kedengarannya bisa diandalkan, ya.
Ya, kalau sudah serius, ayah akan benar-benar serius.
Di mana Lay dan Misa?
Mereka bilang ingin cari udara segar.
Eh? Saat aku mendengarnya dari Misha, kukira itu hanya semacam lelucon,
tapi betulan baru lahir, ya.
Benar!
Bisa punya anak sehebat itu, aku masih belum memercayainya!
Kalian juga hebat bisa berpikir kalau dia hanya sekadar hebat.
Sebelum dia lahir, aku sempat khawatir akan bagaimana.
Apa maksudnya?
Anos hampir mati saat berada di dalam kandungan.
Pada saat itu, aku berdoa sekuat tenaga.
Kalau anak itu bisa terlahir,
entah seperti apa pun dia, aku akan membesarkannya dengan penuh kasih.
Dan aku merasa doa itu akan terkabul.
Memang benar, Anos tak bisa dikatakan normal seperti anak lainnya.
Tapi itu tak masalah.
Habisnya, dia masih hidup sehat walafiat!
Terima kasih banyak untuk hari ini.
Untuk apa?
Berkat Lay, aku jadi bisa bergabung ke tim Tn. Anos. Ini langkah yang besar!
Seharusnya aku hindari Anos, dan hadapi Necron bersaudari itu, ya.
Kalau aku bisa kalahkan salah satunya,
mungkin anggota persatuan penggemar bisa ikut bergabung juga.
Itu...
Maaf, ya.
Daripada kepentingan tim, aku lebih memikirkan emosiku.
Ternyata, Lay itu orang yang misterius.
Saat ujian dan saat ini, kau selalu bilang begitu kepadaku.
Begitukah?
Mau bangsawan atau darah campuran, kau terkesan tak peduli dengan hal itu.
Aku hanya bisa bilang kalau aku hanya pikirkan pedang.
Seseorang seperti Lay, mungkin akan jadi sosok impian bagi persatuan kami.
Habisnya, bukankah tak mendiskriminasi yang seperti itu, 'kan?
Tak seharusnya aku dipuji seperti itu.
Omong-omong, Misa itu setengah spirit, 'kan?
Eh, ya.
Apa kau tak rasakan hal yang aneh di tubuhmu?
Aku memang pernah merasa tak enak badan, tapi aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?
Karena kudengar, setengah spirit itu tak bisa hidup lama.
Sejauh yang kutahu,
belum ada setengah spirit yang bisa gunakan Sihir Spirit tanpa gangguan.
Pasti kau adalah sosok yang spesial, ya.
Benarkah begitu? Aku tak begitu mengerti.
Ayo kita kembali. Badanku mulai kedinginan.
Turnamen Pedang Sihir sudah semakin dekat,
dan ada murid di kelas ini yang terpilih untuk berpartisipasi.
Lay Glanzudlii!
Dan satu lagi.
Anos Voldigoad.
Serius, nih?
Tn. Anos memang hebat!
Tak mungkin!
Kalian berdua, jangan lupa untuk siapkan Pedang Iblis untuk ikuti turnamen. Sekian.
Tak kuduga, ternyata kesempatan kita untuk bertarung sudah datang lagi, ya?
Ada apa?
Bangsawan iblis tak mungkin biarkan diriku yang berdarah campuran ini menang.
Kenapa aku yang terpilih?
Apa ada sesuatu di balik semua ini?
Kalau dipikirkan secara normal, sih.
Maaf mengganggu obrolan kalian. Tn. Anos...
Ada apa?
Seorang Tujuh Kaisar Iblis Tetua, Tn. Melheis Boran, ada di sini.
Apa kau bersedia untuk menemuinya?
Hem.
Pas sekali. Ayo.
Tn. Melheis!
Aku sudah bawa Tn. Anos!
Aku sudah tunggu lama reinkarnasi Anda.
Wahai Tuanku, Raja Iblis Anos Voldigoad.
Jadi, kau masih mengingatku ya, Melheis?
Ini memang memalukan.
Sepertinya aku lengah dan ingatanku sudah dihapus oleh seseorang.
Sama seperti Ivis, ya?
Tapi akar muasalku tak pernah lupakan Anda.
Setelah berhadapan dengan Anda, aku merasa sangat yakin.
Sejauh mana yang kau ketahui?
2.000 tahun yang lalu,
tepat setelah Anda bangun tembok dengan korbankan nyawa Anda.
Setelah ingatanku direbut, tanpa sadar,
aku berada di Hutan Spirit Agung, Aharthern.
Kemungkinan, aku ke sana untuk melarikan diri dari peperangan yang tak kukenal.
Jadi, kau lewati tembok yang pisahkan Dilhade dan Aharthern, ya?
Ya.
Tapi untuk lewati tembok itu lagi, dan untuk kembali ke Dilhade, dibutuhkan 100 tahun.
Dan saat aku kembali ke sini, nama Raja Iblis Tirani sudah berubah.
Avos Dilhevia, ya?
Apa kau bisa perkirakan apa rencananya?
Aku tak bisa memperkirakannya.
Satu pertanyaan lagi.
Orang yang memilihku untuk bersaing di Turnamen Pedang Sihir ada di Delsgade.
Apa kau tahu tujuan mereka?
Kurasa, bangsawan supremasi adalah dalang di balik semua ini.
Bangsawan supremasi, ya?
Tn. Anos, Anda adalah cahaya harapan Kesatuan.
Untuk hancurkan keinginan Anda, mereka berniat untuk kalahkan Anda.
Bahkan dengan cara kotor sekalipun.
Begitu, ya.
Tn. Anos, aku benar- benar minta maaf.
Tolong mundurlah dari Turnamen Pedang Sihir itu.
Kalau Anda tak termakan umpan mereka, Avos Dilhevia mungkin akan menyerah.
Akan kupikirkan.
Aku sangat berterima kasih.
Aku pulang!
Selamat datang.
Ada apa?
Aku membuatnya.
Kau membuat ini, Misha?
Ibumu sudah mengajariku.
Neng Misha bilang, dia ingin buatkan makanan enak untuk Anos.
Jadi, kalau ada waktu, ibu menyuruhnya untuk datang ke sini.
Jadi, seperti itu, ya.
Oh ya, Anos...
Kudengar kau akan ikut Turnamen Pedang Sihir!
Bu Emilia tadi datang ke sini, lo.
Dia ke sini hanya untuk beri tahu itu?
Ya! Katanya seluruh akademi akan mendukungmu sepenuhnya!
Syukurlah ya, Anos?
Sepertinya dia ingin aku ikuti turnamen itu.
Eh, apa kita harus buat spanduk atau semacamnya?
Aku belum putuskan untuk ikut.
Kenapa?
Kalau kau menang dalam turnamen, itu bisa buatmu jadi Raja Iblis yang hebat, 'kan?
Benarkah begitu?
Untuk jadi Raja Iblis, kau membutuhkan prestasi yang baik.
Begitu, ya.
Tapi...
Aku membutuhkan Pedang Sihir yang bagus.
Kalau soal itu, jangan khawatir!
Setelah ayahmu mendengar kabar tentang turnamen itu...
Ada apa?
Ah, tidak! Bukan apa-apa!
Selain itu, mari makan, nanti makanannya keburu dingin.
Itu benar. Gratin harus dimakan selagi panas...
Apa kau tak menyesalinya?
Jamur itu rasanya enak, lo!
Bagaimana?
Mantap.
Selanjutnya ajaklah Neng Sasha, ya?
Tapi Sasha selalu sibuk.
Apa yang dia lakukan?
Persiapan untuk Turnamen Pedang Sihir.
Kalau begitu, setelah turnamen usai, mari kita adakan pesta perayaan.
Misha, bagaimana caraku berterima kasih atas makanan ini?
Yang berterima kasih harusnya aku.
Itu sama saja tak berarti. Apa ada hal yang kauinginkan?
Kalau begitu, jalan-jalan.
No comments yet. Be the first to leave one.