200 บรรทัดแรก
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Kau tak apa-apa?
Kau tak gugup, 'kan?
Kau khawatir
- aku mengacaukan presentasinya? - Tidak.
Yang penting aku tak mengacau.
- Ayo. - Baik.
Belakangan, ponsel memiliki asisten virtual kecerdasan buatan.
Mengatur jadwal dan mencarikan lagu
sehingga kehidupan tak akan nyaman tanpanya.
Benar, tapi bukankah kecerdasan buatan memiliki batasan?
Adakalanya ia tak paham.
Aku tak keberatan selama tak bisa melihat wajahnya.
Aku selalu bicara sendiri,
jadi, ia tak terasa benar-benar bersamaku.
Masih terlalu dini untuk robot?
Kau tahu video robot kecerdasan buatan Magic Mirror yang baru dirilis?
Bahkan begitu populer di YouTube.
Kalian, sebagai para investor, pasti hadir karena ingin mengetahui
apa yang perusahaan kami kembangkan,
sebab kami mengembangkan kecerdasan buatan pertama yang lulus Uji Turing.
Ada pendapat soal produk terkini GIO Lab?
Kuperkenalkan hologram kecerdasan buatan pribadi pertama,
Holo.
- Begitu. - Bagus sekali.
Aku tak tahu apakah kalian sadar,
tetapi kaca yang dirancang khusus di antara kita ini
membuat Holo serasa benar-benar ada di sini.
Kalian bisa mengakses hologram ini
dengan Kacamata ini.
- Astaga. - Bagus sekali.
Sekarang, inilah prototipe satu-satunya Kacamata Holo di dunia.
Siapa pun yang memakai Kacamata ini
bisa memiliki Holo mereka sendiri.
KONFERENSI TERTUTUP, KHUSUS INVESTOR FOTO DAN WAWANCARA TAK DIPERKENANKAN
Mari kita lakukan.
Putar kursi itu.
Kurasa lebih baik tukar ini dengan garis hitamnya.
- Terima kasih. Baik. - Terima kasih.
- Ayo taruh di bawah. - Ya, baik.
Nyalakan lampunya.
Baik.
- Baik. Kurasa ini cukup. - Bagus.
- Bagus, Semuanya. - Terima kasih atas usahamu.
Ya, terima kasih.
Aku pesan tempat di restoran barbeku simpang lima dekat sini.
Biar kuselesaikan, pergilah.
- Tidak, terima kasih. - Maaf?
Aku agak lelah.
Aku yang selesaikan lalu pulang, jangan khawatir.
- Nona Han. - Pulanglah.
Kau sudah bekerja keras.
Ayo, Pak. Ayo.
Ayo.
Dia keren sekali.
Keren? Yang benar saja.
Makan malam tim juga tugas.
Jangan sepertinya jika kau dipromosikan.
- Baik, Nona Park. - Bagus.
Lewat sini.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Terima kasih.
- Tolong antarkan. - Baik, Bu.
Presentasi yang bagus, Bu.
Indahnya.
Aku merasa tersanjung, wakil presdir datang langsung.
Namun, itu sulit kuterima.
Perusahaan besar seperti Magic Mirror tak akan picik soal ini, 'kan?
Aku mau mengajukan tuntutan, tapi...
Holo memang lebih maju daripada kecerdasan buatan kami.
Bagaimana caramu membuatnya berbicara secara fasih?
Itu rahasia perusahaan.
Omong-omong,
penawaran pembelian dari perusahaanku masih berlaku.
Seperti kataku waktu itu...
Kau harus makan malam denganku
jika menolakku lagi.
Andai aku tahu, pasti sudah kukosongkan jadwalku.
Maaf, aku sudah ada rencana.
Aku akan periksa jadwalmu lain kali sebelum menawarkan lagi.
Sampai nanti.
Dia keras kepala, tetapi pandai bicara.
Entah berapa wanita yang menerima ini.
Percuma, tak bisa dimakan.
Bu, aku mendeteksi ada pihak yang mengejarmu.
Bagaimana ini?
Holo!
Mobil ini ada mode kendara sendiri, 'kan?
- Kukemudikan. - Lepaskan setirnya
- dan jangan kaget jika mobilnya jalan. - Baik.
SINYAL BERIKUTNYA
Holo!
MELAMBAT
Nona Ko!
Dia tak di sini.
Lewat sini.
IDENTIFIKASI GAGAL
Mereka akan curi kacamatanya dariku.
- Bagaimana, Holo? - Lihat sekeliling.
79%, 28%
28%, 19%
51%
Holo.
Ada apa?
Wanita itu. Berikan padanya.
Maafkan aku.
Tak ada.
Kami gagal mendapatkannya.
Kuminta orang lain ikuti dia.
TAKSI SEOUL KOSONG
Astaga, pasti ada kecelakaan.
Pesan caffe latte.
- Ya. - Sedikit buih susu.
Baik.
Kenapa ada ini di tasku?
HAN SO-YEON 20 APRIL 1989
Tak ada resepnya. Ini sampel?
Terlihat bagus.
Mari kucoba.
- Ini kopimu. - Baik, terima kasih.
Hati-hati.
Maaf.
Gawat.
Maaf, kau baik-baik...
Aku baik-baik saja. Omong-omong...
Kacamata itu cocok denganmu.
Ya, terima kasih.
Ke mana dia pergi?
Kau sedang apa?
Begini, Pak...
Tadi ada pria di sini, dan...
Pria?
Dia menabrakmu? Kau tak apa-apa?
Astaga, bajingan mana...
- Bukan begitu. - Apa?
Aku akan persiapkan rapatnya, Pak.
Tentu, baiklah.
Ya.
Aku sedang menuju kantor.
Baik, akan segera kutelepon kembali.
Baiklah.
Gawat.
- Kau tak apa-apa? - Ya, aku tak apa-apa.
- Astaga! Kau tak apa-apa, Nona Park? - Hanya saja...
Astaga.
Seharusnya minta aku melakukannya! Sakitkah?
Apa?
Tidak, aku tak apa-apa.
Kubawakan ini ke atas.
Yakin kau tak apa-apa?
- Selamat pagi. - Ya, halo.
Halo.
Hei, Nona Han!
Kau tak ingin bicara denganku?
Tidak.
Kau bercanda?
Kau akan pura-pura tak melihatku lagi?
Kau melihatku tadi.
Benar juga.
"Benar juga"?
Kau hanya akan bilang begitu?
- Kau pasti merendahkan aku! - Hei, Nona Park.
- Tidak, aku hanya... - Ada apa ini?
- Ada apa? - Masalahnya,
aku hampir cedera tadi.
Dia melihatku, kukira dia akan membantu.
Namun, dia mengabaikanku dan tetap naik lift.
Aku begitu kesal.
Kami sudah lama bekerja bersama.
Seharusnya kau membantunya, bukan?
Ayo kita beli kopi.
Kalau dipikirkan lagi,
Pak Yeon memanjakan Nona Han, ya?
Aku setuju.
- Benar. - Menurut kalian,
mereka sebenarnya berhubungan?
Apa?
Dia senior kampusnya. Dia suka Nona Han sebagai pegawai.
Namun, dia menyebalkan.
Jika melihat seseorang, kau menyapanya, 'kan?
Selalu aku yang menyapanya lebih dahulu dan dia selalu tak mengacuhkanku.
Dia selalu tak ikut makan malam tim.
Hei, So-yeon.
- Ya? - Kau tak apa-apa?
YEON GANG-WOO
- Gang-woo. - Kau tadi tak mengenaliku,
- begitukah? - Tidak, aku sedang tak fokus.
Kenapa tak bilang?
- Soal apa? - Matamu bermasalah, 'kan?
Sebab itu kau tak menyadari Nona Park tadi.
- Gang-woo... - Kenapa tak pakai lensa kontak?
Aku alergi.
Pakai kacamata. Kurasa kacamata cocok denganmu.
Hei, Yoo-ram. Mau minum soju dan bir?
Aku harus pergi.
Aku tiba-tiba diminta bekerja.
Kau selalu pergi, ya. Astaga.
Pada hari yang sepi
Pada hari kita mendambakan teman
Kita berteman
No comments yet. Be the first to leave one.