Fate/stay night: Unlimited Blade Works - Second Season

Fate/stay night: Unlimited Blade Works - Second Season

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

25 Epilog
ความคิดเห็นโดย Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

แท็ก

other
เผยแพร่เมื่อ: 2015-07-10
ดาวน์โหลด: 4
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

162 บรรทัดแรก

Sesekali, aku teringat pertarungan pedang di kala itu.

Di hari itu,

ada jawaban yang hilang, tapi ada juga yang berhasil kutemukan.

Tapi, tak ada satu hal pun yang berubah.

Di dalam kenangan pudarku,

kulihat kami berdua, yang masih tetap jadi diri masing-masing.

Aku sendiri memang tak yakini bahwa akan ada sesuatu yang berubah setelah pertarungan itu.

Dua tahun berlalu sudah.

Aku pun berhadapan langsung dengan idealismeku.

Tapi jawabannya,

masih jauh di depan sana.

ZainuddinAri

mempersembahkan

Epilog

Terima kasih sudah membantuku setiap pagi.

Tapi, aku kan sudah sering bilang, tanpa sarapan juga tak jadi masalah.

Mana bisa.

Karena kau sudah beriku tempat tinggal,

jadi setidaknya, inilah yang harus kulakukan untukmu.

Tapi, sifat mengigaumu di pagi hari memang belum berubah, ya.

Aku cukup terkejut mengetahuinya.

Justru dengan adanya sedikit kekurangan semacam itu,

akan buatku terlihat lebih manis, 'kan?

Tentang mata kuliah hari ini, aku diwajibkan untuk ikuti kelas mineralogi.

Kalau kau?

Mungkin pagi ini, aku akan ambil semua kelas mata kuliah unggulan saja.

Kalau begitu, kita bisa bareng sampai makan siang.

Nanti kita janjian di tempat biasa, ya.

Tohsaka.

Tak jadi, lupakan saja.

Ada apa?

Apa kau mengenalnya?

Tidak kok, kami hanya sering berpapasan saja.

Bukan itu yang jadi masalahnya.

Memang agak telat sih, tapi baru sekarang terasanya.

Apa orang asing sepertiku memang pantas belajar sihir di tempat ini?

Sudah kubilang, kau ini bukanlah orang asing.

Aku sudah jelaskan soal peraturan Menara Jam, 'kan?

Setelah resmi jadi pewaris keluarga penyihir,

nyawanya pasti akan selalu diincar.

Dengan begitu, para penyihir berhak tunjuk salah satu pengikut atau murid untuk melindunginya.

Kau bisa belajar di sini sebagai salah satu pengikutku,

jadi jangan pernah rendahkan dirimu lagi, ya.

Ya, aku juga sangat berterima kasih padamu, Tohsaka.

Harus, dong. Soalnya, repot banget urus semua keperluanmu.

Ya, meski pelajaran khusus ini hanya berlangsung selama tiga tahun,

tapi kau harus selalu waspada.

Sebagai sebuah akademi, tempat ini punya aturan sendiri.

Ya, meski berbeda dengan aturan pemerintah umum, sih.

Meski hanya sebatas ritual minor dari daerah timur,

tapi tetap saja kau adalah penyihir yang selamat dari Perang Cawan Suci.

Jadi, berbanggalah.

Banyak orang di sini yang tak mau akui hal itu, makanya jangan sampai lengah, ya.

Kena.

Kena, apanya?

Sherou!

Nona Luvia?

Jangan seperti orang asing begitu, dong!

Sekarang ini kau tak sedang bertugas sebagai pelayan, 'kan?

Panggil saja aku Luvia, Sherou!

Hoi! Jangan sok dekat-dekat dengannya!

Oh, Tohsaka.

Kami ini satu jurusan, dan juga merupakan tetangga di apartemen.

Lalu, apa yang salah dengan perbuatanku?

Semuanya salah!

Tenang dulu, Tohsaka.

Cobalah untuk lebih akrab dengan teman satu akademi, ya?

Lagi pula, berkat bantuan nona Luvia, kita bisa tinggal di lantai tiga apartemen itu, 'kan?

Sherou!

Ih!

Jangan sombong dulu!

Alah! Alah, alah, alah!

Jadwalnya kuubah!

Kelas kita selanjutnya adalah...

Bela diri.

Kelas yang wajibkan uji ketahanan diri siapa pun, lewat adu fisik.

Pewaris resmi keluarga Edelfelt,

Luviagelita Edelfelt,

akan senang hati mengajarimu.

Excellent!

Kau memang benar-benar gorila! Gorila betina!

Banyak omong!

Sakit! Sakit, sakit!

Apa-apaan si cewek borjuis norak itu?

Padahal aku sudah hantam tengkorak belakangnya, tapi kenapa tak pingsan juga, sih?

Nona Luvia itu orangnya baik kok, jadi-

Lagian, kalian ini bertemu di mana, sih?

Oh, tak lama setelah kita pindah ke sini, sewaktu aku tersesat.

Aduh, duh, duh! Sakit!

Ya sudahlah.

Nanti akan kuselesaikan sendiri dengannya.

Lalu, apa yang akan kaulakukan?

Kau dapat undangan resmi untuk bergabung dengan Asosiasi Penyihir, 'kan?

Ya.

Umumnya, bakat alami dan warna jiwa seorang penyihir, akan dievaluasi, dicatat dan disimpan.

Setelah itu, mereka resmi jadi penyihir di bawah naungan Menara Jam.

Bukankah itu kesempatan bagus?

Meski aktifitasmu dibatasi karena harus ikuti aturan yang berlaku di asosiasi,

tapi sebagai penyihir, akan diberi berbagai keuntungan di dalamnya,

jadi umumnya banyak orang yang menerimanya.

Ya.

Kau benar.

Menjadi anggota Menara Jam dan seorang penyihir tulen.

Itu memang keputusan yang tepat.

Tapi, apa yang kuyakini selama ini adalah...

Tohsaka?

Maaf, aku ketiduran. Sebentar ya, akan kubuatkan sarapan.

Emiya.

Apa hari ini kau mau temaniku?

Tempat apa ini?

Glastonbury.

Makam dari salah satu raja.

Waktu itu, kau pernah bilang menyesal karena tak berkesempatan ucapkan perpisahan, 'kan?

Jadi, sekarang nikmatilah waktu yang khusus bagi kalian berdua.

Aku hampir lupa kalau kau ini dulunya seorang raja ya, Saber.

Terima kasih.

Untuk sekarang, setidaknya aku sudah sampai di sini, Saber.

Tempat yang indah, ya?

Ya.

Rasanya jadi aneh juga

kalau pikirkan di tempat ini, ada orang lain yang hidupnya sangat berbeda dari kita.

Ya, soalnya dunia ini sangatlah luas.

Meski sudah enam bulan kita pindah ke Inggris,

tapi bagiku, setiap harinya dipenuhi oleh kejutan.

Kalau kau?

Sama.

Aku jadi sadar betapa kecilnya diriku ini.

Aku jadi seorang Master, bertarung bersama Saber,

dan selamat dari Perang Cawan Suci, 'kan?

Aku malah sombong kalau bisa lakukan apa saja setelah lewati itu semua.

Tapi di hari berikutnya, semua kesombonganku tadi langsung hilang.

Memang.

Soalnya, kau sama sekali tak berubah, Shirou.

Sekarang aku mengerti.

Perang Cawan Suci adalah kejadian yang dahsyat.

Tapi, dengan pandang dunia luar seperti ini,

kejadian itu hanyalah sebagian kecil dari yang ada di dunia ini.

Tapi, masih ada yang tersisa di balik itu semua.

Dan juga, hal yang akan terus berubah.

Mungkin bukan diriku yang semakin beranjak dewasa,

tapi aku baru saja buktikan, kalau pertarungan sebelumnya adalah hal yang sangat spesial bagiku.

Kalau aku justru kebalikannya.

Aku mulai berpikir kalau semua itu, sama sekali bukanlah hal yang spesial.

Baik Perang Cawan Suci, Menara Jam, bahkan keseharian yang biasa seperti ini.

Semua yang mendasarinya takkan pernah berubah.

Kau memang pinjam kekuatan milik Saber,

tapi di semasa hidupnya, Saber sendiri pasti pinjam kekuatan dari orang-orang di masanya.

Jadi, kita semua saling terhubung.

Kita bisa terus jalani hidup

bukan karena kekuatan sendiri, tapi juga dari mereka yang terlebih dulu tinggalkan kita.

Menara Jam adalah salah satu faktor penting dalam tradisi kuno.

Jadi, setiap hari aku pelajari sesuatu, rasanya seperti ada yang sedang awasiku.

Dan mereka berkata, "Nah, apa yang akan kautambahkan di masa depan?"

Begitu, ya.

Semuanya memang hal yang biasa saja, ya.

Hoi! Cepat bangun, dasar kerbau!

Semuanya sudah berkumpul di aula, tahu!

Memangnya kau yang memboikotnya?

Cepat!

Upacara penutupan tahun kedua kita sudah mau dimulai!

Issei.

Bagaimana keadaan di bukit sekarang ini?

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left