200 บรรทัดแรก
TRUE TO LOVE
TRUE TO LOVE
TOKOH, ACARA, LOKASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI HANYA FIKSI.
Ini panas. Hati-hati.
Kau masih kedinginan?
Penghangat kursi sudah kunyalakan.
Tunggu, itu akan segera hangat.
Kenapa kau menangis lagi?
Kau bilang akan lebih mencintai dirimu.
Sebagai penulis, bersikaplah seperti tulisanmu.
Kenapa begitu sedih seperti tak ada hari esok?
Bukan hanya kau yang pernah jatuh cinta.
Kau sangat dramatis.
Kau gila perhatian atau apa?
Kenapa kau begitu marah?
Siapa yang peduli?
Aku gila perhatian, lalu kenapa?
Karena itu membuat frustrasi.
"Aku sangat mencintainya, aku sangat sedih." Kau kira orang peduli?
Sementara kita begini, mereka...
Hentikan.
Pakai sabuk pengamanmu.
Sudah.
Sebaiknya kau langsung tidur. Lalu ke dokter di pagi hari.
Lakukan itu.
TOLONG BICARA BAIK KEPADAKU
Ini seperti pilek biasa.
Semuanya akan baik-baik saja seolah-olah tidak ada yang terjadi.
Tidak, berhenti berbohong.
Kau bilang aku akan baik-baik saja.
Tapi aku sama sekali tidak baik-baik saja.
Aku merasa seperti akan mati! Kau tahu?
Bo-ra.
Apa kau masih mandi?
Bo-ra?
Bo-ra.
Bo-ra!
Bo-ra!
Bo-ra!
Bangun, Bo-ra!
Bo-ra!
Apa?
Astaga...
Aku pikir kau sudah mati.
Hei...
Apa-apaan ini!
Apa-apaan ini? Sungguh.
Aku muntah anggur.
Keluarlah. Biarkan aku mandi.
- Apa-apaan ini? - Ada apa?
Apa yang kau pikirkan?
Kau kira aku akan bunuh diri?
Tidak, aku baik-baik saja.
Ada apa?
Apa yang kau pikirkan? Itu gila.
Kenapa aku ingin mati?
Tidak apa-apa.
Aku hanya...
Aku hanya terbawa perasaan patah hatiku.
Aku kira...
Aku tidak akan mati.
Berhenti menangis, sudah tidak apa-apa.
Berhenti menangis.
Bo-ra.
Kau masih punya aku, Ibu, dan Ayah.
Jadi, kumohon, Bo-ra...
Jangan menangis.
Aku minta maaf.
Sejujurnya, ada momen singkat saat aku berpikir
aku ingin tertidur dan tidak bangun lagi selamanya.
Tetapi...
Bangun, Bo-ra!
- Aku terbangun... - Bo-ra!
...dan suatu pikiran melintas di benakku.
Meski itu tak akan menggerakkan orang
seperti batu nisan Stendhal, "Dia hidup, menulis, dan mencintai."
Tolong hentikan.
Bagaimana aku menghentikanmu?
Aku tak bisa meninggalkan dunia dengan tulisan,
"Dia dicampakkan, mabuk, dan terus menempel."
Kemudian,
aku merasakan lantai.
Bo-ra.
Awalnya seperti jurang tanpa dasar, tapi kemudian aku merasakan lantai.
Baru saat itu aku merasa nyaman.
Maafkan aku.
Aku tak bisa tenggelam lebih jauh lagi.
Apa ini?
Aku sudah mencapai titik terendah dan terburuk.
Sekarang aku hanya bisa bangkit kembali.
Dalam embusan angin ini...
aku akan terus hidup.
EP 06 AKU AKAN SELAMAT DALAM ANGIN INDAH INI
Kau sering minum akhir-akhir ini?
Tidak sesering itu...
- Ya. - Baiklah.
Ini gastritis alkoholik.
Untungnya, ini tidak parah.
Itu sangat melegakan.
Karena ini bukan pilek biasa. Artinya bisa disembuhkan.
Benar.
Pastikan minum obatnya. Kau tahu apa yang akan kukatakan, 'kan?
- Ya. - Baiklah.
Hindari makanan pedas, kopi, dan tepung untuk sementara waktu.
- Juga alkohol, tentu saja. - Ini bukan pilek biasa.
Ini gastritis alkoholik. Aku akan segera sembuh dengan obat.
Hanya mengabarimu bahwa aku tak punya penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
Terima kasih.
Jika kau tanya apa yang kusyukuri,
ada begitu banyak. Jadi, menurutku, semuanya.
Kau juga jangan sampai pilek, Su-hyeok.
Lalu kita sebaiknya tak bertemu lagi.
Itu sekarat, kutukanmu menghidupkannya kembali.
Menakjubkan, 'kan?
Sangat tangguh.
Ya, semoga kau panjang umur. Kau sudah menghadapi banyak kebencian.
Bersulang.
Omong-omong, kau baik-baik saja?
Hei, gastritis bukan masalah besar.
Sungguh menakjubkan.
Aku merasa bangga.
Terlepas dari semua hinaan itu.
- Ayo cepat. - Ini.
Apa kau akan membuang semua ini?
Barang hanya barang, tak peduli siapa pemberinya.
Kau tak perlu melakukan ini.
Aku akan membuangnya.
- Sayang sekali. - Tidak.
Aku akan membersihkan lemariku untuk membuang apa yang tak kupakai lagi.
Ini yang kubeli!
Aku membeli yang ini.
Letakkan ini semua di luar dahulu.
- Keluarkan tas lainnya juga. - Baik.
Aku ingin pengembalian dana.
Maaf, Pak,
tapi boleh aku bertanya kenapa kau ingin pengembalian dana?
Jika itu karena cincinnya tidak pas,
kami bisa mengubah ukurannya.
Silakan datang bersama.
Masalahnya...
Kami tidak bisa datang bersama...
Orang yang seharusnya menerimanya
menolak menerimanya.
Dengan kata lain,
kami putus.
Lebih tepatnya, dia mencampakkanku.
Apa?
Tapi, Pak,
semua aksesori berlian tidak bisa dikembalikan,
seperti yang tertulis di sini.
Tentu saja aku melihat itu.
Aku pikir kita bisa mencari solusi jika mendiskusikan ini secara langsung.
Biar kubantu, U-ri.
Tidak apa-apa.
Aku bisa. Biar aku saja.
Ini sangat berat...
Kalian sedang apa? Bantu dia sedikit.
Kalian bisa saling membantu.
Sang-jin.
Ini adalah pekerjaanku.
Aku bisa melakukannya.
Tidak apa-apa.
Baiklah.
Kau baik-baik saja?
Apa kau terluka?
Kakimu.
Astaga.
Tak apa-apa.
Apa yang kalian lakukan? Cepat.
- Kau harus berhati-hati. - Awas.
- Ayo. - Kemari.
- Kemarilah. - Maafkan aku.
- Apa kau terluka? - Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Di sana.
Berat sekali.
Aku pesan naengmyeon dingin.
Aku pesan babi goreng tepung.
Aku pesan galbi-tang.
Pesan setup perilla tahu halus.
Setup kimci untuk lima orang, Bu.
Ini hari sempurna untuk setup kimci. Enak dan pedas.
Tahu apa maksudku?
- Kau benar. - Kedengarannya sangat enak.
Bu.
Satu telur gulung juga.
- Potong rata menjadi lima bagian. - Ya.
Baiklah.
Terima kasih.
Aku lupa ponselku.
Aku akan mampir ke kantor.
Biarkan mendidih.
Biarkan mendidih lama.
Aku segera kembali.
Tunggu aku.
Tidak, aku sungguh baik-baik saja.
Masuklah.
Bagaimana kau akan bekerja seperti itu?
Ini agar kau tak terganggu. Jangan segan.
Anggap saja seperti seragam.
No comments yet. Be the first to leave one.