Fiction.

Fiction. (Fiksi.)

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

Fiksi WEB Netflix
ความคิดเห็นโดย MarBot
Retail from Netflix

แท็ก

web
เผยแพร่เมื่อ: 2020-12-01
ดาวน์โหลด: 143
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Mbak Alisha, Bapak mengajak menyarap.

Sebentar lagi.

Katanya, Bapak tidak bisa berlama-lama.

Yuk.

Saya mau mencari pekerjaan.

Kamu perlu uang tambahan? Berapa?

Saya cuma ingin punya kesibukan.

Kalau di rumah saja menunggu Bapak yang sekali-sekali datang,

saya bisa mati karena bosan.

Atau izinkan saya ikut ke luar dengan Bapak.

Saya ini bekerja

Saya bisa di hotel, atau berjalan-jalan sendiri.

Kecuali mungkin perempuan itu sudah meminta ikut lebih dahulu.

Saya cuma bercanda. Tidak perlu menjadi drama.

Mau melamar pekerjaan di mana?

Ini alamatnya, Pak.

Sudah pernah membuat ini untuk siapa?

Belum pernah, Pak. Saya baru lulus.

Ada yang lain?

Mungkin lebih serius, dengan gaya yang berbeda?

Saya cuma punya itu, Pak.

Tapi memang gaya saya seperti ini.

Dua puluh tahun.

Muda sekali, ya.

Halo?

Ha?

Ya, saya terima di luar.

Oh, iya?

Iya, Pak. Saya.

Oh, iya.

Bagaimana, Pak?

Mmm-hmm.

Oh. Begitu, ya?

Oke, Pak.

Oke.

Ya. Selamat siang, Pak.

Kapan kamu mulai bisa bekerja?

Saya diterima?

Ya.

Kenapa?

Maksudnya?

Beberapa saat yang lalu, sepertinya Bapak tidak yakin dengan kemampuan saya.

Saya tidak pernah bicara seperti itu.

Tadi, siapa yang menelepon?

Ha?

Saya lagi membutuhkan desainer, secepatnya.

Saya suka dengan portofolio kamu.

Jadi, saya tidak peduli dengan sikap kamu yang kurang sopan,

bertanya-tanya saya berbicara dengan siapa di telepon.

Bagaimana, Alisha?

Baik, Pak. Baik.

Pinjam sebentar.

Multizonamedia, selamat siang.

Kita pulang.

Sekarang.

Kamu cantik sekali, Alisha.

Tidak ada yang percaya padaku.

Tapi aku tahu rencana bapak kamu.

REFERENSI OBAT UNTUK DOKTER

Kamu lihat, Alisha.

Pistol ini yang akan dipakai bapak kamu untuk membunuh Ibu.

Dahulu, kami sempat bingung mau memberi nama apa padamu.

Apakah Ajeng? Atau Kirana?

Atau Alisha.

Tapi akhirnya, bapak kamu menuruti pendapat Ibu.

Tapi sejak Bapak kamu bertemu perempuan itu, dia jadi anjing perempuan itu.

Dia menyuruh Bapak kamu untuk membunuh Ibu. Nanti, setelah adik kamu lahir.

Tapi Ibu tidak akan membiarkan itu terjadi.

Adik kamu tidak akan pernah lahir.

Ibu tidak akan mengizinkan kalian dimiliki oleh perempuan itu.

Hanya ada satu cara, Alisha. Anakku.

Kamu…

Adik kamu…

Dan Ibu…

Kita bersatu lagi di surga.

Ibu tidak sanggup, Alisha.

Ibu tidak sanggup!

Kamu harus melakukannya sendiri, ya?

Nanti, setelah Ibu.

Semua kejadian ada tujuannya, Alisha.

Yang lagi membersihkan kolam itu siapa, Bu Tuti?

Untuk sementara, dia yang menggantikan Pak Pono yang lagi mudik.

Orang mana?

Katanya, kadang-kadang dia suka membantu dan bekerja di tempat istrinya Pak Pono.

Istrinya Pak Pono punya warung di Blok S.

Blok S?

Ya. Di sana, banyak warung-warung makanan dan jajanan keliling.

Ada siomai, satai, nasi goreng…

Nah, Blok S itu nama daerahnya.

Bu Tuti! Saya pulang dahulu, ya?

Ya, sebentar!

Besok, jam berapa kemari?

- Pagi, ya? Terima kasih, ya, Bu! - Ya.

Bu Tuti! Saya pulang, ya?

Ya!

Terima kasih, ya, Bu.

Yang membersihkan kolam ke mana, Bu?

Sudah tidak bekerja lagi. Besok, Pak Pono masuk.

Kenapa?

Tidak apa-apa.

Pak Bambang, saya mau pergi.

Pak Bambang, tahu tempat makan di Blok S?

Mau ke sana?

Oke, selamat sore. Berjumpa lagi

dengan kami di jalanan, untuk para tamu warung tenda.

Semoga dapat mendengarkan sebuah lagu dari kami.

Bu, es jeruk satu.

Dari hidup sampai mati

Bukannya sombong, tapi aku bohong

Bicara dengan lampu mati

Lampu hidup, aku…

- Ini, Mbak. -Terima kasih.

Pengalaman di bangun tidur

Iya?

Masih lama?

Masih, Pak. Pak Bambang pulang saja lebih dahulu.

Biar saya tunggu.

Hei, Bar!

Hei, bagaimana?

- Kau ke mana saja? - Ibu!

Kalau saat seperti ini, kau baru muncul.

- Pantas, karena ada amplop. Asyik. - Norak!

- Kau mau apa? Berbagilah. - Traktir kami.

Bu, terima kasih, ya. Aku pergi dahulu, ya?

- Ya. - Malah pergi.

Blok M! Kiri! Kaki kiri, Bu.

TUTUP

Kamu itu, ya. Dari aku pergi, masih saja membaca buku.

Tanggung, Sayang. Sebentar lagi juga selesai.

Makan, yuk!

Kamu membawa apa?

Membawa ini.

Gado-gado lagi?

Nanti, ya, kalau aku punya banyak uang,

aku akan mengajak kamu ke restoran mahal tiap malam.

Becanda, Sayang. Tidak makan juga tidak apa-apa, asal bersama kamu.

Alah. Seperti lagu dangdut.

Mbak Alisha. Bu Tuti ketakutan setengah mati.

Kamu dari mana?

Ingin berjalan-jalan sendiri saja.

Jangan begitu, Mbak.

Nanti, Bu Tuti dimarahi oleh Bapak!

Kalau dia marah, bilang saja salah saya.

Lain kali, kalau mau pergi ke mana pun, tinggal bilang. Pasti saya antar.

Saya bosan pergi bersama Bapak.

Bosan atau tidak bosan, itu sudah menjadi tugas saya.

Kenapa Bapak jadi marah-marah?

Yang majikan siapa?

Hei, dengar, ya. Yang membayar saya adalah Bapak kamu, bukan kamu.

Tugas saya mengawasi kamu. Mengerti?

Aduh.

Ya sudah. Sudah.

Mbak, kalau mau pergi ke mana-mana dan tidak mau

ditemani Pak Bambang, ya, tidak apa-apa.

Nanti Bu Tuti yang menemani, ya?

Kamu mau menemani dia? Baru satu menit, sudah kabur.

Lagi pula, masa mengikuti perempuan saja tidak bisa?

Katanya dahulu bekas apa? Intel?

Untuk Pak Bambang.

Saya minta maaf.

Ini mahal, 'kan?

Tidak apa-apa. Sekali-sekali.

Masih mau mengantar saya, 'kan, Pak?

Saya berjanji tidak akan pergi sendiri lagi.

Hari ini, berapa lama di studio?

Cuma sampai siang, Pak.

Nanti, Pak Bambang ikut saja ke dalam, melihat saya berlatih.

Tolong dibawa, ya, Pak? Sudah ditunggu anak-anak. Kasihan.

Nanti, tolong turun lagi, ya, untuk membawakan selo saya.

KELAS MUSIK PIAWAI

Silakan.

Terima kasih.

Jadi, kamu bilang pada orang tua kamu bahwa kamu tinggal dengan siapa?

Ya, tinggal sendiri.

Memang aku gila?

Pasti gara-gara samenleven diartikan sebagai kumpul kebo .

Padahal arti samenleven adalah hidup bersama

dan tidak terbatas hanya untuk pasangan yang hidup bersama tanpa menikah.

Ras-ras berbeda yang hidup dalam satu negara juga disebut samenleven .

Dan intinya adalah?

Dan intinya adalah

orang Indonesia punya banyak cara untuk memberikan konotasi negatif

terhadap banyak hal.

Contoh?

Ya, contohnya kita yang hidup bersama karena cinta, Renta.

Siapa yang cinta?

Kenapa kamu lama-lama menjadi menyebalkan?

Hmm?

Oh.

Hai.

Kenapa?

Oh, ya. Teman saya lagi belajar. Besok mau ikut ujian.

Ya, saya datang ke sini.

Saya takut dia marah. Kalau dia marah…

Maksudnya?

Oh, iya. Maaf.

Lagi melakukan apa?

Wastafel saya pampat.

Boleh lihat atau tidak?

Coba buka kerannya.

Fiction. subtitles in other languages

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left