The Old Man

The Old Man

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ซีซั่น 2

ข้อมูลรุ่น

The Old Man 2022 S02E01-02 AMZN WEB-DL DDP5 1 H 264-FLUX
ความคิดเห็นโดย tedi
Retail Hotstar Resync for WEBRip

แท็ก

webdl
เผยแพร่เมื่อ: 2024-09-14
ดาวน์โหลด: 85
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Ayah terdengar berbeda.

Pikiran Ayah selalu teralih saat kita mengobrol.

Ayah kurang tidur.

Aku hanya ingin tahu apa yang berbeda?

Entahlah.

Ada sesuatu yang aneh.

Bisa sebutkan namamu?

Mereka menemukan Ayah.

Ayah yakin itu mereka?

Ini bukan latihan.

Aku ingin memiliki peran penting di dalam kisahmu.

Masalahnya berbeda, Zoe.

Aku tak tahu siapa yang bisa dipercaya.

Asisten Direktur Harper?

Ini aku.

Pada Juli 1987, seorang anak buahmu hilang dalam tugas di Torkham.

Kau tahu pria yang kumaksud?

Ini sudah terkubur selama 30 tahun.

Aku tak ingin itu berubah.

Skenario buruknya adalah Faraz Hamzad ingin menemuimu lagi.

Dia meyakinkan seseorang di Pemerintah AS untuk melaksanakannya.

Putrimu akan terlibat dalam masalah ini.

Faraz Hamzad adalah panglima perang di Afganistan saat invasi Soviet.

Ada seseorang di kampnya. Semua orang takut dengannya.

Mereka memanggilnya "Baba-khorkhore".

Kabarnya, Baba-khorkhore adalah Dan Chase.

Ada kabar dari orang Rusia bahwa mereka menyadari

keberadaan kru pencarian asing.

Kru tersebut menemukan deposit mineral dengan nilai fantastis.

Tambang itu menjadikan Faraz Hamzad presiden Afganistan yang berikutnya.

Itu sebabnya aku tutup mulut.

Chase berhubungan dengan klienmu

dan istri pertama klienmu.

Namanya Belour Daadfar.

Dia mulai mencurigaiku.

Jika aku meninggalkannya, saat ini,

dia akan menyadari aku tak akan melakukan hal seperti itu.

Kau atau Angela?

Aku mulai lupa perbedaannya.

Aku memberikanmu putri.

Jika Angela Adams lenyap, kau bisa membebankan semua ini padanya.

Di mana putriku?

Aku tahu dia bersamamu.

- Di mana dia sekarang? - Dia dibawa.

Kita akan menjemputnya.

Dengar, Faraz Hamzad bisa memiliki apa pun yang dia inginkan.

Kali ini, dia menginginkanmu.

- Apa-apaan ini? - Mundur!

Aku sudah bilang jangan biarkan Hamzad hidup, itu akan menghantuimu,

tapi kau tetap melakukannya.

Kami tak pernah memberitahumu kejadian malam itu.

Membunuhnya pasti sangat mudah, seperti rencana yang kuceritakan padamu.

Aku tak bisa melakukannya.

Aku tak bisa membunuhnya di hadapan putrinya.

Saat kau masih kecil,

Ayah mengira tak ada apa pun yang akan menghalangi kita.

Lalu kau dibawa pergi ke tempat yang sangat jauh.

Ayah bertekad untuk mengingatmu hanya sebagai fantasi.

Parwana pulang.

Ke mana pun arahnya, kita akan melewatinya bersama.

Sudah berapa lama aku tidur?

Tidak lama.

Perbatasan masih jauh?

Tidak.

Ya.

Gumdrops?

Apa tadi kau bilang sesuatu soal...

Apa itu mimpi?

Gumballs.

Itu nama...

Tim sepak bolanya.

- Ya. - Benar.

Ya. Kau cerita dia tak pernah tertarik pada olahraga.

Lalu tiba-tiba suatu hari dia tertarik.

Berapa usianya saat itu?

Sembilan.

Sembilan tahun.

Anehkah bagimu?

Karena dia mengejutkanmu begitu?

- Harold. - Apa?

Tunda dulu sesi ceritanya.

Situasi akan mulai serius.

Fokuslah dulu.

Cerita itu penting.

Saat kita bertemu dia lagi,

aku ingin bisa bilang kepadanya kita berusaha memahami ini.

Aku ingin bisa bilang kepadanya kita berusaha memahami dia. Seutuhnya.

Sisi dirinya yang tak dia bayangkan akan bisa kita pahami.

Cerita-cerita itulah yang akan membantu kita memahaminya.

Kita akan segera tahu apakah anak buahmu tahu cara menyuap penjaga perbatasan.

Namanya Hameed.

Dia bukan anak buahku.

Ini rencana kita.

- Jangan bersikap... - Baik.

...seolah kau punya ide yang lebih baik.

Selamat datang di Afganistan.

Kau merasa perlu memahami semuanya, itu masalah.

Apa?

Kita sudah melewati batas.

Di sisi lain, makin dalam kita,

makin dekat kita dengannya, semuanya akan makin tak masuk akal.

Semuanya masuk akal

jika kita mau berusaha memahaminya.

Tidak bagi kita. Tidak di sini.

Aku tidak bermaksud buruk,

tapi aku takut saat kau bicara seperti itu.

- Seperti apa? - Seperti polisi.

Ya. Amit-amit.

Kita tak perlu memahami semuanya.

Kita di sini bukan untuk memecahkan kasus.

Emily sudah diculik olehnya selama tiga pekan.

Kita butuh waktu tiga pekan untuk bisa sejauh ini.

Yang penting sekarang adalah sampai di sana secepat mungkin

dan bawa dia pergi.

Tolong bilang kau mengerti.

Tentu saja.

Sial.

- Anak buahmu, Hameed... - Bukan anak buahku.

Hanya dia yang tahu tujuan kita.

Sebentar. Tunggu, jangan!

Jadi, itu masalah.

Mungkin geng narkoba.

Membajak kargo yang menyeberangi perbatasan.

Mari kembali ke masalah kita saat ini,

yaitu kita tak tahu harus ke mana.

Kau harus meneleponnya.

Tidak bisa.

Dia koneksimu.

Dia yang mengatur rencana ini.

Jika rencananya gagal, kau harus meneleponnya.

Dia tak akan bisa membantu.

Berhenti menembak orang tanpa bertanya dulu kepadaku.

Berhenti berasumsi kau tahu isi pikiranku.

Juga berhenti mendikte apa yang seharusnya kupikirkan.

Entah bagaimana kita berhasil sejauh ini tanpa saling membunuh.

Tinggal sedikit lagi.

Jangan kacaukan ini.

Kita sudah pernah melakukannya.

Mungkin sudah lama sekali,

tapi pernah.

Terlibat masalah, bekerja sama, melakukan pekerjaan, dan berhasil.

Kita hanya perlu ingat.

Di sini tertera tujuannya.

Kurasa kita bisa berasumsi di sinilah kita akan bertemu kontak kita

dari kelompok perlawanan.

Dulu kau pernah tinggal di sini.

Kau tahu cara ke sana?

Yang kau ingat seperti itu, ya?

Bahwa dulu kerja sama kita lancar?

Ini tepat di luar lembah.

Aku bisa membawa kita ke sana.

Masalahnya, tanpa dia, bagaimana cara kita menemukan orangnya?

Astaga.

Tolong hubungi dia.

Tidak mau.

Katanya belok kiri di sini.

Kita mau ke mana sebenarnya?

Kalau kau tak tahu, bilang saja.

Aku tahu ke mana tujuanku.

Karena ponsel ini bilang kau bohong.

Sudah merasa lebih baik?

Seperti inilah yang kuingat, seandainya kau penasaran.

Seperti ini bagaimana?

Sangsi, meragukan, selalu merasa lebih tahu.

Aku tidak pernah sebodoh yang kau pikir.

- Aku tak berpikir begitu. - Aku tak segegabah

dan seasal-asalan itu.

Aku tak pernah... Entahlah.

Apa pun yang kau yakini tentangku, aku tak pernah seperti itu.

Jika aku anggota kelompok perlawanan yang ingin merahasiakan ini...

aku akan melakukannya di sana.

Kau sudah lama sekali tak kemari.

Tahu dari mana tempatnya di sana?

Kurasa tempat ini butuh waktu lebih lama untuk banyak berubah.

Siapa kalian?

Aku mau bertemu seseorang.

Ini bukan tempat kalian.

Seharusnya kalian tak datang.

Johnny.

Johnny!

Hentikan!

Komandan Abdul Nazary mengutusku.

Di mana Hameed?

Kami disergap di tengah jalan.

Dia tewas.

Seorang wanita diculik.

Katanya komandan dan anak buahnya akan membantu kami mendapatkannya kembali.

Kami bukan tentara bayaran.

Wanita itu diculik oleh Faraz Hamzad.

Lepaskan mereka.

Mundur.

Mundur.

Mereka takkan mengganggu kalian lagi.

Namaku Omar.

Banyak yang harus kita bahas.

Tapi kita harus hati-hati.

Mata-mata Taliban ada di mana-mana.

Mari.

Unit kami salah satu yang tersisa di bagian lembah ini yang menawarkan

perlawanan terhadap pemerintah.

More Indonesian subtitles for The Old Man

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left