200 บรรทัดแรก
Apa kita masih rekanan?
Kami telah rekanan selama 155 minggu.
Kami berjumpa untuk pertama kalinya.
Kami jarang bertemu.
Aku paham, pria tidak dapat menahan hasratnya.
Rekanan tidak seharusnya saling memendam rasa.
FALLEN ANGELS
PENERJEMAH Cereal-Killer
Pesan untuk 3662.
Besok aku menemui temannya.
Beri tahu aku di mana lokasinya.
Kebanyakan orang bekerja dari pukul 9 hingga 5.
Aku kebalikannya.
Pekerjaanku sederhana.
Kerjaku hanya mengunjungi teman.
Aku tidak mengenal mereka.
Aku juga tidak tertarik pada mereka.
Karena mereka bakal pergi selamanya.
Mau pergi?
Ya.
Pekerjaan seseorang seringkali ditentukan oleh kepribadiannya.
Hal terbaik dari pekerjaanku adalah...
aku tidak perlu membuat keputusan.
Siapa yang mati, kapan, di mana?
Semua sudah direncanakan.
Aku orang yang pemalas.
Aku lebih suka orang lain yang mengatur.
Itu sebabnya aku butuh rekan.
Ming?
Ming!
Kau Ming, bukan?
Kau ingat aku? Aku Hoi.
Kau lupa? Aku selalu ranking satu.
- Kau ingat? - Ya.
Kebetulan sekali!
Jika mobilku tidak mogok, kita takkan bertemu.
Setiap orang punya masa lalu.
Sekali pun kau pembunuh,
kau masih punya teman sekolah.
Setiap kali kami bertemu,
mereka selalu bertanya hal yang sama.
Apa pekerjaanmu?
Berikan kartu namamu. Mungkin kita bisa bekerja sama.
Itu bakal bagus. Selalu bekerja sama.
Milikmu sendiri? Pasti hasil kerja kerasmu!
Kau sudah menikah?
Jangan bilang kau masih jomblo!
Kau punya anak!
Wajahnya mirip sekali denganmu!
Istrimu berkulit hitam?
Hebat sekali! Hitam cocok denganmu.
Warna kulit kalian berbeda,
tapi kalian pasangan serasi.
Hei, kau pakai asuransi?
Mungkin kau bisa membantuku.
Aku sudah sepuluh tahun dalam bidang ini.
Kau mungkin tidak tahu...
aku pialang asuransi terbaik di seluruh Asia Tenggara.
Belum lama aku diwawancarai oleh surat kabar.
Karena kita kawan lama...
Aku akan membuat polis untukmu.
Kau takkan pernah tahu.
Anggap saja, bagaimana jika sesuatu hal terjadi?
Tidak hanya untukmu.
Aku lihat kau sering berpergian.
Jika bukan untukmu, pikiran anak dan istrimu.
Apa perusahaan asuransi mau menerima seorang pembunuh?
Aku ingin membantunya...
tapi aku tak yakin siapa yang bakal diuntungkan.
Kau ingat gadis berpayudara besar? Gadis yang kita berdua taksir?
Minggu depan kami menikah. Ini undangannya.
Kau tulis sendiri namamu.
Datanglah lebih awal. Akan kubuatkan polis untukmu.
Dan bawa istrimu.
Aku pernah memberi uang $30
kepada wanita kulit hitam untuk foto bersamaku
agar ketika orang bertanya, aku bisa bilang dia istriku.
Bocah itu? Aku hanya membelikannya es krim.
Aku selalu ingin menghadiri pernikahan
tapi aku tidak cocok dengan pernikahan.
Kau bisa memahami seseorang
dari sampah mereka.
Dia sering datang ke bar ini.
Mungkin karena di sini sunyi.
Terkadang aku duduk di tempat ia biasa singgah.
Membuatku merasa dekat dengannya.
Dia bukanlah tipe orang yang ingin kau dekati.
Kau cari tahu tentangnya, kemudian hilang minat.
Aku tipe orang yang praktis.
Aku tahu cara membahagiakan diri sendiri.
Dia belum pulang.
Kau bicara jujur?
Untuk apa aku bohong?
- Kau tinggal di sini? - Kenapa?
Kau melihat orang ini?
Tidak.
Jangan keluar.
Masih ada polisi.
Kau tahu di mana dia. Bicaralah.
Setiap hari kau bertemu dengan banyak orang.
Beberapa mungkin jadi temanmu atau sahabatmu.
Tapi aku tahu, polisi ini tidak bakal jadi sahabatku.
Namaku Ho Chi Moo.
Aku tahanan nomor 223.
Aku belum melihatnya. Akan kukabari nanti.
Aku melihatnya masuk. Jangan berbohong.
Berhenti bercanda! Berdiri yang tegak!
Aku orang yang bahagia.
Aku banyak bicara ketika masih kecil.
Tapi saat usiaku lima tahun, aku memakan nanas kadaluwarsa
dan aku berhenti bicara.
Oleh karena itu, temanku sedikit.
Aku juga kesulitan mencari pekerjaan.
Aku putuskan untuk jadi bos sendiri.
Tak punya modal, hal yang aku lakukan
adalah menyelinap toko orang setelah tutup
dan menjalankan bisnisku sendiri.
Aku bukan tukang bonceng.
Kupikir itu masuk akal, karena sewa sudah dibayar
untuk buka setiap jam.
Siapa bilang tak ada pembeli pada pukul tiga pagi?
Aku datang untuk membeli, bukan?
Jika kau ingin berbisnis,
kau harus pertimbangkan kebutuhan setiap pelanggan.
Buddha berkata, "Jika aku tidak ke neraka, siapa lagi?"
Saat kau menjadi bos, kau harus bersikap baik,
peduli dan toleran.
Kau tidak bisa egois.
Aku tahu, tak ada makan siang gratis
jadi aku selalu bekerja hingga larut malam.
Aku tidak bergaji besar, tapi aku bahagia.
Kau gila? Kenapa harus kucuci bajuku?
Aku seorang pengemis!
Aku tidak perlu mencuci bajuku.
Lepaskan aku!
Kau gila? Lepaskan aku!
Kembalikan bajuku!
Lepaskan! Akan kupukul kau!
Baiklah, akan kubayar!
Akan kubayar, jika itu maumu!
Dasar gila!
Jangan paksa aku! Aku tidak butuh terong!
Jangan paksa aku untuk membeli!
Aku jomblo. Orang bakal berpikir apa?
Tidak mau sekalipun gratis!
Aku ambil melon.
Ini uangnya!
Terlalu besar! Apa kau gila?
Hentikan!
Aku sudah menyampo rambutku!
Pelan-pelan!
Kepalaku tidak gatal, jangan digaruk!
Aku kesini untuk mencari cemilan.
Aku tidak mau disampo.
Baiklah. Lakukan maumu.
Tidak!
Aku tidak mau dicukur!
Lepaskan aku!
Dengar, aku bukan pelanggan. Aku punya koneksi mafia.
Aku tidak mau dicukur.
Bagaimana kalau kubayar?
Es krim cone, tolong.
Sial, kau lagi!
Maaf.
Jangan tarik rambutku.
Aku akan masuk.
Maaf!
Aku akan masuk.
Halo? Ini aku. Kau sedang apa?
Tidurlah. Jangan menungguku.
Aku sedang makan es krim.
Entahlah, mungkin bakal lama.
Entah berapa lagi harus kuhabiskan.
Tidak, ini bukan kontes! Tentu saja aku bayar!
Orang ini tidak mengizinkanku pergi...
Sulit menjelaskannya, tapi aku tidak bohong.
Datanglah sendiri jika kau tidak percaya.
Halo?
Tidak, aku tidak bisa!
Bagaimana jika kumisku terbakar?
Ini tidak lucu.
Kenapa kau lakukan ini?
Kubilang datang sendiri.
Jangan ajak satu keluarga.
Ayah sudah terlalu tua untuk makan es krim.
Bagaimana jika terjadi sesuatu?
Anak-anak besok harus sekolah.
Pikirkan itu.
Apa di Hong Kong ada yang meninggal karena makan banyak es krim?
Aku tak mau jadi yang pertama.
Akan kubayar, oke?
Sebutkan saja angkanya. Akan kubayar.
Harga es krim-ku mungkin sedikit mahal,
tapi kupikir keluarga ini cukup menikmati.
Aku suka es krim.
Ketika aku kecil, mobil es krim selalu berhenti di depan rumahku.
Aku bahagia saat melihatnya.
Pernah kutanya kenapa ayahku tidak mengendarai mobil es krim.
Dia tidak menjawab.
Kemudian aku tahu
No comments yet. Be the first to leave one.