186 บรรทัดแรก
Tidak. Tolong hentikan.
Hentikan!
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Musim ini kembali lagi.
Confinement Sister Teachers
Disini.
8!
Aku rasa aku pernah melihatnya.
Mungkin di sana.
Kau yakin?
Pasti ini tempatnya. Tunggu sebentar.
Benar.
Aku berharap tidak keliru. Ya!
- Sial. - Lagi-lagi...
7!
7 adalah...
Bukan? Mungkin yang ini?
Bukan.
7 di sini.
Jangan lakukan itu.
Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan...
Ini dia!
Benar!
Aku melihat 6 di suatu tempat.
Hai, Kakak.
Aku sedang bermain dengan suamimu.
Kau masih belum tidur?
Terlalu panas untuk tidur.
Hei, Hinako
Haruskah kita memasang AC di kamar tidur juga?
Kamarku juga.
Kau menganggapnya begitu mudah, tapi harganya mahal.
Tidak apa-apa. Aku juga akan ikut membayarnya.
Aku tidak bisa tidur seperti ini.
Adikku, Akiko, mengajar di SMA yang sama denganku.
Sudah 2 tahun sejak dia mulai tinggal bersama kami.
Kancing bajumu.
Hah?
Kancing bajumu salah.
Kau benar.
Selamat malam.
Episode 1
Confinement - peak of embarrassment
Kunjungan ke rumah murid?
Ya, mulai hari ini.
Mereka tidak ingin membuang waktu belajar waktu selama tahun pelajaran.
Sekolahku memulainya tahun ini.
Oh, begitu.
Aku sudah memberitahumu tentang ini.
- Benarkah? - Ya.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Aki, kau akan mengunjungi rumah muridmu juga?
Benar. Pekerjaanku sama seperti kakakku.
Mau sarapan?
Tidak, terima kasih.
Kau bisa terlambat kerja.
Aku hanya bekerja di sore hari.
Oke.
Aku harus pergi.
Oke.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Permisi.
Apakah urutan ke-264 di kelas itu bagus?
Itu urutan kedua dari bawah.
Benarkah begitu?
Ya...
Oh, begitu.
Berarti cukup buruk, bukan?
Tentu saja buruk.
Ayah, kau bodoh ya?
Tidak pernah mendapatkan penghargaan,...
Yamada, kau tidak boleh bicara seperti itu kepada ayahmu.
Aku minta maaf untuk soal itu.
Jadi kau mengatakan kalau anakku murid yang paling bodoh di kelas.
Aku tidak mengatakan seperti itu.
Ayah, jangan panggil aku bodoh!
Ini juga akan membuat orang tuaku sedih.
Maaf.
Setidaknya dia bisa kuliah di perguruan tinggi, kan?
Itu tidak mungkin.
Aku yakin tentang itu walaupun aku bodoh.
Kau diam saja!
Ayah...
Kau mau ke mana?
Kamar kecil.
Permisi.
Takeshi! Jangan pergi ke mana saja! Hei!
Tuan...
Oh, begitu.
Penghargaan terburuk.
Tapi, Tuan.
Yamada, anakmu sangat ceria dan sungguh populer di kelas.
Dia juga mengikuti kegiatan ekstra kurikuler...
Nona. Aku mohon!
Aku ingin anakku bisa kuliah di perguruan tinggi apapun yang terjadi.
Aku tidak ingin dia menderita seperti aku nantinya.
Nona! Nona!
Tenanglah.
Aku mohon padamu.
Bu Guru.
Bu Guru.
Tidak.
Tidak.
Bu Guru.
Tenanglah.
Aku mohon.
Apa yang kau lakukan, Ayah?
Tunggu,...
Maaf.
Maaf. Ayahku selalu melakukan itu.
Maaf.
Tolong usahakan anakku bisa kuliah di perguruan tinggi.
Maafkan aku.
Sudah setahun sejak hari itu.
Hei, Nona.
Tolong hentikan!
Nona.
Ayo kita bersenang-senang bersama.
Apa yang kau bicarakan!
Ayolah. Kita bisa menyelesaikannya sebelum anakku kembali.
Ini sama sekali tidak lucu. Hentikan!
Kau benar-benar mabuk, jadi aku akan kembali lagi nanti.
Hentikan!
Hentikan atau aku akan berteriak minta tolong!
Aku membenci guru...
... dan cara bicara mereka yang merendahkanku.
Tidak, hentikan.
Kau sudah sangat basah.
Kau menyukainya, bukan?
Tidak.
Sejak hari itu,...
... aku tidak bisa lagi orgasme dari berhubungan seks dengan suamiku.
h
ht
htt
http
http:
http:/
Kakak?
Setiap keluarga menghidangkan teh untukku,...
... jadi aku harus ke kamar mandi.
Kau tidak harus meminum semuanya.
Aku memang tidak perlu meminumnya, tapi aku tidak ingin menyia-nyiakannya.
Dan suhunya sangat panas.
Lagipula, apakah ini pertama kalinya kau mengunjungi rumah murid?
Mereka semua memohon padaku untuk menjaga anak-anak mereka.
Aku merasa bertanggung jawab kepada mereka.
Oh, begitu.
Tapi aku harus siap untuk kunjungan yang berikutnya.
Shinji Kurihara, murid terburuk di kelas.
Bukankah dia murid yang tidak pernah hadir di seluruh semester?
Benar.
Aku harus pergi. Semoga kau berhasil.
Aku mendapat firasat yang buruk tentang dia.
Dan dia tidak pulang kembali ke rumah.
Apa yang dia lakukan?
Aku minta maaf karena mengganggu malammu.
Aku Maruta dari SMA Nishijima.
Aku yakin kalau Nona Ishii,...
... wali kelas muridmu datang berkunjung hari ini.
Tidak, dia tidak datang.
Tapi tertulis di jadwalnya, dia pasti datang ke sini.
Aku bilang dia tidak datang ke sini.
Nona Ishii sebenarnya adikku.
Dan dia belum pulang, jadi aku mengkhawatirkannya.
Selamat malam.
Kau kakak dari guruku, kan?
Selamat malam.
Dia tidak datang ke sini.
Aku juga sedang menunggu kedatangannya.
Benarkah?
Aku penasaran dia ada di mana...
Aku tidak tahu.
Aku minta maaf telah mengganggumu.
Aku akan memberitahu Nona Ishii tentang ini.
Permisi.
Berhati-hatilah.
Kau seharusnya bisa bersembunyi lebih baik.
Maafkan aku.
Mengapa kau bisa begitu tidak berguna?
Hei, Shinji. Mengapa kau tidak menghentikan ini sekarang?
No comments yet. Be the first to leave one.