200 บรรทัดแรก
(Praktik orang kaya mempekerjakan orang miskin...)
(...untuk melakukan tugas wajib militer mereka...)
(...sering ditemukan, tapi mustahil dihentikan.)
(Di dekat perbatasan utara, beberapa orang menjadikan...)
(...tugas pengganti militer ini sebagai profesi.)
(Mereka disebut prajurit pengganti. Diambil dari Babad Sejong.)
(Tahun 1592, Perbatasan Dinasti Ming-Joseon)
Kerahkan semua kemampuan kalian dan cobalah untuk tidak mati.
Dia terdiam karena takut.
Apakah kau takut...
...akan kematian?
Ya, Tuan.
Kau harus sangat takut untuk bisa membunuh orang lain.
Keberanian muncul karena itu.
Kau tahu apa yang paling menakutkan?
Itu adalah mati sebelum menyelesaikan tugas menggantikan...
...seperti yang dilakukan ayahmu.
Lalu, satu anakmu akan dipaksa untuk mengalami nasib yang sama.
Aku akan mengingat itu.
Ini.
Darah Jurchen.
Minumlah, maka mereka tidak akan bisa membunuhmu.
Minumlah.
Jangan terlalu khawatir.
Bahkan malaikat maut...
...tak mungkin begitu kejam...
...sehingga mengambil nyawa ayah dan anak.
Jika kau kabur, aku akan membunuhmu.
Mari kita pergi.
Seberangi perbatasan itu, maka kita tiba di wilayah kita.
Kita akan merayakan secara besar-besaran malam ini.
Serang!
Serang!
Tusuk dia!
Tunggu! Berhenti!
- Kau... - Dahulu, aku sepertimu.
Menjual hidup yang menyedihkan dan sengsara demi uang.
Aku warga Joseon!
Di dunia Jurchen...
...kau dinilai berdasarkan keahlian, bukan kasta.
Kau sebaiknya juga bergabung dengan kami.
Aku tidak tahan dengan gaya rambut itu.
Kumpulkan yang mati.
Semuanya.
- Jangan lakukan itu. - Apa itu? Cepat periksa!
Cepat kumpulkan mereka.
Pergilah ke tempat yang bagus.
- Berapa jumlah kepalanya? - Totalnya 24 kepala.
Kita akan ditempatkan di Seoul lagi tahun depan.
Pastinya.
Pemakan bangkai yang menjijikkan.
Dasar berengsek.
Hei!
Hwang Gae terbunuh karena dirimu.
Kau mengerti?
Maaf, tapi aku tidak bisa...
Kemarilah.
Tusuk dia.
Jika kau tidak melakukannya,...
...mereka akan memenggalnya dalam keadaan hidup.
Ini belas kasihan di medan perang. Tusuk dia!
Orang yang baru saja kau bunuh adalah dirimu sendiri.
Jadi, lupakanlah tentang dirimu yang dahulu.
Semuanya, bahkan namamu.
Kau mendengar para bedebah itu?
Mereka tidak menumpahkan setetes darah pun,...
...tapi mereka merayakan.
Ya, mengapa kita tidak bisa makan bersama saja...
Berkumpul, Prajurit Pengganti!
Pengganti Park dari Desa Onji!
Hadir.
Jung Du Yi dari Sukcheon!
- Siapa pengganti Jung Du Yi? - Siapa itu?
- Itu kau, Bodoh. - Aku!
Aku telah melakukan ini berulang kali,...
...tapi tidak bisa mengingat nama orang ini.
Minggir.
Nam Tae Dong dari Desa Pyongdal.
Apakah dia kabur?
Siapa pengganti Nam?
Dia mati!
Suruh keluarganya untuk segera mengirim pengganti...
...atau kembalikan uangnya.
Tunjukkan rasa hormat kepada yang mati.
Siapa yang mengatakan sesuatu tentang mati?
Menurut buku ini,...
...Nam baik-baik saja.
Tak satu pun dari kalian yang hidup atau mati...
...sampai kalian menyelesaikan masa tugas.
Bawakan penggantinya.
Bagaimana kau bisa mengharapkan orang...
...mempertaruhkan nyawa demi uang sekecil itu...
...dan diperlakukan seperti sampah?
- Beraninya kau! - Astaga!
Kalau begitu, cari penggantimu dan berhenti!
- Apa-apaan... - Hentikan.
Ada banyak orang yang mengantre untuk berada di posisi kita sekarang.
Jangan lupa siapa yang memberi makan keluarga kalian.
Dasar bedebah-bedebah yang tidak tahu terima kasih!
Orang barbar itu akan menjalani sisa masa tugasnya.
- Orang barbar itu? - Namun, dia tidak bisa dipercaya.
Jika kalian tak menyelesaikan masa tugas kalian,...
...alam baka tak akan menerima kalian.
Jadi, cobalah untuk tidak mati.
(Pada tahun 1592, Jepang menyerbu Joseon...)
(Raja Joseon melarikan diri dari ibu kota...)
(...dan menuju ke Dinasti Ming setelah dengan tergesa-gesa...)
(...menunjuk Gwanghae, 18 tahun, sebagai putra mahkota.)
Siapa kalian?
Kami adalah prajurit yang mengembara dari perbatasan utara.
Jepang telah merebut Pyongyang.
Tunggu di sini untuk instruksi lebih lanjut.
Prioritas kami adalah keselamatan Yang Mulia.
Tidak ada bangsa atau rakyat tanpa raja!
Bagaimana kau bisa mengatakan itu?
- Buku mana yang menetapkan itu? - Benar.
Rakyatlah yang membentuk suatu bangsa.
Jika kau meninggalkan rakyat...
Aku tidak akan mati di tangan Jepang.
Jika harus, aku akan mati di Dinasti Ming,...
...satu-satunya tempat yang sesuai bagi raja untuk mati.
Aku akan meminta bala bantuan kepada Kaisar Ming.
Yang Mulia,...
...setidaknya kita harus berpura-pura melawan bangsa Jepang...
...sebelum meminta bala bantuan...
Beraninya kau!
Maksudmu, kita akan melarikan diri?
Tidak.
Wakil Menteri ada benarnya.
Seseorang harus tetap di sini.
Tak bisa kita semua yang pergi ke Ming.
Lagi pula, mereka tidak akan menerima kita semua.
Aku akan membagi istana...
...kepada Putra Mahkota.
Mengapa kau lama sekali? Lebih cepatlah.
Bagaimana rasa mual Yang Mulia?
Yang Mulia sebaiknya minum obat lagi.
Tidak ada yang akan bisa membantu,...
...kecuali racun.
Jangan mengatakan hal mengerikan seperti itu.
Yang Mulia!
Putra Mahkota Gwanghae cerdas dan rendah hati.
Dia menjadi teladan dengan melayani orang tua dan saudaranya.
Itu menjadikan dia pilihan yang baik untuk takhta.
Dia akan memiliki tanggung jawab yang setara dengan Raja...
...dalam memimpin dan melindungi rakyatnya...
Dengar, Yang Mulia!
Ini benar-benar tidak masuk akal.
Pergilah ke Ganggye...
...dan berikan perintah ini kepada Jenderal Shin.
Lalu, dia akan melayanimu seperti seorang raja.
Kau akan bergabung dengannya untuk mengumpulkan...
...pasukan yang terpencar dan merekrut warga sipil...
...untuk membentuk pasukan sukarelawan.
Namun, Ayah,...
...penunjukanku menjadi putra mahkota tidaklah masuk akal.
Bagaimana aku bisa mengemban tugas yang sangat besar ini?
Apa yang akan terjadi kepada kita...
...jika Gwanghae sungguh menjadi raja?
Kita menentang penunjukannya untuk menjadi Putra Mahkota.
Pertama, dia akan harus menyelesaikan tugasnya...
...dan kembali hidup-hidup.
Namun, apa pun bisa terjadi kepadanya dalam kekacauan perang.
Mulai sekarang...
...kau adalah raja negeri ini.
- Yang Mulia! - Yang Mulia!
- Jangan melihat mereka. - Lihat, Yang Mulia!
Jika kau pergi, kami semua akan mati.
Tepati janjimu, Yang Mulia!
Tidak, Yang Mulia!
Jangan tinggalkan kami!
Gubernur telah meninggalkan kota.
Apakah kita punya cukup kekuatan untuk melindungi Putra Mahkota?
Apakah ini benar-benar terjadi?
Mereka yang menyebut dirinya pelayan setia...
...mendorong Raja untuk melarikan diri.
Mereka harus bertanggung jawab saat waktunya tiba.
Ayo, kawal tandunya.
Siapa orang-orang itu?
Orang-orang dari wilayah Utara.
Mereka bukan prajurit biasa.
Raja akan pergi ke Dinasti Ming untuk meminta bala bantuan.
Putra Mahkota akan memimpin istana cabang.
Istana cabang? Apa itu masuk akal?
Apa-apaan itu?
Bagaimana kau bisa membagi istana menjadi dua?
Cepatlah kosongkan jalan!
Ya, ampun.
Minggir.
Hei. Jangan dorong!
Jangan gunakan pedang! Minggir.
- Mundur. - Minggir!
Bagaimana bisa Raja melakukan ini?
Mundur.
Suruh mereka minggir!
Kumohon, jangan tinggalkan kami!
Yang Mulia!
Minggir!
Aku pikir aku sudah melihat neraka,...
...tapi itu bukan apa-apa daripada yang terjadi di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.