Secret Seven เธà¸à¸„นเหงาà¸à¸±à¸šà¹€à¸‚าทั้งเจ็ด
200 บรรทัดแรก
Setelah ujian, kau akan tahu.
Lihat saja,
aku akan bertanya pada mereka satu per satu
siapa dibalik semua ini.
Hey, kalian bertujuh.
Siapa yang menyukaiku?
Kau pikir kau siapa?
Bersulang.
Kata Guru
kalau projek kita bagus,
mungkin kita bisa mendapat ruangan sendiri.
Tapi kalau tidak,
klub kita mungkin dibubarkan.
Hey, aku punya ide.
Minum ini.
P’Alan pernah memberiku minuman ini.
Ini, minumlah. Mungkin bisa membantu.
Aku punya ide.
Hebat,
efeknya langsung bekerja.
P’Alan memang hebat.
Aku sudah punya ide ini sejak tadi malam.
Oh…
Klub kita
akan membuat video klip 90an.
Tunggu,
apa ini termasuk projek?
Apa manfaatnya untuk universitas kita?
Kita buat video klip
mengenai kesadaran sosial.
Bisa tentang cinta masa muda.
Bukankah itu terlalu kekanak-kanakan?
Mungkin saja berakhir seperti video milik Neo.
Kita bisa membuat
subjeknya lebih dewasa.
Seperti, seks para remaja.
Caranya?
Seperti film porno?
Dengarkan aku.
Video klip ini
ditujukan untuk perempuan.
Untuk membuat perempuan menjadi lebih terbuka.
Maksudmu membuat perempuan menjadi jalang?
Aku belum selesai.
Di video klipnya nanti
ada satu pemeran perempuan,
dan beberapa pemeran laki-laki.
Sepertinya itu ide bagus.
Di jaman seperti ini,
dengan laki-laki seperti sekarang,
perempuan tidak akan kalah.
Tujuh hari, tujuh pria.
Aku bisa menjadi pemeran perempuannya.
Tidak bisa.
Padlom yang harus menjadi pemeran perempuannya.
Aku tidak mau.
Aku mohon, bantu kami.
Kami perlu 5 laki-laki lagi.
Aku ikut.
Ini kegiatan sosial.
Terimakasih banyak p'Alan.
Sebenarnya, aku tidak punya kemampuan.
Tapi aku ingin membantu kalian.
Aku ikut.
Bagus.
Sekarang, kita sudah mendapat dua vote setuju.
Ada lagi?
Apa kita sedang melakukan voting?
Tentu saja aku mau.
4 vote.
Aku ikut.
Terimakasih, semuanya.
Hey,
Apa aku akan mendapat adegan romantis dengan Padlom?
Dengan Spoil.
Jangan khawatir
Aku menyiapkan adegan romantis untuk kalian semua.
Ini membuatku mual.
Terlalu banyak sentuhan.
Kau bisa melakukannya atau tidak?
Kalau tidak, carikan aku orang lain.
Seperti, P’Alan.
Yang bisa melakukannya dengan baik.
Kau juga tidak terlalu hebat.
Kenapa kau memakai kacamata?
Apa kau gila?
Lepas kacamatanya.
Tidak mau!
Lepaskan!
Tidak!
Kau masih bisa melihat mataku.
Tidak bisa,
kau harus melepasnya.
Tidak mau!
Harus!
Tidak!
Kau dipecat kalau begitu.
Aku lepas.
Ada nanah di matamu.
Ini bukan nanah.
Kau bintitan!
Apa kau mengintip laki-laki yang sedang mandi?
Yang jelas bukan kau yang kuintip.
Pergi sana.
Membedaki hidungku?
Bantu Si Hantu meniup bedak.
Sial.
Aku hampir berhasil menjadi pemeran perempuannya.
Kita harus bagaimana, Liftoil?
Padlom…
Tolong, Padlom.
Ambil peran ini.
Aku mohon.
Tidak.
Tolong.
Tidak mau, Liftoil.
Aku tidak bisa.
Akulah kandidat terbaik untuk peran ini.
Diam kau.
Dia bisa memakai kacamata.
Tidak, dia tidak akan bisa
menyampaikan emosinya jika begitu.
Si Hantu bisa melakukannya.
Aku tidak sedang emmbuat film horror.
Pilihan terbaiknya
adalah kau,
Padlom.
Seandainya aku tidak bintitan,
kau tidak akan bisa melakukannya.
Tutup mulutmu.
Ambil peran ini
supaya kita bisa menyelesaikannya
hari ini.
Ayolah.
Tidak!
Tolong.
Hai semuanya.
Istirahatlah dulu.
Aku membawa makanan.
Waktu yang tepat, P’Gent.
Terimakasih.
Apa penampilanku bagus?
Sangat bagus.
Tapi masalahnya
Padlom tidak mau melakukannya.
Kita tidak akan mendapatmasalah ini
kalau bukan karenamu.
Bagaimana aku bisa tahu
kalau aku akan bintitan?
Berengsek.
P’Gent,
tolong bicaralah pada Padlom.
Liftoil.
Haruskah kau mendorongku sekeras ini?
Kau terlihat sangat murung.
Ada apa?
Tidak ada.
Aku hanya tidak ingin bermain di video klip ini.
Aku juga tidak bagus dalam berperan.
Tapi aku bisa melihat
kalau Liftoil benar-benar serius
dalam mengerjakan video ini.
Dia melakukan penelitian
dan menulis ceritanya sendiri.
Itu bukan hal mudah.
Dan juga,
aku belum pernah melihat
Liftoil terlihat sekecewa ini.
Sekarang,
orang yang wajahnya
terlihat lebih murung darimu
adalah Liftoil.
Sekarang, putuskanlah sendiri.
P’Gent.
Mulai!
Bagus.
Kesana, ke arah kamera.
P’Gent, tolong pegang dagu Padlom.
Pegang dagunya, tolong.
Ini sangat romantis.
Sedikit lagi.
Cut!
Seharusnya kau tidak datang terlalu awal.
Kau jadi harus menunggu lama.
Tidak masalah.
Aku tidak ingin terlambat bekerja.
Kau lebih fokus dari Padlom.
Berdiri disini.
Biar kubersihkan wajahmu.
Padlom,
lakukan yang terbaik.
Totalitas.
Ya.
Kau terlihat cantik,
tidak lebih cantik dariku pastinya.
Kau tidak perlu riasan lagi.
Okay,
kalian berdua
mulai dari pagar jembatan.
Okay.
No comments yet. Be the first to leave one.