200 บรรทัดแรก
Karakter, kejadian, tempat dan lainnya dalam drama ini hanya fiksi belaka
Sudah datang.
Kenapa kau duduk seperti ini?
Mana Ha-eun?
Di tempat Kakak.
Ada yang ingin kutanyakan padamu.
Duduklah dulu.
Apa hubunganmu dengan Koki?
Kau berbeda dengan Koki, 'kan?
Hanya Han-seok yang seperti itu.
Iya, 'kan?
Namun, dalam keadaan seperti ini bukankah kau harus jaga jarak?
Saat Koki menghubungimu lagi,
kenapa kau menerimanya lagi?
Kau malah bilang dia adalah temanmu.
Bagiku, memang hanya teman.
Jika sungguh teman, lebih harus jaga jarak.
Dengan begitu, kau tak akan bersalah padaku dan Koki.
Masalah di kuliah itu masalah apa?
Bukankah bilang karena penasaran dan melakukan kesalahan?
Masalah apa itu?
Suamiku.
Itu memang benar.
Jadi, sebenarnya kesalahan apa?
Jika sungguh seperti yang kau katakan hanya salah paham,
kau bisa ceritakan padaku.
Kenapa tak bisa mengatakannya?
Sudah kubilang bukan, bukan.
Sudah kubilang bukan.
Kenapa kau dan dia memperlakukanku seperti ini?
Aku sudah pasti bukan.
Kalau begitu...
Kau... mencintaiku?
Sebenarnya mencintaiku atau tidak, suamiku?
Aku mencintaimu.
EPISODE 13
Spanduk kegiatan amal dan poster sudah selesai.
Bagaimana dengan pesanan produk dan tas belanja di hari itu?
Tas belanja sudah diserahkan pada perusahaan kegiatan hari ini.
Produknya akan dipesan besok.
Tak kekurangan produk, 'kan?
Sudah kuminta logistik menyisakannya, setelah rapat akan kuperiksa lagi.
Ok.
Sisakan maksudnya apa, Senior?
Sisakan agar mencegah orang memesan dulu,
jadi, disisakan dulu dari sistem komputer.
Jika memintanya, semua akan dilakukan?
Bukan semua seperti itu.
Go Myeong-jin.
Jika ingin bertanya, tanyakan setelah rapat.
Rapat jadi tertunda.
Tiba-tiba begitu serius.
Aku juga ingin bekerja di tim KLAR.
Ingin bekerja di bawah Senior Chae Hyun-seung.
Dasar.
Cukup pandai menilai orang.
Serius, seriuslah bekerja.
Baik.
Itu BM Choi?
Yang dulu ada di cabang perusahaan Eropa, 'kan?
Iya, seperti rumor.
Sepertinya dia menggantikan Manajer Lee Jae-shin mengurus tim TF Eropa.
Tim TF Eropa itu...
Lanjut rapat.
Baik.
Terima kasih sudah mengambil posisi yang tak mudah ini.
Karena harus tinggal beberapa tahun di Eropa,
aku khawatir bagaimana jika kau menolaknya.
Karena kau setuju memberikan kuasa besar padaku.
Aku putuskan saja tanpa memikirkannya.
Karena mempercayaimu, jadi kuberikan tanggung jawab berat padamu.
Aku sudah lihat rencana pengelolaan tim TF yang kau kirim.
Aku bisa menantikan hasilnya, 'kan?
Presdir juga sangat menantikan.
Setelah proyeknya selesai, cukup berikan aku posisi Manajer saja.
Jika malam ini ada waktu, mari makan bersama.
Maaf, hari ini aku punya janji.
Besok bagaimana?
Baiklah.
Baik.
Di luar?
Iya, sedang di luar.
Bukankah besok Ibu baru datang?
Iya, rencana seperti itu.
Namun, terlalu membosankan, jadi datang lebih awal.
Jadi, kapan kau pulang?
Aku menunggumu saja.
Malam ini aku juga ada janji, jadi, tak bisa.
Lebih baik pulanglah dulu.
Baik, aku mengerti.
Sampai jumpa di rumah.
Mengenai paket, seperti yang dikatakan tadi,
telepon dan beritahukan kode tim,
lalu kirim saja dari lantai ini.
Baik.
Tunggu dulu.
Bibi, apa kabar.
Anda ibu Senior Song-ah, 'kan?
Masih ingat aku?
'Keranjang buah' di rumah sakit itu.
Iya, aku 'keranjang buah' itu.
Datang menemui Senior?
Senior ada di luar.
Iya, dia sudah memberitahuku.
Aku datang tanpa memberitahunya.
Jadi, mau pulang?
Hanya bisa begitu.
Sampai jumpa.
Senang bertemu denganmu
Bibi.
Tak perlu mengantarku.
Aku juga sejalan, tak ada yang membuatmu merasa nyaman, 'kan?
Tentu saja nyaman, terima kasih.
Apakah kegiatan di luar begitu banyak?
Senior?
Selalu bilang ada di luar.
Begitu telepon pasti bilang sibuk.
Apakah dia mengerjakan semua pekerjaan di perusahaan?
Kegiatan di luar kami lebih banyak dari perkiraan.
Harus ke toko dan harus pelatihan.
Contohnya hari ini, masih ada pemotretan.
Sebelum mengerjakannya, aku juga tak tahu.
Selain rapat, masih banyak yang harus dikerjakan.
Apa lagi Senior begitu hebat, jadi banyak yang mencarinya.
Apakah Song-ah begitu hebat?
Iya.
Karena kinerja Senior Song-ah baik,
perusahaan lain bahkan datang mencarinya.
Ambisinya memang sangat besar.
Semua dilakukannya dengan sebaik mungkin.
Hal yang dia putuskan, harus dia lakukan baru bisa puas.
Sejak kecil seperti itu.
Benarkah?
Iya.
Saat kecil, karena tak suka dengan yang juara pertama di kelas,
dia bilang ingin mendapat juara pertama,
lalu bahkan ingin aku duduk di depan, ingin begadang untuk belajar.
Betapa lelahnya kau.
Belajar saja sendiri, kenapa aku harus duduk di sana?
Bahkan tak izinkan aku tidur.
Bibi, sebenarnya aku hidup sendiri.
Kedua orang tuaku di luar kota,
jadi, aku sedang berpikir mau makan malam apa.
Jika boleh, mau makan bersamaku?
Aku tak ingin makan sendirian.
Apakah baik seperti ini?
Song-ah bilang dia ada janji malam ini.
Bibi suka makan apa?
Kubawa ke tempat yang Anda sukai.
Jika suka daging sapi, di sekitar ini ada restoran daging sapi.
Ada juga makanan Tiongkok.
Ada juga restoran yang menjual pasta yang enak.
Selain tempat itu,
apa itu namanya?
Hotpot?
Hotpot, ya?
Aku lihat di TV sepertinya sangat enak.
Apakah kau tahu restoran hotpot yang enak?
Tentu saja.
Aku navigator restoran enak, Bibi.
Kalau begitu ke restoran hotpot terdekat saja.
Baik.
Bagus sekali.
Memang harus minum soju.
Aku juga.
Aku sangat cocok hidup di Eropa.
Namun, rasa soju di sana tak sama, cukup disayangkan.
Samgyeopsal juga.
Jika kau ingin makan lagi sebelum pergi, katakan padaku saja.
Aku traktir kamu.
Aduh, merasa kau masih karyawan magang.
Tanpa disadari sudah seperti ini.
Bagaimana akhir-akhir ini?
Masih bertahan dengan pekerjaanmu?
Sampai sekarang sangat baik.
Kau juga cukup hebat.
Sudah bekerja selama tiga tahun, pasti tak menarik lagi, 'kan?
Namun, sungguh merasa masih menarik?
Sebenarnya aku juga merasa sedikit khawatir.
Mengenai apa?
Pekerjaan memang menarik, saat memikirkan lima sampai sepuluh tahun ke depan,
aku merasa tak akan ada perubahan besar.
Baik aku yang bekerja selama tiga tahun,
atau ketua yang bekerja selama sepuluh tahun.
Pekerjaan yang dilakukan tak berbeda jauh.
Benar.
Orang yang baru bekerja, kemampuan pekerjaannya terbatas,
jadi sangat mudah merasa puas.
Semakin bergerak ke atas, akan merasakan penyesalan.
Aku juga begitu.
BM juga begitu?
Tentu saja.
Karena itu aku memohon untuk ke luar negeri.
Terima kasih.
Silakan menikmati.
Yang warna putih rasanya lebih tawar.
Yang merah rasanya lebih pedas.
Anda ingin coba yang mana dulu?
Aku coba yang pedas dulu.
Yang pedas dulu? Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.