200 บรรทัดแรก
EPIC FILMS Mempersembahkan
APARAJITO
Berdasarkan Novel Karya BIBHUTIBHUSAN BANERJEE
Menampilkan
KARUNA BANERJEE
KANU BANERJEE
SMARAN GHOSAL PINAKI SENGUPTA
SANTI GUPTA SUDIPTA ROY
SUBODH GANGULI KALI ROY
Sinematografi oleh SUBRATA MITRA
Penata Artistik BANSI CHANDRAGUPTA
Sound oleh DURGADAS MITRA
Penyunting Gambar DULAL DUTTA
Manajer Produksi ANIL CHOUDHURY
Processing oleh BENGAL FILM LABORATORIES
Suara Direkam di STANCIL-HOFFMAN dan RCA Systems
Didistribusikan oleh AURORA FILMS
Musik oleh RAVI SHANKAR
Diproduseri, Ditulis, dan Disutradarai oleh SATYAJIT RAY
BENARES BENGALI TAHUN 1327 (1920 Masehi)
Kacamatamu
Dan Sindoor nya.
- Apa kamu lihat monyet di luar tadi? - Apa ada monyet masuk ke dalam?
Maksudku anak kesayanganmu
Tidak.
Aku membuatkan susu untuknya, tapi dia malah kabur.
Dan anak-anak disini...
Ini kota yang sangat sibuk. Bagaimana aku bisa menjaganya?
Apa ada sekolah dekat sini?
Setidaknya aku bisa berhenti khawatir padanya selama dua detik
Apa kamu mau pergi?
Ada susu disana. - Kamu bilang itu untuk Khoka.
- Untuk ayah juga ada. - Benarkah?
Di mangkuk kecil itu di dapur.
Susunya enak.
- Apa kamu mau pergi ke pasar? - Tentu saja. Aku harus beli apa?
- Aku akan bilang, tapi - - Masih mikirin uangnya?
Tak musti bayar sekarang, lah. - Dia membolehkan bon?
Kamu pikir aku memberi dia perawatan Ayur Weda itu gratis?
Kalau begitu belillah minyak mustard, kerosin, dan garam masala .
Dan kalau ada, beli mung dal juga-
yang mung atau masoor juga boleh.
Apu juga minta khichuri
sejak dia makan itu beberapa hari lalu.
Ada lagi?
Itu saja untuk hari ini.
Bisa beli paan masala yang bagus?
- Merk apa? - Entahlah.
Perempuan yang tinggal di atas memberiku sedikit.
Cari tahu merknya dulu dan aku belikan besok.
Aku pergi ke penjual manisan.
Dia bilang dia lagi encok.
Aku mengobatinya. - Benarkah?
Aku meminta sedikit krim Benares . Itu sangat terkenal.
Aku tahu.
Bisa aku minta sedikit?
Biar obatnya bekerja dulu.
Baiklah.
Gayatri.
Gayatri, dengar.
Bukannya kamu mau berendam di Gangga hari ini?
Jika tidak, kamu tidak akan dapat keselamatan.
Mereka baru saja sampai. Biar mereka bersantai dulu.
Mereka akan berendam di Gangga
dan berdoa pada Vishwanath,
semuanya sekalian.
Shambhu!
Air!
Apu, tunggu.
Apa kamu enggak laper habis lari-lari seharian?
Apa kamu jajan di luar?
Jajan apa? - Laddu .
Bener?
Sama peda juga!
- Apa Tn. Ray di rumah? - Tidak.
Saya membawakan kalender untuknya.
Saya pulang telat tadi malam untuk memberikan ini untuknya.
Apa boleh saya taruh di kamarnya? - Iya.
Baiklah.
Kami selalu bawa satu setiap tahun.
Anda akan menemukan hari suci besar disana.
Festival sakral warnanya merah.
Anda tak bisa melewatkannya.
Itu berarti "Kami membungkuk padamu, Dewa Siwa,
Sang pembawa kedamaian,
Sang Shambhu,
terukir dengan bulan sabit
dan dihiasi ular,
yang menggenggam panah indah
dan menghalau kegelapan."
"Oh Tuhan penguasa dunia,
semua tercurahkan untukMu Yang Maha Kuasa.
Semua yang memujaMu adalah yang suci
Semua yang menyanyikan lagu-lagu pujianmu..."
"Lihat!
Dia menangis di dada Krishna.
Tunggu sampai aku beritahu saudaraku."
Lalu Jatila mengajak saudaranya Ayan
ke tempat persembunyiannya dan berkata...
"Saudaraku, lihatlah.
Lihat istrimu Radha.
Dia menangis di dada Krishna.
Tunggu! Kamu mau pergi kemana?"
Sejenak Krishna memberitahu Radha,
"Letakkan bunga di kakiKu sebagai persembahan,
dan akan kubawa wujud dari Kali,
Dewi kesukaan Ayan."
Mau coba mengayun kanabo?
Yakin?
Kalau begitu aku saja.
Kemarilah.
- Siapa yang di atas? - Nanda-babu.
Bilang padanya ibumu memakai semua korek apinya
dan ayahmu belum pulang.
Bilang ibumu butuh dua korek - dua saja.
Nanda-babu.
- Siapa disana? - Saya.
"Saya" siapa?
Oh, Khoka. Masuklah.
Kamu mau apa? - Korek.
- Korek untuk apa? - Ibu mau pakai.
Untuk ibumu? Tunggu sebentar.
Itu obatku. Aku lagi sakit.
Doktor bilang harus minum obat tiap malam.
Ini.
Ibu bilang cuma dua.
Kenapa? Bawa saja sekotak. Aku punya banyak.
Dengar.
Bilang pada ibumu Nanda-babu bilang
tak usah dikembalikan.
Suara anda sangat bagus, tuan.
Salam.
Sepertinya anda juga seorang penyanyi
Iya.
- Apa anda tinggal di dekat sini? - Ada apa?
Saya mencari tempat untuk minum teh.
Sekarang jadi dingin, dan tenggorokan saya sakit.
Lihat? Saya bawa daun teh.
Tentu saja. Ikut dengan saya. Saya tinggal dekat sini.
- Apa anda tidak keberatan? - Tidak.
Nama saya Kalicharan Banerjee, asal dari Satkhira.
Tuhan tahu kalau semuanya baik-baik saja.
Ibu, aku juga mau.
Nanti saja. Bawakan mereka dulu.
Lalu kesini lagi, ada manisan.
Jangan sampai jatuh.
Ini dia.
Anakmu sangat rajin.
Ini.
Teh yang enak.
Dimana anakmu?
Dia anak yang baik. - Khoka?
Ah, disana rupanya.
Hari Selasa aku akan mengajakmu untuk makan-makan di istana Teota.
Kamu akan datang? - Tentu saja dia datang.
Setiap tahun
mereka mengadakan acara makan untuk para Brahmana disana,
dan mereka mengirim undangan untukku.
Apa kamu tidak keberatan kalau aku mengajak anakmu?
Tidak sama sekali.
Aku beritahu kamu
Aku menabung 400 rupee
dengan membuat diriku kelaparan.
Uang yang lainnya juga
dan aku bisa menikah
dengan keluarga yang layak.
Tak bisa bahagia tanpa hadirnya keluarga.
Bukankah begitu?
Baiklah, aku pergi dulu.
Hari-babu?
Apa kau mengenal wanita -
Tidak.
Baiklah. Selamat tinggal.
Pandey pergi menonton Ramlila.
Kali aja bisa ajak Apu.
Dia tak pernah menonton itu.
Apa? - Bisa ambil ini?
Ada apa?
Kenapa?
Badanmu panas. Sudah sejak kapan?
Aku pergi ke pasar,
lalu ke penjual manisan membeli es krim,
lalu ke ghat untuk doa malam.
Terus, pas aku jalan -
Sudah-sudah. Berbaring dulu.
Apu pergi keluar cari kembang api.
Kenapa kamu cari dia?
Apa kita harus memanggil dokter?
- Tidak, tak usah. - Aku tidak mendengarmu.
Tidak, dengar.
Dengarlah...
ada paket obat herbal
di kotak timah.
Berikan aku sedikit.
Campur dengan jahe atau madu.
Biar aku coba dulu. Kali aja berhasil.
Jika tidak, kita lihat saja besok.
Duduklah dengan ayahmu. Dia sedang sakit.
Kemarilah.
Duduk.
No comments yet. Be the first to leave one.