192 บรรทัดแรก
Sudah mekar, ya.
Indahnya.
Ini pertama kalinya kulihat bunga sakura selain dengan keluargaku.
Oi, yang jaketan di sana.
Kami susah-susah membawamu ke sini, jadi kau harus berterima kasih.
Sakura, ya?
Sudah lama aku tak melihatnya.
Apa-apaan itu? Di Jepang 'kan memang banyak terdapat pohon sakura.
Aku lebih suka makannya daripada bunganya.
Nah, ayo makan!
Tunggu.
Yang lain akan segera datang.
Yang lain?
Hiyorin!
Duh, kukira hanya kita bertiga.
Hiyorin!
Nih, hadiah untukmu.
Daikoku!
Hari ini akan kutunjukkan pada kalian kemampuan memasakku.
Terima kasih sudah...
...mengundang kami!
Hiyori, apa kau tak terlalu berlebihan undang mereka?
Sebenarnya masih ada satu lagi.
Satu lagi?
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
pistol penuh dengan peluru berada di satu tanganku
dangan kometa shojuu wo boku wa katate ni motteiru
sambil gemetaran ku menuju tempatmu berada secepatnya
furueta kimi no iru basho he ashi wo hayame mukatteiru
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
hanya untuk menyulut hati yang terburu-buru
aseru kokoro wo sekashita dake
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
terus maju walau tak tahu arah mana yang kutuju
todomaru kehai mo naku susunde yuku
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
awal dan akhir dari mimpi tak masuk akal
owari to hajimari no sakayume
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
semuanya bertumpuk jadi satu
subete kasanatta
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sendirian dalam kamar yang redup ini
usugurai heya hitorikiri
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
suara pintu yang didobrak
DOOR keaburu sono oto wo
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sendirian dalam kamar yang redup ini
usugurai heya hitorikiri
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sudah tak ada lagi yang kutakutkan
mou osoreru koto wa nai yo
memegang pistol terisi penuh peluru
dangan kometa shojuu wo motteta
kutendang puntu yang tertutup rapat
kataku tozasareta DOOR keyabutta
pistol yang mengarah padaku meletus menembus aku yang kemarin
tsuitsuita juukou ga hanete kinou no boku wo tsuranuita
kubuang keputusasaan dan aku yang besok mulai berjalan
uwazumisou zetsubou wo totte ashita no boku wa arukihajimeta
ayo bertemu lagi malam ini
mata konya machiawase yo
Bi-Bishamon?
Bisha!
Dia juga bawa semua Harta Suci-nya!
Oi, oi. Warna pohon sakuranya bisa jadi merah nanti.
Hiyori, apa yang kaupikirkan?
Nona Iki sudah susah payah membuat dan mengantarkan ini.
Nona Bishamon
Pada tanggal 13 April, kami akan menikmati
pemandangan sakura di bawah pohon milik Suzuha.
Kuharap kalian semua mau datang.
Kami akan menunggu kalian.
* Bawa makanan lebih juga boleh!
Hiyori Iki
Di sini tertulis "kalian semua" diundang.
Nona Bishamon, terima kasih sudah menerima undangan kami.
Nah, duduklah di samping Yato.
Ha?
Yato, ini kesempatanmu untuk baikan dengannya.
Kenapa harus dia?
Nona Bishamon.
Pohon sakura ini
sudah dirawat oleh temanku, Suzuha, yang merupakan Harta Suci-mu.
Kalau Anda merasa pohonnya indah, silakan dinikmati.
Tapi, kalau Anda hanya mau bertengkar dengan Yato, sebaiknya pulang saja!
Lancang sekali!
Kazuha.
Pohon sakura yang sangat sempurna.
Aku datang untuk lihat bersama yang lainnya, Suzuha.
Janji di Hari Musim Semi
Nah, kalau begitu...
Semoga hubungan di antara Dewa dan semua Harta Suci-nya semakin erat.
Bersulang!
Bersulang!
Bersulang!
Oi, oi, oi. Harus bagaimana kalau sudah tegang begitu?
Kenapa para Dewa tak bisa diandalkan di saat seperti ini?
Nah, sekarang dagingnya sudah siap!
Daging juga masakan andalanku.
Wah, Paman Ten hebat!
Terlebih lagi, tak kusangka Yato dan Bisha bisa duduk berdampingan dan minum bersama.
Benar sekali, Nona Kofuku. Hanya dengan melihatnya, rasanya mereka bisa jadi pasangan yang baik.
Nah, karena ini adalah reuni penting untuk para Harta Suci, mari kita buat lebih meriah!
Benar. Kelompoknya Bishamon penuh dengan Harta Suci, ya.
Hanya ada Harta Suci! Hahaha.
Silakan tambah.
Tidak, tidak, aku lebih suka menuangkannya sendiri.
Aku anggota Perkumpulan Tuang Sendiri Jepang, atau yang disingkat PTSJ.
Perawatan wajah seperti apa yang Kakak gunakan?
Tak ada.
Jangan begitu, dong, Kak! Rahasianya pasti gunakan banyak krim, 'kan!
Ya, setelah ini perlawanan sinar ultravioletnya semakin menyengat, makanya kita harus hati-hati.
A-Anu...
Ya?
Cepat tanya dia, Karuha!
Eh, adakah cara lain untuk jadi Harta Suci yang diberkahi?
Eh?
Aku juga ingin tahu!
Eh, tanpa sadar aku sudah berubah sendiri.
Dasar.
Padahal aku sudah berharap hanya kita bertiga saja.
Sudah, sudah. Makan ini saja.
Hebat!
Sepertinya enak sekali!
Mesti diteladani!
Aku bisa lihat cinta di setiap sudutnya.
Mari makan.
Bibi Sasaki juga membantuku membuatnya.
Yang ini baru buatanku!
Tapak Touno!
Jari Touno!
Bagaimana kau bisa membuatnya? Mengerikan!
Maafkan aku, ya, Yato.
Aku sudah buat banyak masalah, jadi ini caraku berterima kasih.
Padahal itu bukan salahmu, yang harusnya disalahkan itu dia.
Yato!
Veena!
Nona, panggillah namaku!
Hikenkei!
Inilah pertunjukanku!
Keren! Seperti sirkus saja!
Se-Sejak kapan dia...
Pilihanku untuk mempelajari ini ternyata tepat!
Eh?
Ya, memang butuh waktu untuk bisa baikan.
"Butuh waktu"? Sepertinya sudah terjadi bertahun-tahun, deh.
Terima kasih!
Nona Iki, terima kasih sudah undang kami untuk lihat sakura mekar.
Dengan begini, kurasa hubungan buruk mereka di masa lalu bisa membaik.
Yato dan Veena.
Semoga saja begitu.
Mereka selalu saja bertengkar, di mana pun mereka bertemu.
Terus dan terus saja bertarung.
Pakaian macam apa itu?
Dia itu selalu hebat semenjak pertama kali aku bertemu dengannya.
Aku selalu sembunyi-sembunyi membantunya, bahkan dalam mencari Harta Suci yang bagus.
Dan tentu Yukine lah yang paling dia perlukan.
Yukine, maafkan aku!
Aku juga berutang budi padanya.
Shichi Fukujin adalah kelompok yang sangat dikenal.
Tapi, yang paling terkenal adalah tuan Ebisu dan tuan Daikoku.
Tapi, aku ingin Veena
menjadi Dewi nomor satu!
Veena!
Mi-Mimpi yang indah sekali.
Hari ini adalah hari yang sempurna untuk lihat bunga.
Kalau Yato dan Veena bisa baikan, maka mimpi itu akan jadi kenyataan!
Ya!
Sebentar-sebentar!
Dari mana saja kalian ini?
Apa tujuanmu, Kazuma? Mau berduaan saja?
Anda salah sangka, Tuan Tenjin!
Kazu! Cepat sini!
Tambah meriah, nih!
Me-Memang benar.
Sepertinya tambah meriah, ya?
Kazuma, bawakan aku sake lagi!
No comments yet. Be the first to leave one.