184 บรรทัดแรก
Aku bisa menang!
Melawan Reiner, aku bisa menang!
Hoi.
Hoi, hoi, hoi, hoi, hoi!
Di atasmu!
Menghindar!
Eren!
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
dengan ini kita ingin percaya bahwa tak ada neraka yang lebih buruk lagi
kore ijou no jigoku ha nai darou to shinjitakatta
namun malapetaka bagi umat manusia selalu datang secara tiba-tiba
saredo jinrui saiaku no hi ha itsumo toutotsu ni
ketukan pada gerbang kita datang tanpa terduga
tobira wo tataku oto ha taezu hidoku busahou de
hari yang datang itu benar-benar mimpi buruk bagi kita
manukarezaru saiyaku no hi ha akumu no you ni
wahai kau yang selalu berperang
sugishi hi wo aragau mono
apa pun yang terjadi, mereka harus dimusnahkan
yatsura ha kuchiku subeki teki da
seperti apa ekspresi wajah kita waktu itu
ano hi donna kao de hitomi de
di saat temukan tujuan hidup
oretachi wo mitsumeteita
apa yang harus kita lakukan 'tuk lampaui kekuatan iblis
nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru
kita takkan bisa lebih kuat selama masih pikirkan nyawa kita
inochi sae tamashii sae kesshite oshiku ha koenai
persembahkan, persembahkan, mari persembahkan jantung kita
sasageyo, sasageyo, shinzou wo sasageyo
segala pengorbanan yang kita lakukan demi datangnya hari ini
subete no gisei ha ima kono toki no tame ni
persembahkan, persembahkan, mari persembahkan jantung kita
sasageyo, sasageyo, shinzou wo sasageyo
dengan tangan kalian, ciptakanlah masa depan sesungguhnya
susumu beki mirai wo sono te de kirihirake
Para Pengejar
Distrik Trost
Komandan.
Komandan Pyxis, bangunlah.
Kalau Anda tertidur di sini, Anda bisa sakit, lo.
Sejak kapan Anda minum sebanyak ini?
Anda sudah tak muda lagi.
Saya tak mau kalau disuruh rawat Anda yang sakit-sakitan, lo.
Kalau dirawat sama gadis cantik sih, dengan senang hati kuterima.
Lalu?
Bagaimana situasinya?
Karena tak ada Raksasa yang muncul di baris pertahanan pertama dan kedua,
kami pun kirimkan pasukan pencari,
tapi sepertinya tak ada yang temukan satu Raksasa pun.
Kalau Hannes dan pasukan baris depan yang kelilingi tembok tak alami masalah,
harusnya sebentar lagi mereka sudah kembali.
Kalau tiba sesuai perkiraan, berarti mereka saling bertemu di tengah perjalanan dan kembali, tapi...
Kalau memang begitu, berarti mereka tak berhadapan dengan Raksasa.
Kalau temboknya memang ada yang berlubang, harusnya situasinya tak setenang ini.
Komandan Pyxis.
Oh, Erwin, ya?
Kudengar kau berhasil tangkap satu tikus merepotkan itu, ya.
Ya.
Tapi, kami tertinggal satu langkah.
Tapi, setidaknya hal itu bisa buat orang-orang tembok dalam berpikir juga.
Apa mereka punya kesiapan untuk mati bersama adat kuno mereka itu atau tidak.
Ya, Anda benar.
Lihatlah.
Pasukan Polisi Militer akhirnya langkahkan kaki sampai wilayah yang dihuni oleh Raksasa.
Tapi, tak kusangka kita masih belum bertemu dengan Raksasa.
Jadi, memang tak ada, ya?
Sepertinya begitu.
Anehnya, situasinya begitu tenang.
Mereka masih hidup tidak, ya?
Hoi, hoi.
Padahal kukira situasinya sedang gawat.
Ya, semuanya justru terlihat santai.
Hoi, Levi.
Di mana mangsaku berada?
Ada apa?
Sepertinya kalian merasa kecewa, ya?
Maaf, sepertinya kali ini kalian tak bisa berhadapan dengan Raksasa.
Kalau kalian memang merasa kecewa,
kalian bisa ikuti ekspedisi di luar tembok yang terbuka lebar!
Bagaimana kalau kita gabungkan kekuatan dan hadapi para Raksasa bersama?
Ya, begini...
Kami juga masih punya tugas di dalam...
Pasukan baris depan sudah kembali!
Cepat beri tahu Komandan Pyxis!
Begitu, ya.
Jadi, tak ada lubang di tembok, ya?
Ya!
Sudah kuduga.
Ta-Tapi, sudah terjadi situasi yang gawat!
Saat kami sedang menuju ke distrik Trost untuk berikan laporan,
kami bertemu dengan Pasukan Pengintai yang dipimpin oleh Ketua Hanji.
Bersama dengan mereka, terdapat kadet angkatan ke-104 yang tak bawa perlengkapan tempur.
Dan tiga orang dari mereka...
...adalah Raksasa!
Apa yang kaukatakan?
Jadi, masih ada Raksasa di antara mereka?
Da-Dan tiga orang?
Siapa?
Ah, itu...
Jean, tunggu.
Apa yang terjadi saat identitas mereka terbongkar?
Pasukan Pengintai berhadapan dengan Raksasa Kolosal dan Raksasa Berzirah.
Tapi, saat kami berniat bantu mereka...
...pertarungannya sudah selesai.
Astaga, ini buruk sekali.
Untung saja kita bisa lolos tanpa luka berat.
Orang-orang yang berada di dekatnya terkena uap panas.
Tak ada yang bisa mereka lakukan.
Bagaimana keadaan Mikasa?
Kurasa tak ada luka serius, tapi dia pasti alami guncangan mental serius.
Begitu, ya.
Armin, kau juga belum makan, bukan?
Aku akan cari sesuatu.
Kau harus makan.
Informasi yang Telah Terungkap
Makanan Medan Pertempuran Makanan bernutrisi yang disediakan Pasukan Pengintai. Kue kering bernutrisi tinggi dan makanan kaleng adalah makanan umum untuk sediakan cadangan makanan bagi para prajurit saat jalankan tugas tanpa harus memasaknya. Rasanya sudah ditingkatkan dan tak terlalu buruk.
Mikasa!
Mikasa, Eren...
Apa yang terjadi pada Eren?
Mereka bertiga mengganggunya lagi.
Mereka ambil roti yang kubeli.
Lalu, Eren coba merebutnya sendirian.
Aku sudah coba menghentikannya, tapi...
Tunggu!
Kembalikan!
Sudah kubilang, 'kan?
Aku sudah memakannya.
Paham?
Itu adalah makanan yang senilai dengan jatah makan tiga hari keluarga Armin!
Tak mungkin, 'kan?
Makanan sampah seperti itu?
Hentikan, dong.
Jadi kasihan, 'kan?
Kalau kau mau muntahan rotinya, akan kukembalikan sekarang!
Sudah kubilang, cepat ganti rugi!
Hoi, hentikan!
Hoi!
Para prajurit yang sedang mabuk di sana!
Hentikan perkelahian mereka!
Berisik.
Anak-anak itu hanya sedang bermain, 'kan?
Bermain apanya coba?
Cepat hentikan mereka!
Sudah, sudah, tenang saja.
Seseorang yang lebih bisa diandalkan daripada kami pasti akan segera muncul.
Eren!
Bersiaplah!
Itu Mikasa!
Mikasa, kenapa kau ada di sini?
Eren, kalau kau tak segera pulang dan potong kayu, ibumu akan marah lagi padamu.
Awas kau, jangan remehkan aku!
Sialan kau!
Eren!
Biar Mikasa saja yang urus mereka!
Yang benar saja!
Bagus, Eren!
Jangan sampai kalah dari Mikasa!
Apa yang kaulakukan?
Hentikan perkelahian mereka, dasar pemakan gaji buta!
Apa kaubilang?
Katakan sekali lagi!
Ya, akan kukatakan, dasar pemakan uang rakyat!
Kurang ajar.
Hentikan, suka atau tidak, hal itu memang benar.
Untuk seorang penjual sayuran, pukulanmu bagus juga.
Ayo, kalahkan dia, Hannes!
Kau pasti bisa!
Jangan biarkan pecundang itu kalahkanmu!
Hoi, kalian!
Apa yang kalian lakukan?
Hentikan!
Kembalikan!
Sial!
Hoi, kalian!
Hoi, entah kenapa situasinya jadi bertambah gawat!
Sudahlah, ayo lari!
Berhenti di situ!
Tunggu!
Eren, aku tak perlukan roti itu lagi!
Terima kasih!
No comments yet. Be the first to leave one.