200 บรรทัดแรก
Sub by ®NETFLIX Was It Love - JTBC
LOKASI, KARAKTER, ORGANISASI, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
EPISODE 10
TAHUN 2006
Hei.
- Kau sibuk? - Sedikit.
Kau sedang apa?
Tenggat kontes pekan ini. Jadi, harus selesai secepatnya.
Seharusnya kau selesaikan dari kemarin.
Hadiah kontes kali ini sangat besar.
Pemenangnya dapat 30 juta won.
Kalau begitu, cepat selesaikan.
Setelah itu, kita bisa makan malam bersama.
Baiklah.
300 HARI AE-JEONG DAN DAE-O AKU MENCINTAIMU
300 HARI AE-JEONG DAN DAE-O AKU MENCINTAIMU
Tunggu.
Ini hadiah untukku?
Ada apa denganmu?
Kenapa kau membongkar tasku?
Ae-jeong, aku tidak fokus karena kau.
Kenapa? Aku tak boleh lihat itu?
Bukan begitu.
Aku hampir selesai. Setelah itu, ayo makan malam.
Hei! Noh Ae-jeong!
Hei!
Astaga.
Hubungan kami dimulai
karena dia yang menyukaiku lebih dahulu.
Astaga.
Dae-o, kapan kau mau menikah?
Menikah?
Belum terpikir olehku.
Apa itu? Biasanya orang-orang punya rencana hidup.
Kau tak punya?
Entahlah. Sepertinya hal itu masih sangat jauh.
Apa maksudmu?
Tak lama sesudah lulus, usiamu akan 30 tahun.
Kau mau menikah?
Bagiku, mengurus diriku saja sudah sulit.
Tapi setelah itu, jadi aku yang lebih menyukainya.
Pada akhirnya, kami berpisah karena aku
yang lebih menyukainya.
Kali ini juga akan begitu.
Aku masih mencintaimu.
Walaupun dia yang lebih dahulu menyukaiku lagi,
pada akhirnya, kami akan berpisah karena aku akan menjadi lebih menyukainya.
Tapi kali ini, tak mungkin hanya aku
yang akan terluka.
Namun…
Aku serius dengan semua perkataan
yang sudah kukatakan kepadamu.
Jika itu semua benar,
jika itu semua tulus…
- Pak Cheon. - Astaga.
Siapa kau?
Nona Joo?
Kenapa kau ada di sini?
Kenapa kau baru datang? Aku sudah lama menunggumu.
- Ada apa? - Kejutan.
Aku mau makan ini denganmu.
Jokbal yang kenyal.
Jokbal ? Kenapa tiba-tiba?
Ada punya hal yang ingin kutanyakan tentang skenario,
jadi, aku mau mengobrol denganmu.
Begitu.
Tetap saja, bukankah terlalu larut untuk mengobrol?
Pak Cheon, aku Joo A-rin.
Aku sangat sibuk, dan jarang sekali bisa punya waktu luang.
Aku sudah datang sampai ke sini. Kau keterlaluan.
Lantas, kau mau ke bar?
Tak mungkin.
Orang-orang akan bergosip jika aku minum dengan pria.
- Tak bisa begitu. - Lantas?
Kurasa…
Kita bisa makan di rumahmu.
Apa?
Nona Joo!
Cepatlah kemari.
Rumahku berantakan.
Ternyata kau sangat suka jokbal .
Ya. Ini makanan terbaik untuk melepas stres.
Ada yang membuatmu stres?
Ya, ada.
Makanan ini kenyal.
Jadi, stresmu bisa hilang saat mengunyahnya.
Cobalah, Pak Cheon.
Coba makan sambil membayangkan orang yang membuatmu kesal.
Tapi apa orang sepertimu juga bisa marah?
Orang seperti aku?
Maksudku…
Kau orang yang terkenal sangat baik.
Katanya tak ada yang pernah melihatmu marah.
Itu pertanyaanku. Kenapa mereka membuatku tak bisa marah
sehingga tak ada yang pernah melihatku marah?
Apa maksudmu?
Mereka seenaknya memanggilku malaikat,
jadi, aku tak bisa hidup dengan sifat asliku.
Sebenarnya. sifatku sangat buruk.
Begitukah?
Tapi semuanya menyukaiku jika aku tersenyum dengan ramah.
Aku hanya tersenyum mengikuti yang orang-orang mau.
Namun, kenapa mereka bilang aku palsu?
Mereka bilang aku sok baik.
Kau pasti sakit hati.
Kenapa kau melihatku begitu?
Maafkan aku.
Kau mirip dengan orang yang pernah kukenal.
Kau tak apa-apa?
- Sakit sekali. - Kau berdarah.
Tunggu sebentar.
Menyebalkan. Ini baju dari sponsor.
Tamatlah aku.
Jika mau, kau bisa pakai ini.
Di rumahku tak ada obat, jadi, aku beli dahulu.
Tak perlu, Pak Cheon.
Aku akan beli dahulu. Sementara itu, tenangkanlah dirimu.
Bukan begitu. Kau boleh marah sesukamu…
Maksudku…
Buat dirimu nyaman.
Aku sungguh tak apa-apa.
Tapi kau tokoh utama film kami.
Aku akan segera kembali. Tunggulah di sini.
Baiklah.
Kenapa? Kau tak bisa selesaikan ini di depanku?
Bagaimana jika kau akui saja bahwa kau menyontek?
Aku tak pernah lakukan hal itu.
Hyo-sim, coba tanya kepada semua orang.
Apa tampangmu cocok dengan nilaimu?
Bagaimana bisa anak bodoh sepertimu dapat nilai 98?
Kau tak mungkin bisa.
Jadi, jangan lagi berbohong seperti ini.
Hiduplah seperti kau biasanya, Hyo-sim.
Baiklah.
Aku juga tak mau lagi berusaha karena orang sepertimu.
Ko Hyo-sim! Berhenti di situ!
Hentikan!
Berikan kepadaku.
Semuanya.
Bagaimana bisa murid SMA merokok?
Kau sudah gila? Apa ini?
Ini rapormu?
Kau…
RAPOR
Apa? Nilaimu 98?
Kenapa? Kau pikir aku menyontek?
Mana mungkin begitu. Kau muridku.
Kau hebat.
Kau percaya kepadaku?
Mana mungkin aku tak percaya? Kau sudah berusaha keras.
Tentu nilaimu akan baik.
Jangan bakar rapor ini.
Simpan dengan baik. Ya?
Lalu perlihatkan kepada ibumu.
Aku akan simpan rokok ini.
Kau sudah berusaha keras.
Kenapa kau menangis? Karena tak dapat nilai 100?
Kau sudah hebat.
Ada apa selarut ini?
Kemarin aku hanya ingin istirahat sejenak.
Aku pergi tanpa bilang kepada Kwae-nam.
Aku sudah memarahinya, Bu.
Sepertinya dia sangat stres karena akan segera mulai syuting.
- Benar, 'kan? - Aku paham.
Aku juga tak akan bisa hidup tenang jika menjadi dirimu.
Kau pasti ketakutan selama ini.
Tentunya begitu.
Karena tiba-tiba anakmu muncul.
Jangan khawatir.
Walaupun begitu, hal ini tak akan memengaruhi kariermu.
Bu Song, biar aku jelaskan.
- Jadi… - Tak perlu.
Mulai hari ini kau dikeluarkan.
- Apa? - Kau bukan manajer Jin lagi.
Maaf, tapi aku tak bisa begitu.
Karena…
aku yang memecatmu.
- Jin! - Ryu.
Maksudmu kau akan putus kontrak denganku?
Benar.
Karena kontrak itu,
aku berada di sampingmu selama sepuluh tahun.
Aku akan kirimkan dokumen dari pihakku.
Tolong siapkan semua proses pemutusan kontrak.
Tapi, Jin…
Jin?
Perkataanmu tadi…
tak serius, 'kan?
Kau hanya mau menakuti Bu Song, 'kan?
Aku serius.
Aku tak akan mempertaruhkan karierku untuk menakuti seseorang.
Lantas sekarang bagaimana?
Pertama, mari tinggalkan rumah ini.
Aku akan memutuskan semua yang berkaitan dengan Bu Song.
Kwae-nam, aku pergi keluar dahulu.
Ke mana?
Dia tak boleh
mendengar hal ini dari orang lain.
Aku akan menemui Ha-nee dahulu.
No comments yet. Be the first to leave one.