Dororo

Dororo (どろろ)

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

Dororo - 09
ความคิดเห็นโดย Inisial ZA
09. Kisah Tanpa Belas Kasih

แท็ก

other
เผยแพร่เมื่อ: 2019-03-18
ดาวน์โหลด: 33
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

118 บรรทัดแรก

Kau tak bosan? Sepanjang hari kau terus cium sesuatu.

Sudah cukup!

Aduh, duh.

Lo? Aneh sekali.

Episode 9

Kisah Tanpa Belas Kasih

"Kisah Tanpa Belas Kasih."

Ada apa?

Dororo.

Dororo badannya panas.

Sakit, ya?

Tapi aku ini hanya seorang petani.

Aku tak punya obat. Tak tahu cara menolongnya.

Maaf, ya.

Ibu.

Ada apa gerangan?

Ibu.

Tenanglah. Tidurlah lagi.

Tempat ini adalah kuil.

Temanmulah yang membawamu kemari.

Abang?

Abang!

Tak boleh.

Abang! Lagi-lagi, dia tinggalkanku lagi.

Jangan khawatir. Dia hanya ambil air.

Takkan ada yang tinggalkanmu.

Aku benci Manjushage.

Mengingatkanku akan ayah dan ibu.

Apa orang tuamu sekejam itu?

Bukan begitu!

Bukan begitu.

Ayah dan ibu adalah orang yang tegar dan baik hati.

Ayah, lain kali bawa aku juga.

Kalau diperbolehkan ibumu.

Si tuan samurai itu sudah datang.

Ya 'kan, Ketua?

Wajah mereka pucat seperti baru lihat setan saja.

Padahal sekarang kita takkan kalah oleh pasukan Daigo itu sekalipun.

Tak akan.

Selanjutnya, kita mau ke mana?

Benar juga, ya.

Ayo ke ibu sana.

Padahal aku ingin dengar.

Dororo, nanti kuajak main.

Tak mau.

Ibu!

Aku ingin pergi dengan ayah!

Ibu sudah bilang tak boleh, 'kan?

Aku juga bisa hajar orang-orang jahat itu!

Kalau badanmu sudah agak besar lagi, ya.

Aku maunya sekarang! Maunya sekarang!

Kau mau Ibu taruh di atas pohon lagi?

Pipimu kenapa menggembung begitu? Ingin coba jadi tupai?

Aku bukan tupai.

Kau sedang apa?

Lempar batu. Aku tak boleh pakai pedang, jadi, beginilah caraku mengusir orang jahat.

Wah, bagus juga cara berpikirmu.

Tapi Dororo, sekarang ini kau tak bisa hidup hanya dengan kendalikan kekuatan.

Gawat!

Ada samurai yang kemari!

Dororo, sembunyilah di sana!

Ketua!

Kemari untuk balas dendam, ya?

Kalian harus bayar perbuatan kalian, dasar bajingan!

Kami hanya menyerang samurai.

Jangan paksa kami jadi keparat rendahan seperti kalian!

Tutup mulut kalian!

Dororo!

Ibu.

Ibu.

Jangan cemas. Ayahmu tetaplah ayahmu.

Ya.

Bagaimana sekarang?

Kita harus segera cari orang dan bersatu kembali.

Kita tak boleh lari begitu saja demi yang sudah kehilangan nyawanya.

Ojiya, kita akan pindah untuk sementara waktu.

Kau benar.

Di zaman ini, perampok sudah jadi momok di suatu wilayah tiap daerah.

Keberingasannya membuat hati dirundung ketakutan.

Para samurai yang sudah kehilangan tuannya pun membentuk gerombolan tersendiri

dan masyarakat yang miskin pun bersatu dengan mereka agar mampu bertahan hidup.

Tiap orang punya alasan bergabung.

Terdapat gerombolan Hibukuro yang terdiri dari para petani dan hanya menyerang samurai.

Segerombol perampok yang amat langka.

Eh, Ayah.

Kenapa Ayah dan yang lain hanya melawan samurai?

Untuk beri mereka pelajaran

agar mereka perlakukan kita sebagai manusia.

Memperlakukan? Memangnya para samurai tak memahaminya?

Tidak. Kurasa mereka sudah cukup dapat pelajaran sekarang.

Apa maksudmu?

Lihat saja. Kau sudah bangun gerombolan kuat.

Kenapa mulai sekarang kau tak menatap masa depan saja?

Kalau kau akrab dengan Yang Mulia, dia akan memberimu jabatan bagus.

Itachi, kau sudah lupa dengan yang mereka perbuat pada kita?

Karena peperangan yang disulut oleh para raja,

orang tua dan kerabat kita pun terbunuh seperti serangga.

Bukankah mereka sudah bakar habis kampung yang sudah kita bangun?

Ya, aku sudah melupakannya.

Kita tak bisa terus-terusan terjebak dengan masa lalu.

Kalau mau, kau bisa bergabung dengan pasukan samurai mulai sekarang.

Dasar tak tahu malu!

Hoi, ucapanku tak salah, 'kan?

Ucapkan sekali lagi dan akan kumasukkan benda ini ke mulutmu.

Aku mengerti.

Pasukan Yanagimoto itu kelelahan melawan Daigo.

Kalau mau menyerang, sekarang saatnya.

Maju!

Sayang!

Ibu!

Ojiya! Dororo!

Jelaskan semua ini, Itachi!

Ketua, tak lama lagi seluruh tempat ini akan jadi medan perang.

Sekarang adalah zaman para samurai.

Di dunia ini, kepala batu sepertimu takkan mampu bertahan hidup.

Akan kurebut pasukanmu.

Dasar keparat!

Akan kuhabisi kau!

More Indonesian subtitles for Dororo

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left