ข้อมูลรุ่น

선배-그-립스틱-바르지-마요-She-Would-Never-Know-E08-NEXT-iQIYI 💕
ความคิดเห็นโดย ParkMinYoung
‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏💚‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏‎ ‎‏‏

แท็ก

other
เผยแพร่เมื่อ: 2021-02-09
ดาวน์โหลด: 19
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Karakter, kejadian, tempat dan lainnya dalam drama ini hanya fiksi belaka

BM, aku ke lantai bawah dulu.

Baik.

Akhir-akhir ini, perusahaan akan mengumumkan proyek ke Eropa.

Tenang saja, namamu tak akan ada di daftar.

Sebelum ke Eropa aku akan mengurus pekerjaan dari KLAR.

Jadi, mungkin akan sering bertemu.

Kau tak perlu pikirkan.

Dua tiga bulan ke depan mungkin tak terlalu nyaman, bertahanlah sebentar.

Kau juga jangan keberatan.

Aku tak masalah.

Ini akan jadi saat terakhir kita berbicara berdua.

Masalah kita, jangan pernah ungkit lagi.

Kau tak perlu khawatir, aku juga berharap begitu.

Baik.

Kenapa kalian bisa bersama?

Ayo pergi, Senior.

Sekarang kembalilah.

Kau seharusnya sangat sibuk, harus kembali bekerja.

Baik.

Perkataanmu tadi...

Itu.

Sejujurnya aku pernah bertemu wanita itu di mall.

- Di mall? - Benar.

Jadi, kukira itu karyawan di mall.

Namun tadi melihatnya bersamamu, aku langsung kaget, sehingga...

Apakah dia karyawan perusahaan?

Dia anggota timmu?

Benar, anggota timku.

Karyawan pria tadi, apakah mereka pacaran?

Benar.

Ternyata begitu, mereka sangat serasi.

Kalau begitu aku pergi dulu.

- Hati-hati di jalan. - Baik.

EPISODE 8

Ah, lelah sekali.

Sangat lelah, 'kan, Agen?

Aku siapkan segelas kopi untukmu.

Kopi panas.

Terima kasih.

- Manis dan enak. - Iya, 'kan?

Jika lelah, panggil aku saja.

- Baik. - Baik.

Enak.

Bagaimana ini? Bagaimana memindahkannya?

Sungguh sangat berat.

Biar kupindahkan.

Aku saja yang pindahkan, Agen.

- Aduh. - Karena berat.

Sungkan sekali, pindah ke gudang.

Gudang, ya?

- Mohon bantuanmu. - Baik.

Song-ah.

- Sudah pulang kerja? - Iya.

Hati-hati di jalan.

Hyun-seung, apa yang terjadi padamu dan Agen An?

Agen An?

Apakah kau melakukan kesalahan? Kenapa selalu membantunya?

Tidak, tak ada masalah.

Benarkah?

Tunggu.

Mau ke mana?

Maaf, tadi itu...

Sudahlah, tak perlu menjelaskan.

Kau melakukannya untuk membantuku, 'kan?

Senior, itu...

Kembalilah.

Kamu?

Tiba-tiba aku ingat ada yang harus kuurus.

Kau naiklah dulu.

Baiklah.

- Sampai jumpa nanti. - Baik.

Berhutang budi padanya.

- Budi? - Benar, benar.

Hutang budi apa?

Pintu liftnya tertutup.

Ya, Senior.

Jangan bekerja terlalu malam.

Baik, sampai jumpa besok.

Mengejutkanku! Mengejutkanku!

Agen An.

Kenapa aku tak menyadarinya?

Begitu tak terlihat.

Ya ampun, ternyata yang kau sukai itu adalah Song...

Jangan!

- Agen An. - Aku mengerti.

Untung aku yang melihatnya.

Jika orang lain, perusahaan akan heboh.

Jika ada perlu, katakan saja padaku.

Begitu menyukainya?

Kasihan, sungguh kasihan.

Aku akan terus mendukungmu.

Lantai satu.

Lantai satu, baik, lantai satu.

Semangat.

Hati-hati di jalan.

Lee Jae-woon, kapan kita bisa bertemu?

Kapan kita bisa bertemu?

Tak disangka begitu cepat sudah bisa bertemu.

Aku hanya bertanya padamu, kebetulan kau juga belum makan.

Namun, kulihat sepertinya kau tak banyak makan.

Itu...

Tak perlu memaksa, kau akan sakit perut.

Apakah merasa tak senang?

Karena aku berbohong bahwa aku sudah makan.

Pria yang tak berbohong akan lebih baik, 'kan?

Baik, aku tak akan berbohong lagi, meski itu hal kecil.

Apakah kau memang seperti ini, begitu mengikuti pendapat orang lain?

Karena itu kamu, barulah aku begitu.

Ngomong-ngomong, apa pekerjaanmu?

Membuat pakaian.

Pakaian apa? Pakaian juga banyak jenis.

Buat gaun pengantin, meneruskan bridal ibuku.

Sayang sekali.

Jika tahu dari awal, aku akan memintamu membuat gaun pengantin adikku.

Tidak, lebih baik jangan meminta bantuanmu.

Emosinya itu...

- Apakah aku salah bicara? - Apa?

Adik ipar yang emosinya buruk,

apakah akan meninggalkan kesan buruk?

Kita sekarang baru makan bersama sekali.

Ah, benar.

Cepatlah makan, aku minum air dingin, agar lebih bersemangat.

Aku mau pesan air dingin.

Sekarang kita belum tahu umur masing-masing.

Usiaku 37 tahun.

Beda dua tahun dariku.

Jadi, umurmu 39 tahun?

Aku?

- Kalau begitu... 35 tahun? - Benar.

Kenapa bingung? Tak mungkin.

Aku sangat suka tempat ini.

Apakah tak suka denganku?

Minggir.

Di mana pemilik anjing ini?

Jalanlah di belakangku.

Anjing, kenapa kau sendirian di sini?

Shing-ah.

Maaf, aku tak menangkapnya dengan baik, sungguh maaf.

Tak masalah.

Sampai jumpa.

Apakah kau baik-baik saja?

- Ini... - Ah.

- Aku masih sangat takut. - Apa?

Kenapa di sini banyak anjing kecil?

Ke tempat lain saja...

Kelas memasak

Sepertinya masakan ini lumayan juga.

Masih bisa dibuat seperti ini.

Kelas memasak masakan rumah yang enak, 1.Salad tahu 2.Mie lobak.

Makanan Korea kualitas tinggi

Ibu, apa yang sedang kau lihat, begitu seru.

Apa?

Apakah lebih menarik dari punyaku?

Aku juga mau lihat.

Apakah sungguh melihat ini?

Benar, aku melihat ini.

Bukan ini.

Sepertinya terlihat sangat seru.

Ha-eun, waktunya tidur.

Ayah.

Kau sedang apa? Begitu serius.

Sudah kubilang, 'kan?

Aku dan Koki Ryu membuat janji untuk ikut kelas masak bersama.

Aku sedang cari apa yang bisa dijadikan referensi.

Jangan berlebihan, kau pasti sangat lelah.

Tak perlu khawatir, akan kuatasi sendiri.

Temanilah Ha-eun tidur.

Oh iya, Ha-eun.

Selamat malam, Ibu.

Selamat malam, putriku.

Masuklah.

Mioma di rahim membesar.

Membesar?

Bukankah selalu tak berubah?

Akhir-akhir ini sedikit sakit, 'kan? Juga ada sedikit darah.

Perutku tiba-tiba sakit, jadi aku kemari.

Kulihat akhir-akhir ini membesar.

Meskipun persentasenya rendah, lebih baik operasi dan lakukan biopsi.

Apakah aku mengidap kanker?

Sekarang sulit dipastikan, operasi saja dulu.

Putriku

Mu:bla mencari karyawan baru

Keluar dari Asia dan mendunia! Produk kosmetik KLAR menerima karyawan baru

Senior, biar aku saja.

- Kamu? - Iya.

Terima kasih.

Persiapan kita hampir selesai, 'kan?

Sepertinya iya.

Dilihat seperti ini, aku merasakan sesuatu yang baru.

Saat pertama kali aku bertemu dengan Senior di sini

masih teringat begitu jelas.

Benar, bertemu denganmu di sini, sungguh ajaib.

Saat itu aku tak menyangka masih bisa bertemu lagi.

Terima kasih untuk saat itu.

Terima kasih sudah membelikan makanan untukku.

Saat itu aku sungguh sangat lapar, kurasa aku bisa melakukan apa pun.

Bahkan sampai ingin mematahkan kaki meja dan memakannya.

Kaki meja?

Kaki meja.

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left