200 บรรทัดแรก
Amiya.
Perubahan rencana.
Eh?
Kita batal bertemu.
Lungmen...
Lungmen dalam bahaya.
Apa karena serangan Reunion?
Ch'en?
Jawab aku, Ch'en!
Kak,
kami sudah memancing mereka!
Mereka segera sampai ke sana!
Kerja bagus.
Ada kemungkinan bala bantuan musuh. Tetap waspada.
Mereka datang.
Cukup sampai di sini, Rhodes Island.
Tidurlah kalian.
Apa?
Apa yang komandan musuh tunggu?
Kak! Di atas!
Antara suhu dinginmu dengan panasku
ayo adu siapa yang lebih kuat!
Kau...
Semuanya, mundur! Pergilah dari sini sekarang juga!
Kak, hentikan!
Mundurlah, Big Bear.
Kita tak boleh membiarkan mereka!
Kak, kami segera menolongmu...
Ini perintah!
Mundur!
Kak!
Kak!
Kak! Kak!
Kak!
Doctor!
Doctor!
Amiya, tak ada gunanya menggali tanpa petunjuk.
Aku dapat merasakannya.
Aku dapat merasakan perasaan Doctor!
Aku yakin dia ada di dekat sini!
Tunggu!
Kami bukan ingin menyerang!
Bisa beri kami kesempatan bernegosiasi?
Begitu katanya, bagaimana?
Mungkin ini jebakan.
Baiklah!
Mohon kau turun sendirian.
Baik!
Mencurigakan sedikit saja, aku akan langsung menghajarmu.
Siaga untuk bertarung kapan saja.
Kau pemimpin Rhodes Island, ya?
Ya.
Kami menginginkan gencatan senjata sementara.
Gencatan senjata?
Komandan kalian juga terjatuh, ya?
Ya.
Lagi pula, tujuan kami bukanlah menghabisi kalian.
Ada laporan kalian sudah membunuh Alex.
Skullshatterer.
Benar.
Setelah kakak dengar itu, dia mewaspadai kalian.
Dia ingin menghabisi kalian di sini supaya kalian tak ke Lungmen.
Amiya.
Itu benar, aku sudah...
Maaf.
Tak perlu minta maaf.
Kalian hanya bertarung bertaruh nyawa.
Memang tak bisa diapa-apakan lagi.
Tetapi sekarang, lebih penting menolong rekan masing-masing dibanding saling membunuh, 'kan?
Selain itu...
Pemimpin kita sama-sama kelinci!
Entah kenapa jauh sekali dari kesan iblis, ya.
Kukira mereka kelompok berdarah dingin yang keji.
Kami juga tak ingin bertarung sia-sia.
Kalian juga
bukan datang untuk memburu Reunion, 'kan?
Ya, tak pernah sedikit pun.
Kalau begitu, ayo sama-sama selamatkan rekan kita.
Bagaimana?
Baiklah.
Rhodes Island sepakat untuk gencatan senjata.
Syukurlah!
Teman-teman! Mereka sepakat!
Turun sini!
Ayo selamatkan kakak!
Oke, Semuanya!
Ayo segera selamatkan mereka!
Kelinci Rhodes Island.
Terima kasih sudah mendengarkanku.
Ayah.
Ayah. Ayah.
Rasanya...
Rasanya dingin, Ayah.
Tidak.
Jangan pergi.
Jangan tinggalkan aku lagi.
Kau baik-baik saja?
Kau mengigau sejak tadi.
Apa kau bermimpi buruk?
Mundur!
Kenapa kau tak membunuhku sebelum aku siuman?
Apa kau mengasihaniku?
Aku bukan bertarung untuk membunuh.
Selain itu...
Kau sangat kedinginan.
Aku tak dapat merasakan dingin.
Aku tak akan membunuhmu untuk sekarang.
Sekarang kita impas.
Sepakat.
Kau seperti sedang mencari jalan keluar, ya?
Ya,
tetapi kita benar-benar terkurung dari semua arah.
Kalau sembarangan bergerak, mungkin akan runtuh lagi.
Samar-samar terdengar ada yang menggali.
Mereka sedang berusaha menyelamatkan kita.
"Kita"?
Kalau ada pertolongan, maka salah satu dari kita akan mati di sini.
Belum tentu juga.
Meski tadi aku bilang kita impas,
tetapi bisa kau dengarkan satu permintaanku?
Katakan.
Mendekatlah kemari.
Kau yakin?
Ya.
Aku menyimpan permen dalam kantungku.
Ambilkan satu dan suapkan ke mulutku.
Hati-hati jangan menyentuh kulitku.
Yang ini?
Benar, yang itu.
Bisa kau angkat kepalamu sedikit?
Aku sedikit tenang sekarang.
Syukurlah.
Kau mau coba juga?
Imbalan karena sudah mendengar permintaanku.
Tak ada racunnya.
Pedasnya mengerikan.
Maaf.
Dahulu aku sering jail seperti ini.
Tetapi kini mereka sudah kebal dengan trik ini.
Aku merasa mereka sangat memercayaimu.
Mereka memanggilku "Kakak" tanpa memandang usia,
dan selalu menghormatiku.
Kami sudah hidup bersama sejak kecil, sudah seperti keluarga.
Di mana orang tua kalian?
Semua orang dewasa dibunuh.
Diundi satu per satu.
Di dalam tambang kecil itu
terdapat kamp pekerja paksa yang mati sebagai hiburan.
Kami lahir dan tumbuh di sana.
Kemudian pada hari itu, kami seharusnya dibunuh sesuai undiannya.
Tetapi kami berhasil bertahan hidup.
Buldrokkas'tee,
mantan pahlawan Ursus datang menyelamatkan kami.
Benar.
Pria yang kini dikenal sebagai Patriot adalah sosok ayah bagiku.
Meskipun cara kami memandang organisasi ini agak berbeda.
Kenapa kau bergabung dengan Reunion?
Ah, maaf, aku kelewatan.
Permen ini adalah buatan gadis itu.
"Gadis itu"?
Dia dahulunya adalah sahabat baikku.
Saat kami baru bertemu, dia masih tak berdaya.
Semua ucapannya hanya tentang cita-cita omong kosong.
Meski begitu, dia mengajakku untuk bersamanya.
Seolah-olah tak ada dusta dalam tatapannya.
Tetapi sekarang,
segalanya sudah berubah.
Chernobog sudah hancur akibat Catastrophe,
dan banyak yang meninggal atau terinfeksi.
Kalau memang ini yang dia inginkan,
maka hari-hari saat masih kulihat tatapan itu,
apa semua itu berarti hanya kebohongan?
Kalau begitu, aku akan membuatnya menebus pengkhianatannya.
Tetapi si kepala fosil itu pasti tak akan membiarkanku melakukannya.
Kuberi tahu kau satu hal.
Dia berencana membangun kembali Lungmen menjadi kota yang dikuasai para terinfeksi.
Tunggu dahulu.
Kenapa kau memberitahukannya kepadaku yang musuhmu?
Benar, tatapan itu.
Aku yakin kau tak akan menjadi pembunuh.
Aku...
Aku bahkan tak mengenal diriku sendiri.
Mungkin aku bukan manusia seperti yang kau katakan.
Tak ada salahnya meragukan diri sendiri.
Kalau tak begitu...
Kau baik-baik saja?
Jangan sentuh aku!
Kalau kau menyentuhku,
kau tak akan selamat meski pakaianmu berlapis-lapis.
Tubuhku lebih dingin dari musim dingin.
Aku bahkan tak dapat merasakan dingin atau hangat.
Jadi, itu sebabnya rasa permennya...
Meski aku minum air mendidih pun, yang ada organ dalamku akan terbakar.
Hanya ini satu-satunya yang dapat memberiku kehangatan sesaat.
Alangkah baiknya kau tak memakai Arts lagi.
Apa kau mau menggantikanku untuk bertarung?
Tetapi kau bisa mati.
Mau aku pakai atau tidak...
Waktuku tersisa sedikit.
Di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.