200 บรรทัดแรก
- Aku bersiap. - Baiklah.
- Baiklah. Kamera merekam. - Baik.
- Hati-hati melangkah. - Baiklah.
Lewat sini?
Ya.
Angie, kau bilang ingin mendengarkan panggilan 911 itu.
Ya.
Kau bisa langsung tekan mulai.
911, ada keadaan darurat apa?
Temanku menelepon. Katanya dia harus ke rumah sakit
dan teleponnya mati.
Aku sedang menuju ke sana.
Dia masih sadar?
Tadinya. Dia tak menjawab teleponnya.
Siapa namanya?
Namanya Justine Siemens.
Berapa usianya?
Dia 39 tahun.
Kami sudah berteman selama sepuluh tahun.
Selasa malam, ibuku meneleponku dan bilang,
"Justine menelepon Ibu."
TEMAN JUSTINE
"Katanya dia harus ke rumah sakit
dan dia terdengar aneh."
Baiklah, coba kita lihat.
Ini dia. Aku akan menepi.
Tunggu. Aku akan ke pintu dan melihat keadaannya.
Aku bergegas ke pintu depan,
pintunya tak pernah dikunci, tapi saat itu dikunci.
Justine? Apa kau di dalam?
Kau dengar sesuatu di dalam?
Tidak.
Justine, kau di dalam?
Kau sudah di dalam?
Aku tak bisa masuk!
Jadi, aku ke pintu belakang dan mendengar...
Justine! Astaga, dia berteriak!
Setelah teriakan pertamanya, kudengar suara gedoran.
Kupikir dia memukul dinding
agar aku bergegas.
Kucoba membuka pintunya, tapi tak bisa.
Kucoba mendobraknya dan dia berteriak lagi.
Dan kudengar suara gedoran lagi.
Itu teriakan paling memilukan yang pernah kudengar.
Ambulans akan datang, Sayang!
Jadi, aku berputar ke sisi lain rumah
dan mencoba mendobrak pintu depan.
Aku datang!
Mereka dalam perjalanan.
Baiklah.
Tiba-tiba pintu garasinya terbuka.
Kupikir, "Apa-apaan? Bagaimana bisa kulewatkan itu?"
Justine!
Jadi, aku berlari ke dalam rumahnya.
Ben Foster keluar dan kubilang...
Apa yang terjadi?
Kau sudah di dalam?
- Dia terkena serangan jantung. - Sungguh?
Katanya dia mengalami serangan jantung!
Kenapa kau tidak menelepon ambulans?
Dia bilang, "Kau masuklah dan bawa dia,
akan kusiapkan mobil dan membawanya ke rumah sakit."
Apa yang terjadi di sana?
Pria yang barusan di sini sudah pergi. Justine!
Aku berlari ke dalam dan begitu masuk, Justine ada di sana.
Justine. Aku di sini, Sayang.
Aku di sini.
Apa dia menyakitimu?
Ada tali di lehernya!
Astaga. Sekujur tubuhnya memar!
Justine!
Astaga, Sayang! Mereka datang.
Itu sangat mengerikan. Dia tidak bergerak.
Astaga! Ada darah di mana-mana.
Astaga, cepat!
Cepatlah!
Aku di sini, Sayang.
Apa-apaan ini?
24 JANUARI 2023 GRANTS PASS, OREGON
Yang kutahu wanita 39 tahun tak sadarkan diri.
- Dia berteriak, "Tolong aku!" - Baik.
Dulu aku bekerja di Kepolisian Grants Pass,
aku bertugas sebagai letnan divisi penyelidikan kejahatan.
Panggilan masuk pukul 19.00.
Kami segera mengerahkan petugas ke sana.
- Cepat. - Mereka segera datang.
Pria gila itu pernah melakukan ini di Vegas sebelum Justine.
Kau kenal dia?
Aku tahu siapa dia. Dia punya riwayat memukuli orang.
Dia masih sadarkan diri?
Tidak!
Halo?
Masuklah. Di belakang sini. Di belakang!
Ada siapa saja di rumah?
- Hanya dia. - Dia baik-baik saja?
Ada tali di lehernya.
Baik, berdirilah di sini. Siapa namanya?
Justine.
Kirim petugas medis.
Aku sudah menjadi penegak hukum selama lebih dari 33 tahun dan...
Aku melihat sangat sedikit kasus yang seburuk dan sekeji ini.
Jelas Justine telah disiksa dan disakiti dengan sangat parah.
Wanita sekitar usia 30 tahun, telanjang.
Wajahnya dipukuli sampai babak belur.
Aku bertugas sebagai detektif di divisi penyelidikan
di Kepolisian Grants Pass.
Tolong hati-hati dengan barang buktinya.
Korban, Justine, tak sadarkan diri. Dia tak merespons.
Dia dibawa ke rumah sakit di Medford.
Siapa nama pria gila yang dikencani Justine?
- Benjamin apa? - Baiklah, pelan-pelan sedikit.
Benjamin Obadiah Foster.
Kami langsung mendapatkan tersangka. Dia bernama Ben Foster.
Apa mereka sepasang kekasih?
- Ya. - Sudah berapa lama mereka berpacaran?
Beberapa bulan.
Dia mengenakan apa?
Rambutnya dikuncir dengan aneh. Aku melihat itu.
Aku tahu itu dia. Aku bertemu dia beberapa hari lalu.
Angela mendeskripsikannya dengan cepat.
Ben pernah ditahan di Las Vegas karena menyerang mantan pacarnya.
Namanya sesuai dengan pernyataannya, mereka sudah memeriksanya.
Ada catatan kejahatannya di Clark County.
Itu nama yang kuperiksa, Benjamin Foster.
- Bagus. - Kami mengungkap
Benjamin Foster terlibat
dalam beberapa insiden di Las Vegas
dan punya banyak kesamaan dengan insiden di Grants Pass.
Grants Pass adalah kota kecil.
Biasanya, kami menangani banyak kasus gangguan publik, pencurian,
dan kejahatan tingkat rendah.
Seharusnya insiden seperti ini tak terjadi di Grants Pass, Oregon.
Aku sangat cemas.
Kami mencemaskan masyarakat kami.
Kami tahu harus menangkap pria itu.
Bagaimana jika ada korban lain?
JANUARI 2023
JUNI 2012
Aku pernah berpikir Ben adalah jodohku.
Sulit menjabarkan emosi yang kita rasakan
saat kita mencintai seseorang dan,
sayangnya, orang itu bisa saja membunuh kita.
AMBER LAS VEGAS, NEVADA
SELAMAT DATANG DI LAS VEGAS, NEVADA
Aku bertemu Ben di musim panas tahun 2012.
Kami bekerja di kelab siang di hotel mewah Las Vegas.
Dia seorang pramumeja dan aku pelayan.
Dia tampan, tinggi, dan atletis.
Bermata biru terang, berambut gelap.
Dia sangat pintar. Kurasa pada awalnya, itulah yang membuatku tertarik padanya.
Aku tak yakin apakah ingin menjalin hubungan,
tapi akhirnya itulah yang terjadi.
Kami berpacaran sekitar satu tahun sebelum tinggal bersama.
Ben bisa bersikap sangat manis.
Dia biasa meninggalkan catatan,
"Hei, kuharap harimu indah. Aku mencintaimu."
Hubungan kami berjalan normal.
Kami pergi kencan makan malam, kami ke Disneyland,
kau tahu, nongkrong dengan teman kami.
Tapi Ben tidak begitu nyaman berada di sekitar banyak orang.
Dia tipe yang sangat penyendiri, sangat tertutup.
Kurasa Ben mungkin merasa sedikit cemburu.
Aku membantu mantanku tinggal di negara ini, dia orang asing.
Dan Ben menjadi sangat kesal
karena aku terus membantu orang itu.
Dia mulai tergesa-gesa menanyaiku.
Tidak membentak, tapi dengan nada tegas,
bukan nada bicara yang biasanya.
Dan dia jelas terlihat kesal.
Aku tidak mengerti kenapa dia begitu kesal.
Mantanku berhubungan dengan orang lain, dia sudah bertunangan.
Jika kupikirkan lagi, kurasa hal itu membuat Ben kesal
karena perbuatan yang dilakukannya sendiri.
Aku baru tahu belakangan,
Ben bertemu mantan pacarnya di belakangku.
Ben berasal dari Oregon, jadi dia sangat suka kegiatan luar ruang.
Dia sangat menyukai pistol,
pisau, dan seni bela diri.
Dia membeli pisau baru setiap pekan.
Pistol baru. Kami ke pameran pistol setiap akhir pekan.
Itu obsesi.
Dia punya pisau latihan aneh
yang biasa dia pakai untuk berpura-pura menggorok leherku.
Itu hanya main-main.
Saat itu, perilaku itu tak tampak meresahkan.
Tapi sekarang, sangat aneh melihat semuanya terjadi.
2 TAHUN BERSAMA
Suatu sore, Ben dan aku beradu mulut.
Aku hanya ingat dia gelisah, menjauh, dan sangat gugup.
Aku, dengan sikapku, mencoba membuatnya marah,
kubilang aku membuang pistol yang baru dia beli.
Lalu, dia mendorongku dan memukulku.
Dia menamparku dengan sangat keras.
Dia marah besar. Bisa kulihat di matanya.
Ben jelas bukan orang yang sama yang membuatku jatuh cinta.
Dia seperti orang asing.
Aku sangat terkejut dan ketakutan.
Aku langsung kabur. Aku mengambil kunci dan pergi.
Kuputuskan menelepon polisi.
Setelah memberikan pernyataan ke polisi, mereka mengantarku ke rumah.
No comments yet. Be the first to leave one.