Merindu Cahaya De Amstel

Merindu Cahaya De Amstel

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

Merindu Cahaya de Amstel 1080p WEB-DL AAC H 264
ความคิดเห็นโดย pandamoon21
Retail subs - no ads

แท็ก

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
เผยแพร่เมื่อ: 2022-07-23
ดาวน์โหลด: 49
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Hei, Marien.

Marien. Tunggu.

Sekarang kamu juga tak mau disentuh?

Mengapa kamu berpakaian konyol seperti ini?

- Hentikan. - Kamu sangat terlihat konyol.

Hentikan, Niels.

Dari Novel Terlaris Merindu Cahaya De Amstel

Namaku Siti Khadija.

Dan ini adalah kisah hidupku.

Sebuah Karya Oleh Hadrah Daeng Ratu

Ayo. Kita turun di sini.

Hei! Apa ini?

Ikut aku turun, nanti aku jelaskan.

Ayo.

Kamu ini kenapa sih?

Maksud kamu apa ngajak aku turun di sini?

- Memangnya kamu siapa? - Maaf.

Lihat tas kamu.

Astagfirullah.

Semua baik-baik saja.

Untung gak nembus.

- Alhamdulillah. - Ya.

Terima kasih.

Maaf sekali aku tidak memberi tahu kamu di dalam bus.

Aku takut ada keributan nanti.

Iya, gak papa. Aduh.

Aku yang minta maaf. Aku tadi uda bicara kasar sama kamu.

Tidak apa-apa. Aku juga pasti akan marah...

...kalo ada orang asing yang menarik turun.

Kau mau ke mana?

Ke kampus. Dekat De Amstel.

Ya, gak jauh dari sini.

Kau mau aku antar?

- Ya, boleh. - Ya.

Di sini memang banyak sekali ya copet.

Jadi harus hati-hati.

Ya. Aku tadi gak nyadar sama sekali.

Aku Khadija.

Kamala.

Kamu orang asli Belanda ya?

Kok bahasa Indonesia-nya bagus?

Iya, aku asli Belanda...

...tapi aku kuliah Sastra Indonesia di sini.

Setiap takdir dari Allah...

...adalah cerita indah yang telah ditulis untuk kita.

Terima kasih.

- Hati-hati. - Terima kasih.

Allah membuat rencana untuk setiap pertemuan kita dengan seseorang.

Hei, tunggu.

Bisakah kamu kembali ke foto sebelumnya?

Perbesar ke gadis berhijab itu.

Perbesar.

Gadis itu terlihat bercahaya!

Mungkin cahaya matahari atau...

Apa pun itu, aku mau foto ini untuk edisi pekan ini!

- Bagus! - Baik.

- Ya! - Tapi, Pak...

Gak pakai tapi.

Joko akan mengurus kontraknya.

Dan dalam kontrak sekalian diberi judul.

Apa judulnya?

Judulnya "Muslim di Samping Sungai Amstel"...

...atau "Bidadari yang Bercahaya". Oke, segera kerjakan.

- Masalahnya, itu bukan model! Pak... - Kembali bekerja.

Kenapa kau setuju sama dia?

Aku tidak kenal cewek itu siapa.

Cari ke mana dia sekarang?

Karena Allah selalu tahu yang terbaik untuk hidup kita.

Halo.

Ada yang bisa aku bantu?

Boleh.

Coba saya lihat.

Kamu dari Indonesia?

Iya. Kok tahu?

Ada bendera merah putih di tasmu.

Iya.

Kamu kok bisa bahasa Indonesia?

Ya, dulu aku sempat tinggal di Indonesia.

- Kamu di sini untuk sekolah? - Iya, aku sekolah.

Sedikit lagi.

Sudah selesai.

Cepat sekali. Terima kasih.

Sama-sama.

- Aku duluan ya. - Iya.

- Hati-hati. - Ya.

Sampai jumpa.

Untuk setiap cinta yang datang tanpa terduga...

...dan mungkin saja bertahan selamanya.

Jalan!

Merindu Cahaya di Amstel

- Assalamualaikum. - Waalaikumsalam.

Kalian sudah selesai pengajian ya?

- Iya nih, kita uda selesai pengajiannya. - Aku mau masuk dulu.

- Mau salat. - Oke deh kalo gitu.

- Kami duluan ya, Khadija. - Ya. Insya Allah kita ketemu lagi.

- Insya Allah. Oke, Khadija. - Duluan.

Halo.

Selamat sore.

- Sore. - Aku Nicholas.

Aku Khadija.

Maaf, ada perlu apa ya?

Maaf. Aku seorang fotografer dan jurnalis...

...dan ingin menunjukkan ini.

Kamu memfoto aku diam-diam?

Tidak. Lebih tepatnya, tidak sengaja.

Aku lagi mengambil foto secara acak...

...dan kebetulan kamu masuk ke dalam frame.

Baik. Terima kasih.

- Aku masuk dulu. - Satu hal lagi.

Aku ingin meminta izin dari kamu, untuk menerbitkan itu ke media.

Media?

Maaf, aku tidak mengerti. Untuk apa ya?

Ini foto tidak ada yang istimewa.

Kamu salah.

Coba kamu perhatikan lagi.

Lihat ke belakang kamu.

Cahaya itu.

Itu yang buat istimewa.

Aku diminta bosku untuk menerbitkan ke media.

- Dan tentu saja aku membutuhkan izin dari... - Maaf sekali.

Aku minta maaf, tapi aku tidak bisa lakukan itu.

Terima kasih untuk foto ini.

Jadi kamu uda ketemu orangnya dan kamu lepasin gitu aja?

Kamu tahu apa akibatnya?

Nic, kita bakal dipecat.

Di mana kamu ketemu dia?

- Biar aku yang bicara. - Percuma, Joko.

Daripada kamu lakuin itu, mending kamu mikirin konsep yang lain.

Tapi cuma konsep ini yang dia suka.

Ayolah. Bantu aku.

- Ini buku yang kalian cari. - Yang mana?

Silakan.

Bisa dibantu? Mau cari buku apa?

Kamu lupa dengan aku?

Aku ingat. Tapi kalo kamu kembali untuk tanya soal foto itu, maaf sekali.

Jawaban aku tetap sama.

Boleh aku tambahkan?

Bukan hanya foto itu yang akan dimuat.

Tapi nanti akan ada artikel yang dimuat tentang wanita Muslim Eropa.

Bukankah itu bagus? Jadi semacam propaganda Islam?

Apa yang kamu ketahui tentang wanita Muslim?

Kau boleh balik lagi ke sini kalo sudah punya jawaban itu.

Maaf, bukunya jadi diambil?

Ya.

20 Euro.

Aku punya 50 Euro.

- Silakan. - Terima kasih.

Selamat membaca.

Assalamualaikum, Mala.

Khadija. Waalaikumsalam.

Waktu kita pulang sama ternyata.

Iya. Cuacanya lagi enak nih, jadi aku naik sepeda.

- Ya, lagi enak sekali hari ini. - Kamu dari mana?

Tempat kerja aku gak jauh dari sini.

- Ya. - Oh ya, Mala.

Aku ada tugas dari kampus tentang seni panggung Asia.

Aku boleh minta tolong kamu?

Boleh. Mau minta tolong apa?

- Kamu besok ada waktu tidak? - Besok...

Besok bisa.

Maaf.

- Halo. - Hai.

- Aduh. Maaf, Khadija. - Tidak apa-apa.

- Maaf terlambat. - Aku juga baru datang kok.

- Benaran? Kamu belum lama, 'kan? - Benaranlah.

Tunggu ya. Sebentar lagi temanku yang bakal bantuin kamu juga akan datang.

- Iya, saya sangat berterima kasih sekali. - Santai aja. Sama-sama.

Kamu pernah coba stamppot di sini gak?

Belum, tapi aku sudah beberapa kali ke sini sih.

Di sini stamppotnya paling enak.

Hai.

Itu dia.

Nic, itu yang di foto, 'kan?

- Ya. - Kok dia di sini sih?

Hai, Kamala!

Jok!

Ya ampun.

Uda lama banget. Ke mana aja sih?

Kamu ke mana aja sih?

Mau ngapain? Sini duduk.

- Gak boleh? - Nanti aja. Belum kenalan, 'kan?

Ini Nico, teman sekantorku yang mau bantuin kita.

- Halo. Nicholas. - Halo. Mala.

Kita pernah ketemu gak ya?

Kamu pernah bantuin orang benerin sepeda?

- Beberapa hari yang lalu. - Ya.

- Oke. - Itu kamu, ya?

Kamu perempuan Indonesia yang punya bendera merah putih di tasnya?

Betul, di tasku.

- Gimana sepedanya? - Uda beres.

Ya ampun. Gak nyangka lho kita bisa ketemu lagi di sini.

Dunia sempit ya ternyata.

- Ada orang nih. - Ya, aku lupa ada kamu lho.

Khadija, kenalin. Ini temanku, Joko, yang akan bantuin kita...

...dan ini Nicholas.

Aku sudah pernah bertemu dengan Nico.

- Kenal kalian? - Nico pernah ditolak tuh.

- Ditolak? - Tidak. Joko hanya bercanda.

Untung akunya belum. Kenalan aja belum.

- Joko. - Saya Khadija.

Merindu Cahaya De Amstel subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Merindu Cahaya De Amstel

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left