The Undoing

The Undoing

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ซีซั่น 1

ข้อมูลรุ่น

The Undoing S01 1080p AMZN WEB-DL DDP5 1 H 264-NTb
ความคิดเห็นโดย 3500
Complete Season | BIG THX To YoungForever | Credits to the translator | #PaheTeam

แท็ก

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
เผยแพร่เมื่อ: 2020-12-15
ดาวน์โหลด: 60
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

- Di mana dia? - Dia ada di studionya.

Dia sedang bekerja.

Kenapa dia belum kembali?

DUA HARI SEBELUMNYA.

Berisik! Bisa pelankan sedikit?

- Apa? - Aku berusaha berkonsentrasi.

Aku menjalankan tugas yang sangat rumit di sini.

Blender tidak punya kendali volume.

Itu alasan yang menyedihkan. Pokoknya matikan saja.

Ayah.

- Ya? - Aku melakukan penelitian semalam.

- Ya? - Mengenai Goldendoodle.

- Astaga. - Dan bulu mereka tidak rontok.

Mereka hipoalergenik.

- Tidak. - Mereka sangat manis.

Dengar, Hen. Kita tidak akan... Katakan kepadanya.

- Ini soal anjing lagi. - Tapi kenapa, Ayah?

Kau tidak boleh pelihara anjing Karena, seperti yang kukatakan sebelumnya...

Anjing bisa menutup tenggorokanku,

jadi udara tidak masuk paru-paruku, Itu bisa membuatku mati,

jadi, itu... itu tidak berbahaya.

- Tapi... - Pikirkan piaraan lain. Kau bisa saja...

Memelihara kucing, atau hamster, atau...

Aku tidak tahu yang dipelihara anak-anak zaman sekarang.

Pelihara saja kelelawar vampir.

- Apa itu janji? - Ya, itu janji.

Seperti janji...

bertamasya itu? Hanya kau dan aku.

Itu tidak adil. Itu akan terjadi.

- Benarkah? - Itu akan terjadi.

Sial. Biolaku.

- Tolong bantu aku. Entah kenapa. - Apa yang terjadi?

Aku tidak tahu mengapa Aku tiba-tiba berusia enam tahun.

Astaga. Baiklah. Kenapa dasinya?

Bukan pemakaman lagi?

- Itu ide Turd. - Oh.

Dan tidak.

- Tidak, tidak semua pasienku meninggal. - Oh.

Kenapa kau rapi sekali? Siapa namanya?

Acara minum teh. Merencanakan penggalangan dana.

Oh, lelang sekolah. Aku sudah bilang tidak akan datang?

- Aku bilang kau ikut? - Kurasa kau akan tahu itu, Sayang.

Bukankah sudah cukup kita memberi mereka banyak uang?

Sebenarnya kita tidak memberi mereka uang.

- Ayahmu melakukannya, dia sangat baik. - Uh-huh.

Aku jadi ingat, kita makan malam dengannya hari Kamis depan.

Benar. Jadi, ada Reardon dan ayahmu untukku di pekan yang sama?

Aku gadis paling beruntung di New York.

Kau tidak suka Reardon?

Apa kau suka Reardon? Kau suka sekolahmu?

- Ya. - Hey.

Kalau begitu, aku menyukainya. Ayo, cium ibumu.

- Kita harus pergi. - Ibu...

Tidak, aku tidak mencium Ibu. Kau saja.

Kau harus membersihkan ini.

Aku tidak mau melakukan ini setiap pagi.

Aku tahu. Aku ingin menciummu. Aku suka ini.

Ya. Benar.

- Henry? - Apa?

Tidak ada lagi smoothie. Kau tidak pernah membersihkannya.

Baik, ini pertanyaannya, dan jangan bohong.

Kau melatihnya pekan ini?

Karena aku tidak mendengar apa pun.

Tidak. Aku berlatih.

- Benarkah? - Ya, aku bersumpah.

Kau tahu? Dia bahkan tak berpikir aku hebat.

Pak Rosenbaum.

Dia benar-benar mengatakan itu?

Tidak, dia bukan mengatakannya.

Hanya saja... Dia biasa mengatakan banyak hal baik.

Terkadang, dengan ekspresi yang dia tunjukkan...

Kurasa dia ingin aku berhenti.

Mungkinkah, seperti kata ibumu...

Kau memproyeksikan sentimen itu?

Karena jauh di lubuk hati remajamu...

Kau sebenarnya ingin menyerah.

Aku tak mau menyerah. Aku suka biola.

Baiklah. Kalau begitu, itu bagus!

Ya, Rosenbaum, dia tidak bahagia.

Bukanlah ide bagus untuk mengukur diri kita...

Melalui mata yang tak bahagia.

Kau bisa saja menjadi tak bahagia.

Apa?

Ya, kau bisa menjadi tak bahagia saat sedang stres.

Aku tampak sangat stres?

Terkadang... Belakangan ini.

Huh

Hebat.

Sekarang aku stres karena stres.

- Jadi, terima kasih banyak. - Sama-sama.

Lagi pula, kau tak bermain biola untuk Pak Rosenbaum.

Kau berutang rasa hormat padanya dan kerja keras,

pada akhirnya... Hubunganmu dengan lagu

antara kau dan musikmu.

- Baik. - Bagus, dan kau brilian, ya?

Persetan dengan Rosenbaum.

Aku memberi tahu Ibu kau bilang begitu. Ambil biolamu

dan bungkam Rosenbaum, mengerti?

Ayah!

- Pagi. - Pagi.

Rebecca Harkness sudah datang dari tadi.

Oh. Bagus.

Itu tidak masuk akal bagiku.

- Huh. - Sesaat dia perhatian, penyayang.

Kemudian dia sangat kasar.

Aku dipukul dua kali semalam, begitu kencang...

Dan melarangku menyebutnya bipolar. Maksudku...

Persetan melarangku!

Jadi, kau kembali berpikir dia mengidap bipolar?

Entahlah. Suasana hati yang berubah-ubah.

Bagaimana menurutmu?

Aku tidak mengenalnya.

- Maksudnya? - Aku hanya mengenalmu.

- Jangan menatapku seperti itu. - Ini pernikahan ketigamu. Benar, bukan?

Lalu kenapa? Kita membicarakan angka?

Tidak. Aku hanya...

- Aku tidak mau melakukannya. - Baik, ini mengarah ke sesuatu...

Dan aku tak yakin apa tujuannya...

Selain arah yang tidak aku sukai. Jadi, katakan saja.

Katakan! Aku membayarmu. Katakanlah.

Rebecca...

Aku bertemu beberapa orang yang lebih deskriminatif dari pada kau.

Kau membaca ratusan ulasan Yelp sebelum memilih seseorang untuk memasang karpet.

Kau mencoba sepatu 20 kali sebelum membuat pilihan...

Kau memeriksa latar belakang orang yang mewarnai rambutmu...

Kau sudah memeriksa latar belakangku, tidak diragukan lagi.

Kau memeriksa segalanya, semuanya. Menunjukkan ketertarikan padamu...

Dan itu bukan masalah. Maksudku, itu pantas dilakukan. Tapi...

Tapi seorang pria yang menarik datang, dan penilaian itu hilang.

Tidak, bukan itu yang terjadi.

Maksudku, saat bertemu Kevin, kau berjalan bahagia ke kantor ini.

Itu janji yang dibuat...

Untuk mengatasi kesedihan dari suami nomor dua...

Hanya untuk menyatakan kau bertemu suami nomor tiga.

Jadi, maksudku...

Mungkin saja...

Bahwa kau bukan korban dari suasana hati Kevin, Melainkan suasana hatimu sendiri.

Maaf. Jadi, ini salahku?

- Tidak. - Ya. Kau menyalahkanku.

Aku tidak menyalahkanmu. Aku hanya bilang...

Ada tipe orang tertentu yang ingin kau ajak bersama,

Dan mungkin kau terlalu cepat melihat tipe tersebut...

Pada pria yang kau temui.

Alih-alih melihat hal yang sebenarnya.

Mungkin aku tidak akan pernah menemuinya lagi.

Karena mereka mempekerjakanmu untuk memberi kebenaran yang sulit,

Lalu memecatmu karena menyampaikannya.

Jadi... Kalau begitu, naikkan tarifmu.

Makin kau terlihat eksklusif, dia akan makin datang memohon.

Wow. Aku punya kabar buruk.

Itu...

Kode pakaian penggalangan dananya adalah glamor dan mewah.

Aku tidak mau memakai tuksedo.

Dengar, ini untuk sekolah Henry.

Jika aku bisa bertahan dalam acara minum teh,

Kau pasti sanggup menghadiri penggalangan dana untuk Henry.

Aku akan melakukannya, tapi tidak untuk sekolah Henry.

Aku akan melakukannya untukmu.

Karena kau seksi.

Omong-omong, aku sudah sampai, ya?

Sampai nanti, Bodoh.

Ya, sampai nanti. Sudah dahulu.

- Masuklah. - Hai.

- Biar kubawakan jaketmu. - Ya.

Mereka menunggumu di atas.

- Hei. - Maaf aku terlambat.

Tidak masalah.

- Kita kedatangan ibu baru. - Oh.

Beasiswa.

Dia membawa bayinya. Dia mengganti popok di kamar mandi.

Kau tampak luar biasa.

- Oh, hai, Grace. - Hai.

- Hai. Dia anggota komite? - Hai.

Ingin menjadi orang tua yang terlibat.

- Hai. Maaf. - Hai.

- Hei. - Terima kasih.

Ada yang tahu dia akan datang?

Maksudku, biasanya aku yang pertama tahu segalanya...

Orang-orang tak sabar bercerita padaku.

Karena kau begitu cepat menentang.

Benar sekali.

Baiklah, kita harus memulai.

Maaf.

Ada yang sedikit gugup.

Dia kembali menjadi juru lelang.

Bukannya kau dapat pria dari Sotheby's?

Tidak, dia mundur. Kita akan baik-baik saja.

- Aku pernah melakukan ini. - Hai.

Hai. Hai.

Aku Grace Fraser.

Elena Alves. Senang bertemu denganmu.

- Elena. Hai. - Elena punya anak lelaki di kelas empat?

Kau bilang namanya Miguel?

- Miguel, ya. - Bayimu menawan.

- Terima kasih. - Halo. Laki-laki atau perempuan?

Perempuan. Teresa.

Oh. Teresa.

- Aku suka bulu matamu. - Ayo, Kawan-kawan.

Lelangnya besok.

Terima kasih banyak sudah mengizinkanku bergabung.

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left