200 บรรทัดแรก
Hentikan
Halo?
Halo?
Katakan sesuatu jika kau yang menelepon
'Merekam'
Sialan kau!
Radio KBN.
Hari ini, kita akan bahas psikologi bersama Dokter Choi.
Radio KBN.
Hari ini, kita akan bahas psikologi bersama Dokter Choi.
Bukankah dia mantan profesor di Universitas Kepolisian?
Kudengar istrinya bunuh diri karena dia berselingkuh.
Jangan bicara sembarangan.
Bukankah kau kuliah bersamanya?
Diam dan ikuti saja dia.
- Halo Dokter Choi - Baiklah.
Halo.
Dokter Choi adalah mantan profesor dan mantan profiler.
Dia sekarang seorang psikiater.
Seperti yang kita katakan minggu lalu.
Topik minggu ini adalah 'Kenangan Pembunuhan Berantai'
'Profesor Choi'
'Istri mantan profesor bunuh diri setelah pelecehan'
Pembunuhan berantai adalah kenangan bagi para pelaku.
Beberapa pembunuh yakin korbannya ingin dibunuh.
Mereka pikir para korban berterima kasih pada mereka.
Itu semacam keyakinan mental.
Begitu ya.
Kesalahan logika sampah manusia.
Kurasa tak mudah bekerja sebagai profiler.
Profiling memeriksa metode pembunuhan dari...
Profiler saja tak tahu apakah mereka manusia normal.
Memungkinkan untuk mengeksekusi pembunuh berantai.
Namun untuk menghentikan pembunuhan berantai total.
Kita harus tahu motivasi psikologis mereka.
Pembunuh berantai membenarkan tindakan membunuh mereka.
Dalam kasus ini, dasar ilmiah saja tidak cukup.
Mereka adalah pasien.
Apa yang membawamu kemari?
Aku menderita insomnia.
Insomnia?
Tidur nyenyak itu penting.
Akan kuberikan resep obat.
Lain kali...
Aku tak akan datang.
Jika aku bisa sembuh hanya dengan makan obat.
Nona Ji-Soo.
Aku dokternya.
Jadi percayalah padaku dan lakukan kataku.
Saat ini aku sedang minum obat.
Baiklah.
Apa kau punya masalah pribadi akhir-akhir ini?
Pacarku meninggal.
Begitu, aku turut prihatin.
Kurasa kau punya pengalaman yang sama denganku.
Bagaimana kau mengatasinya?
Bisa ajari aku metodenya?
Nona Ji-Soo.
Jika kau ingin terus menemuiku.
Jangan tanyakan masalah pribadiku.
Sampai jumpa lagi lain waktu.
Perawat Yoon?
Tolong jadwalkan janji temu berikutnya.
Semua orang sekarang akan jadi novelis.
Kau boleh mengatakan apa saja.
Tapi semuanya harus benar.
Topik hari ini adalah 'Apa yang ingin kulakukan'
Apa giliranmu?
Aku ingin hidup biasa saja.
Aku tak suka mencolok.
Saat aku berjalan di jalanan.
Banyak pria menatapku.
Setiap mereka begitu, aku merasa ingin buang air kecil.
Apa kalian tak tahu perasaan itu?
Perasaan lega saat menahan pipis lama sekali
lalu pergi ke kamar mandi.
- Aku tahu - Rasanya seperti naik wahana viking.
Kau tahu rasanya saat wahana viking turun?
Pria yang menatapku itu menjijikkan.
Mengapa?
Terkadang aku membayangkan membunuh mereka semua.
Aku pegang kepalanya.
Pegang pisau.
Dan aku potong lehernya.
Tapi saat aku terbangun.
Aku mendapati diriku di ranjang motel dengan pria.
Aku tak bisa mengingat apa pun.
Itu masalahku.
Ingatanku pendek.
Aku menangis.
- Boleh aku pakai juga? - Apa kau tak punya sendiri?
Kurasa kadar estrogenmu rendah.
Jangan bicara seolah kau akan menyuntik estrogen untukku.
Itu sakit!
Suatu hari aku menghajar seorang pria.
Dia mulai menangis.
Bukan karena dia kesakitan.
Tapi karena sangat terkesan denganku.
Halo semuanya.
Aku Kyung-Cheol dan ini pertama kalinya aku di sini.
Umurku 30 tahun.
- Bravo - Aku punya...
Seseorang yang lebih kucintai dari diriku sendiri.
Dia adalah...
Dia adik perempuanku.
Tapi dia bukan adik kandungku.
Dia diadopsi saat masih kecil.
Aku dan adikku saling mengenali dalam sekejap.
Seolah kami telah menunggu ribuan tahun untuk bertemu.
Begitulah kami jatuh cinta.
Tak ada yang bisa memisahkan kami.
Kemarilah Ji-Hoon.
Sapa adik barumu.
Hai.
Hai.
Itu sangat romantis.
Kurasa aku tahu perasaan apa itu.
Terima kasih telah menceritakan kisahmu.
Mari kita akhiri sekarang.
Sekarang, mari buat cerita baru dengan menggabungkan semua kisah.
Untuk menjelaskan secara rinci.
Bayangkan kita hidup di dalam ingatan Kyung-Cheol.
Saat kuhitung 1, 2, 3.
Kita akan melakukan perjalanan waktu ke kenangan masa lalu Kyung-Cheol
1, 2, 3
Siapa di sana?
Apa yang kau lakukan di sana?
Pergilah.
Pergi sekarang.
Kubilang pergi.
Sampai kapan kau akan tinggal di sana?
Kenapa kau datang?
Pergilah.
Seperti itulah, aku dan adikku menjadi satu.
Setelah hari itu, aku selalu melindungi adikku.
Dia mengizinkanku mengintip cintanya padaku.
Bagaimana kau tahu itu?
Jika kau naik pesawat dan terbang ke banyak tempat di dunia ini.
Kau bisa tahu semua yang terjadi di dunia ini
Kyung-Cheol.
Kyung-Cheol.
Aku mencintaimu Kyung-Cheol.
Aku mencintaimu.
Aku sangat mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Berhenti bicara omong kosong.
Kenapa pria memperkosa wanita?
Kenapa mereka menyebutnya cinta?
Memperkosa itu bukan cinta.
Adikku selalu punya pacar.
Tapi aku tak pernah cemburu.
Aku hanya mengawasinya.
Mungkin aku bisa menyebutnya 'Memberinya kebebasan'
Seperti memberi hari libur.
Sesuatu seperti itu.
Janji untuk terus menjaga hubungan kita selamanya.
Apa yang dia katakan?
Aku ada urusan mendesak.
- Aku harus pergi sekarang - Kau tak bisa pergi begitu saja.
Kembali dan duduklah.
Kita akan selesaikan terapi kelompok hari ini.
Wanita gila.
Sialan.
- Maaf - Beraninya kau.
Lama tak berbincang.
Itu terekam di ponsel korban.
Kami meminta analisis pada Layanan Forensik Nasional.
Tapi mereka gagal memastikan siapa itu.
Suara pelaku tidak terekam.
Jadi kau memintaku menyelidiki pasienku?
Aku bukan polisi lagi.
Bukan itu maksudku.
Aku hanya bertanya karena tersangka datang padamu.
Apa yang kalian bicarakan?
Apa kau memintaku menyerahkan rekam medis pasienku
tanpa izin pasien?
Permisi Dokter.
Bisakah kau membagikan rekam medisnya?
Bukankah kau dulu juga seorang polisi?
Aku sudah lama berhenti.
Baiklah.
Dokter Choi bukan orang yang melakukan hal seperti itu.
Mari kita makan malam bersama saja.
Aku akan menunggu.
Dasar brengsek.
Apa menurutmu pacar korban adalah pembunuhnya?
Aku tak yakin.
Tapi aku bisa mencium sesuatu.
Tentu saja kau bisa.
Wanita cantik itu wangi.
Sudahlah, ada hasil sidik jari?
Mengapa bertanya jika kau tahu.
Forensik memeriksa TKP tapi tak menemukan apa pun.
TKP itu dibersihkan dengan sempurna.
Sangat bersih hingga tak terlihat seperti TKP.
Ji-Soo, pacar korban.
Awasi dia dengan ketat.
Baik.
Pulanglah sekarang.
Baik, Bu!
No comments yet. Be the first to leave one.