200 บรรทัดแรก
Diterjemahkan oleh : Papa Fred & Vesay
SEMOGA MIMPI INDAH
Mereka berciuman.
Jangan dilihat.
Apa mereka sudah tunangan?
Entahlah nak.
Mama...
Mama
- Kita harus turun. - Benar?
Kita berhenti di sini.
Kita mau mutar lagi?
Ya.
Semoga mimpi indah
Mama, Papa.
- Massimo, masuk kamarmu. - Kami di sini, menjaga anak itu
- Mama mana? - Mamamu lagi kurang enak badan.
Hentikan dia.
Massimo.
Papa.
Sini, Massimo. Sini, nanti kamu kedinginan nak
TORINO, ITALIA 1999
Jangan kita lupakan para buruh, mereka para pekerja tangguh Italia...
Aku mau ketemu mama.
Mamamu di rumah sakit sama Papa
Kita ke rumah sakit aja
Besok.
- Kata Papamu besok. - Tapi hari ini sudah besok.
Kau, berbaring di kasur
Aku, di jalanan dalam dingin
Tapi itu tidak membuat aku sedih
Mari, bangunlah dari mimpimu
Mengubah cinta itu
Setiap orang hanya memikirkan diri sendiri
... lima, empat, tiga, dua, satu...
Walaupun hujan datang, tapi aku tak peduli
Dunia sekelilingku menjadi runtuh
Dan aku mati oleh cinta
Aku mencintai hidup melebihi apapun
Selamat Tahun Baru.
Massimo, Selamat tahun baru
- Selamat Tahun Baru. - Harapan terbaik.
- Kami tidak ingin membangunkanmu. - Harapan terbaik.
- Kenapa menangis? - Selamat tahun baru juga, Massimo.
- Selamat pagi. - Hallo.
- Mawarnya cantik banget. - Itu buat Mama. Dia sedang di rumah sakit.
Boleh kita lanjut?
Kemana?
Ayo sini.
Massimo...
Kemari nak.
Duduk.
Massimo
Sekarang mamamu menjadi malaikat pelindungmu
Sebentar lagi, dia meminta Tuhan menerbangkannya ke sana...
untuk menjagamu lebih baik.
Dan Tuhan...
sudah menjawab doa mamamu
Tuhan sudah menjemputnya
Apa yang mama doakan?
Benarkah mama meminta?
Ya.
Bagaimana beliau tahu itu? Mama sudah meminta pada Tuhan?
- Aku tidak percaya - Mamamu sekarang sudah berada di surga.
- Dia lebih bahagia di sana. - Aku juga ingin pergi ke sana
- Bukan kita yang memutuskan itu, nak. - Aku ingin ketemu mama.
Nanti pada saatnya tiba.
Dia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal?
Massimo..
Sudah...
Maukah kau berdoa bersama buat mamamu?
Sini.
Berilah dia peristirahatan kekal, Bapa.
Berilah dia peristirahatan sementara, Bapa
Biarlah cahaya abadi menyinarinya dan biarlah dia beristirahat dengan tenang. Amin
Santa Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu...
Mamaku tersayang, kumohon, jangan meninggalkan aku sendiri, menyedihkan
Semoga cahaya abadi menyinarimu dan menjaga hidupmu dekat denganku.
Kumohon, tetaplah bersamaku, jangan meninggalkan aku
Tetaplah bersamaku
Kekasihku....
Kumohon
Tetaplah bersamaku
jangan meninggalkan aku
Membiarkan aku menderita
Membiarkan aku gila
Membiarkan aku binasa
Katakanlah 'iya'
Aku akan mati untukmu
Aku hidup untukmu
Hidup atas kehidupanku
Aku tidak perduli masa lalu
Aku tidak perduli kau dulu bersama siapa
Tinggallah bersamaku
Bersamaku......
Belajarlah sekarang, sayang
Ayo..
Hidup atas kehidupanku
Aku tidak perduli masa lalu
Aku tidak perduli dengan siapa kau sebelum ini
Tinggallah bersamaku
Bersamaku......
Surat kabar.
Ayo.
- Massimo tersayang... - Maaf atas kehilanganmu.
Kami di sini untukmu.
Tetaplah tegar.
Berusahalah kuat. Kau bukan yang pertama, tapi bukan yang terakhir.
Bagaimana kalau? Mamaku tidak ada di dalam sini.
- Bersama waktu... - Mama tidak di sini.
Kau bilang apa?
Buka peti ini, supaya kita lihat
Kau bilang apa?
Panggilkan Massimo.
Mulai saja.
- Ayolah Massimo, sekarang pelepasan. - Aku tidak mau pergi.
- Ayolah Massimo. - Tidak.
Dengarkanlah kami, Tuhan
Engkau yang menjanjikan surga bagi penjahat yang bertobat....
Cukup, Massimo cukup!
... Bapa, bagi almarhum ini, janganlah menghukum dia....
atas segala perbuatannya di bumi. Demi Kristus, Tuhan kami
Amen.
Mama. Bangun, mama.
Mama, Bangunlah. Bangunlah
Mereka membawamu. Mama.
Bangunlah. Mereka membawamu.
Mama...
Tolong jaga anakku
Mama...
Keluar dari sana, Mama
Mereka membawamu. Mama!
Keluarlah.
Mama.......
Belfagor.
Belfagor
Belfagor, bawalah aku di bawah sayapmu,tolonglah dan aku akan melayanimu sepanjang hidupku.
Hei, Massimo.
Hai Massimo
- Selamat pagi Ibu. - Selamat pagi.
Sara, bisakah kau tutup pintunya?
Absensi kehadiran.
- Baros? - Hadir.
- Beltramo. - Absen.
- Benedetto. - Ada Bu.
- Bocca? - Ya.
- Bongiovanni? - Ya Bu.
- Ambillah. - Aku tidak mau.
Dosa kalau membuang makanan
- Kau punya banyak pe er? - Sudah selesai kok.
Ayo.
Buruan.
Tunggu sebentar.
Lumat lawanmu, Torino .
Bola mendarat di lapangan tengah dan Agroppi menyambut dengan gaya terburu-buru...
dan gagal...
Dia menggiring bola, berputar dan mengirim kepada Puia....
jauh di luar area pinalti.
Kembali pada Carrelli, Ferrini kembali lagi ke Carrelli.
Torino bertahan, tetapi pihak lawan tidak mampu menembus tuan rumah....
yang terus-menerus bersemangat.
Akhirnya Moschino mempercepat permainan dengan menyuntikkan bola pada Claudio Sala
Moschino, si rambut tipis, banyak pertimbangan.
Sala, kembali Sala.
Menggiring bola ke tengah, ada Puia menembak dan jebret, jebret. Gol.. gol...gol...
- Gol. - Kau mau sakit paru-paru?
Puia merayakan bersama timnya, sebuah tendangan membahana dari luar kotak penalti...
- sungguh menentukan... - Udahan.
Tidurlah. Buruan.
Pakai selimutmu
Dan Torino memimpin : 1-0.
Ayo.
Nona...
Ini anakku Massimo.
Hallo, Massimo.
Ayo disapa.
Hallo
Mita ke sini untuk tinggal bersama kita
Aku tidur di mana?
Bersama papa
Ayo. Makasih
Makasih, Belfagor.
- Bisakah kau mengaduknya? - Kenapa?
Mamaku selalu melakukan itu.
Minumlah.
Kau tidak minum semua?
Segala sesuatu akan ketarik oleh bumi karena gravitasi.
Lakukanlah percobaan ini.
- Siapa? - Nona, aku harus bicara denganmu.
- Ya, Selamat malam. - Selamat malam.
Bukan aku. Itu bukan aku. Jelas? Ya Belfagor, tuanku.
Selamat malam.
Kesini.
Massimo
Kemari!
Sebaiknya ceritakan yang sebenarnya!
Selanjutnya.
Jujur.
Kau sadar gak itu bisa saja membunuh seseorang?
Kenapa?
Bau apa ini?
No comments yet. Be the first to leave one.