194 บรรทัดแรก
Pejuang revolusi asal Choshu, Battousai Himura.
Masa kerja lima tahun, dari usia 14 ke 19.
Separuh masa kerja sebagai pembantai,
seorang pembunuh yang berdarah dingin.
Separuhnya lagi sebagai komandan pendekar yang melindungi rekan-rekannya dari kesyogunan.
Karena paruh kedua masa kerjamu itulah, kejayaanmu terkenal sampai sekarang.
Tunggu sebentar!
Sebaiknya, jangan.
Kalau Battousai yang asli justru tinggal, malah menjadi buruk bukan kepalang.
Aku bukan menyuruh Battousai tinggal bersamaku,
melainkan kau yang seorang pengembara...
Sudahlah!
Pergilah, kalau itu maumu!
Tetapi setidaknya, beri tahu dahulu siapa namamu.
Atau kau memang bahkan tak ingin membagikan nama asli?
Kenshin.
Kenshin Himura.
Itulah nama yang kusandang saat ini.
Meski sebagai pengembara, mungkin aku akan kembali berkelana,
tetapi kalau diperkenankan,
aku menumpang singgah sementara waktu.
Oh, aroma teh ini sangat harum.
Tahu bedanya?
Aku khilaf beli teh yang agak bagus.
Oh, benar, rasanya juga sedap.
Paling tidak, kau punya selera lidah yang bagus, Mbak.
Dia sih cuma rakus.
Tetapi lumayan bisa sering makan enak, sih.
Kalau berterima kasih, jangan setengah-setengah.
Aku juga sangat berterima kasih.
Entah kapan terakhir aku menikmati teh senikmat ini.
Kau berlebihan, Mas Ken.
Waktu mengembara, pasti pernah sesekali minum teh, 'kan?
Karena berkelana tak jelas,
aku tak pernah bersantai minum teh.
Oh!
Coba ceritakan perjalananmu!
Siapa tahu ada cerita unik?
Oh, itu ide yang bagus!
Atau ceritakan kisah yang menyenangkan!
Aku ingin dengar ceritamu waktu mengalahkan penjahat!
Hem.
Eh, jangan begitu.
Kenshin malah menjadi bingung.
Jangan minta kebanyakan.
Kira-kira yang mana, ya?
Cerita yang unik,
menyenangkan,
dan mengalahkan penjahat?
Episode 20 Kisah Heroik Pendekar Pedang Meiji Babak Nol, Bagian Satu
Permukiman warga asing, Yokohama.
Selama Zaman Bakumatsu,
dengan ditandatangani berbagai negara dalam kerja sama perdagangan,
pelabuhan Yokohama pun dibuka
sebagai tempat warga asing menetap sekaligus berdagang.
Minggir! Minggir!
Aku sedang buru-buru!
Minggir! Minggir! Minggir!
Celaka!
Kau baik-baik saja?
Ada masalah apa, sih?
Syukurlah, kau baik-baik saja!
Kupikir bakalan harus ganti rugi!
Begitu, ya.
Tampak baik-baik saja bagimu, ya?
Baguslah, ya.
Maaf sekali, ya!
Aku Dankichi, tukang becak.
Terus, kau...
Aku pengembara.
Pengem...
Pendekar yang berkelana tanpa tujuan.
Pendekar?
Maksudmu...
Eh, kau samurai?
Itu pedang katana!
Melawan UU Peniadaan Pedang!
Ah, tidak.
Memang benar ini sejenis katana.
Tetapi pedang ini...
Mas Tukang Becak! Sebelah sini!
Benar juga, pekerjaanku belum selesai!
Lo?
Orang pingsan di jalan, ya?
Cepat bawa dia ke dokter!
"Pengobatan adalah berlomba dengan waktu."
Sudah kuantisipasi membawa pakarnya dengan becakku!
Dokter!
Mencurigakan!
Jangan khawatir!
Aku bukan orang mencurigakan!
Warga asing?
Bertopeng pula.
Kalau penampilan begitu tak mencurigakan,
berarti Yokohama sangat toleran, ya.
Salah! Salah paham!
Dankichi, kau yakin ini aman?
Ha?
Meski warga asing di sini sudah biasa,
tetapi dokter asing yang bahkan menutupi mukanya, bisa dipercaya?
Kau bicara apa, sih?
Tiga tahun tinggal di Edo bisa dianggap warga lokal Edo,
tetapi kalau di Yokohama cukup tinggal tiga hari!
Ya juga, sih.
Tetapi kan tetap saja...
dr. Elder sudah tinggal lebih dari tiga hari di Yokohama!
Masa sesama warga lokal tak mau percaya?
Memang, aku tak pernah meragukanmu.
Tetapi kalau warga asing...
Kita sama-sama warga Yokohama!
Kita adalah ujung tombak revolusi budaya!
Ibu!
Jangan takut.
dr. Elder adalah dokter terhebat sedunia.
Mengobati luka dan penyakit adalah keahliannya!
Dankichi.
Ya?
Aku perlu meramu obat.
Tolong bawa orang ini ke kamar hotelku.
Baik!
Segera...
Awas kau, minggir!
Apa yang kau...
Kau kan...
Deian Ishizu!
Kudengar ada keributan, ternyata kau lagi.
Dokter jalanan asing yang misterius.
Kau tak boleh melakukan pengobatan di wilayahku tanpa izin begitu.
Buat apa minta izin?
Kau cuma mengobati warga asing dan konglomerat!
Bukannya wajar?
Siapa tak bayar, tak dapat pelayanan.
Kalau begitu, apa masalahnya buatmu?
dr. Elder mengobati mereka yang miskin!
Justru itu masalahnya.
Pengobatan medis adalah teknologi yang mahal.
Terutama obat dari barat yang diimpor sejak Zaman Meiji.
Kalau membiarkan orang yang membaginya secara cuma-cuma begitu,
akan merusak harga pasar obat-obat lainnya.
Tak usah mengobati orang itu.
Atau kalau kau lakukan...
Akan membuatku babak belur?
Mana mungkin?
Menyakiti warga asing di yurisdiksinya adalah pelanggaran.
Yang akan dihajar adalah
orang yang sudah sekarat.
Kalau pasien tak bisa diselamatkan, lebih baik akhiri penderitaannya.
Ibu!
Cukup sampai di situ!
Prioritas sekarang adalah mengobati nona ini.
Orang luar jangan ikut campur!
Di hadapan belati mengilapku ini...
Katana!
Hei, itu melanggar UU Peniadaan Pedang!
Kau juga sama saja!
Mau sok-sokan menjadi samurai Yokohama di Zaman Meiji ini, ya?
Terbang...
Dasar banyak tingkah!
Tuan Pengembara! Tolong ambil bagianmu!
Percayakan ibu dan anak ini kepadaku!
Kurang ajar!
Tuan Elder! Ayo bergegas!
Topeng?
Itu si Misterius.
Apa dia benar dokter?
Sebaiknya jangan ikut campur, deh.
Ya, benar.
Punya pengawal, ya?
Baiklah, akan kuladeni kalau itu maumu.
Lacak tempat tinggal orang itu.
Mau kukirimi dia pesan.
Baik!
Kenshin si Pengembara
Kisah Heroik Pendekar Pedang Meiji—
Aku menyewa tambahan kamar di hotel ini.
Lebih baik, dia istirahat penuh sampai sembuh.
Obatnya terlihat sudah manjur.
Setelah demamnya turun, pasti akan sehat lagi.
Terima kasih, Dokter Warga Asing.
Sama-sama.
Dia bekerja dengan sangat tulus, ya.
Waktu kakiku terluka juga begitu.
Karena mustahil menarik becak waktu terluka,
dia mengotot tak mau minta bayaran.
Sudah begitu, waktu sembuh malah aku yang dikasih kerjaan olehnya.
Orang tak punya uang, tak dimintai bayaran.
Setiap ada yang butuh bantuan akan ditolong.
Memang begitulah orangnya.
Terima kasih banyak, Dankichi.
Tak usah berterima kasih!
Justru aku yang berterima kasih, karena selalu pakai jasaku!
Mau ikut naik, Tuan Pengembara?
"Orang tak punya uang, tak dimintai bayaran."
"Setiap ada yang butuh bantuan..."
No comments yet. Be the first to leave one.