Love Next Door

Love Next Door (엄마친구아들)

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ซีซั่น 1

ข้อมูลรุ่น

Love Next Door 2024 S01E08 KOREAN NF WEB h264-EDITH
ความคิดเห็นโดย tedi
Retail NF | 1:20:06

แท็ก

webdl
เผยแพร่เมื่อ: 2024-09-08
ดาวน์โหลด: 124
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

LOVE NEXT DOOR

- Seok-ryu. - Hei, kini...

Dengarkan aku dahulu.

Aku tak akan menundanya lagi.

Aku bilang akan menunggu,

tapi itu alasanku untuk pura-pura perhatian.

Aku bohong kepada diriku.

Itu karena takut. Aku takut.

Jadi...

Masalahnya...

Kali ini akan kukatakan.

Saat kukatakan kau membuatku gila...

Saat kukatakan aku kehilangan akal karenamu...

Maksudku adalah...

aku...

menyukaimu.

Panas!

Hei!

Kau tak apa-apa?

- Ya, tak apa. - Coba lihat.

Tidak, tak apa.

- Kau terbakar. - Tak apa-apa.

Itu akan melepuh.

Kau harus hati-hati!

Kau yang membuatku tak bisa berhati-hati.

Aku tak tahu airnya mendidih. Hatiku membara.

Apa maksudmu?

Jangan bergerak. Ini harus dibasahi air dingin.

Hei, kenapa tanganmu hangat sekali?

Apa?

Biasanya tubuhku banyak mengeluarkan panas.

- Apa kita perlu ke rumah sakit? - Tidak. Tak apa-apa.

Tanganmu terluka. Bagaimana jika berbekas?

Itu bukan masalah.

Aku yakin ini sering terjadi.

Kini kuputuskan memasak,

aku akan terluka mengurus air, api, dan minyak.

Astaga. Aku pun tak bisa melarangmu.

Kenapa kau mengaturku?

Aku hanya khawatir.

Kenapa kau mengkhawatirkanku?

Kau sungguh tak tahu?

Dari pagi sampai malam,

sejak kecil sampai kini...

Ini takdir dan tugasku. Itu belenggu yang membebaniku.

Aku bertanya-tanya apa kau menjaga sikapmu.

Aku khawatir ibumu marah karena ucapan bodohmu.

Hei!

Kau sering menangis setelah bertemu banyak orang berengsek.

Apa lagi? Kau kena pukul dan dorong.

Kau ini boom boom car atau apa?

Ini dapur. Penuh benda tajam dan tumpul.

Karena itu aku khawatir kau terluka.

Aku penasaran apa kau lupa makan.

Aku berharap...

ada orang baik di sekitarmu.

Itulah perasaanku.

Jadi...

pikirkan...

perasaanmu.

Kutahu kau baru putus.

Kutahu kau bingung karena dia di sini.

Jadi, aku memberimu waktu.

Aku menjawabmu lebih dulu...

tapi kau bisa jawab aku nanti.

Astaga, semuanya tumpah.

Apa yang kau rebus?

Aku ingin membuat sup bakso.

Aku meninggalkan hadiah di laci nakas. Semoga suka.

SELAMAT ULANG TAHUN

Ini lebih cantik.

Profesor?

Katamu hari ini penting, jadi pulang cepat.

Kenapa kau kembali?

Aku salah.

Kukira sudah berakhir...

tapi kurasa belum.

Kau bicara soal pekerjaan?

Kode biru.

- Kondisi darurat, kode biru. - Ayo.

EPISODE 8 RAHASIA LELAKI

Kau tak ingin berenang?

Kau tak suka air?

Kenapa?

Aku takut.

Aku tak bisa bernapas.

Gelap dan aku merasa ada yang menarikku ke dasar.

Dalam air,

kau dengar suara sama seperti saat menutup telingamu.

Jadi, tak perlu takut.

Mungkin Seung-hyo tak tahu,

tapi aku suka lebih dahulu.

Kejadian itu saat aku masih kecil dan perlahan aku melupakannya.

Anehnya, perasaan itu

masih sangat jelas.

Namun, Seung-hyo...

adalah Seung-hyo.

Dasar gila.

Aku sungguh melakukannya.

Apa aku terburu-buru?

Apa aku membuatnya kalut?

Tidak.

Jika pisau sudah diambil, kau harus memotong sesuatu.

Tidak, aku memotong hal yang tak boleh dipotong.

Tidak.

Itu keputusanku.

Itu benar. Kulakukan dengan baik.

Aku tak bisa selamanya ragu.

Namun, cuma itu yang bisa kukatakan?

Dia membuatku gila?

Ini membuatku gila.

Aku kehilangan akal karena dirinya?

Aku kehilangan akal. Ini gila.

Bagaimana kuhadapi dia besok?

Sial.

Sial, aku bisa gila.

Tidak, itu tidak keterlaluan.

Tidak.

Itu keterlaluan. Sangat membuatnya kalut.

Sial, bagaimana kuhadapi dia besok?

Aku tak akan... Bagaimana mungkin?

Sial, aku menjadi gila.

Apa dia tidur sekarang?

Dia tak tidur.

Ini gila.

Kenapa belum tidur?

Astaga. Kenapa dia belum tidur?

Ini membuatku gila.

Kurasa aku terburu-buru.

Kurasa begitu.

Kenapa belum tidur?

Astaga, ini membuatku gila.

Ini gila.

Aku tak bisa tidur.

Selamat pagi.

Tidur Ibu nyenyak?

Tentu saja.

Namun, kau terlihat agak letih.

Apa kau sulit tidur?

Aku agak sibuk.

- Ibu mau kopi? - Tidak, Ibu minum teh hari ini.

Ibu suka hadiahnya?

Ibu menunggumu menyadarinya.

Ya, Ibu menyukainya.

Kau tahu apa yang Ibu suka.

Cocok di Ibu.

Terima kasih. Ibu akan mengingatnya selamanya.

Aku akan membelikan yang lebih bagus lain kali.

Ayo. Kau berjanji. Sungguhan.

Tentu saja.

Astaga, Ibu tak sabar.

Selamat datang.

Ayah tugas malam? Ibu kemarin berulang tahun.

Benarkah?

Ayah sangat sibuk sampai lupa.

- Maafkan aku. - Tak masalah.

Ulang tahun itu tiap tahun. Tak penting.

- Sudah siang, tapi mari makan... - Ayah harus istirahat.

Ayah agak lelah.

Astaga, lihatlah kantung mataku.

Malaikat maut tampak lebih baik.

Hei, hentikan darahnya dengan ini.

Nanti kotor. Itu mahal, 'kan?

Itu tak penting.

Kenapa kau kemari? Ini berbahaya.

Siapa yang mengelap mimisan dengan dasi?

Harus kukembalikan.

Astaga, padahal jendela belum dibuka.

Dari mana semua debu ini?

- Bu. - Apa?

Aku penasaran

apa Ibu pernah mempertimbangkan investasi?

Investasi?

Ya.

Aku yakin Ibu pernah dengar, tapi kini adalah era pemasaran.

Penting bagi pelatih kebugaran mempromosikan diri.

Ibu tahu Instargram?

Ya. Kita memotret dengan ponsel, lalu diunggah.

Ibu lihat di TV.

Sudah kuduga. Ibu trendi.

Ibu bisa menjadi pemengaruh jika terkenal di Instargram.

Lalu, Ibu bisa membawa uang yang ada di negeri ini...

Berani-beraninya kau bicara omong kosong lagi?

Hei.

Maaf, Kakakku Sayang. Jangan ikut campur.

Aku cuma 13 bulan lebih tua.

Kenapa kau bertingkah sok keren?

Kau lupa penampilanmu?

Kau tahu,

aku ingin hidup seumur hidupku dengan indah, tanpa kekerasan...

Astaga!

Kalian bertengkar di depan ibumu pagi-pagi?

Bu, kita lanjutkan obrolan mendalam kita nanti.

Bu, jangan dengarkan dia.

Kau bicara omong kosong lagi,

kuhajar kau. Paham?

- Yakin? - Cukup.

Kenapa kau tak memakai kaus?

Ada di cucian.

Tidak ada. Sebagian Ibu lipat dan simpan di kamarmu.

More Indonesian subtitles for Love Next Door

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left