200 บรรทัดแรก
DRAMA INI ADALAH FIKSI, SERTA SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI,
SETIAP DAN SEMUA NAMA LAINNYA, LATAR, DAN PERISTIWA YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI
ADALAH REKAAN SEMATA. KETERKAITAN DENGAN TOKOH NYATA,
BISNIS, LOKASI, PERISTIWA, DAN PRODUK, HANYALAH KEBETULAN BELAKA.
AGILES, FILIPINA, 2015
Halo?
Lantai dua, 203.
Baik, kami hampir sampai.
Kamar 203.
KONSULTASI MIN
Tolong aku!
SALON GANGNAM SALON RAMBUT DAN KECANTIKAN
Hei, Bos.
Tahu pepatah, "Tidak ada singa yang abadi"?
Apa?
Maksudku bunga.
Tak ada bunga yang bisa mekar selama sepuluh hari.
Baik itu bunga sakura atau forsythia, keduanya mati dalam sepuluh hari.
Begitu maksudku.
Lihat itu.
Bunganya sudah berguguran.
Bukan "singa yang abadi", tapi bunga.
Tidak ada bunga yang abadi.
Itu metafora untuk kekuatan politik.
Kau harus mulai lebih banyak membaca.
Pada akhirnya, kekuatan politik tak berarti apa-apa, begitu pun kehidupan.
Bahwa semuanya tidak berarti dan sia-sia.
Astaga, kau memalukan.
Baiklah.
Hei.
Kenapa tiba-tiba membahas itu?
Kau ingin mengatakan sesuatu?
Tidak, maksudku, hidup memang seperti itu.
Halo.
BOLTON HOTEL - KASINO
Ya, Bos.
Aku akan masuk sendiri. Tunggulah di sini.
Namun...
Halo, Pak Cha. Apa kabar?
- Baik. - Silakan lewat sini.
- Tempat favorit Anda. - Ya.
Pesanan yang biasa?
Sepertinya hari yang sepi, ya?
Mungkin mereka semua di pantai, menikmati matahari, Pak.
Apa ada orang Amerika yang mencariku?
Sejauh ini tidak, Pak.
Permisi. Aku akan membawakan pesanan Anda.
Dia datang.
Ayo, cepatlah.
JEBAKAN. KELUAR! SEKARANG!
Hei! Keluar!
Keluar!
Keluar!
- Hei, berhenti. - Jangan bergerak!
- Letakkan! - Letakkan!
- Cepat letakkan. - Letakkan senjata kalian!
- Cepat letakkan! - Letakkan senjata kalian.
- Letakkan! - Letakkan.
Duduk.
Angkat tangan kalian.
Cha Moosik, kau ditangkap atas pembunuhan Min Seokjun.
Apa?
Kubilang, kau ditangkap atas pembunuhan Min Seokjun.
Kau tahu siapa aku?
Ya, aku tahu siapa kau.
Ini kesalahan besar.
Tidak, kaulah kesalahannya.
- Sial. - Borgol dia.
Para bedebah ini.
Hei!
Hei!
Tim Dua.
Borgol dia dan masukkan ke mobil polisi.
KANTOR IMIGRASI, FILIPINA
Buron nomor satu, Cha Moosik, dari Korea Selatan,
telah ditangkap atas pembunuhan.
Dia baru saja tiba...
Pak, kenapa kau membunuh Min Seokjun?
Pak. Bisa jawab pertanyaannya, Pak?
KANTOR IMIGRASI
Semuanya, harap tenang.
Silakan duduk. Konferensi pers akan segera dimulai.
Sekarang kita akan memulai konferensi pers.
Saatnya bertanya.
Pertanyaan pertama.
Silakan, Bu.
Terima kasih. Kenapa Anda membunuh Pak Min?
Baik, pertanyaan kedua?
Silakan, Pak.
Kalian berdua dikenal sangat dekat. Apa terjadi sesuatu di antara kalian?
Apa itu alasan pembunuhannya?
Pertanyaan berikutnya.
Silakan, Pak.
Anda juga mengaku membunuh tiga anggota geng Tiongkok?
Baik, pertanyaan berikutnya.
Silakan, Bu.
Ada juga tuduhan Anda membunuh orang lain.
Anda juga mengakui itu?
Masa bodoh.
BIG BET
BAR KASINO
GYEONGNAM, YANGSAN, 1972
Biar kuceritakan sedikit tentang hidupku sejauh ini.
Saat aku kecil, keluargaku sangat miskin, jadi, ibuku menitipkanku di panti asuhan.
Dia bilang akan menjemputku dalam sebulan,
tapi aku sudah menghabiskan musim semi keduaku di sana.
Mereka tidak pernah punya cukup makanan.
Lagi-lagi sup rumput laut.
- Kunyah saja dengan benar, ya? - Kalau begitu, makan mi saja.
Aku tidak suka mi. Terlalu asin.
Aku suka.
Boleh aku minta banyak mi?
- Sedikit lagi. - Astaga.
Kau tidak lihat anak-anak berbaris di belakangmu?
Kembalilah jika mau lagi.
- Sana. - Dia selalu bilang begitu.
Aku mau sup rumput laut.
Andai aku bisa makan daging.
Jika merebus ayam dan makan sup dengan nasi...
Hei, kau pernah makan ayam goreng?
Ayam bisa digoreng?
Tentu saja! Enak sekali saat digoreng.
Seperti makan keripik.
Jangan bohong. Kau belum pernah makan ayam goreng.
Sudah pernah, sungguh. Aku memakannya saat ke kota.
Mereka menggorengnya di panci logam besar dan menjualnya.
Benarkah?
Namun, itu tidak penting. Aku bahkan tidak punya uang.
Mau menangkap semut api dan menjualnya?
Pria tua di toko obat herbal bilang akan memberiku uang
- untuk semut api. - Di mana kita bisa menemukan semut api?
Kau tahu gua harimau di bawah sana?
Ada banyak semut api di sana.
- Benarkah? - Ya!
Hei, bagaimana jika harimau benar-benar keluar dari sana?
Tidak ada harimau di sana.
Semua hanya cerita karangan.
Aku takut, Moosik.
Diamlah, ikuti saja aku.
Sakit...
Sakit!
Ayo, cepat!
Ayo!
Cepatlah. Masukkan ke dalam karung.
Hei, pegang karungnya!
- Kami menangkap semut api. - Apa?
Semut api.
Astaga, dasar anak-anak!
Kalian bisa mati digigit semut api.
Kami tidak akan mati.
Kami akan ambilkan lagi.
Lupakan saja. Kalian mau mati?
Ini.
Lain kali, bawakan aku lipan.
- Lipan? - Ya.
Baiklah.
Lipan?
Ayo.
- Tunggu sebentar. - Baiklah.
Lihat? Kau percaya sekarang?
Kelihatannya lezat sekali.
Hei, pergilah.
- Kalian akan mengusir pelangganku. - Kami bisa bayar.
Itu bahkan tidak cukup.
Enyahlah.
AYAM GORENG
Kubilang pergi!
Kalian punya uang?
Uang kita tak cukup untuk membelinya, jadi, mari bersuten
dan berikan semua uang kita untuk satu orang.
Baiklah, sepakat.
Batu, kertas, gunting!
- Ya! - Ya!
Kita menang!
Aku sudah memenangkan dua babak.
Beri aku 100 won.
Berikutnya.
Batu, kertas, gunting!
Batu, kertas, gunting!
- Ya! - Ya!
Beri aku 100 won.
Ini.
- Mari pertaruhkan semua uang kita. - Berapa uangmu?
Kau bodoh, ya? Aku punya 400 won.
Jika kalah, aku akan menangkap sepuluh lipan untukmu.
Kau bisa menukarnya dengan 500 won
- di toko obat herbal. - Benarkah?
- Kau sungguh bisa menangkap lipan? - Tentu saja bisa.
Baiklah. Mari lakukan.
Kau harus menang.
Batu, kertas, gunting!
Batu, kertas, gunting!
Batu, kertas, gunting!
Dasar rakus. Bisa-bisanya dia memakan ayam sebesar itu sendirian.
Seharusnya tak perlu pertaruhkan uangnya.
Jika mau makan sesuatu, kita harus puas memakannya.
Lebih baik tidak makan jika tidak bisa makan semuanya.
Astaga.
Tidak ada apa-apa di sini.
Jonghyun!
No comments yet. Be the first to leave one.