Jack dan Danil

Jack dan Danil

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ซีซั่น 1

ข้อมูลรุ่น

Jack dan Danil S01 INDONESIAN WEBRip NF
ความคิดเห็นโดย tedi
Retail NF (10 eps)

แท็ก

webdl
เผยแพร่เมื่อ: 2024-09-19
ดาวน์โหลด: 15
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

199 บรรทัดแรก

- Wah... - Ini dia.

- Mati kau. - Habis dikuliti kau.

Tenang saja kau.

Kau terus bilang "terakhir".

Jika kau seperti itu, aku jadi kalah. Sudahlah, tenang saja.

Belum dibayarkannya transaksi ini

bukan karena penggelapan yang disebut pada pasal 372 KUHP.

- Ini tuaknya, Bang. - Terima kasih.

Yang saya sebut sebagai kesalahan besar dari pihak JPU

karena perkara ini seharusnya diperkarakan

sebagai perkara perdata, bukan perkara pidana.

- Lihatlah. - Sudah.

- Aku menang! - Ya!

Demikian, Yang Mulia. Terima kasih.

Apa kau masih ragu kepadaku?

Kenapa kau bisa menang terus?

Mudah saja.

Setiap kau panik, kumismu bergoyang.

Itu artinya kau curang!

- Polisi! - Polisi!

- Bagaimana ini? - Berpencarlah!

- Hei! - Aduh!

Hei, cepat! Jangan ikuti aku! Pergi kau!

- Hei, berhenti! - Hei!

Cahyo, kau ini terlalu terpaku pada buku.

Kau lihat aku tadi, bukan?

Sekali aku bicara, mereka semua tak berkutik.

Pak, aku hanya berusaha mempersiapkan semua sebaik-baiknya.

Siapa tahu ada bukti-bukti yang Bapak butuhkan lagi?

Tidak perlu seperti itu lagi.

Instingku sudah jalan. Jam terbang membuat terbang.

- Yah... - Belajarlah lagi!

Ternyata pintarku tidak menular.

Aku ingin menyetir sendiri untuk mencari ketenangan.

Kau kembali ke kantor, bereskan berkas, dan buat notula sidang.

Tapi, Pak, kita berangkat bersama...

Naik taksi sajalah.

Dengarlah, Cahyo.

Kau harus lebih pintar seperti Pak Jack.

Butuh 100 tahun baginya untuk menjadi sepertiku.

Kecuali jika aku koma dan otakku diambil olehnya.

Ini, bawa tasku ke kantor.

- Pak Setiawan, selamat. - Ya.

Jangan rusak.

Sombong sekali, ya?

"Kecuali jika koma"?

Jika benar terjadi, kau akan tahu rasanya.

Ingat, Pak, omongan adalah doa.

- Halo, Mak. - Hai, Sayang.

Jack sayang.

Sedang apa, Nak? Sedang sibuk, ya?

Mana pernah aku tidak sibuk, Mak?

Mulutmu yang sombong itu persis sekali seperti ibumu.

Jack, dua hari lagi kau berulang tahun,

pulanglah ke sini, Nak.

Sudah kubilang, aku sedang sangat sibuk.

Janganlah seperti itu, Jack. Pulanglah, Nak.

Sekaligus, saat kau datang,

Mamak titip belikan Kue Pepe Keju Ikatan Cinta, Jack.

Apa itu?

Pemain sinetron Ikatan Cinta, sekarang bisnis Kue Pepe Keju.

Siapa namanya?

Sudahlah, Jack, kau banyak bicara. Bawakan, ya?

Ya, nanti kucarikan.

- Ya, Pak? - Hei, Cahyo!

Belikan aku tiket ke Medan untuk malam ini.

Bukannya...

Kalau begitu, biar aku saja yang memimpin sidang tiga hari lagi?

Apa kau bilang?

Banyak sekali gayamu!

Sok ingin memimpin...

Tundalah saja dulu, tunggu aku pulang.

Jangan bermimpi untuk memimpin sidang.

Baik, Pak.

Tolong sekalian belikan dua loyang

Kue Pepe Keju Ikatan Cinta.

- Beli di mana, Pak? - Cahyo!

Jika aku tahu di mana membelinya, sudah kutenggelamkan mukamu di sana!

- Malah bertanya. Cari sampai dapat! - Ya, Pak.

Dasar bos gila.

Aku hanya bertanya, malah dibentak-bentak.

- Bagus juga lagu kita, ya? - Tentu, siapa dulu penulisnya?

Wah... Itu Tiur dan pacar barunya.

Hei.

Hei, kenapa wajahmu sedih sekali? Hei?

Wah...

Wah...

Wah...

Mobilnya bagus juga, ya?

Hei, aduh... Kenapa wajahmu sedih?

Alamak... Hei, tunggu!

Danil, anak Mamak.

Kau hebat sekali.

Meteran listrik kita sudah tidak berbunyi, Nak.

Listriknya sudah mati.

Sama seperti kau lima menit lagi, akan kumatikan!

Ke mana uang Mamak? Kau pakai untuk berjudi, 'kan?

Tidak, Mak.

- Aku investasikan. - Apa?

- Investasi, tapi tidak kunjung kaya! - Jangan, Mak!

Karena kau, Nil, aku tidak menonton Elsa dipenjara.

- Kenapa begitu, Nil? - Aduh, Mak...

Heran sekali aku!

Jack!

- Hai, Mak! - Ya ampun!

Anak kesayangan Mamak!

Hei, aroma apa ini, Nak?

Ini pesanan Mamak.

- Pepe Keju? - Benar.

Kenapa gelap sekali rumah ini? Lampunya mati?

Karena abangmu ini.

Aku suruh beli token listrik, dia pakai untuk main judi.

Investasi, Mak.

Ya sudah, aku isikan saja.

Tidak perlu, Nak, kau baru tiba. Untuk apa pergi ke warung?

Tidak perlu. Biar Mamak saja.

Tidak perlu ke warung, lewat ponsel saja.

Menyala, Nil!

Jack, bagaimana bisa?

Sekarang pakai M-banking saja. Semuanya mudah.

Mamak tidak paham. Tak masalah. Kau sudah makan, Nak?

- Belum, Mak. - Mamak sudah masak untukmu.

Mari kita makan.

Ada sayur kol. Kau bisa makan daging ansaunya.

Anak kesayangan Mamak

Mari kita makan

Aku tidak tahu harus bagaimana lagi mencari uangnya.

Ampun, Bang!

- Dasar kau! - Bang, ampun.

Jadi, kapan kau mau bayar?

Besok malam kulunasi utangku, Bang.

Bagus. Tapi jika tidak membayar, kau akan tahu akibatnya.

Pulang tanpa nama. Paham?

Ya, Bang. Aku janji.

Besok aku bayar.

Siapa lagi yang belum membayar?

Danil, Bang.

Danil?

Kurang ajar!

Rupanya dia belum tahu siapa aku.

Menusuk sampai ke tulang!

Adikku sayang

Ke manakah kau pergi?

Ini, Jack. Sudah Mamak siapkan semuanya.

Ada panggang, saksang, arsik, daging ansau.

Semuanya untukmu. Kau habiskan, ya?

Aku tidak akan sanggup menghabiskannya.

Saat masih kecil, kau dan Danil bisa menghabiskan satu baskom ini.

Masa sekarang tidak bisa? Habiskan, jangan membuat Mamak sedih.

Butuh waktu lama untuk memasaknya.

Jangan sentuh pepe Mamak! Enak saja pegang-pegang.

Dia suka sekali memegang pepe Mamak.

Aku tidak habis pikir. Sabar sebentar.

Seperti tidak pernah... Apa lagi, Danil?

Kau bisa pegang sendiri, ambil sendiri! Jangan malas!

Apa pekerjaanmu sekarang, Bang?

Untuk apa bertanya kepada Danil?

Dia kerja beberapa minggu dan selalu dipecat.

Selalu seperti itu.

Aku cocok bekerja untuk orang lain.

Aku lebih cocok menjadi investor.

Jual dan beli saham.

Bagus sekali, Bang. Hebat. Siapa brokermu?

Aku menggunakan komputer. Ayo kita makan saja.

Mamak sudah repot memasak, kau justru membahas pekerjaan.

- Ayo kita makan. - Sekarang kau punya komputer?

Komputer milik temanku, namanya Eman.

Eman? Kau dan Eman tiap hari berjudi.

Dia mustahil bermain saham, Jack.

Dia hanya mengerti judi.

Turunkan kakimu!

Jangan menaikkan kaki saat makan! Turunkan!

Dasar tidak punya sopan santun.

Aku heran.

Kenapa kau selalu menaikkan kaki ke kursi?

- Mamak hanya setengah. - Ayo makan.

Tidak masalah jika setengah. Dia menaikkan semuanya.

Dulu kalian sangat lucu.

Mamak ingin kau kembali menjadi anak-anak.

Jangan, Mak. Aku sudah sukses.

Masa aku mulai dari awal lagi?

Itu yang membuat Mamak senang.

Melihatmu sukses, Nak.

Tapi masih ada yang membuat Mamak pusing dan sedih.

Abangmu, Danil.

Bantu dia memperbaiki hidupnya yang berantakan, Jack.

Kalian sangat mirip.

Lihat dia.

Abangmu pasti mau keluyuran ke tempat tidak jelas lagi.

Danil, kau mau ke mana?

Ke pasar sebentar, Mak.

Hei, jangan terlalu lama. Cepatlah pulang.

Nanti sekalian tolong belikan durian.

Mana uangnya?

Danil.

- Hei, Danil! - Terima kasih, Bang.

Apa kabar, Danil?

- Sehat? - Sehat, Bang.

Sudah lama tak berjumpa.

Jack dan Danil subtitles in other languages

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left