İlk 182 satır.
Jangan! Itu mesin penghancur lambung darurat!
Jangan pernah sentuh itu.
SEBELUMNYA DALAM SKELETON CREW
Ini kapal Onyx Cinder.
Tak Rennod perompak paling terkenal yang pernah ada di galaksi.
Apa pun yang dia mau,
dia ambil.
Aku punya kapal, berlapis baja dan siap.
Namun, Kapten Rennod memindai koordinat At Attin.
Lalu dia sembunyikan di sarangnya, jauh di bawah Gunung Bukit Tengkorak.
Aku tak bisa ke bawah.
Kau mencemaskan karatan dari uap?
Kau akan baik-baik saja.
Apa ini benar-benar Dash Zentin?
Ini koordinatnya.
Bagaimana dengan bayaranku?
Kau akan dapat bayaranmu saat aku dapat Silvo.
Aku menuntut hakku untuk menantang kapten.
Bilang saja menyerah.
- Bilang saja menyerah. - Aku menyerah.
Jod pemenangnya.
Aku tahu!
KB?
KB? Kau baik-baik saja?
Tolong! Sebelah sini!
KB, kau baik-baik saja?
Dia kenapa?
Kadang augmen-nya rusak, lalu dia tak bisa bergerak.
Baiklah, KB. Aku akan atur ulang koneksi oksipitalmu.
Ayo, bantu aku miringkan dia.
Apa dia akan baik-baik saja?
Ya. Tak apa-apa.
Tenang, KB. Kau akan baik-baik saja.
Halo.
Ya. Bagus kau di sini.
Aku mau check out. Isi bahan bakar kapalku dan persiapkan keberangkatanku segera.
Jangan bergerak. Kau tak bisa ke mana-mana.
Jalan.
Ada kabin khusus di kapal kami yang sudah siap untukmu, Silvo.
Aku baru mau mencarimu.
Di bawah sana ada tumpukan harta rampasan terbesar
yang pernah kau lihat.
Simpan omong kosongmu, Silvo.
Kau akan langsung ke Kapten Brutus.
Ayo!
Tunggu, ini belum ada apa-apanya.
Aku akan mendapat harta yang lebih besar. Kau akan kubagi.
33, serang!
Siap, Kapten!
33?
Jangan dendam ya, Dash.
Bertemu denganmu memang benar-benar menyenangkan.
Pak! X-wings!
Mundur!
Kembali ke kapal! Angkat droidnya! Bawa mereka ke kapal!
Nyalakan mesinnya!
Cepat, tikus-tikus got!
Perompak!
Kapal-kapak lain itu melawan mereka!
Itu seperti yang Kh'ymm panggil.
Katanya itu disebut X-wings.
Namun, kata Jod X-wings itu jahat.
Bukan, mereka jagoannya!
- Tunggu! Di sini! Tolong! - Kami di sini!
- Di sini! - Di bawah sini!
- Jangan pergi! - Tolong! Tidak!
Mereka meninggalkan kita!
Sayang sekali.
Karena aku punya koordinat untuk pulang.
Jadi, itu ada di otakmu?
Bagus.
Kini kita hanya perlu memanjat ke kapal kita.
Kapalnya masih ada, lihat?
Itu bukan "bagus".
Itu tidak mungkin.
Wim, tetap di sini.
Kau juga, Neel.
Hei.
Kau baik-baik saja, 'kan?
Aku tahu Wim akan menentangku soal memanjat tebing.
Bagaimana strateginya? Karena, jujur saja,
aku tak tahu apa Neel bisa...
Mungkin kita harus pertimbangkan pilihan lain.
Bagaimanapun juga, kita harus kembali ke kapal, 'kan?
- Aku tak tahu pilihan lain. - Kau tak tahu.
Jadi, kau anggap tidak ada pilihan lain?
Hei, KB, kenapa kau...
Karena jika kau sungguh tertarik, kau akan mendengarkan,
lalu mungkin kita bisa membahas hal yang penting.
Jika ada hal penting yang ingin kau katakan padaku, silakan.
Fern!
Kita tak sendirian di sini.
Jauhi!
Mereka mungkin berbahaya.
- Tidak, mereka ramah. - Ramah.
Ramah.
- Ramah. - Lihat, mereka bisa bicara.
Artinya mereka cerdas. Mereka bisa membantu.
Tidak bisa. Maaf, Wim. Tidak.
Wim, kita harus memanjat kembali ke kapal dan...
Apa? Ke atas sana?
Tidak, kau akan jatuh dan semua tulangmu akan remuk.
- Tidak benar. - Benar.
- Tidak benar. - Benar.
- Tidak benar. - Benar.
Aku tak mau bertengkar seperti bayi denganmu!
Ini bukan permainan!
Aku tahu ini bukan permainan.
- Sungguh? - Berhenti bertengkar!
Hentikan.
Paham? Kita harus bekerja sama untuk kembali ke kapal.
Aku tahu, itu yang kukatakan dari tadi.
Mereka ini penghuni lokal.
Kita bisa ikuti mereka ke orang yang bisa bantu.
Ikuti.
Ikuti.
Ikuti.
Aku setuju dengan Wim.
Baiklah.
Tampaknya kita berpencar.
Baiklah.
Tampaknya begitu.
Ayo, Neel.
Ya, mungkin kelompok berdua paling masuk akal.
Kami akan jemput kalian begitu sampai kapal.
Baiklah, tetapi kami pasti sudah sampai di sana menunggu kalian.
Ikuti.
- Ikuti. - Tolong.
- Ikuti. - Tolong.
Ayo, KB.
- Ikuti. - Tolong.
Kapten Brutus sekarang akan mengumumkan putusannya.
Aku menyatakan, yang bernama Kapten "Gila" Silvo bersalah!
Diam!
Atas kejahatan kejinya, aku memvonisnya...
hukuman mati dilempar ke luar angkasa.
Ya!
Tunggu!
Tunggu!
Bagaimana dengan waktu adil?
Hak Banding Terakhir.
Begitulah menurut Kode Perompak.
Hak Banding Terakhir harus dihormati.
Waktu adil.
Baik sekali.
Waktu adil akan dimulai sekarang.
Bicaralah!
Aku lapar.
Aku sudah lapar semenjak bisa mengingat.
Karena aku hanya dapat sisa-sisa.
Apa sih maksudnya?
Bunuh saja dia.
Dia akan katakan apa pun untuk selamatkan diri.
Sudah berapa lama kalian lapar?
Apa?
Sudah berapa lama?
Sudah berapa lama kalian diabaikan?
Di tumpukan sampah galaksi memperebutkan remah-remah.
Cukup pidato dramatisnya, Silvo.
Ucapan orang mati tidak ada harganya.
Plasmanya masih mengalir, Pak.
Kita semua lapar!
Karena kredit itu langka, tidak pernah cukup.
Dia benar.
Bagaimana jika bisa cukup?
Bayangkan saja.
Bagaimana jika ada tempat...
di mana kalian tak perlu membagi jatah
karena jatah kalian tak pernah habis?
Bayangkan itu.
Ya.
Bayangkan saja.
Glerb, Kawanku.
Perkebunan ganja yang kami semua tahu adalah tujuanmu menabung.
Bayangkan jika kalian bisa membeli seluruh lautan.
Itu pasti hebat.
Aku mengecewakanmu.
Maafkan aku, Kona.
Kau seharusnya punya pasukan sendiri.
Bukan hanya satu kapal.
Namun, seluruh armada.
Aku akan ladeni, Silvo. Apa tipuanmu?
No comments yet. Be the first to leave one.