İlk 200 satır.
Kurangi keserakahanmu untuk imbalan, ketakutanmu akan hukuman.
Saat masa keserakahan dan kekacauan yang menggerogoti melahap kita,
Kita berakhir begitu saja.
Karena kematian bukan sesuatu yang sebagian.
Ketika itu menghancurkan daging, itu membatalkan jiwa.
Tak ada alam baka, tak ada Neraka.
Tak ada anjing neraka penjaga di pintu gerbang...
- ...untuk menghalangi usaha pelarian. - Lucius Annaeus Seneca
Maafkan aku, Bapa, karena aku telah berdosa.
Ini sudah 18 tahun sejak pengakuan dosa terakhirku.
Maafkan aku...
Lebih baik terlambat daripada tidak, Anakku.
Tuhan menunjukkan kesabaran pada mereka yang berdosa.
Kau mau beritahu aku apa yang mengganggumu?
Kau tahu, Bapa,
Aku sudah menjadi orang jahat sangat lama,
Aku takut dosa-dosaku terlalu besar untuk dimaafkan.
Yakinlah kepada Tuhan serta pelayan-Nya yang rendah hati.
Silakan lanjutkan.
Aku masih 14 tahun saat pertama membunuh orang.
Itu kesalahan.
Tapi, kau tahu, Bapa...
Itu sulit untuk menikam seseorang.
Menembak seseorang, itu sangat berbeda.
Kau tidak merasakan rasa sakit.
Kau cukup menarik pelatuk dari kejauhan,
Itu mudah.
Tapi saat kau menikam seseorang...
Itu berbeda.
Kau merasakannya.
Kau merasakan rasa sakitnya.
Kau bisa dengar kulit robek saat bilah menembus otot.
Itu membuat semuanya lebih...
...nyata.
Dan itu sangat menakjubkan.
Bagaimana satu momen bisa mengubah hidupmu,
Dan tak ada jalan kembali.
Aku tidak mengerti.
Kenapa kau beritahu ini padaku?
Kau percaya Neraka, Bapa?
Apa kau percaya bahwa para pendosa akan terbakar di api keabadian?
Ya.
Ya, aku percaya.
Maka beritahu beritahu aku,
Kenapa kau melakukan apa yang kau lakukan?
Albert?
Siapa kau?
Apa yang kau inginkan?
Kau tahu ini apa, Bapa?
Ini adalah air suci.
Air suci untuk bersihkan dosa-dosamu.
Tolong!
Berhenti!
Tolong, ampun...
Ampun. Tidak.
Kau tak tahu apa yang kau lakukan. Tolong.
Tolong. Tidak, tidak...
Aku mohon! Aku mohon!
Aku mohon. Tidak!
Tidak!
Perbatasan Myanmar-Thailand.
Aku yakin penerbanganmu sangat buruk.
Itu benar.
Wow, bagaimana kau berakhir tinggal di tempat busuk ini, kawan?
Faktanya, temanku...
Aku lelah.
Aku tidak lagi memahami dunia di luar sana.
Di sini?
Aku memiliki semua yang aku butuhkan.
Ya, kau tahu?
Mungkin kau benar.
Ayo.
Kita bicara didalam.
Bualan apa tentang ini adalah pekerjaan terakhirmu?
Yang terakhir, lalu aku selesai.
Untuk perjalanan terakhir.
Untuk perjalanan terakhir.
Mari kita bicarakan bisnis.
Siapa targetnya?
Tunggu sebentar. Biar aku beritahu kau satu cerita.
Itu akan membantumu memahami situasinya.
Seorang pria tua kaya usia 60-an. Pensiun di Thailand.
Jatuh cinta dengan wanita muda menarik.
Jenis cinta yang wanita muda menarik...
...miliki untuk pria tua kaya raya.
Cinta uang.
Atau cinta sejati, siapa yang tahu?
Intinya, orang ini...
Menyerahkan kepemilikan kondominium sangat mahal dia ke pacarnya.
Lalu besoknya, dia melompat terjun dari balkon...
Telanjang bulat, dan...
Jatuh 15 lantai menuju tanah.
Laporan resmi kepolisian, bunuh diri.
Tak ada surat bunuh diri?
Kasus ditutup.
- Atau seseorang melempar dia. - Atau seseorang melempar dia.
Faktanya adalah...
Dia hanya "Pelompat Kesepian" lainnya"
- "Pelompat Kesepian"? - Begitu mereka menyebutnya.
Ada dua tipe.
Kepala duluan. Dan kaki duluan.
Biasanya pelompat kaki duluan,
Tangan mereka diikat di belakang.
Aku tebak orang kita adalah tipe yang terakhir?
Tidak menurut kepolisian.
Seperti yang kau bisa bayangkan.
Orang ini memiliki keluarga.
Seorang putri.
Anaknya tidak percaya cerita bunuh diri itu.
Jadi dia datang ke Thailand.
Dan temukan pacar ayahnya tinggal di kondominium itu,
Bersama pacar barunya. Atau seorang germo.
Atau apapun kau ingin menyebutnya.
Pria berkelas.
Dia bukan orang biasa.
Dia seorang gembong.
Orang berbahaya.
Narkoba. Perdagangan manusia.
Pertarungan ilegal. Kau sebutkan saja.
- Siapa namanya? - Tar.
Dan pacarnya adalah Nill.
Dia juga bagian dari kesepakatan.
Ini harusnya semua yang kau butuhkan.
Yang lainnya...
Orangku, Somsak, akan beri kau dukungan.
Sedikit saran.
Jangan remehkan Tar atau rekan-rekannya.
Yang ini favoritku.
Menembus tengkorak, tapi tidak tembus keluar.
Hanya berputar di dalam dan membuat kekacauan.
Bangkok. 8 Jam Kemudian
Tidak... Apa yang kau lakukan?
Tidak, tidak...
Lepaskan aku! Lepaskan aku!
Bajingan!
Demi Tuhan!
Kau punya delapan jari lagi.
Tidak, tidak, tidak...
Sembilan.
Tidak. Tidak.
Tolong, tidak
Tidak, tidak. Tidak.
- Berikan padaku. - Tidak!
Bajingan!
Oke. Aku akan tanda tangan.
Oke.
Di sini.
Anak pintar.
Dah, sayang.
Hei, sayang. Kau mau ke mana?
Aku rasa kau mungkin butuh tumpangan?
- Tidak. Aku akan pulang. - Tidak, jangan pulang.
Kau terlalu cantik untuk pulang hujan-hujanan, oke?
Pulanglah bersamaku, sayang.
Pacarku takkan senang.
Pacarmu?
Kita rahasiakan ini berdua.
Ayo.
Ayolah, berapa? Pilih angkanya.
- Pilih angka? Untuk apa? - Ya.
Kau suka aku?
Seberapa banyak kau menyukai aku?
10,000 baht.
Ayolah, biar aku jauhkan kau dari hujan.
Pulanglah bersamaku.
Di sini.
Kita sudah sampai.
Aku terlalu mabuk.
Lihat.
Anakku.
Besok hari ulang tahun dia.
Apa ini?
Kenapa kau punya fotoku?
Tolong!
Jemput aku. Sekarang.
Kau istirahatlah di sini sebentar.
Lalu kita pergi.
Tolong beritahu aku. Apa yang terjadi?
Gadis itu pergi.
Itu karena raksasa bangsat itu.
Apa? Raksasa?
Orang yang kau lawan?
Jika gadis itu pergi... Kita ada masalah besar.
Kita tak ada masalah.
Sekarang, beri aku waktu sebentar untuk tidur.
- Polisi? - Tidak mungkin polisi.
Polisi tidak membawa gadis. Mereka menginginkan aku.
Mereka datang untukku.
Bijan? Ke mana perginya dia?
Dia tidak mengangkat teleponnya.
Dia sudah mati.
Bijan tidak mudah untuk dibunuh.
Jika orang ini membunuh dia, kita harus bersiap.
Ayo.
Menepi di sini.
Nill, tunggu di mobil. Kalian berdua ikut aku.
Tanyakan sekitar.
Pria di sana, dia tak melihat apa-apa.
Tapi dia mendengar kaca pecah saat malam.
Lalu polisi datang untuk mengangkut mayat.
No comments yet. Be the first to leave one.