İlk 143 satır.
Dari sekian banyak bentuk sihir, ada empat bentuk yang utama.
Menyuburkan segala sesuatu dan mengendalikan sumber kehidupan.
Lambang Sihir Air.
Mengubah batu menjadi pasir dan pasir menjadi batu.
Penguasa perubahan dan gerak,
Lambang Sihir Tanah.
Membawa ilmu melampaui batas, mewujudkan perjalanan yang mustahil,
dan membawa kemajuan.
Lambang Sihir Ambalang.
Serta sebagai pedang dan perisai bagi rakyat,
Lambang Sihir Api.
Para penyihir mengenal empat lambang sihir ini
sebagai Empat Lambang Sihir Utama.
Jadi, apa kau mau berlatih menggambarnya?
Celaka! Bagaimana ini?
Kau baik-baik saja?
Terima kasih, Tetia.
Terima kasih atas terima kasihmu!
Apa yang kau lakukan, Coco?
Aku menggambar sihir bola api untuk berlatih sihir ambalang.
Lambang Sihir Api bisa berbahaya
karena ukuran dan keseimbangan sesuatu yang tak berwujud harus dijaga.
Kau harus berhati-hati, ya.
Aku akan berhati-hati.
Kau menaklukkan ujian Pegunungan Dadah dengan mudah,
jadi, kenapa berlatih sihir ambalang?
Kau terbang secepat kilat, bukan?
Seperti anak panah yang memelesat!
Aku merusak sepatu sylph yang kupinjam dari Agott waktu itu.
Aku ingin memperbaikinya sebelum mengembalikannya.
Aku tinggal menggambar ulang segelnya,
tapi garis-garis gambarku masih tidak rata.
Mungkin tongkat penamu tidak pas.
Berat dan rasanya di tanganmu bisa sangat berpengaruh.
Ini tongkat lamaku,
kau mungkin ingin coba memegang beberapa tongkat untuk dipilih.
Ayo, Coco! Kita ke toko alat tulis!
Toko alat tulis?
Ya, toko alat tulis sihir yang menjual semua alat sihir.
Toko alat tulis sihir?
Mari kita ke toko alat tulis.
Toko alat tulis sihir?
Seperti mimpi yang jadi nyata!
Hei, Coco?
Aku sedang menghayati momen ini, beri aku waktu sebentar.
ATELIER OF WITCH HAT
Itu Kalhn, sebuah kota di Hutan Rawa.
Pulau yang ada di gosong itu adalah kota penyihir terbesar wilayah ini.
Tunggu!
Segel untuk mengembangkan rok…
Akhirnya, tongkatku bisa dipakai dengan tinta sihirku.
Ada banyak penyihir!
Sisi dari pulau sungai ini
mulanya menara pengawas yang dibangun oleh penyihir guna melindungi kota
dari naga tahi lalat yang hidup di Hutan Rawa di seberang sungai.
Penyihir berkumpul dan tempat ini menjadi distrik sanggar,
bahkan sekarang…
Guru Qifrey, Coco tidak mendengarkan.
Maaf,
kalau aku ikut jalan-jalan dengan Coco,
itu akan buang-buang waktu,
jadi, aku akan pergi duluan. Ada toko yang ingin kulihat.
Temui kami di toko alat tulis saat kembali, ya?
Bagaimana hubunganmu dengan Agott?
Kalau bisa,
aku ingin kami lebih dekat.
Hei!
Sebelah sini!
Ini seperti mimpi…
Coco! Nanti kita bisa terpisah!
Kalhn memang selalu ramai, ya?
Aku agak lelah.
Ini dia toko alat tulisnya.
Pedang Bertabur Bintang.
Ada pohon di dalam toko.
Coba lihat itu.
Seorang murid penyihir merasa terkejut melihat pohon perak?
Hal sederhana begini saja kau tak tahu?
Jangan begitu.
Coco baru saja menjadi murid.
Jadi, dia adalah gadis itu?
Pantas saja dia tak tahu!
Astaga, maaf, Nona.
Aku juga tak tahu tentangmu, jadi, kita impas.
Ini Pak Nolnoa.
Pemilik toko alat tulis Pedang Bertabur Bintang!
Benar.
Semua komponen yang kau temukan di sini dibuat olehku dan cucuku, Tartah.
Tongkat pena, tinta, kami punya semuanya.
Kau bahkan bisa mengekstrak tinta sihir dengan konsentrasi yang kau suka.
Mengekstrak?
Coco, ya?
Aku akan menunjukkannya. Ikut aku.
Baik!
Jadi hitam!
Itu getah pohon perak.
Dahannya berwarna putih keperakan saat masih sehat,
tapi akan menghitam saat layu.
Ini beracun baik bagi pohon maupun manusia dalam bentuk ini,
tapi setelah direbus
dan ditiriskan sisa cairannya…
ini menjadi sumber sihir. Tinta sihir mentah.
Tinta biasa dibuat dengan mengumpulkan jelaga dari asap kayu yang dibakar,
tapi tinta sihir berbeda.
Ini dibuat dengan mengambil getah dari pohon itu.
Itu sebabnya pohon perak
sangat istimewa bagi penyihir.
Benar.
Anehnya, kau tak bisa mendapatkannya dari pohon lain.
Pohon yang luar biasa.
Sangat penting.
Benar! Bahkan ada legenda kuno tentangnya.
Benar.
Dahulu kala, sebuah pohon perak jatuh cinta kepada seorang penyihir,
begitulah menurut legenda.
Getahnya ditawarkan sebagai tinta sihir dan dahannya sebagai tongkat…
- Tongkat! - Apa?
Kau datang untuk membeli tongkat?
Ya.
Kalau begitu,
untuk mencobanya…
aku akan memberikan ini.
Kau pasti akan menemukan tongkat yang sempurna.
Tongkat seperti apa yang cocok, ya?
Aku suka tongkat yang ringan.
Mana yang terbaik, ya?
Tunggu!
Coco!
Bagaimana ini?
Aku tak tahu.
Tapi Coco akan tersesat kalau sendirian.
Kalau begitu, kita kejar!
Apa?
Agott!
Ada apa?
Kau juga ikut!
Hei, tunggu…
Ada apa?
Coco! Tunggu!
Tunggu, Coco!
Apa yang kau lakukan, Coco?
Kau mau ke mana?
Ke mana? Aku melihatnya! Orang yang menjual buku sihir terlarang.
No comments yet. Be the first to leave one.