İlk 200 satır.
Beberapa Hari Setelah Pertempuran Arene
Saat di Arene, aku bersikeras bela rakyat, dan hanya lenyapkan pasukan penyihir musuh.
Seharusnya, tanganku saat ini tak berlumur dosa.
Permisi.
Lama tak jumpa, Mayor Degurechaff.
Uger.
Mayor! Senang bisa bertemu kembali.
Aku juga begitu.
Sekarang kau di divisi kereta, ya?
Ya.
Aku juga dengar sedikit tentangmu.
Selain itu, kau mau ke markas kostrad?
Benar.
Apa Mayor juga sama?
Belakangan, aku hanya jalankan tugas umum dari Jenderal Zettour.
Kalau divisi kereta sibuk, itu artinya ada rencana besar?
Sepertinya kau tahu sesuatu, ya?
Ya, kalau bicara denganmu mungkin bukan masalah.
Ini juga sebagai balasan karena sudah sarankan aku ke garis belakang.
Saat ini, divisi kereta sedang diminta untuk rencanakan transportasi darurat ke zona perang.
Rencana ini bertujuan untuk tarik mundur medan Rhein.
Menarik mundur garis depan?
Meski kita sudah desak musuh?
Benar.
Sepertinya rencana ini untuk pancing unit utama musuh dan melenyapkannya.
Jadi begitu.
Sama seperti Bonaparte di Austerlitz, atau mungkin Hannibal di Cannae.
Ya, sungguh mengejutkan.
Operasi pengepungan dan pemusnah berskala medan Rhein.
Berani sekali, tapi sangat menarik.
Benar.
Sepertinya atasan sangat ingin akhiri perang kontra Republik sesegera mungkin.
Tapi, bagaimana cara kita kepung musuh?
Lebih jelasnya aku tak tahu,
tapi sepertinya unitmu akan diminta bantu garis belakang agar musuh tak tahu rencana mundur kita.
Garis belakang, ya?
Seharusnya pertempuran kali ini akan lebih sulit dari sebelumnya.
Sesampainya di markas kostrad, mereka pasti akan siapkan apa yang kaupinta.
takkan bertahan
I will not hold off
takkan bertahan
I will not hold off
takkan bertahan
I will not hold off
takkan bertahan
I will not hold off
di atas parit, takkan bisa kabur
zango no ue nigeba ha nai
itu yang kita inginkan
I know that's what we want
peperangan itu yang kita inginkan
I know it's a war we want
angkat senapanmu, tertawa dan menggila
All rise your guns warae kurue
itu yang kita inginkan
I know that's what we want
peperangan itu yang kita inginkan
I know it's a war we want
bangkitlah, bangkitlah
Coming up, coming up
oh, mata nan penuh haus darah
ah, satsui no me
mangsa segar, aku terangsang, sangat terangsang
iki na emono takaburu takaburu
tak cukup, masih tak cukup, nyawa itu
Not enough, not enough mada sono inochi
masih saja berkuasa, kita tak boleh sembunyi
yuuetsu da, We must not hide
Kita JINGO terhormat
We honor the JINGOS
memuaskan diri dengan hasrat hewan
kemono jimita yokubou musaboru
kita berada di JUNGLE
We are in the JUNGLE
mari tajamkan taring kita
saa kiba wo toge
dan lihat siapa yang membunuh paling banyak
shi no kazu wo kisoou
kita JINGO terhormat
We honor the JINGOS
itu yang kita inginkan
I know that's what we want
peperangan itu yang kita inginkan
I know it's a war we want
kita berada di JUNGLE
We are in the JUNGLE
itu yang kita inginkan
I know that's what we want
peperangan itu yang kita inginkan
I know it's a war we want
Markas Kostrad Tentara Kekaisaran, Rapat Gabungan
Insiden Arene sudah rusak jaringan kereta api kita,
membuat sulitnya kirim persediaan ke garis depan.
Bagaimana dengan operasi pendaratan, seperti saat lawan Aliansi Entente?
Yang jadi masalah adalah respons dari Sekutu Raya.
Secara teori, mereka netral, tapi tak biarkan kita lewati wilayah perairannya.
Itu artinya, kita perlu waktu.
Aku yakin beberapa konflik pasti terjadi.
Kita perlu jam kerja paradigma.
Kita hadapi perang dunia pertama dalam sejarah umat manusia.
Masuknya doktrin praperang ke benteng musuh untuk menandatangani surat perdamaian,
sangatlah tak praktis.
Kalau begitu, bagaimana caranya menang?
Bukan menang, tapi hindari kekalahan.
Menurut saya hanya ini satu- satunya cara untuk bertahan.
Jenderal Zettour, maksudnya Anda menentang penyerangan, begitu?
Tidak, saya mendukung adanya tindakan agresif.
Tapi, memecah garis mereka bukanlah tujuan kita.
Maksudnya?
Sebisa mungkin kita lenyapkan prajurit musuh,
dan buat mereka tak bisa lanjutkan pertempuran.
Itulah cara untuk akhiri peperangan.
Apa Anda punya rencana praktis?
Departemen sudah godok rencana untuk hancurkan pasukan utama.
Pertempuran penentu di saat seperti ini?
Serius?
Nekat sekali.
Tahap pertama dari rencana ini, adalah menarik mundur garis depan untuk pancing musuh.
Itu baru langkah pertama.
Kita harus melangkah maju.
Bisa dikatakan, maju melarikan diri adalah jalan terbaik untuk raih kemenangan.
Episode 09 Persiapan Serangan
10 Mei, Tahun Unifikasi 1925
Medan Rhein, Garis Depan, Sayap Kiri, Tentara Kekaisaran
Break! Break!
Sialan! Aku kena!
Lindungi, 03!
Tarik mundur 27!
Di sini 04, kompi 4 kehilangan beberapa anggota!
Jumlahnya mencapai 60%!
Kompi 4, kirim umpan lalu segera mundur!
Yang bisa bantu, segera lakukan!
Siap!
Siapa tamu kita?
Pasukan pengintai!
Dengan jumlah batalion!
Sepertinya mereka benar-benar ingin lakukan serangan besar-besaran.
Itu mereka!
Tembak, ayo tembak!
Sial! Ledakan kumparan udara?
Semua unit, kumpul! Batasi ketinggian untuk menghindar-
Di sini 02!
Setengah anggota gugur!
Kita tak bisa terus begini!
Sial!
Di sini Fairy 01!
Kami dikepung dan diserang oleh kompi penyihir musuh!
Bagaimana situasi di sana?
Memulai rencana 1.
Memang masih belum siap, tapi kau diizinkan untuk batalkan misi ini.
Batalkan misi di saat seperti ini?
Tak bisa.
Apa? Serius?
Kalau misi dibatalkan, mereka mungkin akan sadari rencana kita.
Karena musuh tak boleh tahu rencana mundur kita, jadi kita lanjutkan.
Siap.
Kami akan siap sesegera mungkin.
Semoga Anda berada dalam lindungan Tuhan.
Lindungan Tuhan, ya?
Aku jadi bayangkan wajah Keberadaan X-
Medan Rhein, Dataran Rendah, Sayap Kanan, Tentara Kekaisaran
Cepat!
Hancurkan kanon beratnya!
Cepat!
Sisanya pakai kereta berikutnya!
Cepat jalan!
Operasi Halimun dan Matahari - Mundur Palsu dari Garis Pertempuran
Kami akan segera sampai ke titik yang ditunjuk.
Tak ada pasukan musuh yang kejar kami.
Kelihatannya mereka anggap kami akan lakukan serangan.
Oi, bertahanlah!
Perbannya kurang!
Mana penyihir medis?
Belum datang?
Sa-Sakit! Sakit!
Ajudan! Ajudan Taiyanen!
Letnan Grantz.
Berapa nilai Anda di kelas?
Semua tindakan unit adalah tanggung jawab komandan.
Bukankah Anda belajar soal itu?
Waktu pelajaran hukum.
Ya, aku mempelajarinya.
Saat di pertempuran Arene, Anda bertindak di luar perintah.
Sekali lagi kau berulah...
Ini adalah perintah atasan.
Mayor adalah komandan.
Jadi, tak ada alasan untuk bawahannya bertanggung jawab.
Mungkin itulah yang ingin Mayor katakan.
Tak disangka Letnan Serebryakov akan tenangkan aku.
Ha? Apa maksudnya?
Taiyanen, bertahanlah!
Taiyanen!
Rencana 1 sukses.
Semua ini berkat unitmu.
Atas nama markas kostrad, aku ucapkan terima kasih.
Suatu kehormatan dapat pujian.
Sebenarnya, ada yang ingin saya tanyakan.
Apa itu?
Saya dengar militer kita kirim propaganda palsu melalui tiga negara.
Telingamu memang tajam.
No comments yet. Be the first to leave one.