İlk 130 satır.
Lebih baik kau berharap saja kalau binatang buas yang keluar dari gua itu bukanlah iblis.
Eh, Abang. Kau lapar?
Sekarang ini, sepertinya dia sedang tak ingin makan.
Oh ya, Abang sudah pernah tertawa?
Kalau kau terus begitu, aku takkan mau tahu lagi.
Aku takkan pernah kembali ke istriku.
Aku ingin terus bersamamu.
Aku juga.
Di dalam gunung ini ada apa, sih?
Dimakan beruang saja sana! Rasakan!
Apa ini...
Hoi, kau baik-baik saja?
Dia ini... Sudah cukup main-mainnya.
Abang!
Keluar sini!
Sialan.
Dia kabur, ya.
Oh, Abang. Ada kampung di sana.
Apa boleh buat. Aku akan pulihkan tenagaku di sana.
Episode 7
Kisah Jorogumo
"Kisah Jorogumo."
Saking lemahnya, aku sampai tak sanggup gerakkan tubuh sendiri.
Rasanya kok kampung ini menyusahkan, ya.
Saat ini, kami harus berjaga-jaga demi lindungi kampung ini.
Melindungi dari apa?
Belakangan, ada penculik yang berkeliaran.
Penculik?
Ya, warga kami hilang begitu saja kala malam.
Karena itulah menara pengawas itu dibangun.
Kalau kau tahu hal mencurigakan, segera beri tahu kami.
Eh, Abang.
Aku yakin yang culik para warga itu si monster laba-laba.
Tampaknya mereka sangat kesulitan.
Kita bisa bantu warga kampung itu.
Pasti bakal ada hadiah yang menggiurkan pula.
Dengan begini, selesai sudah.
Hoi, kau. Bertahanlah.
Maaf, aku tak berniat menakutimu.
Kau sakit?
Wajahmu pucat seperti orang mati. Pokoknya, ke rumahku saja dulu.
Akan kuberi makan. Bisa jalan sendiri?
Bisa.
Nah, ikutlah denganku.
Pertama, akan kulahap nyawa orang ini.
Kalau boleh tahu, siapa namamu? Aku Yajiro.
Aku tak punya nama.
Tak punya? Begitu, ya.
Nah.
Kalau begitu, bagaimana kalau Ohagi?
Ohagi?
Kau berbaring di pepohonan kembang Hagi.
Terserah kau saja.
Kalau begitu, Ohagi. Kau pasti sudah lapar, 'kan?
Makanlah.
Apa ini? Tampaknya lezat.
Sudah, makanlah.
Enak.
Ohagi, dari mana asalmu? Kalau boleh, beri tahu padaku.
Aku tak tahu, jadi, tak bisa memberitahumu.
Kalau begitu, kenapa kau terbaring di sana?
Apa aku punya pilihan lain?
Kalau sudah punya tenaga, aku akan langsung pergi dari sini.
Kau tak makan?
Aku tadi sudah makan sebelum kau datang.
Suara apa itu?
Sudahlah! Cepat makan!
Aku akan kerja dulu. Aku akan segera kembali. Makan dan tidurlah dulu.
Manusia yang aneh, ya.
Ini adalah punyaku. Jadi, jangan diambil.
Tak ada sawah maupun ladang.
Abang, sepertinya sulit juga temukan makanan di kampung ini.
Ada apa ini?
Hoi, kau. Apa yang tertulis di tanda itu?
Oh, katanya akan ada hadiah bagi siapa pun yang sanggup temukan penculik.
Ya, penculiknya bisa ketemu saja memang sudah membantu sekali.
Benar, 'kan? Persis seperti yang kuduga.
Kalau begitu, hadiahnya adalah milik kami!
Ada apa, Nak? Kau tahu siapa pelakunya?
Kau juga incar hadiahnya? Aku takkan ikut campur kalau jadi kau.
Karena kita berurusan dengan monster.
Monster?
Tenang! Tenang! Jangan berhenti! Tetap bekerja!
Si monster itu pasti keluar hanya saat mulai petang.
Kita tak ada tenaga mencarinya saat pagi.
Pikirkan baik-baik.
Nah, ayo, Abang.
Makanannya manusia hanya sebegini, ya.
Maaf, aku terlambat.
Kau terus di sini?
Aku tertidur, tapi terbangun karena kegaduhan di luar.
Ya, ada yang meninggal lagi karena bekerja di gunung.
Kerja rodi di bawah terik matahari. Jadi, sudah wajar.
Kenapa kau bekerja sekeras itu? Bukankah sia-sia kalau nyawamu hilang?
Kampung ini adalah kampung tambang.
Penguasa kami tak biarkan kami bersantai-santai.
Manusia memang tak punya kebebasan, ya.
Wajahmu pucat, ya.
Kau sudah makan, tapi...
Ada kecoak.
Kenapa kau melepasnya?
Manusia dibiarkan mati begitu saja, tapi tidak dengan serangga?
Baik manusia dan serangga itu sama saja. Nyawa tetaplah nyawa.
Baru kali ini aku dengar ada manusia yang berkata begitu.
Kau ini aneh, ya.
Begitukah? Daripada memikirkan itu, lebih baik makanlah dulu.
Lalu, tidur. Itulah yang terpenting bagi seorang manusia.
Baru kali ini aku berjumpa dengan pria sepertimu.
Kita berdua sama- sama kelaparan, ya.
Aduh, lelah sekali.
Kita sudah jalan semalaman.
Di mana sembunyinya, ya? Si monster laba-laba itu.
Otakku sudah tak bisa berpikir. Kita tidur sebentar selagi masih dingin, Abang.
Eh, eh. Apa yang tertulis di situ?
Ada orang yang menghilang lagi semalam, jadi, hadiahnya dinaikkan.
Semalam? Padahal tak ada tanda-tanda monster itu.
Jangan-jangan, aku salah. Jangan-jangan, dia itu bukan monster.
Eh, apa penculik itu akan ditangkap?
Dia akan ditangkap, tenang saja.
Takkan ada warga yang menculik tuan kita tak peduli apa pun itu hadiahnya.
Kalau begini, kami hanya bisa makan serangga dan rumput.
Kurasa lebih baik makan tumbuhan saja dan istirahat sampai malam.
Ohagi, kau makin lemah, ya. Kau ini...
Kau sudah berangkat pagi-pagi buta, ya.
Padahal di luar gelap gulita, tapi tak bawa penerangan.
Apa kau punya pekerjaan selain di gunung itu?
Pekerjaan kecil saat bulan muncul.
Itulah pekerjaan utamaku.
Berat juga, ya.
Ohagi, bagaimanapun juga kau ini sedang sakit.
No comments yet. Be the first to leave one.