İlk 200 satır.
Di daratan mitos dan jaman sihir...
...takdir sebuah kerajaan besar berada di pundak seorang pemuda.
Ia bernama...
Merlin.
Gebeode ic pone
feorhberendne paere ealdan ae.
Tenangkan dirimu, sayangku.
Kita sudah di rumah sekarang.
Terjemahan Indonesia : RED_dahLIA Untuk Forum Indowebster
Gaius, ada rumor mengganggu dari desa-desa di luar pusat kota.
Paduka? /Seseorang, semacam tabib, sedang menawarkan pengobatan.
Aku cemas ada penggunaan sihir.
Apa yang membuatmu curiga?
Ada laporan-laporan mengenai penyembuhan ajaib.
Seorang bocah yang terjatuh dari kuda, seorang petani terluka diserang celeng.
Semuanya kasus parah, sepertinya.
Namun semuanya sudah sembuh total.
Sangat sulit bagiku untuk berkomentar, Paduka.
Aku harus memeriksa pasien-pasien ini sendiri.
Itu tak perlu.
Karena ada kasus baru yang terjadi di sini di Camelot.
Siapa? /Pemilik penginapan.
Dia telah kembali bekerja.
Itu mustahil. Kondisinya sangat kritis. Aku menemuinya beberapa hari lalu.
Jadi kau setuju ada keterlibatan sihir?
Aku tak bisa memastikannya.
Kalau begitu pergilah ke kedai minum dan cari tahu.
Jika ada penyihir bekerja di sini, kita harus bertindak cepat. /Ya, Paduka.
Akan kupastikan itu segera.
Tak bisa dipercaya. Uther tak keberatan berpaling ke sihir...
...jika keluarganya terancam bahaya.
Pelankan suaramu, Merlin.
Dia orang munafik!
Dia juga seorang raja. Jadi jika kau menghargai kepalamu, gunakanlah.
Selamat datang!
Gaius, kejutan yang menyenangkan.
Evoric. /Kau mau minum apa? /Tak ada. Aku hanya mampir untuk lihat keadaanmu.
Banyak perkembangan, seperti yang kau lihat.
Memang. Pemulihan yang hebat.
Semua berkat kau, Gaius.
Kukira tidak.
Evoric, aku, tentu saja, senang kau sehat lagi.
Tapi aku harus bertanya - dari siapa kau memperoleh obat?
Aku tak tahu apa yang kau bicarakan. /Kau tak usah takut.
Bagaimana pun, aku bukan sang raja.
Istriku, dia putus asa.
Lambat laun aku akan mati. /Teruskan.
Dia bertemu seorang wanita.
Seorang tabib di bagian bawah kota dan dia memberinya obat.
Boleh kulihat?
Menarik.
Apa aku dalam masalah? /Tidak, tidak sama sekali.
Kau sudah sangat membantu.
Apa kandungan yang ada dalam obat ini?
Hogwart dan Fenugreek. /Maaf?
Tumbuhan herbal, Paduka.
Siapapun yang meramunya punya keahlian tinggi.
Mereka memahami lima prinsip penggabungan tanaman herbal...
Bagaimana dengan bocah itu dan buruh tani itu?
Tentu mereka mendapat pertolongan dari pengobatan ini?
Tidak juga, Paduka.
Seni Pengobatan bisa merealisasikan hal-hal hebat.
Tapi bukan keajaiban! Pemilik penginapan itu sakit parah.
Kau sendiri yang bilang.
Ya, memang itu diagnosaku.
Tapi pengetahuanku tidak sempurna.
Ada banyak cabang ilmu yang masih jadi misteri bagiku.
Aku tak bisa menyembuhkan pemilik penginapan.
Orang lain bisa.
Apa kau benar-benar yakin tak ada sihir yang dilibatkan?
Sepenuhnya yakin, Paduka.
Terima kasih, Gaius. Kau sudah menenangkan pikiranku.
Tuanku.
Kupikir yang kau lakukan itu hebat.
Melindungi pemilik penginapan seperti itu. /Apa maksudmu?
Dia sedang sakit.
Itu masalah hidup dan mati.
Sihir satu-satunya harapannya. /Tapi dia tidak memakai sihir.
Ramuan itu dimantrai. Aku lihat sendiri. Kita berdua lihat.
Yang kau lihat, Merlin, adalah sebuah pelepasan tekanan uap.
Sepenuhnya normal dalam ramuan semacam itu.
Tapi bagaimana dengan totem itu? /Totem apa? /Totem itu.
Yang ada di pintu masuk penginapan. Itu pertanda Kepercayaan Kuno.
Omong kosong.
Kau pasti lelah, Merlin.
Kusarankan kau segera tidur.
Boleh...?
Gaius?
Alice.
Bagaimana kau tahu aku ada di Camelot?
Aku mengenali hasil kerjamu. Sihir penyembuhmu selalu tak tertandingi.
Oh, Gaius, kau belum kehilangan pesonamu.
Kau belum kehilangan kemampuanmu. Kau selamatkan nyawa pemilik penginapan.
Kulakukan apa yang kubisa. Sama sepertimu.
Tapi ramuan picisanku belum cukup, sepertinya.
Lihat dirimu.
Selalu saja tekun. Serius sekali.
Dan kau, selalu menggodaku.
Aku merindukanmu.
Dan aku juga.
20 tahun. Dan kita kembali di Camelot, bersama lagi.
Nyaris terlihat seperti tak ada yang berubah.
Ada hal yang tak pernah berubah.
Uther. /Kau tak aman di sini.
Dia curiga ada sihir bekerja di Camelot. /Tapi dia belum tahu pasti?
Belum. Tapi kalau kau tetap di sini, dia akan menemukanmu.
Tapi, Gaius, mengobati adalah satu-satunya keahlianku.
Itu hidupku. Aku harus beli makanan, bayar sewa rumah. /Tapi kenapa di sini?
Bahayanya terlalu besar.
Karena aku ingin bertemu kau lagi.
Hampir subuh. Aku harus kembali.
Oh. Kau akan kembali besok? Kumohon? /Tentu.
Kerjamu bagus. Tabib itu penting bagi rencana kita.
Tolonglah...
Haruskah kita manfaatkan dia seperti ini? /Aku sudah memberitahumu sebelumnya.
Uther mempercayainya. Dialah yang bisa membawa kita ke sang Raja.
Dia yang akan disalahkan atas semua yang terjadi.
Dan kau takkan disalahkan. Sempurna sekali.
Tapi hukuman Gaius akan sangat berat.
Kau harus menyingkirkan perasaanmu dan lakukan apa yang harus dilakukan.
Ya.
Apa kau pergi keluar semalam?
Ya.
Aku harus memetik beberapa tanaman herbal. /Tanaman herbal?
Seorang pemasok baru datang.
Baiklah.
Apa pemasok biasanya menciummu?
Kau membuntuti aku!
Beraninya kau? /Gaius, kejadiannya tengah malam, aku cemas.
Kupikir mungkin kau dalam bahaya. /Tak ada yang salah.
Siapa namanya?
Alice.
Dia teman lama.
Lebih dari sekedar teman, kalau boleh dibilang. /Apa maksudmu?
Dulu kami pernah berencana menikah.
Kapan itu?
Bertahun-tahun lalu, lebih lama dari yang bisa kuingat.
Aku baru saja jadi tabib raja saat aku bertemu dia.
Rasanya seperti menemukan belahan jiwa.
Kami punya banyak sekali persamaan.
Kami suka ilmu pengobatan...
...dan sihir.
Sihir?
Aku cuma magang.
Tapi kekuatan dan kemampuan Alice luar biasa. Dia punya talenta.
Dia segera menguasai setiap aspek sihir, terutama pengobatan.
Menakjubkan untuk disaksikan, Merlin.
Dia sudah menyelamatkan banyak sekali nyawa.
Alicelah yang menyembuhkan pemilik penginapan. /Benar.
Ada masa di mana kemampuan Alice tersohor di Camelot.
Jadi apa yang terjadi?
Uther mendeklarasikan perang terhadap sihir.
Dalam semalam dunia kami berbalik. /Hari Pembantaian Besar.
Uther membuat daftar berisi nama semua orang yang dicurigai memakai sihir.
Satu demi satu mereka diburu dan dieksekusi.
Sebagai teman akrab sang raja, aku diijinkan melihat daftar itu.
Nama Alice ada di sana. /Apa yang kau lakukan?
Satu hal yang bisa kulakukan. Aku menghapus namanya.
Gaius, kalau kau ketahuan... /Aku tahu.
Tapi itu memberi Alice waktu. Cukup untuk keluar dari Camelot, untuk kabur.
Tapi kau tetap tinggal?
Aku takut. Aku merasa tak punya pilihan.
Kupikir aku takkan pernah melihat dia lagi.
Tapi sekarang dia di sini.
Setelah sekian lama.
Aku merasa kami diberi kesempatan kedua.
Kau baik hati. Kau selalu begitu.
Setidaknya itu yang bisa kulakukan.
Apa kau akan tinggal?
Tolong katakan iya. Kau satu-satunya tamuku pagi ini.
Aku pastikan itu.
Kau mengenalinya? /Tentu. Itu totem pemyembuh.
Ayolah, hanya itu yang bisa kau lakukan?
Apa kau sudah lupa semua hal yang kita pelajari bersama? /Kita lihat saja.
Ini sebuah lonceng sihir - sebagaimana namanya.
Masing-masing kristal mengandung elemen simbol dari Kepercayaan Kuno.
Ketika dimantrai, kristalnya bergema.
Musiknya memberi kesembuhan bagi orang-orang yang sakit.
Kau tidak melupakan apapun.
Aku ingat semuanya.
Semua yang kita lihat...
...semua yang kita lakukan, hari-hari yang kita lalui bersama-sama.
Aku ingat hari di mana kau pergi.
Jangan pikirkan itu. Kita sudah bertemu lagi.
Bukankah itu yang terpenting?
Ayolah, Merlin. Tegakkan punggungmu.
Maaf, Yang Mulia. Aku sedikit...
Payah. Kau sedang pura-pura jadi ksatria tangguh, bukan jadi bunga bakung!
Maaf, Yang Mulia, aku hanya sedikit capek, itu saja.
Cukup adil.
Mungkin ini akan membuatmu ceria.
Ah, Merlin.
Aku ingin kau bertemu Alice. /Merlin, senang bertemu denganmu.
Gaius sering sekali memujimu.
Kau juga. /Alice akan tinggal dengan kita untuk sementara.
Bagus. /Kau tidak apa-apa, kan?
Tentu. Akan kusiapkan ranjang. /Kau tak keberatan dia memakai kamarmu?
Jadilah tamuku.
Ow!
Kabar bagus, sayangku...
No comments yet. Be the first to leave one.