İlk 200 satır.
PANGKALAN AL AMERIKA SERIKAT TELUK GUANTANAMO, KUBA
Maju jalan!
Aku meminta...
Kapten, aku ingin minta agar aku yang jadi pengacara...
Agar aku sendiri yang ditugaskan.
Tidak, aku ingin meminta agar akulah yang ditugaskan.
"Agar akulah yang ditugaskan"?
Cukup bagus. Itu membuat percaya diri.
Tata bahasa yang bagus.
Kapten, aku ingin minta agar aku jadi pengacara yang ditugaskan.
KORPS ADVOKAT HAKIM UMUM, WASHINGTON, D.C.
Aku Letnan Komandan Galloway. Aku ingin bertemu Kapten West.
Masuklah, Komandan. Mereka menunggumu.
Terima kasih.
- Jo, masuklah. - Terima kasih, Pak.
Kapten West, ini Letnan Komandan Galloway.
- Jo, kau kenal Komandan Lawrence. - Ya, Pak.
Kapten, terima kasih mau menemuiku walau agak mendadak.
- Kau mau duduk? - Tidak perlu, Pak.
- Duduklah. - Baiklah.
Kudengar, ada masalah di akhir pekan di Kuba?
Ya, Pak. Jumat lalu, dua anggota Marinir,
Kopral II Harold Dawson dan Prajurit I Louden Downey
memasuki ruangan barak Prajurit I William Santiago dan menyerangnya.
Santiago meninggal di RS pangkalan sekitar sejam kemudian.
Agen NIS yang mengambil pernyataan Dawson dan Downey
berkeras mereka mencoba mencegah Santiago
melaporkan Dawson dalam insiden penembakan di perbatasan.
Mereka dijadwalkan untuk disidang di Kuba sore ini pukul 16:00.
- Apa masalahnya? - Dawson dan Downey
keduanya anggota Marinir yang baik, dan Santiago sering berbuat salah.
Menurutku itu terdengar seperti Kode Merah.
Astaga.
Pak, aku ingin mereka dipindahkan ke Washington dan diberi pengacara,
seseorang yang bisa menyelidiki ini,
dan bukan hanya punya keahlian hukum,
tapi juga mengenal cara kerja bagian dalam militer.
Singkatnya, Kapten, aku ingin mengusulkan agar
aku menjadi orang yang...
Agar akulah yang ditugaskan mewakili mereka... Aku sendiri.
Komandan Galloway, kau tak mau secangkir kopi?
Terima kasih, Pak. Tidak perlu.
Komandan, silakan keluar ruangan agar kami bisa membahasmu.
Baik, Pak.
Kupikir Kode Merah sialan ini sudah tidak terjadi lagi.
Dengan para Marinir di Gitmo, siapa tahu apa yang terjadi di sana?
Sebaiknya kita cari tahu sebelum seisi dunia tahu.
Masalah ini bisa jadi besar.
Baiklah, bagaimana soal Komandan Galloway?
Dia sudah bekerja di Urusan Internal
selama lebih dari setahun sekarang.
- Sebelum itu? - Dia mengurus tiga kasus dalam dua tahun.
Tiga kasus dalam dua tahun? Siapa kliennya, pasangan Rosenberg?
- Dia buruk soal litigasi. - Dia penyidik hebat.
Di Urusan Internal, tentu, dia bisa membahas kesalahan pengacara
sehebat yang lainnya.
- Tapi jika menyangkut persidangan... - Aku tahu.
Bergairah, tapi bodoh.
Suruh dia masuk kembali.
Jo.
Komandan, kami akan pindahkan para terdakwa kemari besok pagi.
- Terima kasih, Pak. - Meminta Divisi
menyiapkan pengacara.
- Tapi bukan aku. - Berdasarkan informasi para kolegamu,
kau terlalu berharga di tugasmu untuk disia-siakan
dalam hal kesepakatan hukuman pasti dalam lima menit
dan pengurusan dokumen sepekan.
Pak, kurasa masalahnya lebih dari itu.
Jangan khawatir.
Kupastikan Divisi akan menugaskan orang yang tepat.
Baiklah. Ayo. Buat dua poin.
- Ayo, Sherby. - Maaf.
Tidak perlu minta maaf, Sherby. Pastikan saja kau tangkap bolanya.
Pukulan kedua.
- Maaf. - Kau harus memercayaiku, Sherby.
Tetap buka matamu, dan peluangmu menangkap bola
meningkat 10 kali lipat.
- Kaffee. - Ayo kita coba lagi.
Kaffee.
Dave, kau tampak bingung.
Harusnya kita bertemu di kantormu 15 menit lalu membahas kasus McDermott.
Kau menunda hal ini.
Kita selesaikan sekarang,
atau sungguh, Kaffee, aku akan menggantung temanmu di tiang layar!
"Tiang layar"? Sherby, apa AL masih menggantung orang di tiang layar?
Kurasa tidak.
Dave, Sherby tidak merasa AL masih menggantung orang di tiang layar.
Dia akan kutuntut atas kepemilikan
dan memakai narkoba saat bertugas.
Mengaku bersalah, dan kusarankan 30 hari di penjara, turun pangkat dan gaji.
Itu oregano, Dave. Itu oregano seharga 10 dolar.
Ya, klienmu berpikir itu mariyuana.
Klienku bodoh. Itu tidak melanggar hukum.
Kaffee, aku punya atasan, sama sepertimu. Aku akan menuntutnya.
Dengan apa, kepemilikan bumbu?
- Kaffee. - Dave, aku sudah mencoba membantumu.
Tapi jika kau minta hukuman penjara, aku akan ajukan mosi pembatalan.
- Kau tak akan berhasil. - Aku akan berhasil.
Jika mosinya ditolak, aku akan ajukan mosi in limine,
untuk dapat putusan berdasarkan bukti lebih awal.
Lalu aku akan ajukan mosi melawan pengurungan prapersidangan.
Selama tiga bulan ke depan kau akan sibuk dengan dokumen
karena petugas sinyal kelas dua membeli dan mengisap sekantong oregano.
Ayo! Ayo buat dua poin!
Pelanggaran kelas B, 20 hari di penjara.
Pelanggaran kelas C, 15 hari pembatasan tugas.
Aku tak tahu kenapa aku menyetujui ini.
Karena kau lebih bijaksana dari usiamu.
Pagi.
- Kapten. - Pagi, Kapten.
- Pagi, Kapten. - Pagi, Kapten.
Bagaimana bayimu, Sam?
Pak, kurasa dia siap mengucapkan kata pertamanya kapan saja.
Bagaimana kau tahu?
Dia hanya tampak ingin mengatakan sesuatu.
Permisi. Maaf aku terlambat.
Tak apa-apa, Danny. Aku tahu kau tak punya alasan bagus.
Aku tak akan memaksamu membuat alasan buruk.
- Terima kasih, Pak. - Yang pertama ini untukmu.
Tampaknya posisimu akan naik.
Kau diminta oleh Divisi.
Diminta melakukan apa?
Teluk Guantanamo, Kuba.
Seorang kopral Marinir bernama Dawson menembakkan senjatanya secara ilegal
melewati perbatasan dan memasuki wilayah Kuba.
- Perbatasan apa? - Sam.
Dinding besar yang memisahkan orang baik dan orang jahat.
- Kesayangan guru. - Prajurit I William Santiago
mengancam melaporkan Dawson ke Layanan Investigatif AL.
Dawson dan anggota pasukannya yang lain,
Prajurit I Louden Downey, memasuki kamar Santiago,
mengikatnya, menyumpalkan kain ke mulutnya,
dan satu jam kemudian, Santiago tewas.
Dokternya berkata kainnya dilumuri semacam racun.
Mereka meracuni kainnya?
- Tidak menurut mereka. - Apa kata mereka?
Tidak banyak. Mereka akan diterbangkan kemari besok,
dan hari Rabu pukul 06:00, kau akan pergi ke Kuba sehari
untuk mencari tahu sebisamu.
Sementara itu, pergilah dan temui Letnan Komandan JoAnne Galloway
dari Urusan Internal.
Ada pertanyaan?
Penerbangan ke Kuba ini pukul 06:00 pagi, Pak?
Tampaknya penting bagi Divisi agar ini diurus sesuai aturan.
Jadi, aku menugaskan pengacara kedua. Ada sukarelawan?
- Tidak! - Sam.
Pak, dokumen masih menumpuk di mejaku.
- Bekerjalah dengan Kaffee. - Melakukan apa?
Kaffee akan selesaikan dalam empat hari.
Melakukan berbagai hal administratif.
Bantuan, apa saja.
Dengan kata lain, aku tak punya tanggung jawab di sini.
Benar.
Jenis kasus yang kusukai.
Benar.
Baiklah, tapi aku harus mendapatkan laporan itu hari Rabu.
Hai.
Tunggu. Hai.
Daniel Kaffee. Aku ditugaskan menemui...
Letnan Komandan Galloway.
Tentang pengarahan?
Nanti kutelepon kembali.
Kau pengacara yang ditugaskan Divisi?
Aku pengacara utama. Ini Sam Weinberg.
Aku tak bertanggung jawab apa pun di sini.
Silakan masuk. Duduklah.
Letnan, sudah berapa lama kau jadi anggota AL?
Sudah sembilan bulan sekarang.
Kapan kau lulus dari sekolah hukum?
Lebih dari setahun lalu.
Begitu rupanya.
- Apa aku berbuat salah? - Tidak.
Tapi saat aku meminta Divisi menugaskan pengacara,
aku berharap akan dianggap serius.
Aku tidak tersinggung, jika kau penasaran.
Komandan, Letnan Kaffee secara umum dianggap
pengacara terbaik di kantor kami.
Dia sudah berhasil menegosiasikan hukuman 44 kasus dalam sembilan bulan.
Satu lagi dan aku dapat satu set pisau steik.
Kau sudah pernah ke ruang sidang?
- SIM-ku pernah dicabut. - Danny.
Komandan, setahuku, jika ini masuk persidangan,
mereka tak perlu pengacara, tapi pendeta.
Tidak, mereka akan perlu pengacara.
Keluarga Dawson sudah dihubungi.
Kerabat terdekat Downey adalah Ginny Miller,
bibinya dari pihak ibunya.
Dia belum dihubungi. Kau ingin aku mengurus itu?
Tentu. Jika kau mau.
Salah satu orang yang akan kau temui
adalah komandan barak, Kolonel Nathan Jessep.
Kau pasti sudah kenal.
Siapa yang tak kenal?
Dia masuk koran belakangan ini. Dia diharapkan akan ditugaskan
sebagai direktur operasional Dewan Keamanan Nasional.
- Sungguh? - Ini surat-surat
yang ditulis Santiago selama delapan bulan di Gitmo.
- Itu Teluk Guantanamo. - Aku tahu itu.
Dia menulis ke komandan armada di markas Atlantik,
ke komandan Korps Marinir, bahkan senatornya.
No comments yet. Be the first to leave one.