İlk 200 satır.
- Aku tahu, maafkan aku. - Kecepatannya 225km per jam.
Apa akan membantu jika kubilang ini demi cinta?
- SIM dan STNK. - Ya, Pak.
- STNK ada di laci dasbor. - Silakan.
Cialis, semacam persimpangan jalan.
Ayo, cepat.
Ada pertanyaan, Tn. Colavito.
Yang benar itu Colavito.
Sebenarnya, Colavito terdengar bagus.
Jawaban atas pertanyaanmu adalah kolam renang.
Jatuh ke kolam renang. Aku tak melihatnya.
- Bisa keluar dari mobil? - Yang benar saja.
Kau habis minum-minum?
Kuharap begitu.
Melangkahlah untukku. Satu kaki di depan yang lain.
Baik, Pak.
Biar kulakukan gerakan hidung itu. Urutkan alfabet secara terbalik.
Moonwalk. Aku bisa lakukan moonwalk.
- Sangat bagus di pesta. - Tunggu di sini.
Sembilan dua delapan, bicaralah.
Hei, berapa peluang Timberwolves? Karena, hei, dengar...
Tak ada waktu untuk berpikir. Mau bertaruh? Beri aku taruhan. Ayo.
Baiklah. Sepuluh sen untuk T-Wolves
dan sepuluh sen untuk Lakers di bawah total.
- Baiklah, selesai. - Tunggu, dan juga...
Terlambat. Sudah tak bisa.
- Bagaimana? - Kau warga teladan.
Apa?
Bukan apa-apa. Berapa kerugiannya?
Aku bisa melaporkanmu karena mengemudi ugal-ugalan
tapi aku akan memberimu kelonggaran.
Anggap saja 80 dan 65.
Kau baik sekali. Terima kasih.
Semoga harimu menyenangkan.
Kau juga.
Kau tahu? Turuti saja aku. Buka bagasinya.
Ayolah. Percakapan sudah berakhir.
Jangan membuatku memintanya lagi.
Apa isi tas itu?
- Uang. - Boleh kulihat?
Tentu.
- Astaga. - Ya.
Bisa jelaskan?
Ya. Ini dia.
Aku berbisnis uang tunai.
Mesin penjual otomatis, penatu.
Aku tak percaya bank.
Karena orang Yahudi?
- Apa? - Orang Yahudi memiliki semua bank.
Ya.
- Serta media. - Ya. Benar sekali, Kawan.
Kamera tubuh itu menyala?
Hanya jika kuperintahkan.
Perhatian, Sayang.
Begini saja.
Ambillah seikat.
Belikan orang-orang di milisimu sesuatu yang bagus.
Kau sangat murah hati.
Karena kita sepaham secara ideologis
bagaimana jika surat tilang itu dirobek?
Lalu melanggar hukum?
Kurasa tidak, Tn. Colavito.
Aku hanya bercanda.
Hei.
Kita tidak akan digantikan.
Frank.
Sayangku, Frank. Jangan tinggalkan aku.
- Maafkan aku. - Kau tahu apa ini, Rayfield?
Frank dan aku dihukum.
Dia sangat bahagia menikahimu.
Jantungnya tak bisa menerimanya.
Tidak.
Kami berdosa.
Kami sering berzina.
Banyak berzina.
Itu terjadi 60 tahun lalu.
Tidak di mata Tuhan.
Dia menunggu sampai keadaan membaik
lalu menyerangmu.
- Astaga. - Jawab saja.
Bicaralah, 3-0-7.
Aku dapat uangmu, tapi aku butuh sedikit waktu lagi.
Tulang selangkaku patah.
Tulang selangkamu patah pekan lalu.
Itu denganmu?
Pukul 11.00 di pom bensin, datanglah.
Mobil di Cahuenga?
Texaco di Melrose, dasar penipu.
Semua akan baik-baik saja, Nenek.
Bisa kembalikan Frank-ku?
Tidak.
Kalau begitu, kau hanya asal bicara, kan?
Frank.
Maafkan aku, Nenek.
Dia akan pulang.
Dia kembali.
Puji Tuhan, dia kembali.
Tidak.
Sudah kubilang kita seharusnya ke Cedars.
Cremero dan Splenda.
Terima kasih.
Itu NutraSweet.
- Kau bisa tahu? - Mulutku sangat tajam.
Aku harus bertanya, apa yang kaupikirkan?
Sejujurnya, kupikir jika menyelamatkan nyawa Danny
dia akan memaafkanku atas orang Rusia, penembakan
dan beberapa hal lain yang tak dia ketahui.
Ya, tapi kau tak bisa berenang.
Aku tak memikirkannya baik-baik.
Bagaimana keadaannya?
- Hidup. - Itu bagus.
Aku mau saja membantumu dengan RJP, tapi aku sibuk dengan Danny.
Ya, Tim Enam SEAL milikmu.
Di mana kakakku?
Mereka masih membujuk Sandra untuk pulang.
Apa dia tahu tentang kekasihnya di Tarzana?
Entahlah.
Kurasa masalah Rusia itu membuatnya takut.
Aku menyelamatkan Danny dari tenggelam.
Sungguh.
Hei, itu parkir pribadi.
- Apa? - Parkir pribadi.
Aku sedang tak ingin, Jethro.
Kau sudah diberi tahu.
Cari gigimu.
Sial.
- Hei, Wendy. - Sandra.
- Ya. - Ada tamu untukmu.
- Sial. - Itu yang kukatakan.
- Apa maumu? - Bisa bicara sebentar?
Masuklah.
Baumu aneh.
Di mana Anthony?
Bermain gim video di sebelah.
- Dia punya teman? - Orang bodoh, tapi ya.
Ibu.
Kau membentakku saat kubilang terbelakang.
Kau akan ikut dalam percakapan ini?
Aku mau saja keluar, tapi ini wilayah anjing hutan.
Baiklah, ini dia.
Tunggu.
Serius? Sekarang?
Satu empat belas.
Aku sedang berusaha menyelamatkan pernikahanku.
Bisa hubungi aku saat sudah mau bertaruh saja?
- Tentu. - Terima kasih.
Dengar, Sandra, aku mencintaimu
dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu.
Tapi aku adalah aku. Kau tahu itu saat menikahiku.
Popeye.
- Apa? - "Aku adalah aku dan itulah diriku."
Ya.
Dengar, aku tahu alasanmu pergi.
Keadaan menjadi gila
dan aku mencoba berpura-pura itu bisnis seperti biasa
padahal tidak.
Aku mengerti sekarang.
Tapi ini kebenaran yang kejam dan sulitnya.
Bahkan jika aku menyerah dan mulai menjual...
Entahlah, sepatu?
Aku tak bisa melindungimu dan Anthony sepanjang waktu.
Begitulah dunia yang kita tinggali.
Kiamat akan datang.
Bisakah kau...
Kau jauh-jauh kemari untuk bilang tak ada yang berubah
dan aku harus kembali?
Tidak.
Banyak yang berubah.
Jika perpisahan ini mengajariku sesuatu
itu adalah aku tak bisa hidup
jika hidup itu tanpamu.
Kau dengar lagu itu dalam perjalanan ke sini?
Ya, itu membuatku sangat kesal hingga aku harus menepi.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Danny, entahlah.
Keadaanku dengan ibuku sangat baik di sini.
Ayolah.
Selama aku mengenalmu
kau bilang masa kecilmu sangat buruk
dan kau tidak sabar untuk menjauh darinya.
Bukan dia masalahnya. Dahulu aku pencandu narkoba.
Pencandu berat. Aku bahkan harus tidur dengan tasku.
Maaf, Ibu.
Itu penyakit. Semua sudah dimaafkan.
- Aku menyayangimu. - Aku lebih menyayangimu.
- Anthony, senang bertemu denganmu. - Ya. Hai.
- Bagaimana keadaanmu? - Baik.
Apa yang akan kaulakukan dengannya di sekolah?
- Permisi. - Apa?
Mobilmu diderek.
Sial!
Matamu jeli.
Berhenti.
- Apa kataku? - Berhenti.
Mundur.
Astaga. Tidak, dengar.
Akan kupindahkan. Bisa letakkan saja?
- Tidak bisa. - Ayolah, aku di sini.
Baca papan tandanya.
Papan tanda itu mungkin ditulis oleh si bodoh itu.
No comments yet. Be the first to leave one.