İlk 200 satır.
Four, kau sedang apa?
Wa…
Maafkan aku.
Maaf karena akulah alasan Vivi meninggal.
Enak! Bibi pasti sedang senang hari ini.
Dia menambahkan dagingnya.
Kau baik-baik saja, Wa?
Sudah kubilang rasa bihunnya aneh.
Kau mau coba punyaku? Kubagi.
Tidak apa-apa. Tak perlu.
Aku hanya tak selera makan hari ini.
Atau kau senang akan berkencan dengan Four hari ini?
Vivi, kapan pun kau melihat masa depan,
apa kau juga memimpikannya?
Tidak juga.
Mungkin pernah.
Biasanya aku lupa saat aku bangun.
Apa kau memimpikan sesuatu dan mengira itu penglihatan?
Maaf, ini kemampuan istimewaku.
Ini tak bisa ditiru.
Lalu… bagaimana dengan masa depanmu?
Kau bisa membaginya denganku?
Kenapa kau bertanya?
Biasanya kau ceritakan tentang masa depanku,
tetapi jarang cerita masa depanmu.
Atau kau belum melihatnya?
Ini dia, masa depanku.
Aku ingin menjadi ilustrator terkenal,
agar kita punya cukup uang untuk membeli kembali rumah ayah kita.
Dan ini.
Aku akan selalu jadi obat nyamukmu selamanya.
Hei, itu aku?
Ya.
Kenapa rambutku seperti itu?
Ini Four.
Lumayan untuk seorang seniman.
Tentu. Lucu, bukan?
Setelah selesai mengerjakan PR, ikut aku ke mal.
Kenapa kau ingin aku ikut kencanmu?
Ini bukan kencan.
Kita akan menunggu Four di sini.
Tunggu! Kalian tak keluar malam ini?
Tidak.
Kenapa kau ajak aku makan siang jika kau akan kencan sore ini?
Aku tak mau Four membelikanku makan siang.
Ayolah! Four sangat kaya.
Biar dia yang traktir makan.
Apa? Pacar harus saling membayari.
Baik. Terserah kau, pembela keadilan.
Kau mau menghindari makan dengan Four selamanya?
Hanya periode ini.
Aku punya banyak pengeluaran.
Karena sebentar lagi ulang tahunku? Tanggal 21 September.
Kau mau memberiku apa?
Aku dahulu tak memberi apa-apa.
Jika pengeluaranmu banyak tahun ini,
kau tak perlu membelikanku hadiah.
Hei! Benarkah?
Namun, apa boleh minta yang lain?
Itu. Sudah kukira.
Hanya meminta izinmu.
Izin untuk?
Tunggu.
Apa? Coba kulihat.
Ini!
Lunar mengadakan jumpa fan Johnny Kim.
Aku mau tanya boleh aku datang sebagai hadiah ulang tahun.
Kumohon, Wa.
Aku akan bertemu Johnny Kim!
Kumohon!
Baik. Biar kulihat.
Kumohon!
Astaga! 5.000 baht?
Kau serius?
Kau tak perlu cemaskan itu. Aku akan urus tiketnya.
Aku menabung dari pekerjaan menggambarku.
Kumohon, Wa.
Ibu Numtarn akan mengantar kami.
Kau tak perlu khawatir. Ini aman.
Namun, ini 5.000 baht, Vivi. Bukankah itu terlalu mahal?
Maaf aku terlambat. Kalian sedang membicarakan apa?
Kami sudah selesai bicara.
Tinggal Wa yang memutuskan
apa dia mau jadi kakak yang baik atau jahat.
Vivi!
Tolong jaga dia.
Bersenang-senanglah!
Kau tak ikut?
Apa?
Ikutlah dengan kami.
Kau mau aku jadi obat nyamuk di antara kalian?
Apa kau kedinginan?
Tampaknya kau kedinginan.
Tidak, aku baik-baik saja. Hanya aku tak terbiasa ke sini.
Lebih tepatnya belum pernah ke sini.
Wa!
Kau suka?
Tidak…
Kau mau melihatnya?
Kurasa aku tak akan mampu membeli gaun ini.
Tidak apa-apa.
Ada toko karena suatu sebab.
Mari kita coba.
Itu benar.
Ayolah, Wa. Jangan terlalu keras kepala!
Kau mau ke mana?
Aku akan masuk, seperti kata Four.
Ayo, kutunjukkan ke dalam.
Kurasa gaun ini cocok untukmu.
Bukankah itu manis?
Ya, akan kubelikan untukmu.
Tidak perlu, Four.
Ini mahal!
Wa…
Bagaimana kalau satu gaun saja? Terdengar bagus?
Wa!
Kumohon. Wa, kumohon.
Baiklah.
Terima kasih banyak, Four.
Jika kau mau main ini, aku tak akan lunak kepadamu!
Lakukan!
Ayo kita main! Mulai!
Wa!
Ayo, Wa!
Ayolah!
Ayolah, Wa!
Wa!
Hei, aku kalah!
Wa!
Aku sangat lelah, Wa.
- Kau lelah? - Namun, itu sangat menyenangkan.
Hei! Ayo berfoto di bilik foto.
Ayo!
- Vivi! - Ayo!
Kau siap?
Baiklah.
Tiga, dua, satu. Ayo!
Kita harus pakai topi.
- Aku harus pakai yang mana? - Ini manis?
Ya, Wa.
- Baik, aku akan pakai. - Yang mana yang harus kupakai?
Untukmu, Vivi. Yang ini.
Hei!
Anak ayam.
Kenapa aku anak ayam?
Karena kau mirip itu.
Wa…
Manis sekali.
Lihat? Cocok untukmu.
Ya!
Salah satu fotonya hilang.
Apa yang hilang?
Salah satu fotonya hilang.
Kita pasti menjatuhkannya.
Tidak apa-apa.
Kita bisa foto lagi.
Karena aku ingin melihat anak ayam melompat-lompat.
Wa!
Apa yang terjadi?
Four…
Hei, ulang tahun Vivi sebentar lagi, bukan?
Ya, kau mau memberiku topi anak ayam?
Siapa yang mau memberimu topi anak ayam?
Ini.
Ini tiket jumpa fan!
Dan hi-touch dengan Johnny Kim!
Four…
Aku dengar kalian bicara tadi.
Aku ingin memberinya hadiah.
Terima kasih banyak, Four! Terima kasih!
Tolong izinkan aku, Wa. Kumohon.
Kumohon.
- Kumohon! - Baiklah.
Terima kasih banyak, Four. Terima kasih!
Tambahkan aku dan akan kukirim tiketnya.
Namun, kau harus menjaga dirimu!
Tentu. Aku akan memberi tahu Numtarn.
Kau memberinya hadiah mahal tahun ini.
Dia akan berharap lebih tahun depan.
Ayolah.
Bahkan jika aku harus belikan dia tiket untuk menontonnya di Korea, aku bisa.
Selama kau bersamaku.
Tentu saja aku bersamamu.
Ayo kunjungi nenekku Sabtu depan.
Meski dia tak akan ingat…
Aku tetap ingin memberi tahunya
kau yang spesial.
Ikutlah denganku.
Baiklah.
Kenapa anak ayamnya begitu?
Kau tak senang? Hari ini acara jumpa fannya!
Aku lama mencari payungnya. Bawa obatmu juga, Vivi.
Four, kau sudah di sini?
Bawa ini.
Wa, aku hanya pergi satu malam.
Namun, kau harus bersiap,
terutama saat kau menginap.
Di sana ada tempat duduknya?
Jangan bilang kau ingin Vivi membawa kursi.
Aku hanya bertanya.
No comments yet. Be the first to leave one.