İlk 200 satır.
Tidak ada luka memar, bisa jadi ini kematian yang wajar.
Divisi Identifikasi Kejahatan mengatakan ini bisa saja serangan jantung saat melakukan lari pagi.
Niat ingin sehat malah berakhir dengan kematian.
Tunggu!
Hei! Hei!
Apa yang kau lakukan?
- Identitasnya? - Belum teridentifikasi.
Tidak ada barang-barang pribadi.
Korban adalah seorang fotografer.
Penggosip yang disebut paparazzi.
Tidak perlu mengambil foto di situ.
Hei! Siapa yang membiarkan orang luar ini masuk?
Ambil foto sebelah sini! Penyebab kematiannya bukan serangan jantung. Zat beracun, ini pembunuhan.
Bagaimana kau bisa tahu?
Jika kau berdiri di sini dan tak bisa membayangkan hal semudah itu, kenapa kau tidak berhenti jadi polisi saja?
Sekelompok parasit pajak!
Sialan, Akagi!
Akagi? Akagi Samon dari ST?
Hari ini akan kuperbaiki kepribadianmu yang rusak!
Kepribadian bisa saja rusak, tapi alasanku tidak.
Sebuah memar di pinggang menandakan kalau dia menderita sakit pinggang yang kronis.
Penyakit yang sering dialami oleh atlet dan para pekerja berat.
Dia bukan atlet, dilihat dari otot-ototnya. Bukan seorang pengangkat beban. Jadi, seorang fotografer.
Saat menunggu tangkapan gambar yang bagus, dia melakukan posisi janggal yang berakibat pada punggungnya.
Membawa beban berat di satu sisi.
Kekuatan kacamatanya berbeda antara kanan dan kiri.
Karena dia membidik dengan satu mata, hanya satu mata yang menjadi buruk.
Selain itu ada tanda dia membidik saat malam hari.
Fotografer biasa yang bekerja di tempat yang cukup terang.
Fotografer yang mengambil gambar, dengan bersembunyi di tempat gelap...
itu paparazzi.
Luar biasa.
Kaos dalamnya nyangkut di resleting luar.
Itu takkan terjadi jika dia berpakaian sendiri.
Jadi, ada orang lain yang memakaikan jaketnya.
Si pelaku, maka ini sebuah pembunuhan.
Tidak ada tanda penganiayaan, bukti pencekikan, dan luka memar di matanya.
Memang terlihat seperti kematian yang wajar
tapi ini sebuah pembunuhan, satu-satunya kemungkinan penyebabnyanya adalah zat beracun.
Sudah semua. Ada yang keberatan?
Tidak ada.
Hei, Akagi-san!
Permisi, permisi.
Sudah kuduga kau pasti di sini!
Kenapa kau ke sini dan tidak memberitahuku?
Aku lama sekali menunggumu di sana!
Cap, apa kau tahu berapa hutangnya Jepang sekarang?
Aku tak ingin pemerintah menyia-nyiakan uang.
- Apa yang kau bicarakan. - Gaji para pegawai negeri ada di sini.
Kenapa kau tidak memecat mereka semua?
Ayolah, jangan bertingkah lagi...
Aku mengutarakannya dari dalam hatiku.
Akagi-san, aku akan marah jika kau tidak mau berhenti!
Jika kau marah, apa itu akan mengurangi hutang Jepang?
Tentu! Akan kubuat berkurang!
Kau cuma bilang begitu, ini janji! Kapan kau akan segera melakukannya?
Kapan?
Ngomong-ngomong janji, apa kau lupa tentang besok? Pokoknya kau harus datang!
Baiklah, cepat ambilkan sarung tangan.
- Cepat! - Di mana kau menaruhnya?
Di jaketku, cepetan!
Ugh!
Oh.
Bukan yang sebelah situ.
- Maaf. - Cepetan napa?
- Baik. - Apakah ini ST yang terkenal itu?
- Cepetan! - Ya, dan 4 lagi seperti ini.
Merekalah yang sebenarnya para parasit pajak.
English sub by DramaFever
Ada apa Inspektur Yurine?
Karena kau ingin menyatakan kasusmu, jadi kami mengumpulkan semuanya ke sini!
Jika kau tetap diam begitu
ST akan putus di rapat penyusunan anggaran yang telah direncanakan.
Akan saya mulai!
Saya akan mengutarakan pendapat saya.
Kami telah diberi wewenang penyelidikan khusus untuk lima peneliti yang luar biasa
di Laboratorium Kejahatan Ilmiah
yang disebut Scientific Task Force, disingkat ST--
Kami tidak ingin mendengar pujianmu sendiri!
Tentu saja... kami memiliki beberapa hasil yang memuaskan.
Setelah setahun terakhir bersama mereka, akhirnya saya sadar.
Mereka semua sangat luar biasa.
Untuk menangani tindak kejahatan yang lebih modern
penting bagi MPD untuk....
...memanfaatkan kemampuan mereka berlima.
Dengan kata lain, kami sebagai tim investigasi tidak sekompeten dengan ST.
- Begitu kan maksudmu? - Bukan begitu.
Sudah, sudah! Di mana Akagi?
Akagi Samon bilang kalau dia setuju untuk hadir.
Dia memang setuju, tapi...
Kenapa kau tidak menepati janjimu?
Kau sudah setuju, Akagi-san! Apa kau dengar?
- Akagi-san. - Bagaimana kabar kasus keracunan kemarin?
Aku tak mau pergi kecuali untuk investigasi kejahatan.
Akagi-san... kapan ada di sini?
[Aku bosan. Kasus kejahatan sedang memanggilku.]
Dengar! Jika ST bubar, kau takkan bisa melakukan investigasi atau menulis puisi seperti ini!
Itu bukan puisi! Serigala penyendiri tidak butuh puisi!
Serigala penyendiri? Seenaknya bikin panggilan begitu!
Baitku adalah kasus kriminal! Bawakan kasus kriminal!
Tidak apa-apa, aku tidak marah kok. Karena aku 'Cap'.
Aku takkan begitu karena peringkatku lebih tinggi dari Akagi-san, tak ada seorang pun yang bertindak begitu.
Aku hanya sedikit bermasalah karena menanggung semua beban ST.
Aku sama sekali tidak marah.
Apa yang kau lakukan sejak tadi?
Aku berhenti dari kepolisian.
Kenapa tiba-tiba?
Ada satu hal yang ingin kulakukan.
Tunggu sebentar.
Yang mendirikan ST adalah kau.
Aku menjadi 'Cap' di ST karena kau yang memintanya.
Jika kau berhenti, siapa yang akan melindungi dan menjaga ST?
Kami akan baik-baik saja.
Semuanya sudah tahu tentang rapat pagi ini.
Aku sudah terbiasa merasa tidak dianggap.
Karena itulah, seharusnya kau keluar dari mereka.
Aku tidak bisa.
Apa kau benar-benar ingin memberikan prestasi?
Semenjak aku tidak bisa menanggung hutang Jepang.
Hasil otopsi dari mayat kemarin sudah keluar.
Bagaimana hasilnya?
Seperti yang Akagi bilang, itu memang pembunuhan.
Selain itu, mayat yang identik juga ditemukan di Taman Rinkai.
Pembunuhan berantai.
Perintah dari atasan.
Ini kesempatan terakhirmu.
Baik!
Kata mereka, saat mayat mau dibawa
dia bangun seperti zombie, lalu mati lagi.
Denyut nadi dan pernapasan dipastikan berhenti, tapi...
Apakah zombie itu benar-benar bisa terjadi?
Siapa pun bisa jadi zombie. Itu hal mudah.
- Bagaimana? - Tetrodotoksin. Contohnya, racun pada ikan buntal.
Racun mematikan, yang 100 sampai 1.000 kali lebih kuat dari potasium sianida.
Itulah penyebab kematiannya.
Ketika tetrodotoksin masuk, pertama kali akan terasa pusing, lalu tubuh akan mati rasa.
Dalam banyak kasus, muntah.
Oh.
Setelah itu dia kesulitan bernapas, dan seluruh tubuhnya lumpuh.
Akhirnya pernapasannya berhenti lalu mati.
Lalu apa hubungannya racun itu dengan zombie?
Panggil mereka berempat. Kita akan adakan rapat investigasi.
Baik!
Sepertinya harus dimulai.
[Div. Investigasi Pertama MPD, Inspektur Ikeda Sosuke]
Perhatian!
Hormat!
Istirahat!
Ketipu lagi.
Mayat yang ditemukan di Nishiki-cho adalah Sasamoto Masahiko, 35 tahun.
Seorang fotografer gosip hiburan, yang dinamakan paparazzi.
Mayat di Taman Rinkai adalah Sugita Eikichi, 19 tahun. Pengangguran.
Menurut sumber lain, dia anggota kelompok kejahatan teroganisir.
Berdasarkan otopsi, kedua mayat dibunuh menggunakan racun tetrodotoksin.
Sasamoto seorang paparazzi
mungkin ada masalah dengan kelompok kejahatan teroganisir Sugita.
Saya minta semua untuk mencari tahu tentang kedua korban secepatnya--
Maaf sudah membuatmu menunggu, Cap.
Bagaimana kabarnya, semuanya? Kalian tahu apa ini?
Ini adalah bubuk zombie.
Yang mengandung tetrodotoksin.
Kurosaki-san!
Berhenti, tak ada denyut nadi.
Yurine! Apa sebenarnya ini?
Aku juga tidak tahu...
Tolong jangan khawatir, aku sudah berpengalaman menangani racun.
Bukan itu masalahnya!
- Panggil ambulan! - Baik!
Ruangan yang kacau, hebat sekali!
Berikan padaku!
Hei! Kalian tidak perlu seperti ini!
Sudah siap? Semuanya mari berhitung denganku.
5 detik lagi.
4.
3.
2.
1.
0.
Oh!
Berdasarkan berat dan tinggi Kurosaki-san, aku sudah mengatur bubuk zombienya.
Karena itulah dia bisa sadar kembali.
Karena Yamabuki-san adalah kimiawan, yang layak mendapatkan Hadiah Nobel.
Tolong jangan meragukannya.
Rapat investigasi yang menarik.
[Div. Investigasi Pertama MPD, Inspektur Matsudo Shiori]
Tidak buruk.
Baru diangkat, Direktur Matsudo Shiori
akan ikut serta dalam investigasi ini.
Setelah pengunduran diri Penasehat Saegus,
Direktur Matsudo juga yang akan menangani ST.
Apa kau sudah tahu, Cap?
Keputusan akhir tentang penyelidikan ST akan dilakukan oleh Direktur Matsudo. Dengan kata lain--
Dengan kata lain, kelangsungan ST tergantung padaku.
Sepertinya kita kehilangan seseorang hari ini.
- Ah tidak, Akagi-san itu-- - Terima kasih atas laporanmu, Cap.
Silakan dilanjutkan.
Silakan.
Bubuk zombie bisa melakukan apa yang barusan kalian lihat.
Waktu dulu, di beberapa agama
membuat penggunaan buruk trik ini
No comments yet. Be the first to leave one.