İlk 200 satır.
ZainuddinAri mempersembahkan
semisal saja dunia campakkan waktu
tatoeba sekai ga toki o suteru
dan tiada yang tahu harus berbuat apa
minna wa dou suru tomo naku, naku
semisal saja dunia punyai sebuah tujuan
tatoeba sekai ni gouru ga tsuku
lantas semuanya 'kan terluapi kebahagiaan
sou sureba subete mitasare shiawase ni nareru no
kuingin lindungi diriku sendiri, jadi kubuat tiruan
mamoritai jibun wa mamorikiru tame ni nisemono
di kaca, dari jiwaku di dalamnya
kagami de hora tsukuridashita kokoro watare
menurutmu apa ku hanya pura-pura?
tsuyogatteru dake
ku hanya ingin himpunkan alasan
riyuu ga hoshii dake tame da na
'tuk ubah diriku atau malah tetap saja
datte kore ja kawarazu ni iru mama
masa depan 'kan terlubangi dengan keinginan yang tak terwujud
mirai nante douse kanawanai mono darake de
dilukai atau melukai, semuanya 'kan hancurkan perasaan itu
kizutsukete kizutsukerarete kowaresou ni natta dake
walau begitu, selama perjuangan perasaan pun terlahir dan tak bisa kubuang
soredemo mokai de sutekirenai kanjou ga sakeru kara
kuingin ucapkan selamat tinggal pada hati pembohongku
itsu datte boku wa mou usotsuki no kokoro ni sayonara
selamat tinggal
sayonara
Pasti kau orang yang bertanggung jawab atas kematian mereka berempat.
Itu peringatan, Kepala Desa.
Oh, peringatan?
Selama desa ini tetap memproduksi Roh Surga,
jawabannya akan sama.
Aku ingin kau menghentikan produksi Roh Surga dan meninggalkan desa ini.
Hei, kau bekerja dengan siapa dan siapa yang memintamu melakukan ini?
Aku bertarung demi keadilanku sendiri!
Roh Surga itu iblis!
Yang perlu dilakukan ialah menghancurkan semua Roh Surga!
Merepotkan sekali.
Aku akan melupakan apa yang terjadi kemarin malam.
Cepat pergilah.
Aku akan pergi jika kau meninggalkan desa ini.
Kau ini, membuatku seolah seperti seorang iblis
yang mencoba menipu penduduk desa ini.
Berkat Roh Surga, desa ini kembali hidup.
Seharusnya kau berterima kasih padaku dan tak mengusirku begitu!
Kau pasti sedang bercanda, 'kan?
Apa kaubilang?
Ada permintaan untuk produksi Roh Surga.
Lihatlah di sekitarmu.
Bukankah mereka semua menikmatinya?
Itu tak benar!
Ayolah, kau pun harus mendapatkan sesuatu
agar ada hidangan makanan di atas mejamu setiap hari, 'kan?
Atau kau punya jalan keluar lain agar penduduk bekerja selain di ladang Roh Surga?
Ya, aku akan menunjukkannya.
Karena itulah yang harus dilakukan!
Kau hanya sendiri, memangnya bisa apa kau?
Kau yang di sana.
Ya?
Bagaimana menurutmu?
Kau sudah tahu, 'kan?
Jika Roh Surga itu membahayakan manusia.
Apa kau tak merasa bersalah
pada mereka yang kaubahayakan karena melakukan semua ini?
Tak ada pilihan lain, 'kan?
Percuma saja berbicara di sini!
Kau kepala desa ini, dan mereka itu pendudukmu.
Sudah mau pergi?
Aku tak akan menyerah.
Aku akan kembali besok.
Ayo pergi.
Terima kasih sudah membantuku lepas dari mereka.
Ini semua berkat dirimu.
Kau mampu membuatnya mendengarkanku.
Mereka sepertinya akan mencoba untuk mengejarku.
Aku ingin kau melindungiku.
Selanjutnya itulah pekerjaanmu.
Dimengerti.
Kau benar-benar gadis yang bisa diandalkan.
Aku berterima kasih sekali pada Lyn.
Seseorang sedang membicarakanku lagi.
Aku ingin membantu.
Tak boleh.
Ya, kepala desa akan marah pada kami.
Tanganmu nanti bisa kotor.
Kudengar ada orang aneh yang mendatangi kepala desa.
Ia orang yang telah membunuh prajurit, 'kan?
Orang itu berada di desa ini selama beberapa hari.
Ya, aku sedang memetik bunga, dan ia menyuruhku untuk menghancurkan semuanya.
Jika ada petinggi yang mendengar itu, pasti akan jadi masalah.
Tak apa, kami sudah mengatasinya.
Eh, kepala desa sudah mengusirnya, ya.
Lupakan saja masalah itu.
Demi kebaikan desa ini sebaiknya kita tak membuat masalah.
Ya, kau benar.
Karena itulah aku tak memedulikannya.
Aku juga.
Sebenarnya, aku juga.
Oh, ya, pergilah buat kepala desa senang.
Kau selalu memandangi tanganmu itu, ya.
Apa kau ingin meramalkan dirimu?
Tidak.
Dalam sekali.
Dilihat dari kemampuanmu, kau pasti sudah sering melihat pertumpahan darah, ya.
Apa kau mengenal seseorang yang menggunakan Roh Surga?
Klan Pedang tak menggunakan racun sebagai racun.
Karena itulah kita menggunakannya sebagai racun untuk menunjukkan
pada orang-orang, mana yang tak semestinya.
Aku ingin menghancurkan semuanya.
Hanya orang lemah yang bergantung pada bunga itu.
Dan ada juga yang menjualnya dan tertawa karenanya.
Merekalah yang mengacaukan dunia ini.
Aku yakin hal itu!
Seseorang harus melakukan sesuatu!
Kenapa kau?
Akhirnya kita bisa berbicara.
Itu pertanyaan yang bagus.
Kenapa aku?
Karena mataku sudah terbuka.
Aku menyadari hal ini salah.
Karena itulah aku melakukan apa yang harus kulakukan!
Inilah yang benar!
Begitu.
Yang perlu kaulakukan hanyalah melindungiku seperti yang kukatakan.
Dimengerti.
Sekarang, bagaimana caranya membenarkan desa ini?
Mengepel.
Ya.
Cepatnya.
Ya.
Ia bekerja keras, ya.
Ya.
Nyonya, aku sedang menuju ke arahmu.
Di mana pemilik penginapan?
Ia sedang pergi.
Ia bilang tak akan kembali selama tiga hari ke depan.
Ya, sudahlah.
Kalian.
Sekarang waktunya bagi geng kita untuk beraksi kembali.
Benarkah?
Nona Loana!
Panggil aku Pemimpin!
Pemimpin!
Pemimpin!
Pemimpin!
Kau tak perlu ikut memanggilku.
Tak salah lagi ia wanita.
Lihatlah.
Ya, 'kan?
Tak salah, 'kan?
Maaf tiba-tiba memanggil Anda.
Sedel juga khawatir.
Mengenai hal itu...
Apa menurut Anda kita perlu lebih banyak prajurit lagi?
Berapa orang yang Anda hadapi?
Dua.
Seorang laki-laki dan wanita.
Wanita itulah yang membunuh prajurit.
Malna, pergilah.
Aku melihatnya!
Kau melihatnya?
Katakan padaku.
Saat itu malam hari, dan sesaat...
Wanita rambut putih ini menyerang bagian leher.
Bagaimana dengan mayatnya?
Kami menguburnya.
Tentu saja.
Gali mayat mereka.
Nyonya Karen tak perlu mengotori tangan dan mata Anda untuk yang seperti itu.
Tolong lakukan.
Malna, kumpulkan beberapa orang!
Cepat!
Jika kau tak sanggup, bilang saja.
Aku tak apa-apa.
Benarkah?
Kau tak terlihat baik-baik saja.
Aku benar-benar baik-baik saja.
Kudengar kau berasal dari kota lain.
Ya, aku mencari pekerjaan.
Tak ada pilihan lain.
Di sini aku bisa mendapatkan makanan yang layak.
Aku harus tinggal di sini.
Aku yakin kau akan menjadi lebih kuat.
Tetap tahan.
Baik.
Satu, dua...
Nyonya Karen, mayatnya sudah dikeluarkan.
Luka kematian yang mereka dapatkan sama?
Semuanya mendapat serangan di leher.
Kalian bisa menguburnya kembali.
Semuanya, kubur mayat mereka lagi.
Biarkan kami istirahat dulu.
Jangan berkata begitu, beliau sudah banyak membantu kita.
Baiklah.
Kepala Desa.
Ya?
Aku akan tinggal di sini untuk sementara waktu.
Tolong berikan aku kamar.
No comments yet. Be the first to leave one.