Do Do Sol Sol La La Sol

Do Do Sol Sol La La Sol (도도솔솔라라솔)

Indonesian Altyazısını İndir

Sürüm bilgisi

Do Do Sol Sol La La Sol EP02 NF-360P/720P/1080P
Şunun yorumuyla DD_Movie
NF Version [ Runtime 01:00:20 ] ---- | Streaming : dongdotmovie.my.id

Etiketler

720p
720
1080
Yayınlandı: 2020-10-08
İndirmeler: 29
İşitme Engelliler: No

Indonesian altyazı önizlemesi

İlk 200 satır.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

BUNGA

Halo, Kakek?

Sekarang?

Aku mengerti.

Mimi…

Hei.

Sampai jumpa.

Hei, sadarlah.

Hei!

Halo, 119. Di sini…

RUMAH SAKIT EUNPO YUNSEUL

UNIT GAWAT DARURAT

- Apa yang terjadi? - Ya?

Wanita berusia 24 tahun, kecelakaan mobil.

RUANG PERIKSA

Permisi.

Kau juga harus diobati.

Tidak perlu.

Apa hubunganmu dengan pasien?

Korban kecelakaan.

Korban berarti harus diobati.

Meski merasa baik-baik saja setelah kecelakaan…

Aku tak apa-apa. Bisa jangan mendesakku?

Sial.

Bagaimana keadaannya?

Korban kecelakaan ada urusan apa kemari?

Urusan ganti rugi.

Begitu.

Apakah parah?

Tidak. Hanya cedera ringan.

Meskipun begitu…

Aku agak khawatir karena dia seorang pianis.

EPISODE 2 PASIEN PIANIS

Tunggu…

Jangan pergi.

Jangan pergi…

JANGAN GANGGU

Kau baik-baik saja?

Siapa?

Kau…

Pria Mimisan?

Kenapa kau ada di sini?

Pesepeda itu…

Aku pesepeda yang kau tabrak.

Kenapa kau bisa di sana?

Aku juga heran, berhentilah terkejut.

Maaf.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Bukan masalah besar.

Syukurlah.

Mimi?

Di mana Mimi? Di mana ia?

Jangan bilang…

Mimi sudah mati?

Tidak.

Mimi belum mati, 'kan?

Aku membawanya ke klinik hewan. Nyawanya tak terancam,

tapi ia perlu dioperasi.

Tuhan, terima kasih.

Terima kasih.

Pria Mimisan.

Dasar.

Tolong katakan hal baik saja.

Meski kondisiku buruk,

tolong katakan aku bisa sembuh

setelah perawatan. Kumohon.

Aku bermaksud bicara seperti itu.

Benarkah?

Lehermu mengalami cedera lecutan.

Gips akan dilepas beberapa hari lagi.

Tangan kananmu terkilir.

Ligamennya sedikit robek,

jadi, harus digips selama seminggu.

Jika ingin cepat sembuh, jangan banyak mengerakkan tangan.

Tahanlah sedikit meski tak nyaman.

Tentu saja. Aku mengerti.

Tangan kirimu agak bermasalah.

Otot ekstensor di punggung tanganmu cedera.

Kau harus digips selama tiga minggu,

lalu lakukan terapi fisik dan rehabilitasi.

Apakah pekerjaanmu mengharuskanmu menggunakan jari tangan?

Itu…

Aku pernah bermain piano,

tapi sudah berhenti, jadi, tak apa.

Begitu? Baiklah.

Mungkinkah

akan ada masalah jika aku bermain piano?

Kita lihat saja nanti.

Menyebalkan. Percuma aku kemari.

Aku kecelakaan dan tanganku jadi begini.

Kau tak bisa bertemu Dosollasol?

Sudah kubilang, "Dodosolsollalasol".

"Twinkle, Twinkle, Little Star."

Mungkin kusuruh ke sini saja?

Berikan ponselku. Cepat.

DI MANA? AYO BERTEMU SEKARANG.

KOTA EUNPO, YUDAL-RO 154-90

ADA BISNIS MENDADAK. KITA BERTEMU BULAN DEPAN.

Kenapa? Ada yang salah?

Dia membalas komentarku.

"Ada bisnis mendadak.

Kita bertemu bulan depan"?

Astaga.

Apa-apaan ini? Percuma aku kemari!

Apa yang harus kulakukan?

Jangan menangis. Aku benci menyeka air matamu.

Bisa bantu seka sekali saja?

Astaga. Jorok sekali.

Bukankah kau pengantin yang menghindariku karena kotor?

Apa kau lega

setelah mengejekku yang sengsara ini?

Dasar.

Kenapa…

Tapi kenapa kau menungguku?

Uang ganti rugiku.

- Apa? - Sepedaku rusak.

Tambah uang lelah pengganti biaya rumah sakit.

Sepeda 300 ribu, uang lelah 200 ribu,

total 500 ribu won.

Setuju?

- Itu… - Aku tak bisa menguranginya.

Ambulans, mobil derek,

bahkan klinik hewan…

Sangat melelahkan.

Aku bahkan ingin memberimu 5 juta won.

Kalau begitu berikan.

Tapi sekarang

aku tak punya uang.

- Apa? - Aku pasti membayarnya.

Jadi, aku mengutang dahulu.

Ini pertama kalinya aku tak punya uang.

Aku tak tahu harus bagaimana.

Kau bisa menghubungi suamimu.

Dia kabur.

Kenapa?

Cukup.

Bisa hentikan cerita sedihmu?

Aku juga sedang kesulitan.

Tahun lalu, aku juga punya masalah di rumah.

Ibuku sakit karena itu.

Aku tak cerita kepadamu

karena tak ingin kau kepikiran.

Berbagi kesedihan memang meringankan beban.

Tapi bagiku, sekali dibagi,

aku merasa berat dan tak nyaman menjadi teman berbagi.

Ada masalah saja.

Kepalamu pasti sakit mendengar cerita orang lain.

Kita masuk saja.

Baiklah.

Pelan-pelan.

Pelan-pelan.

Hati-hati.

Terima kasih, Mimisan.

Kenapa terus memanggilku "Mimisan"?

Karena aku tak tahu namamu.

Namaku Ra-ra dari Gu Ra-ra. Namamu?

Jun dari Sunwoo Jun.

Sunwoo Jun?

Sunwoo Jun. Nama yang keren.

Tidurlah. Aku pergi.

Jun!

Maaf, tapi tolong ambilkan air.

Jun!

Maaf sekali lagi, tapi bisakah kau naikkan tirai itu?

Tirai yang itu.

- Segini? - Sedikit lagi.

Ke atas sedikit.

Jun! Maaf sekali lagi, tapi bisakah kau tambahkan bantalku?

Pelan-pelan!

Jun!

Berhenti memanggilku.

Hari ini saja.

Terima kasih.

Setelah hari pernikahan itu,

baru sekarang aku tidur dengan lampu padam.

Selamat tidur.

SALON KECANTIKAN NONA JIN

Aneh. Kenapa dia tak muncul juga?

Mungkinkah menginap?

Jun, kau di mana?

Kau tak di rumah?

Kau tidur di mana semalam?

Astaga! Pesanku juga tak dibaca.

Memang dia pernah balas pesanmu?

Dia menginap atau berlibur,

itu bukan urusanmu. Minggir!

Ibu!

Bisakah mengerti perasaan anak sendiri?

Dasar anak ini… Bukan main.

- Pagi. - Seung-gi.

Cepat bawa dia ke sekolah.

Baik. Ayo.

Aku sedang sedih. Nanti saja.

- Bukankah itu Jun? - Apa?

Di mana?

Kami berangkat.

Awas jatuh!

Astaga, aku tak tahu lagi. Terserah!

Yorumlar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left