İlk 97 satır.
Episode 483 Gunung Giok Ilahi
Tuan Muda kedua kami
dan wakil jenderal bawahan Raja Dewa Rubah Salju
keduanya mati di tanganmu!
Kalian!
Kalian pasti tidak akan berakhir baik!
Kenapa masalahnya semakin membesar?
Jika terus begini,
itu akan membunuh kalian!
Masalah kecil
Kamu tidak perlu terlalu memikirkannya.
Tapi dua orang yang kamu bunuh itu,
identitas mereka tidak biasa.
Sudah terbunuh, ya sudah.
Tidak perlu terlalu peduli.
Siapa itu?
Masih berani bersembunyi di kegelapan dan bicara omong kosong?
Keluar sekarang!
Berlagak hebat.
Pasti disambar petir, kan?
Bagaimana kalau
kamu juga ikut?
Kakak.
Aku tidak bisa melihat tingkat kultivasi orang ini.
Kekuatannya mungkin tak terduga.
Tidak apa-apa.
Orang ini datang tepat waktu.
Kemari
Kakek
Kakek.
Kamu gadis kecil.
Sudah bermain di luar begitu lama.
Sudah saatnya kamu serius.
Dan kembali bersama Kakek, kan?
Ayahmu sudah sangat marah.
Jika kamu berani membuat masalah lagi.
Dia pasti akan mengurungmu.
Kakek
Ada kamu.
Ayahku pasti tidak akan berani melakukan itu padaku.
Karena aku adalah cucu kesayanganmu.
Betul, kan?
Kamu ini.
Kakek yang sudah memanjakanmu.
Kamu sudah membantuku dua kali.
Aku bahkan belum tahu namamu.
Jing Yun.
kamu bocah kecil ini.
Sangat bagus.
Kamu tahu identitas bocah nakal dari keluarga Ma itu.
Dan masih berani langsung mengambil nyawanya.
Kamu punya keberanian dan nyali.
Kamu ikut saja denganku ke Kota Raja Dewa Mufeng.
Tangan keluarga Ma sepanjang apa pun,
tidak akan berani menjangkau ke sana.
Aku punya rencana lain.
Kebaikanmu,
Aku hargai.
Tapi...
Tidak perlu memaksakan diri.
Anak muda,
berkeliling di luar,
bukanlah hal yang buruk.
Kakek,
apa yang Kakek katakan sangat benar.
Menurut perkataan Kakek,
Aku tidak akan pulang dulu.
Aku akan berkeliling lagi bersama Jing Yun.
Omong kosong!
Kamu sudah cukup lama di luar.
Hari ini,
Kamu harus pulang bersama Kakek.
Bersikap murah hati kepada orang lain,
dan ketat pada diri sendiri.
Benar-benar tidak masuk akal.
Seperti yang kubilang terakhir kali,
jika kamu menemui masalah,
pergilah ke Kota Raja Dewa Mufeng kapan saja.
Sebutkan nama besarku, Mu Wanqing.
Pasti akan berhasil.
Baik.
Senior, tunggu sebentar.
Senior.
Rumput Ilahi Pemelihara Jiwa ini.
Bisa membantumu memperbaiki jiwa yang sudah lama rusak.
Bukankah ini Rumput Sembilan Daun dari Alam Ilahi kuno?
Apa kamu bodoh?
Ingin mendekatiku?
Setidaknya keluarkan sesuatu yang layak.
Bocah.
Kamu bisa melihat jiwaku rusak.
Memang ada bakat.
Tapi.
Aku adalah Alkemis Ilahi Tingkat Sembilan.
Aku mengenali semua rumput ilahi di dunia.
Kamu menggunakan rumput liar pinggir jalan ini untuk membodohiku.
Apa kamu benar-benar mengira aku sudah pikun?
No comments yet. Be the first to leave one.