İlk 200 satır.
WOULD YOU MARRY ME?
TOKOH, TEMPAT, ORGANISASI FIKTIF
AKTOR ANAK DIDAMPINGI WALI
HEWAN DIREKAM SESUAI ATURAN
EPISODE 10
Selagi pembacaan penghargaan masa bakti yang panjang,
aku juga menghitung jumlah tahunku bekerja di sini.
Aku menikah dan jadi bagian Myungsoondang saat 18 tahun, kini aku 72 tahun.
Jadi, aku sudah bekerja selama 54 tahun.
Tak perlu terkejut.
Di Myungsoondang,
ada pembuat roti yang sudah bekerja satu tahun sebelum aku mulai.
Karena dia, bahkan pada usiaku ini, aku bukan yang paling senior.
EKSEKUTIF
DIRUT LEE SUNGWOO
…cukup panjang untuk lingkunganku berubah beberapa kali.
- Halo? - Selama waktu itu,
Myungsoondang telah melalui…
Senang mendengarnya.
Sampai bertemu. Baik.
Namun, jika ada satu hal yang tak berubah…
Atur dua kursi di meja naratama untuk orang Beauté.
Terima kasih.
Kupelajari dari mendiang ibu mertuaku semangat kepedulian dan berbagi.
Hei, Jingyeong.
Kau makin hari makin cantik.
Kau memacari seseorang?
Astaga, tidak.
Kebetulan sekali.
- Eungsoo juga lajang. - Ibu, hentikan.
Tak perlu mencari jauh saat mungkin ada yang di dekatmu.
Benar, bukan?
Tak perlu cari jauh-jauh.
Ibu, hentikan.
Sungguh.
Ya, baiklah.
Ya, Pak.
Unit untuk wali kota Yongdu bisa secepatnya diamankan.
Aku mungkin bisa menarik rumah yang hilang karena undian.
Pak Baek.
Terima kasih telah datang.
Masuklah.
Pak Kim.
Apa hubunganmu dan Nona Yoo?
Benarkah kalian menikah?
Sebenarnya…
Pak Baek?
Ternyata memang benar kau.
Kenapa kau di sini?
Aku ada urusan bisnis.
Ada yang ingin kukatakan. Kau punya waktu?
Ini agak mendesak.
Permisi, Wooju.
Baik.
Mari.
Mereka berdua
tidak menikah.
Kenapa begitu terkejut?
Kau sudah dengar semuanya.
Aku berharap bisa mengobrol denganmu.
Apa kau dekat dengan Wooju-ku?
Ya.
Manajer Tim Kim Wooju adalah cucuku. Kau tahu, bukan?
Ya, aku tahu.
Kau tahu?
Sebenarnya…
aku sangat mengenal Wooju.
Apa Pak Kim pria yang…
Benar.
Dia pria pujaan hatiku yang kuceritakan.
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Jika tak menikah, hadiahnya bisa ditarik.
Juga harus bertanggung jawab secara hukum.
Begitukah?
Maka, aku pun tak punya pilihan.
Selain membongkar
apa tujuan penyerahan rumah itu.
Kebetulan, aku juga mendengar sesuatu.
Terima kasih telah meminjamkan pakaian tempo hari.
Kutinggalkan di depan rumahmu.
Dari Yoon Jingyeong.
Berikan aku unit di Beauté Palace,
dan kau tak perlu khawatir soal izin untuk toko baru.
Semuanya tentang saling membantu.
Tentu, terima kasih telah menjagaku.
Udara hari ini begitu segar.
Jendela mobilku terbuka saat itu,
jadi percakapannya terekam kamera dasborku.
Kuunduh ke ponselku.
Apa kau memerasku?
Aku hanya menyarankan kesepakatan.
Aku bisa melindungi pria itu.
Kau, Direktur, bisa melindungi apa pun yang perlu kau lindungi.
Ayo saling membantu.
Benar juga.
Apa maksudmu tadi?
Menarik hadiah?
Soal itu.
Meski membongkar pernikahan palsu mereka,
bukankah lebih bermasalah bagimu
jika orang-orang tahu tentang suap?
Aku keliru.
- Apa? - Sudah kuperiksa lagi,
ternyata tidak bisa.
Apa-apaan?
Hei, kau pikir aku punya waktu untuk mendengarkan omong kosongmu?
Beri tahu saat sudah pasti.
Maaf, Pak.
Omong-omong, namanya David, ya?
Yang bekerja di Kaltz.
Kenalanmu.
Ya.
Dia benar-benar gila.
Dia mengirim rangkaian bunga atas nama hotel.
Terima kasih telah datang.
Tak masalah.
1 JAM LALU
DIREKTUR PELAKSANA HOTEL KALTZ David Lee
David?
Bukankah dia sudah berhenti?
Belum.
Kau pasti keliru.
Tidak, aku yakin.
Dia bilang di pesawat sudah berhenti dari Hotel Kaltz.
Kau pasti salah paham.
- Cari tahu soal Direktur David Lee. - Baik, Bu.
Pak Baek? Kenapa?
Entahlah.
Dia tiba-tiba bertanya apa kita menikah.
Kemudian Jingyeong muncul.
Lalu aku belum dengar kabar darinya.
Kenapa begitu, ya?
Tunggu.
Apa Pak Baek dan Jingyeong saling kenal?
Tampaknya mereka satu klub lari.
Namun, aku tak tahu sampai hari ini.
Kita akan aman, kan?
Kita akan aman.
Meski Pak Baek ragu, Jingyeong akan menanganinya.
Aku benar-benar menyusahkan Jingyeong.
Aku sangat ingin memperkenalkanmu kepada nenekku hari ini.
Esok datanglah ke kantor. Akan kuatur janji temu.
Lalu kita bisa bertemu Pak Baek sore harinya.
Aku gugup untuk benar-benar melakukannya.
Kita bilang akan menghadapinya bersama.
Jadi, jangan khawatir.
Tiba-tiba sekali. Kau tak telepon dahulu.
Kapan kau pulang dari AS?
Aku pulang akhir pekan lalu.
Setelah tinggal di Yeosu tiga hari,
aku sadar tidak akur dengan Ibu.
Lagi pula, aku harus cari kerja di Seoul.
Jadi, aku berniat untuk tinggal di rumahmu.
Aku dengar soal hadiah dari Ibu…
Astaga.
Siapa ini?
Ini…
Tunggu sebentar.
Halo.
Siapa itu?
Apa maksudmu?
Ini Wooju, Kim Wooju.
Kau Kim Wooju, bukan?
Ya, senang bertemu.
Lulus.
- Apa? - Memangnya kau juri?
Dasar kau.
Beruntung sekali tahun ini, ya?
Kakakku ini mungkin tak manis, tetapi dia tulus.
Jadi, perlakukan dia dengan baik.
Hentikan itu.
Diam saja.
Kau yang diam.
Atau kuberi tahu dia tentang tabiat marahmu.
Aku pergi dulu berhubung adikmu datang.
Tidak, tinggal saja.
Jangan khawatirkan aku dan teruskan urusan kalian.
Aku akan mencari kamar kosong dengan tenang dan tidur.
Aku memang sudah mau pergi.
Astaga.
Kurasa tidak.
Di sana.
Bibirmu mengatakan kebenaran.
Apa?
Baiklah, permisi.
- Awas kau. - Dah.
Astaga.
Apa AC-nya benar-benar menyala?
Rasanya agak panas di sini.
Panas sekali.
Astaga, kenapa dengannya?
Kau pasti resah. Maafkan aku.
Sama sekali tidak, dia sangat manis.
Namun, kurasa dia tak terlalu menyukaiku.
Apa maksudmu?
Jangan khawatir tentangnya.
Beri tahu dia nanti kutraktir makanan enak.
Agar dia menyukaiku.
Dah.
Aku pergi.
No comments yet. Be the first to leave one.