İlk 200 satır.
Kartun Gintama akhirnya dibuat filmnya juga.
Dimulai dari rute Jump Festa 2005,
kita sudah melalui lima musim tayang.
Akhirnya kita bisa sampai ke sini juga, ya?
Meski sebagai gantinya seri kartunnya berakhir di bulan Maret, sih.
Seri kartunnya berakhir karena kita harus menyimpan bahan cerita.
Tunggu kalian berdua, kita ini sedang ada di film,
jadi jangan bicara seperti itu, dong.
Ini 'kan kartun samurai, kenapa harus Warner Brothers?
Kakak-beradik dari mana mereka?
Pasti Sunrise datang ke tempat mereka untuk membidik pasar luar negeri.
Dan bilang kalau "Ini adalah kartun paling populer di Jepang."
Kakak-beradik itu sudah ditipu dengan kata-kata manis.
War dan Ner itu orang-orang baik, tahu.
Siapa itu War dan Ner?
Mereka bukan kakak-beradik seperti itu?
Bukan, ya? Mereka seperti kakak-beradik yang larinya cepat.
Kenapa mereka harus lari maraton?
Bukan itu, mungkin mereka seperti kakak-beradik Yoshida.
Mereka juga tak bermain Shamisen!
Dari tadi aku berpikir harus mengatakan ini atau tidak,
tapi dari tadi layarnya sama sekali tak bergerak, ya?
Itu benar.
Keunggulan dari kartun Gintama adalah gambar tak bergerak.
Jangan langsung memutuskan keunggulan kita seperti itu!
Tunggu sebentar, kita akhirnya ada di film.
Kalau film ini jadi populer, film kedua juga mungkin dibuat, tahu.
Kalau ini jadi populer, mungkin kita bisa lihat film Gintama dibuat tiap tahun bersama dengan seri kartunnya.
Apa jadinya kalau kalian tak bersemangat seperti itu?
Berisik sekali. Baiklah, kita hanya harus melakukannya dengan serius, 'kan?
Kalau begitu kita mulai.
Negeri para samurai.
Sudah beberapa waktu berlalu sejak negeri kita disebut seperti itu.
Tunggu sebentar! Berhenti!
Hentikan!
Oi, oi, kaupikir dari mana kita akan mulai?
Dari mana? Tentu saja dari awal cerita.
Di masa ketika alien yang disebut "Amanto" datang ke Edo
dan pemerintah hanya menjadi boneka mereka
dan ada juga perang Joui di mana para pemuda bertarung untuk mengusir para Amanto.
Di antara orang-orang itu, ada Katsura, Takasugi, dan Gin yang disebut sebagai Shiroyasha.
Ya, ya, sudah cukup dengan penjelasan seperti itu.
Lagi pula, di film kartun seperti ini, mereka yang datang hanyalah orang yang sudah paham latar belakang ceritanya.
Ditolak dengan satu kata.
Sudah cukup bicaranya, mari segera kita mulai ceritanya.
Kita hanya membuang-buang waktu.
Bicara seperti ini dengan layar yang tak bergerak tentu saja tak ada gunanya.
Lagi pula, kita bertiga dari Pekerja Serba Bisa belum memperkenalkan diri kita masing-masing.
Kalau begitu kita mulai dengan perkenalan kita bertiga sebagai Pekerja Serba Bisa.
Pemilik dari toko Pekerja Serba Bisa, Gin, "Lakukan ketika waktunya tiba", tokoh utama dari film ini,
Laki-laki yang memiliki jiwa samurai, Gintoki Sakata.
GINTOKI SAKATA
Maskot dari Pekerja Serba Bisa, tokoh utama wanita dari film ini.
Agak sedikit butuh banyak makan.
Idola semua orang, Kagura yang manis.
KAGURA
Dan...
KACAMATA
Kacamata!
Oi!
Baiklah, Film Gintama: Cerita Baru - Pedang Benizakura.
Benar-benar hanya kacamata, tak bisakah kalian memperkenalkanku sebagai Shinpachi Shimura?
Silakan kalian nikmati sampai akhir.
Apa kita akan mulai seperti ini?
Semuanya,
hingga kini, kalian pasti sudah belajar berbagai macam hal.
Pasti, kalau kalian terus maju, kalian akan mampu menaklukkan setiap halangan yang ada di depan kalian.
Pada waktunya, apa yang harus kalian lakukan, semuanya kembali kepada diri kalian masing-masing.
Apa aku akan bisa ada di samping kalian atau tidak, aku tak tahu.
Karena itu, sebagai permulaan, aku akan mengatakan hal ini kepada kalian.
ZainuddinAri mempersembahkan
Gintama
Cerita Baru Pedang Benizakura
Maaf.
Apa kau yang bernama Kotarou Katsura?
Kau salah orang.
Jangan khawatir, aku bukan anjing pemerintah atau apa pun.
Kau adalah seekor anjing, anjing yang haus akan darah.
Aku dengar kalau ada seseorang yang melakukan Tsujigiri akhir-akhir ini,
tapi kurasa kau harus memilih lawan dengan bijak.
Kebetulan aku dan rekanku haus akan darah dari kesatria yang kuat sepertimu.
Bisakah kau menghiburku sebentar?
Kau... Pedang itu...
Apa? Hanya seperti itu?
Apa? Takasugi?
Ya, tak salah lagi. Kita dapat informasi itu dari sumber yang terpercaya.
Takasugi yang itu kembali ke Edo?
Takasugi, ya? Bukankah kita sudah dua kali menggagalkan rencana mereka?
Dan berapa kali kau pergi ke kamar mandi waktu itu?
Aneh, waktu aku sedang bekerja dengan serius,
bukankah ada seorang maniak mayo yang tak bisa diandalkan lebih dariku.
Apa kaubilang?
Toshi, hentikan!
Laki-laki yang paling berbahaya dan radikal di kelompok nasionalis,
Shinsuke Takasugi.
Ada rumor bahwa orang itu dan Nizou Okada yang dijuluki Nizou si Pembunuh
bersama dengan ahli pistol berpeluru merah yang ditakuti, Matako Kijima,
dan ahli strategi yang eksentrik, Henpeita Takechi.
Juga pembunuh dan juga ahli pedang, Bansai Kawakami.
Mereka berencana untuk menghidupkan kembali Kiheitai.
Kiheitai? Bukankah itu pasukan yang dipimpin oleh Takasugi ketika perang Joui berlangsung?
Ya, dan seperti namanya, mereka sekuat monster.
Tapi di masa sekarang ini, apa yang sedang mereka rencanakan?
Sepertinya mereka sedang mengembangkan senjata baru yang kuat dengan tujuan untuk memulai kudeta.
Kondou, mereka sangat berbahaya.
Aku tahu. Toshi, kumpulkan informasi sebanyak mungkin dengan mengerahkan seluruh pasukan.
Baik.
Dan juga Kondou, tak bisakah kau berlatih pedang tanpa harus telanjang?
Keadaan darurat!
Sepertinya ada Tsujigiri lagi.
Oi, oi, apa yang terjadi?
Ada mayat lain yang ditemukan.
Tsujigiri lagi?
Dengan ini sudah berapa korban yang jatuh?
Aku dengar bahwa semua korbannya adalah ronin.
Kalau seperti ini aku tak berani keluar di malam hari.
Untuk sementara ini kita hanya bisa berada di rumah bersama istri.
Silakan tehnya.
Anu... Ada urusan apa kali ini?
Ada apa ini? Ada urusan apa orang ini datang ke sini?
Mengerikan! Dari tadi dia diam terus! Apa dia sedang marah? Apa dia marah pada sesuatu?
Apa aku melakukan sesuatu yang salah?
Apa kau yakin dia sedang marah? Bukankah dia sedang tersenyum?
Shinpachi, dia tak suka dengan teh buatanmu!
Tamu kita bukan pecinta teh, tapi pecinta kopi.
Kau seharusnya sudah tahu sebelum menawarkan teh. Tak heran namamu Shinpachi dan bukan Shinichi.
Kau sangat "delapan"!
Hal seperti itu tak bisa diketahui hanya dengan sekali lihat!
Aku bisa tahu dengan sekali lihat. Coba saja lihat, mulutnya berbentuk seperti biji kopi!
Kemampuan pengamatanmu masih kurang!
Silakan kopinya.
Oi! Apa-apaan! Tak ada perubahan sama sekali!
Bukankah Kak Gin yang bilang kalau mulutnya seperti biji kopi?
Aku tak bilang seperti itu!
Aku bilang mulutnya seperti gambar dorayaki dilihat dari samping.
Sudahlah, tolong hentikan.
Kenapa kita harus merasa gugup di rumah kita sendiri?
Melihat mata seperti itu aku seperti terisap ke dalamnya!
Ya, ya, ini dengan Pekerja Serba Bisa.
Shinpachi, tampaknya kita harus gunakan senjata terakhir. Bawa itu keluar.
Eh? tapi bukankah itu milik kak Gin? Dia pasti bakal marah.
Tak apa-apa, kita tak boleh memanjakannya terus.
Dia tak punya orang tua. Kita harus merawatnya dengan baik.
Aku pergi keluar sebentar.
Ah, tunggu dulu! Kau mau pergi ke mana?
Ada pekerjaan, tolong urus pelanggan itu.
Pembohong! Kau hanya mau melarikan diri, 'kan?
Silakan susu stroberinya!
Elizabeth, seorang samurai harus makan makanan yang sederhana.
Kalau kau makan makanan yang manis-manis seperti susu stroberi atau parfait,
bukan hanya tubuhmu, hatimu juga akan menjadi busuk.
Dia menangis! Kita berhasil! Dia menyukai susu stroberi sampai segitunya?
Kerja bagus, Shinpachi!
Eh, apa kau yakin kita berhasil?
Anu, permisi, aku dari Pekerja Serba Bisa.
Anu, permisi, aku dari Pekerja Serba Bisa.
Permisi, aku dari Pekerja Serba Bisa!
Permisi, aku dari Pekerja Serba Bisa!
Ah? Kau bilang apa?
Aku dari Pekerja Serba Bisa! Aku datang ke sini setelah mendapat telepon dari Anda!
Bukankah aku sudah bilang kalau aku tak butuh koran?
Bodoh, sialan. Kau tak mendengarku sama sekali.
Ah, aku benar-benar minta maaf!
Tanganku terpeleset karena berkeringat! Aku benar-benar minta maaf!
Tak apa-apa.
Ternyata mereka memang mendengarku dari tadi.
Biarkan kami memperkenalkan diri! Kami kakak-beradik pembuat pedang!
Aku adalah kakak tertua, Tetsuya! Dan ini adalah...
Oi? Kenapa kau tak memperkenalkan diri?
Kalau kau tak beri tahu namamu kepada Sakata, bagaimana dia bisa memanggilmu, Tetsuko?
Kakak, kau baru saja memberitahukan namanya dan dengan suara keras.
Maafkan aku Sakata! Dia ini sangat pemalu!
Dengan adanya kebijakan tak boleh bawa pedang, pasti sulit hidup sebagai pembuat pedang.
Jadi, tentang pekerjaan yang kami ingin kaulakukan...
Oi, apa kau mengabaikanku? Apa kau tak mendengarkanku?
Sebenarnya, generasi sebelumnya, dengan kata lain ayahku, karya terbesarnya, Benizakura, sudah dicuri!
Oh, jadi sebenarnya Benizakura itu apa?
Aku harap kau bisa menemukannya dan membawanya kembali!
Apa? Apa kau masih tak mendengarkanku?
Benizakura, dari semua pedang karyanya, adalah karya terbesar yang dibuat oleh ayahku, Jintetsu,
seorang pembuat pedang nomor satu di Edo.
Sisinya yang tajam bisa membelah batu. Di bawah sinar bulan, akan kelihatan berwarna merah!
Pedang itu sama misterius dan cantiknya dengan pohon sakura di malam hari.
Itu adalah satu-satunya di dunia!
Jadi begitu, ya! Hebat sekali! Jadi apa kau punya dugaan siapa yang sudah mengambilnya?
Tapi, Benizakura bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh!
Kakak, tolong dengarkan ketika orang sedang berbicara! Kau melihat ke mana? Apa kau melihatku?
Kenapa? Setelah ayah menyelesaikan Benizakura, dia meninggal sebulan kemudian!
Sejak itu, nasib buruk selalu menimpa semua orang yang berhubungan dengan Benizakura!
Itu adalah pedang iblis yang mencuri jiwa manusia!
Tunggu sebentar!
Bukankah itu berarti sesuatu yang buruk mungkin juga akan terjadi padaku?
Sakata!
Tolong lakukan sesuatu sebelum Benizakura membawa bencana yang lebih besar lagi!
Dengarkan aku! Orang ini sama sekali tak mendengarkanku sejak pertama!
Ketika berbicara dengan kakak, kau harus mendekat ke telinganya dan keluarkan suara dari perut.
Eh? Begitu, ya?
Kakak! Anu...
Berisik!
Jadi, kau menemukannya di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.