İlk 200 satır.
Wisata Kelulusan Hari Kedua: Aktivitas Grup.
PANDUAN WISATA AKTIVITAS GRUP
Daun musim gugur dan tamannya sangat indah.
Daun musim gugur memang bagus,
tapi waktunya tak pernah cocok.
Apa maksudmu?
Kau pura-pura bodoh?
Bukankah kau pergi ke tempat yang sama dengannya?
Tidak, begini…
Aku hanya mengharapkan pertemuan kebetulan.
Aku akan senang meski cuma mengambil foto yang indah.
Sejujurnya, aku sedikit berharap…
Jangan hanya mengharapkan pertemuan kebetulan.
Kenapa kalian tidak membuat rencana untuk bertemu?
Berdua saja di luar sekolah?
Tak mungkin aku bisa melakukan itu.
Tapi aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian.
Apa? Itu alasanmu? Sungguh?
Maafkan aku. Aku membuat alasan licik.
Baiklah, aku memaafkanmu.
Aku benci orang yang berbohong untuk sembunyikan perasaan.
Maafkan aku.
Apa yang kalian bicarakan?
Bukan apa-apa.
Dia berbohong.
TAPI AKU SELAMAT…
BATU RAMALAN CINTA
Batu ini membawa keberuntungan dalam cinta!
Luar biasa.
Jika kau berjalan ke batu itu di seberang dengan mata terpejam,
harapan cintamu akan terwujud.
Meski begitu, itu tetap memalukan.
Aku! Biar aku saja!
Kau pasti bisa, Yamada-man!
Ayo!
Yamada-man!
Yamada melakukannya.
Kanan!
Kiri!
Kiri, kanan!
Ke arah mana?
Pertarungan yang bagus!
Aku senang kau menemukan cinta.
Morimo!
Kau sedang apa? Jangan halangi aku!
Tidak!
Aku lebih besar dari batunya. Jadi, berkatnya harusnya jauh lebih kuat.
Logika aneh macam apa itu?
Ada banyak orang memakai seragam sekolah kita.
Apa itu Kelas 7?
Bicara dengannya.
Tapi dia bersama banyak teman.
Aku mungkin mengganggu percakapan.
Jika itu yang kau pikirkan, lupakan saja.
Ayo, lihat kemari.
Hei, Tani, senyum.
Ekspresi apa yang kau buat untuk kamera?
Ayo, lihat kemari dan tersenyumlah.
Ini studio foto anak-anak?
Suzuki, wajahmu kaku.
Suzuki, wajahmu aneh.
Wajahku aneh?
Cepat potret.
Kau mengucapkannya.
Ini bagus.
Wisata kelulusan dengan pacar terdengar bagus.
Meskipun punya, aku tidak akan seterbuka itu.
CINTA
Aku baru membeli jimat keberuntungan.
Aku menantikan masa depanku.
Kau licik. Kau kemari hanya untuk menghalangiku.
Aku juga ingin semacam berkat…
Yamada-kun.
Maaf, ini mendadak sekali.
Aku kebetulan melihatmu.
TERTAWA
Aku hanya ingin bicara denganmu.
MENYEDOT KEBERUNTUNGAN
Ada apa?
Itu Nishi-san!
Mari berfoto bersama.
Pemandangannya indah.
Kenapa tiba-tiba?
YAMADA, NISHI, HONDA
Yamada-kun mengirim foto yang baru diambil.
Ada banyak pasangan tak terduga di foto-foto ini.
Kau benar.
Jika bukan karena suasana wisata kelulusan,
kita tidak akan berfoto.
Sejujurnya, ini kesempatan langka.
Kenapa kalian berdua tak berfoto saja?
Boleh aku berfoto denganmu?
Tidak bisa karena banyak orang.
Bicara dengannya saja menghabiskan semua tenagaku hari ini.
Kau sungguh berusaha keras.
Omong-omong, Yamada bodoh.
Jangan tambahkan aku ke grup obrolan.
Kenapa dia tidak mengirimnya ke Nishi?
Bodoh. Dia tak tahu apa-apa.
Bukankah ini kesempatan bagus untuk menghubunginya?
YAMADA, NISHI, HONDA
Ada satu lagi yang masuk.
Apa itu foto?
Foto apa itu?
BISAKAH KAU KELUAR SEKARANG?
Apa ini untukku?
Apa? Pukul berapa ini?
Apa yang harus kulakukan?
Nishi, pergilah.
Tapi aku tak bisa meninggalkanmu sendirian di kamar.
Ada siaran langsung yang ingin kutonton hari ini. Tak apa-apa.
Tidak mungkin.
Hei, tunggu aku!
AKU DI LOBI DENGAN BANYAK KURSI.
Ada lebih banyak orang berkeliaran daripada dugaanku.
- Aku menemukan Yamada-kun. - Hei, Yamada!
- Ada… - Hai.
- …beberapa gadis yang tak kukenal. - Hai.
Semua berjalan sesuai rencana?
- Ya. - Apa?
Mungkinkah dia tidak hanya meneleponku?
Dah.
- Mereka pergi. - Dah.
- Saat berpikir begitu… - Hai.
…ada satu lagi yang datang.
Mereka saling menyapa dengan cara yang hanya ada di luar negeri.
Kalau dipikir-pikir, Yamada-kun sepertinya sering bergaul dengan para gadis.
Aneh.
Aku merasa…
Sampai sekarang, aku secara alami menganggap tindakan Yamada-kun kepadaku
sebagai tanda kasih sayangnya.
Aku terlalu memikirkan banyak hal sendirian.
Mungkinkah ini kesalahpahaman besar yang sangat memalukan?
Yang langka bagiku mungkin normal bagi Yamada-kun.
Apa yang harus kulakukan? Aku sangat tidak berpengalaman.
Aku bahkan tak pernah berpikir untuk meragukannya.
Hei.
Kalau sudah di sini, seharusnya kau meneleponku.
Aku melihatmu bersama orang lain.
Kau tidak mau terlihat?
Itu…
Astaga, aku terlalu sadar diri.
Kau benar.
Aku juga tidak suka sekarang.
"Sekarang…"
Baiklah.
Ayo ke tempat yang tenang dan bicara berdua.
Semua pikiran negatif yang berantakan dan tersebar di benak
menghilang dalam sekejap.
Ucapan dan sikap Yamada-kun selalu lugas.
Apa kucing ini masih di sini saat kau lewat?
Tidak. Manis sekali.
Ini Taira, yang baru kusebutkan.
Kurasa aku pernah melihatnya.
Ini Azuma.
Dia seperti kakak.
Pria besar berambut cepak ini adalah Morimo.
Morimo?
SUDAH HAMPIR GILIRAN KITA MANDI.
Kita harus kembali.
Kau benar.
Hei.
Setelah wisata kelulusan, kau mau jalan-jalan nanti?
Ke tempat kita tak akan bertemu teman sekelas kita.
Ke mana saja boleh.
Hanya kita berdua.
Baiklah.
Aku harus bagaimana?
Saat mulai kupikirkan perasaan Yamada-kun,
ada banyak yang tak bisa kupahami.
KENAPA AKU? APA INI BENAR? SEBERAPA JAUH YANG HARUS KUPERCAYA?
Aku benci orang yang berbohong untuk sembunyikan perasaan.
Aku tidak bisa lagi menyembunyikan…
perasaanku ini.
Aku menyukainya.
SEMENTARA ITU, DI TEMPAT LAIN
HUFF…
Biasku yang terbaik.
Saat SMP,
aku tidak mau ikut wisata kelulusan, tapi tidak bisa menolak.
Jadi, aku pergi dengan enggan.
Aku hanya ingin pulang, memendamnya sepanjang jalan.
Tapi sekarang…
Sejujurnya,
aku sangat bahagia.
Wisata Kelulusan Hari Ketiga:
Aktivitas Kelas.
PANDUAN WISATA AKTIVITAS KELAS
Pak Guru, boleh kami beli es krim?
Kau sangat santai.
Ya, boleh.
Benarkah?
Kurasa kita selesai lebih awal dari rencana.
Ya, 'kan?
Aku baru sadar tak ada kelas lain di sekitar sini.
Selama kalian kembali sebelum bus berangkat,
kalian boleh pergi ke mana pun.
Hore!
Hore!
Hore…
No comments yet. Be the first to leave one.