İlk 186 satır.
Terlihat jelas menggunakan artileri.
Visibilitas perang hari ini berlangsung dengan baik.
Saat berpikir akhirnya Aliansi Entente berhasil direbut,
esoknya kembali ke garis depan, bergumul dengan hujan peluru sepanjang hari.
Terkadang, ketika bangun...
Orang di sebelah sudah mati.
Tahun Unifikasi April 1925, Medan Rhein
Itulah keseharian di Medan Rhein.
Semua unit, kita akan bantu dalam misi ini.
Terbang serendah mungkin, lalu hancurkan semua artileri musuh.
Serang langsung kalau bertemu pasukan penyihir!
Selain itu, sekutu takkan berhenti tembakkan artileri,
tapi aku yakin, batalionku tak cukup bodoh untuk terkena serangan.
Batalion Penyihir Aerial 203 Tentara Kekaisaran, Kompi 2 Letda Warren Grantz
Setidaknya ingat itu.
Seperti biasa, mereka malah hamburkan peluru.
Padahal peluru artileri itu tak gratis.
Jangan sampai lengah.
Meriam mereka gunakan waktu.
Sekali meledak, pecahannya akan hujani kita.
Saya juga tahu.
Di sini 05.
Terlihat dua kompi penyihir mendekat!
Kompi 1, mulai pertempuran anti-penyihir.
Tunjukkan kita tak ingin lihat mereka lagi!
Sisanya hancurkan artileri!
Bergegas, lalu bergabung kembali!
Batalionku, perangnya sudah mulai ramai.
Menyenangkan, bukan?
takkan bertahan
I will not hold off
takkan bertahan
I will not hold off
takkan bertahan
I will not hold off
takkan bertahan
I will not hold off
di atas parit, takkan bisa kabur
zango no ue nigeba ha nai
itu yang kita inginkan
I know that's what we want
peperangan itu yang kita inginkan
I know it's a war we want
angkat senapanmu, tertawa dan menggila
All rise your guns warae kurue
itu yang kita inginkan
I know that's what we want
peperangan itu yang kita inginkan
I know it's a war we want
bangkitlah, bangkitlah
Coming up, coming up
oh, mata nan penuh haus darah
ah, satsui no me
mangsa segar, aku terangsang, sangat terangsang
iki na emono takaburu takaburu
tak cukup, masih tak cukup, nyawa itu
Not enough, not enough mada sono inochi
masih saja berkuasa, kita tak boleh sembunyi
yuuetsu da, We must not hide
Kita JINGO terhormat
We honor the JINGOS
memuaskan diri dengan hasrat hewan
kemono jimita yokubou musaboru
kita berada di JUNGLE
We are in the JUNGLE
mari tajamkan taring kita
saa kiba wo toge
dan lihat siapa yang membunuh paling banyak
shi no kazu wo kisoou
kita JINGO terhormat
We honor the JINGOS
itu yang kita inginkan
I know that's what we want
peperangan itu yang kita inginkan
I know it's a war we want
kita berada di JUNGLE
We are in the JUNGLE
itu yang kita inginkan
I know that's what we want
peperangan itu yang kita inginkan
I know it's a war we want
Sial.
Makanya aku bilang jangan lengah.
Lettu Weiss!
Tapi, saya berhasil cetak beberapa skor.
Berikutnya, andalkan saya lagi saja.
Aku tak tanggung jawab kalau skormu yang terakhir meledak.
Belum dapat peringatan dari komandan, ya?
Saya juga tahu itu.
Lihatlah Letda Serebryakov.
Terbang di samping komandan saja sudah bisa jadi veteran.
Saya, kenapa?
Kau dan komandan sudah lama berpasangan, 'kan?
Ya, bisa dibilang begitu.
Apa Anda mau gantikan posisi saya?
Regulasi kemiliteran takkan mengizinkannya.
Maaf, kita tak bisa terbang bersama.
Begitu, ya.
Mayor Degurechaff!
Apa Mayor Degurechaff ada?
Aku Lettu Weiss, tangan kanannya.
Apa itu terkait hal darurat?
Episode 08 Siksaan Api
Garis belakang dicegat?
Be-Benar!
Partisan sudah mulai berontak di kota Arene.
Kota Arene dulunya wilayah Republik.
Kita gagal redakan oposisi sepenuhnya, ya?
Polisi militer setempat gagal meredakannya.
Kereta dan jalur persediaannya sudah di bawah kendali mereka.
Gawat, ya.
Kita bertempur tanpa makanan dan amunisi?
Kota Arene Wilayah Kekaisaran
Mati kau!
Rasakan ini!
Dasar anjing kekaisaran!
Pa-Pasukan angkatan udara!
Republik sudah memulai misi udara!
Penyihir musuh sedang coba untuk-
Kompi Penyihir 2 Tentara Republik Letkol Severin Bientot
Amankan titik defensif, lalu bersiap untuk bertempur!
Setiap hari dengan perlahan, kita usir musuh dari sini!
Berbanggalah, Mayor Degurechaff.
Komando Medan Barat Tentara Kekaisaran
Komando Medan Barat Tentara Kekaisaran Komandan Mortiz Paul Von Han
Pukul 14.23 hari ini, kau dapat misi khusus dari Komando Medan.
"Pasukan 203 diperintahkan untuk lenyapkan penyihir musuh yang bergabung dengan para pemberontak,
kemudian, bergabung dengan sekutu untuk rebut kembali kota."
Hal ini butuh tindakan cepat.
Kami andalkanmu.
Suatu kehormatan dapat perintah ini.
Tapi, pertempuran di kota mungkin akan sulit.
Jangan khawatir.
Kostrad sudah rencanakan sesuatu untuk lenyapkan unit musuh di kota.
Apa itu?
Perintah evakuasi akan dikeluarkan untuk Arene.
Dalam hukum internasional, orang yang masih tinggal di kota setelah evakuasi,
akan dianggap sebagai tentara Republik.
Perintah atasan adalah untuk lenyapkan para pembelot di kota.
Setelah kau lenyapkan penyihir musuh, artileri kami akan mulai bertindak.
Jadi begitu.
Di depan kita adalah neraka,
begitu pula di belakang, ya?
Omong-omong, mungkin ini memang pertanyaan bodoh,
tapi musuh kita hanyalah tentara Republik, 'kan?
Tentu saja.
Kalau diizinkan, saya ingin mengetahui rincian dari para pejuang musuh.
Semuanya, kecuali beberapa penyihir Republik adalah milisi.
Selain itu, banyak warga sipil kekaisaran yang sudah ditangkap.
Sungguh menyedihkan.
Berarti kami harus segera bekerja, ya.
Benar.
Ya, adanya warga sipil memang akan jadi masalah.
Tak disangka ada pejuang yang gunakan warga sipil jadi tameng.
Kami hanya rebut markas musuh.
Karena kami patuh akan peraturan dan berikan evakuasi-
Mayor?
Permisi.
Tapi, sayang sekali.
Benar, sangat disayangkan.
Tapi, kami adalah tentara.
Kalau dapat perintah untuk bakar tanah Arene, akan kami lakukan.
Siapapun bisa jadi tentara, ya?
Apanya yang perintah evakuasi?
Para prajurit, waktunya berwisata!
Angkatan udara musuh akan datang.
Penyihir mereka sudah bergabung dengan para milisi Arene.
Saat ini kota sudah jatuh di tangan Republik.
Tentu, kita rebut kembali!
Tapi, ada sedikit masalah.
Kita harus lenyapkan semua pasukan Republik!
Semua?
Tentu saja, dilarang menyerang nonkombatan.
Tapi, karena berperang di kota, kita diizinkan untuk hancurkan properti.
Ditambah, kita akan keluarkan deklarasi sebelum dan sesudah lawan penyihir musuh.
Akan bagus kalau musuh terima kekalahannya.
Kalau tidak, kita lenyapkan.
Sekian.
Lenyapkan?
Di kota?
Lenyapkan semua musuh?
Tak mungkin.
Apa tak masalah?
Lenyapkan semua musuh di kota.
Itu artinya...
Aku tak yakin mereka akan mengaku kalah setelah kita peringatkan.
No comments yet. Be the first to leave one.