İlk 162 satır.
Kerajaan Semanggi.
Di negeri yang utamakan sihir ini
ada seorang anak yang tak bisa gunakan sihir.
Namanya adalah Asta.
Demi jadi Kaisar Sihir, separah apa pun luka yang diderita, dia tak pernah menyerah!
Tapi di Kerajaan Semanggi juga ada orang- orang yang hanya punya sedikit energi sihir,
dan bahkan tak mampu gunakan sihir sama sekali.
Orang-orang malang yang hanya sedikit itu, hidup di balik bayang-bayang.
Mereka berjuang untuk hidup.
Cepat lari!
Ibu!
Selamatkan aku!
Pada malam itu para Elf menyerang
di Kerajaan Semanggi saat malam.
Sayang, Ibu, bertahanlah!
Dazu yang tinggal di Kota Tiulyu, kehilangan suami dan mertuanya.
Bersama dengan sesama penduduk Tiulyu yang bernama Bow,
dia memutuskan untuk temui Kabwe anggota Parlemen Sihir.
Kabwe sangat membenci iblis, dan fakta bahwa
Asta, Nero, dan Marie, yang seharusnya dihukum karena dianggap dirasuki oleh iblis,
ditunda oleh Damnatio membuat kebencian Kabwe semakin bertambah.
Mereka pun akhirnya bertindak.
Menggunakan nama Devil Banishers, mereka menculik Marie dari gereja di Nean.
Pelayan Iblis, kau takkan bisa lari lagi.
Aku bukan pelayan iblis.
Kami harus kembalikan timbangan yang berat ke arah kegelapan menuju cahaya.
Ayo pergi!
Siapa pun, tolong!
Kakak! Kakak!
Di saat yang sama,
di markas Banteng Hitam, mereka membius Asta dan Nero.
Kembalikan Nero!
Asta.
Apa yang kalian lakukan?
Menjauhlah dari Asta dan Nero!
Sihir Segel: Pelepasan!
Tubuhku... Gawat.
Cepat bawa mereka.
Sihir Penciptaan Air: Auman...
Sihir Tanaman: Sulur Bunga!
...Air.
Ayo pergi!
Asta! Nero!
Cepat sekali!
Bola Naga Air!
Lalu, Noelle menghentikan mereka.
Tapi Nero berhasil dibawa.
Lalu Asta...
Tunggu, siapa kalian sebenarnya?
Kami adalah Devil Banishers.
Kami akan musnahkan iblis di dunia ini.
Takkan kubiarkan, kembalikan Nero!
Asta!
Buka matamu!
Asta!
Halaman 143 Timbangan yang Berat Sebelah
Kau selamat, ya.
Misi kalian bagaimana?
Tak ada masalah.
Di mana Asta?
Maafkan kami.
Tadi ada pengganggu.
Begitu, ya.
Tapi kali ini dia pasti
sedang berada dalam tidur panjang.
Bagaimana kondisi Asta? Asta masih hidup, 'kan?
Tenang saja, dia masih hidup.
Lalu, kenapa dia belum buka matanya?
Meskipun dia masih hidup, kalau dia terpengaruh sihir yang membuatnya tidur selamanya...
Tenang saja, Asta tak tertidur karena sihir.
Eh?
Begitu ya, alasan Asta masih tertidur...
Tunggu dulu!
Kenapa tiba-tiba membawaku ke sini?
Asta?
Dia tetap saja tidur dengan pulas, ya?
Dia tak tertidur karena sihir? Apa maksudnya?
Kau tak mau bilang kalau dia tertidur karena obat tidur, 'kan?
Memang begitulah.
Ya ampun, aku sendiri juga terkejut.
Aku tak tahu siapa pembuatnya, tapi obat itu bekerja dengan sangat kuat.
Tapi kenapa mereka gunakan obat tidur?
Kalau itu, aku tak tahu.
Tapi kalau dibiarkan sebentar, dia pasti akan bangun sendiri.
Syukurlah.
Tapi kalau Asta diberi obat tidur, jadi, mereka tak ingin membunuhnya langsung, ya.
Pertama, mari kita lihat dulu apa yang sebenarnya terjadi pada Asta.
Kota Pinggiran - Nean
Nenek, berhentilah bercanda, ini sudah ketiga kalinya!
Ketiga kalinya?
Tiga kali Marie dalam bahaya!
Pertama, saat si bodoh ini mencoba membawanya!
Lalu saat pengadilan, lalu sekarang!
Tiga kali itu sudah cukup!
Kali ini aku akan membunuhmu!
Gauche, kau tak boleh kasar pada orang tua!
Kau diam saja!
Aku sebagai seniormu di sini!
Meski semua terjadi saat aku pergi, aku tak punya pembelaan.
Tapi apa kau tak ada hal yang lebih penting daripada melakukan ini?
Marie bagaimana?
Hoi, kau, apa yang terjadi pada Marie?
Kau...
Katakan atau kubunuh kau!
Orang-orang bertopeng yang menyebut dirinya Devil Banishers membawa Marie.
Siapa mereka itu?
Aku tak tahu, tapi mereka mengatakan sesuatu yang aneh.
Cepat katakan padaku!
Kalau tak salah "Kami harus kembalikan timbangan yang mengarah ke kegelapan
menuju ke arah cahaya."
Timbangan?
Apa ini?
Racun?
Kemampuan kalian hebat juga dalam meraciknya.
Terima kasih.
Dasar segerombolan bertopeng aneh.
Tubuhku... Gawat.
Hanya itu.
Mereka terkena trik murahan.
Kalau dipikir-pikir,
sihir mereka tak terlalu kuat juga.
Mungkin mereka melakukannya agar anggota Banteng Hitam lain tak bisa rasakan mana mereka.
Mungkin karena itu Henry tak terbangun, ya.
Oi, oi, Yami, tahan dirimu, dong!
Bukan hanya menyerang markasku saat aku pergi,
mereka juga bawa anggotaku.
Aku tak tahu siapa mereka, tapi mereka sudah buatku marah.
Suara apa itu?
Ketua Damnatio, suara apa barusan?
Apa anggota Banteng Hitam tak tahu cara gunakan pintu, ya?
Marie di mana?
Marie? Apa terjadi sesuatu pada adikmu?
Jangan pura-pura bego!
Aku tahu kalianlah yang membawanya!
Kau pasti bercanda.
Kau masih berpura- pura bodoh, ya?
Aku tak berpura-pura, tapi...
Atas perbuatan ini, kalian harus diadili.
Kalian berdua, menyingkirlah sebentar.
Baik.
Apa ini sama seperti waktu itu?
Sihir Timbangan: Scale Regulate.
Kau sudah pernah dipenjara sekali.
Sepertinya aku harus mengirimmu ke tempat itu lagi.
Coba saja kalau bisa!
Sihir Cermin: Reflect Ray!
Ketua Damnatio!
Sihir Cermin: Real Double!
Dia menggandakan dirinya dengan cermin?
Sayang sekali, aku sudah lihat sihir konyolmu di pengadilan.
Jangan berpikir aku akan terkena trik itu lagi.
Sepertinya kau terlalu meremehkanku, ya.
Berlututlah!
Apa ini?
Tangkap mereka.
Baik!
Sepertinya anak buahku merepotkanmu lagi, ya.
Aku tahu kau membencinya, tapi bukankah ini sudah keterlaluan?
Terlebih lagi, kau seenaknya gunakan kendaraanku.
Apa kau tahu berapa banyak energi sihir yang kuhabiskan untuk bisa ke sini?
Kendaraan...
Bukankah tadi dia bilang kalau ini mudah sekali?
No comments yet. Be the first to leave one.